THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 66 (Part³)


__ADS_3

    Waktu berlalu dimana prajurit yang tumbang telah dipindahkan ketempat lain oleh temannya sambil memasang wajah terkejut bukan main, karena bagaimana tidak jika sebanyak 15 prajurit profesional dapat di tumbangkan dalam waktu singkat, bahkan luka lebam yang dialami oleh Beny sangat tidak wajar karena lukanya hanya sebatas tamparan saja


"Izin bertanya pak, bagaimana kondisi anda sekarang?" tanya seorang serdadu ketika itu baru ikut membantu setelah pertarungan usai. 


"Aku tidak apa-apa, kamu bisa kembali ketempat" 


"Baik Pak" hormat tentara tersebut kemudian pergi dari hadapan beni menuju posnya. 


Sehingga kala itu yang tersisa di arena hanya beni seorang sementara lawannya sudah dipindahkan ke ruang perawatan, walaupun luka mereka tidak intensif tapi luka lebam butuh penanganan. 


"Huh... Benar-benar melelahkan" ujar beni menghela nafas seraya memikirkan semua hal yang telah terjadi, dimana dunia dilanda kiamat, manusia saling membunuh dan masalah umat manusia yang peradabannya akan punah, semua itu menjadi pikiran beni untuk kedepannya


Tindakan apa yang harus dia lakukan, hal apa yang harus dihindari dan apa yang akan terjadi di hari kedepannya semua masih misteri tapi Beni dengan kekuatan yang bersanding dengannya, sebisa mungkin melindungi dan menjaga orang-orang yang masih tersisa


Karena dengan begitu ia bisa menunaikan janjinya kepada teman-teman kelasnya yang sudah berkontribusi besar dalam kehidupan beny. 


***


Waktu berlalu dimana keesokan harinya Beni, Steven dan Kristian sudah bersiap untuk berangkat menuju wilayah utara menggunakan mobil militer bersama dengan segelintir prajurit yang ditugaskan untuk mengawal mereka selama perjalanan.


"Baiklah aku ingatkan, selama perjalanan kalian harus bersiap dengan segala hal yang akan terjadi, tapi ingat tujuan kita hanya ke wilayah utara bukan berperang, jadi apapun yang terlihat di jalan seperti zombie atau lain sebagainya kalian abaikan dan tetap terus berada di belakang mobil kami" 


"Kalian mengerti!!" tegas Kristian diikuti oleh serdadu yang pergi ke lokasi. "Siap mengerti"


Jumlah prajurit yang ikut ke wilayah utara sekitar 22 orang dan diantaranya adalah prajurit profesional maupun pemula semua dibawa Kristian untuk berjaga dan membantu kondisi di utara yang sedang dalam keadaan genting. 


"Jadi aku harap 10 menit dari sekarang kalian harus sudah kembali berkumpul disini karena kita akan berangkat pada pukul 08.30 wib kalian mengerti!!" 


"Siap mengerti" jawab prajurit dengan serentak dan menggelegar tegas. 


"Baik silahkan bubar" ujar Kristian diikuti langkah dari prajurit yang segera kembali ke tenda untuk berkemas menyiapkan barang yang diperlukan selama di utara


Begitupun untuk ketiga mentor yaitu Kristian, Beny dan Steven yang kala itu sudah berkumpul di lapangan. "Bagaimana, apa barang-barang kalian sudah siap?" tanya Kristian pada kedua orang terpercayanya


"Siap sudah!" jawab Steven dengan antusias. Sementara beny hanya memasang wajah murung dan tak menjawab pertanyaan dari Kristian. 


"Apa kamu tidak berpamitan dengan mereka?" tanya Kristian mengalihkan pembicaraan. "Belum" singkatnya Beni menjawab. 


"Lalu apa kamu tidak meninggalkan satu kata untuk mereka? Bahkan sejak kepulanganmu saja, kamu tidak berinteraksi dengan mereka, apa kamu tidak rindu dengan Angel dan Lisa?" 


Beni langsung tersentak diam sambil berpikir sejenak apakah dia memang harus bertemu dengan mereka tapi harus dengan kalimat apa untuk memulai percakapan, karena sejauh yang dia tahu kalau dirinya sudah membuat kesalahan di mata Angel 


"Entahlah aku bingung, harus berkata apa" jawab beni dengan datar. 


