THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 36 (Part²)


__ADS_3

Dengan di penuhi rasa bingung dan takut membuat seluruh tentara kalang kabut sendiri dan melepaskan tembakan, ketika zombie masih menyantap rekan mereka dengan ganas. "Dhrrrtttt... Dor.. Dor.." suara senjata pistol dan assault rifle yang dilepaskan begitu bertubi-tubi, walaupun pada akhirnya zombie tersebut berhasil melarikan dari tempatnya hingga peluru hanya mengenai udara kosong.


Lagi dan lagi zombie satu itu berhasil menyatu dengan bayangan hingga mengecoh tentara termasuk beni sendiri. "Ternyata ini kemampuan dari zombie golongan zero, yaitu mempunyai insting bertahan dan menyerang layaknya monster sungguhan" batin beni yang terus mematung ditempat


Sampai tidak lama lamunannya terpecah ketika rekan dibelakangnya diserang secara mengejutkan, hingga beni tidak mampu untuk menyadarinya dan hanya melihat temannya mati di gigit oleh zombie tersebut secara brutal


"Awwhh.. Tolong!!!" teriaknya dengan lirih arena lehernya digigit tapi masih bisa berteriak karena pita suaranya tidak hancur, walaupun suara yang keluar sangat kecil dari sebelumnya


"Kamu tidak apa-apa" ucap salah satu rekan yang ada diantara mereka hingga dengan segera berlari menghampiri tubuh pria itu yang sekarang sudah berada diambang kematian.


Dan benar saja, ketika baru di periksa pria itu langsung tewas ditempat, sehingga menyebabkan kepanikan, bagaimana tidak hanya karena satu zombie saja mereka sudah kehilangan 3 rekan mereka


"Kalian semua berkumpul jangan berpencar!!" titah sang pemimpin kemudian berlari ringan berkumpul ke arah bawahan dan menyoroti seluruh ruangan bersama dengan tentara lain. Hingga kala itu mereka berdiri tanpa formasi, dimana masing-masing dari mereka hanya berkumpul menjadi satu dan memantau sekeliling secara seksama


Selama beberapa menit mereka sama sekali tidak menemukan adanya kehadiran zombie namun masih terdengar langkahnya dimana dirinya berlari dari antara rak ke rak dan kardus ke kardus dengan diselimuti oleh gelap ruang, hingga pandangan manusia terbatas


"Kita tidak bisa terus berada disini!!" ucap seseorang yang berada ditengah mereka, yaitu beni itu sendiri karena dia merasa sangat tidak menguntungkan jika mereka terus berada di sana terlalu lama


"Kamu benar, baik mari pindah haluan!!" titah sang pemimpin, kemudian seluruh pasukan mulai bergerak dari posisi awal dengan formasi bertahan. Mereka terus berjalan secara perlahan sampai mereka keluar dari gedung dan kembali menyusun formasi ulang


Dimana seluruh pasukan membidik senjata ke arah pintu masuk, dengan harapan zombie tersebut akan keluar dan seluruh tentara bisa memberondongnya dengan tembakan ke arahnya nanti.


Namun setelah di nanti-nanti zombie tersebut tak kunjung datang hingga mereka merasa kalau zombie tersebut tidak mau keluar dari gudang. "Kemana zombie tersebut?" bingung salah satu dari tentara. Namun ketika mereka mulai menurunkan rasa waspada, tanpa disangka-sangka


Zombie yang di nanti telah tiba namun tidak dari pintu melainkan atas atap yang entah dari mana zombie muncul, karena seluruh serdadu itu tidak tahu menahu tentang seluk beluk gudang suplai walaupun sudah sewajarnya seorang tentara sebelum pergi menjalankan misi mereka mencari tahu informasi yang diperlukan


Akan tetapi semua terlambat. Ketika zombie tersebut berada di udara, mereka sama sekali tidak menghindar yang ada malah terbelalak melihat keheranan yang dimunculkan oleh zombie satu ini


Bruk...


Dalam tahu satu timpa salah satu personil langsung tergeletak tak berdaya karena zombie tersebut jatuh tepat di atas tubuh dengan begitu kuat hingga tentara tersebut terjatuh dengan kepala yang telah pecah, akibatnya mengeluarkan banyak darah dan mati seketika


"Kurang ajar!!" umpat salah satu dari mereka yang melepaskan tembakan namun lagi dan lagi zombie tersebut menghindari dengan cara beranjak dari tubuh korban dengan melompat ke sisi lain hingga sang serdadu hanya menembak angin kosong


"Apa!!" bingungnya kemudian melihat zombie tersebut berlari ke arahnya..