"Cobalah untuk meminta maaf karena memang kalau wanita itu sulit dimengerti tapi sebenarnya mereka juga pemaaf"


"Kamu berkata seperti itu, padahal kamu tidak tahu apapun" cetus beny. "Aku? Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?!"


"Lihat saja hubunganmu dengan Via!!"

__ADS_1


"Lalu apakah mau hubunganmu kandas seperti kami!" ujar Kristian tersenyum jahil. 


"Brengs*k" umpat Beny dengan wajah kesal tapi apa yang dikatakan oleh Kristian langsung menghantui isi kepala beni yang saat itu mulai dilema


"Kenapa bingung? Tanya Kristian memecah lamunan Beny yang pikirannya masih tak menentu. "Sudahlah aku mau masuk dulu" ujar Beny melangkah pergi dari sana, Sementara Kristian dan Steven yang melihat momen tersebut hanya bisa tersenyum tipis


Di Lain tempat Angel terus mondar-mandir di balik pintu bunker yang mana dirinya terlihat ragu untuk memulai pembicaraan dengan Beni, karena ia tidak memiliki topik untuk dibicarakan


Tapi dirinya juga tidak bisa membiarkan beny terus merasa bersalah apalagi dalam perjalanannya, tentu itu akan menjadi beban untuk beni dan masalah bagi angel sendiri


Akan tetapi disaat angel masih terlihat bingung terdengar suara langkah kaki yang membuatnya dengan sigap kembali ke sikap biasa tapi sikapnya tersebut tidak bertahan lama karena yang pertama kali ia lihat adalah beni yang baru masuk dari luar bunker


Keduanya sama-sama terkejut terutama untuk Beni yang tidak menyangka akan bertemu dengan Angel secepat ini. "Angel" panggil Beni dengan wajah tercengang dimana mata terbuka lebar melihat ekspresi angel yang sama-sama terkejut 


"Ben" ujar angel kemudian mengalihkan pandangan dan mencoba untuk mengatur nafas. 


Sementara beni mempersiapkan diri dengan mengucapkan kalimat bersalah bahkan dari nada dan ekspresinya saja sudah terlihat kalau beni sudah lama tertekan dengan perasaannya sendiri, jadi saat itu beni berkata kepada Angel seperti demikian. 


"Aku sudah banyak berbuat dosa, dan aku juga sudah tidak pantas untuk bersanding dengan kalian, tapi untuk permohonan ku, tolong biarkan aku melindungi kalian" ucap beni menatap dalam angel dengan tatapan iba. 


Sesaat angel terdiam dan tak berpikir apapun selain menghela nafas dan kemudian berkata dengan suara lembutnya. "Apapun yang sudah terjadi biarkan terjadi, dan aku tahu kalau perkataan ku dulu sangat menyakitimu tapi ingatlah kalau itu hanya terbawa emosi jadi untuk kedepannya mari kita baikan seperti sebelumnya" 


Perkataan Angel membuat beni terdiam sambil merasakan kalau hatinya saat itu sangat menggebu-gebu bahkan sulit untuk dirinya memprediksi kata yang akan diutarakan selanjutnya 


"Jadi selama kamu di perjalanan jangan merasa bersalah ataupun tak pantas untuk pulang, justru kami disini selalu menunggumu pulang dan tolong jaga diri disana, untuk masalah yang ada disini biarkan aku yang tangani jadi tenang saja" tutur Angel dengan senyum manisnya 


Lagi dan lagi deru jantung beni mulai berdetak dengan tidak kondusif, bahkan ada rasa gejolak yang mungkin akan meledak dalam diri beni saat itu juga tapi sebisa mungkin beni mengontrol dirinya agar tidak meledak-ledak dan berkata kepada lawan bicaranya dengan nada rendah. 


"Yah.. Tentu, kami menunggumu pulang" jawab Angel dengan senyumannya hingga saat itu mereka saling bertukar senyum dengan perasaan jauh lebih baik dari sebelumnya. 


Kepergian dari Beni di temani oleh Angel yang kala itu mereka sama-sama berada di pinggir lapangan keberangkatan, dan disaat itu banyak sekali prajurit yang telah siap dengan peralatannya sementara Beni menunggu ucapan dari Angel sejak tadi karena sembari tadi mereka hanya berdiam diri tanpa mengucapkan kata 


Di saat suasana masih hening dari kejauhan Steven berteriak memanggil. "Ben,.. Kami udah mau berangkat nih" seruan tersebut sontak membuat Beni tertegun sejenak kemudian berpaling kepada angel dan berkata


"Aku berangkat dulu, tolong jaga lisa ya" tuturnya sembari melangkah menjauh tapi sebelum itu baju Beni di tarik oleh tangan kecil Angel 


"Tunggu" satu kata itu membuat Beni mematung sejenak sembari menundukkan kepala. "Ada apa?" 


"Hati-hati di sana, dan tolong kembalilah" ucapan Angel's membuat Beni tersentuh hingga sesaat kemudian dia berbalik badan dan membekap erat tubuh kecil Angel kedalam tubuh kekarnya


"Yah, aku akan kembali"


"Janji?" 


"Iya.. Janji" ujar beni kemudian melepas pelukan dan berjalan mendekati teman-temannya yang kala itu sudah siap untuk berangkat menuju medan yang baru dan pasti hal yang baru akan terjadi disana


"Lama sekali kamu pamit sama istri tercinta" sindir Steven dengan senyum jahil. "Berisik" cetus beni tapi wajahnya menunjukkan kalau isi hatinya sedang berbunga-bunga hingga wajahnya tersipu malu


"Halah... Sok cool" sindiran Steven dengan senyum sumringah di bibirnya. 

__ADS_1


Akhirnya mereka berangkat ke tanah utara tanpa ada penyesalan ataupun beban yang dipikiran, karena kalau ada itu akan mengganggu konsentrasi mereka diluar, walaupun tidak dikatakan semua tapi Kristian masih menyimpan beban tanggung jawab atas semua yang dirinya berbuat mulai dari mengkhianati, membunuh, dan bersikap kasar. 


Semua tidak semerta-merta dapat dihapus begitu saja dari ingatan Kristian, walau semua sudah lama berlalu tetapi rasa bersalah selalu menghantui jiwa dan pikirannya. Jadi walaupun Kristian dikatakan baik tapi itu tidak berlaku untuk psikisnya yang belakangan ini mulai terganggu. 


Tapi cerita kembali ke utama. 


Dimana akhirnya selama berjam-jam mereka melalui perjalanan akhirnya mereka sampai di lokasi dimana disana sudah ada anak-anak dari black dragon yang menanti kedatangan Beni dan rakan-rekannya bahkan ketika terlihat dari kejauhan mobil yang dinaiki oleh pasukan Warz


Seluruh anggota berteriak kegirangan karena merasa kalau hidup mereka akan selamat sebentar lagi dan membuat kamp menjadi lebih baik bukanlah hal yang mustahil untuk kedepannya. "Mereka telah datang!!!" teriak anggota black dragon dengan lantang


"Mereka datang!!" disahut oleh anggota lain hingga saat itu dalam sekejap seluruh penghuni sekolah geger dengan teriakan yang saling bersahutan. 


Andika yang berada di dalam ruangan pun segera beranjak untuk menyambut kedatangan kakak dan pasukan khusus milik pemerintah. Sesampainya disana dia melihat serdadu bersenjata mesin turun dari mobil dengan penuh wibawa sambil memasang sikap tegas


Dan setelah itu tidak lama dari mobil utama keluar Beni dan Steven secara bersama berlari untuk berdiri disamping Kristian keadaan tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah mereka dari militer?


"Selamat datang di kamp black dragon, izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama saya Andika yang kebetulan menjadi pemimpin di komunitas black dragon ini, dan sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih karena tuan sudah mau berkunjung ke sini" tutur Andika dengan sangat sopan karena dirinya tahu kalau di hadapannya bukan orang biasa 


"Salam kenal, namaku Kristian dan aku juga merupakan pemimpin dari kamp Warz di selatan sekaligus mentor dari orang kepercayaan ku yang telah menolong kalian" sahut Kristian sambil menjulurkan tangan, dika yang melihat tersebut dengan sigap mengambil sikap dan berjabat tangannya. 