Namun sebelum zombie tersebut mencengkram dirinya tanpa di sangka, beni telah meluncurkan tendangan secara horizontal tepat di depannya hingga dalam sekali serangan tersebut membuat zombie itu jungkir balik


Bugh..


"Terimakasih!" ucap orang yang berhasil di tolong beni dengan tendangannya. "Bukan itu masalah sekarang, sekarang lihat sekeliling kalian!!" Titah beni hingga dalam waktu singkat seluruh tentara langsung terkejut, karena posisi mereka diketahui oleh rombongan zombie yang terbawa karena aroma darah dari rekan mereka


"Sial" gumam seluruh orang yang tidak menyangka, termasuk beni sendiri yang berpikir semua akan menjadi merepotkan.

__ADS_1


"Kalian halang zombie itu, biar aku menghadapinya!" ujar beni membuat seluruh orang terkejut. "Tapi dia bukan zombie seperti biasanya" balas sang pemimpin dengan serius. "Aku tahu!!"


Karena merasa di sudutkan akhirnya sang pemimpin menyetujui dengan berkata. "Aku percaya monster tersebut kepadamu" ucap sang pemimpin kemudian menepuk punggung beni setelah beberapa saat dirinya meletakkan seluruh senjatanya ketanah sambil menatap zombie gol. Zero tersebut dengan intens


"Mari kita lihat seperti apa kekuatanmu!!" gumam beni sambil tersenyum sinis ketika melihat zombie tersebut terhuyung-huyung kembali berdiri. Karena setelahnya beni langsung mendapat serangan secara agresif.


Namun sebelum itu beni kembali melihat masa depan secara sekilas. Dimana ketika beni ingin menyerang zombie dengan pukulan, zombie tersebut langsung menunduk dan menyerang area bawah beni yang tidak dijelaskan dimana akan digigit


"Sial,.. Aku tidak boleh meremehkannya!!" batin beni kemudian menyerang dengan tinju, hanya saja ia mengubah pola ketika zombie tersebut ketika dia mulai menundukkan kepala karena ketika itu beni menyerangnya dengan lutut mengenai kening zombie


Bugh..


Dalam satu serangan zombie tersebut kembali terpental kebelakang. Pertempuran beni di sertai oleh bunyi bising dari senjata yang dilepaskan serdadu karena jumlah zombie yang datang tidak terkira jumlahnya


"Kamu cukup bahaya.." sesaat ketika beni berjalan mendekati tubuh zombie, dirinya melihat masa depan dengan penampakan dimana zombie tersebut akan melompat tepat ke arah kaki hingga membuatnya tidak menyangka akan agresif yang di tunjukkan zombie


Karena yang dibenaknya kalau zombie tersebut tidak bisa apa-apa ketika tergeletak di tanah tetapi dugaannya selah, karena nyatanya zombie tetep mengincarnya walaupun seujung kuku sekalipun


"Sial,.. aku terlalu pede" ucap beni yang mundur beberapa langkah dan benar saja, ketika itu juga zombie tersebut langsung meloncat ke arahnya, karena posisi beni sedikit jauh jadi ia bisa menghindarinya dengan melompat sambil roll menghindar dari kematian, berbeda jika tadi ketika beni berada di dekatnya


"Sial, ini terlalu sulit" ketika itu juga beni langsung menendang wajah zombie yang masih tersungkur karena berusaha untuk menerkamnya


Bugh..