"Baik tuan Kristian mari saya antar anda ke ruang pertemuan" ajak Samuel yang sejak tadi berdiri di samping Andika. "Mari tuan" sambung dika dengan bahasa isyarat tangan yang mengayun seperti mempersilahkan 


"Baiklah" jawab Kristian kemudian berjalan mengikuti kedua orang penting di utara sementara Beni dan Steven mengikuti dari belakang kemana pemimpin mereka akan dibawa. 


Sesampainya di ruang rapat Kristian duduk di kursi yang telah dipersiapkan khusus oleh Andika sebelum mereka datang, dan di ruangan tersebut ada enam kursi 3v3 saling berhadapan dengan satu meja di antara mereka untuk pihak Warz diisi oleh Kristian, Beny dan Steven, sementara dari pihak black dragon ada Andika, Samuel, dan Fredy 


Mereka saling menatap dengan penuh citra terutama untuk Andika yang selalu menjaga sikap di hadapan orang penting tersebut. Tidak berselang lama mereka berdiam diri akhirnya salah satu dari mereka membuka obrolan yaitu Samuel. 


"Seperti sebelumnya yang sudah di ceritakan oleh kak Beni, kalau kalian akan menjalin kerja sama dengan kami, tapi pertanyaannya apakah anda bersedia membantu kami yang lemah ini?" tanya Samuel dengan tutur sopan 


"Tentu saja kenapa tidak?, tapi ada hal yang harus kalian jawab!!" ujar Kristian dengan senyum yang penuh penekanan


"Kami harus menjawab apa tuan?" tanya Samuel kembali bersikap tenang, karena ia tahu senyum yang ada di bibir Kristian hanya sebagai kedok, karena niat sesungguhnya adalah menekan, terlihat dari auranya 


"Keuntungan apa yang akan kami dapat jika kami membantu kalian?" satu pertanyaan tersebut membuat pihak Black dragon skakmat dan tak bisa berkata-kata, sementara Andika mencoba melirik kakaknya dan saat itu Beni tidak melakukan apapun dia justru bersikap profesional di hadapan Kristian tanpa mencampuri urusannya 


Dari sana terlihat kalau kakaknya begitu hormat kepada Kristian yang menandakan kalau Kristian adalah orang kuat yang tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun. 


"Bagaimana kami bisa menjawab pertanyaan anda jika anda sendiri tahu kalau kondisi kami sangat tidak memungkinkan untuk membalas jasa anda, karena memang isi dari kamp kami sendiri adalah anak-anak yang masih sekolah, dan keseharian kami hanya berharap ada orang yang sungkan menolong kami, entah itu dari dari pemerintah maupun dari kumpulan lainnya, karena disini hanya generasi muda yang tidak tahu apapun, jadi saya mohon tuan memaklumi kekurangan kami" 


Tutur Samuel yang merasa dirinya tidak setara dan rendah di hadapan Kristian, apalagi ucapannya mewakili seluruh orang yang ada di kamp black dragon, tentu membuat Andika cukup terharu dengan wakilnya yang ditunjuk karena bijaksana


Karena di abad ke-20 orang yang paling dihormati adalah orang yang bijaksana, bukan orang yang kuat secara fisik, karena fisik bisa hilang dengan termakannya usia tapi rasa tanggung jawab dan pengertian terhadap orang lain akan terbawa sampai ia mati dan itu akan menjadi salah satu hal istimewa yang dimilikinya, Yaitu rasa hormat yang selalu dihargai hingga akhir ayatnya 


Dari pihak Warz pun merasa kalau tanpa generasi muda mereka tiada artinya karena usia mereka hanya sementara dan generasi muda adalah penerus mereka untuk menata kembali peradaban yang sudah mereka bentuk dan itu sangat amat dibutuhkan dalam situasi seperti sekarang. 


"Aku tidak banyak menuntut tapi ada hal yang harus kalian penuhi dalam perjanjian kita" 


"Perjanjian apa itu, tuan?" tanya Samuel bingung sehingga suasana ruangan saat itu mulai tegang karena pihak black dragon mulai merasakan sesuatu hal yang tidak enak dan itu tidak hanya dirasakan oleh Samuel semata melainkan Andika dan Fredy dapat merasakan hal tersebut dengan jelas. Walaupun mereka tahu semua tindakan yang mereka perbuat pasti akan ada konsekuensinya. 

__ADS_1


BERSAMBUNG... 


__ADS_2