"Aku harus membunuhnya" batin beni kemudian melakukan rol depan untuk memperdekat jaraknya dengan senjata yang telah ia letakan di sebelumnya. Karena zombie tidak bisa berpikir ia langsung melihat sang mangsanya telah menggenggam pistol dengan muncung yang terarah ke pihaknya


"See you again" satu kalimat langsung di sertai tembakan tepat mengenai kening hingga zombie tersebut tidak sempat menghindar dan mati di tempat itu juga. "Aku ingin kamu mati dari pada terus bertarung dengan monster seperti mu!!" batin beni


Karena setelah membunuh makhluk tersebut mereka akan diperhadapkan dengan masalah selanjutnya, dimana zombie sudah benar-benar mengepung mereka dari sisi kanan dan kiri gudang, karena jumlahnya benyak akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam gudang dan menutup pintunya rapar-rapat agar tiada makhluk masuk kedalam


Tepi tetap dalam posisi. "Sepertinya kita sudah tidak bisa keluar!" ucap sang pemimpin dengan nada lirih. "Maksud anda?" bingung salah satu dari bawahnya karena mendengar hal tersebut membuat seluruhnya panik, berbeda dengan beni yang langsung mencari tempat untuk duduk


Karena dirinya berpikir, bagaimana jika dia tidak ada, apakah seluruh tentara akan mati di tempat itu juga, dan lagi dengan jumlahnya yang ribuan, apakah dia bisa menghabisinya secara menyeluruh, karena menghadapi satu saja sudah diperhadapkan pada kematian berkali-kali


"Aku terlalu lelah untuk berpikir" gumam beni kemudian memejamkan mata ketika melihat seluruh tentara di hadapannya gaduh akibatnya posisi mereka yang tidak diuntungkan, karena mau lewat manapun akan tetap sama, dimana mobil kendaraan mereka ada didepan pintu masuk.


Tidak berselang lama tanpa sadar beni tertidur lelap karena lelah, sedangkan yang lain sibuk menyiapkan barang yang diperlukan untuk dibawa ke bunker mulai dari makanan instan hingga beras pokok lainnya, sampai-sampai mereka tidak sadar dengan kebangkitan rekan mereka yang awalnya di gigit oleh zombie gol. Zero hingga tewas ditempat


Karena mereka terlena zombie sudah melihat mangsanya, mulai dari punggung serdadu yang sibuk menyiapkan seluruh kardus hingga beni yang tertidur lelap diantara tembok dekat pintu masuk.


Alasan mereka tidak sadar adalah karena situasi yang gelap membuat mereka ketergantungan dengan sinar senter yang terbatas dan lagi suara bising dari serdadu lain membuat kebangkitan dan gertakan gigi terdengar samar sampai mereka tidak sadar dengan kebangkitan teman mereka sendiri


"Aaggrrhkk.." dua zombie tersebut mendengkur tidak jelas sambil terus berjalan perlahan ke mangsa di depan mata, walaupun tahap perubahan mereka masih sangat sedikit namun mereka sudah menunjukkan sifat-sifat zombie

__ADS_1


Sampai di depan mangsa, mereka meraung hingga mengagetkan seluruh orang di sana, karena suaranya langsung menggema hingga ke sudut ruangan. Mereka yang mendengar raungan tersebut membuat seluruhnya terkejut dan ketakutan. Karena terlalu lengah hingga membiarkan makhluk pembawa bencana bangkit


"Awas!!" teriak pemimpin ketika melihat salah satu zombie berlari ke arah punggung bawahannya. Sedangkan yang tidak sadar hanya melirik kebelakang dan melihat zombie tersebut telah mengigit lehernya hingga nyaris putus sambil meringis kesakitan dan meminta tolong dengan suara yang nyaris hilang menyeluruh


Sedangkan disisi lain beni yang sudah hampir dilahap langsung terbangun dan menendangnya hingga terpelanting ke samping, karena sesaat dirinya membuka mata, warna telah berganti menjadi hitam lekat. "Beni-beni, kenapa kamu begitu ceroboh!!" gumam Beni² yang mencoba untuk bangkit dari posisinya


Sambil menatap zombie tersebut dengan lekat. "Aku paling jengkel dengan makhluk lemah sepertimu" gerutunya sambil menghampiri zombie tersebut yang berusaha untuk bangkit dan menyerang lagi sang mangsa namun sayang usahanya tidak berhasil, karena sesaat sebelum menerkam. Beni langsung menyerangnya dengan lutut tepat di dagu


Karena makhluk tersebut telah mengincar perut mangsanya, karena serangan beni². Zombie tersebut langsung terpental lagi kebelakang dengan terjungkal kemudian mengambil senjata senapan di lantai dan berjalan ke arah zombie yang masih sempoyongan


Ketika sudah berada disampingnya, beni langsung memukul kepala zombie tersebut dengan tangkai senapannya hingga dalam satu pukulan langsung hancur dengan darah hitam telah tercecer ke lantai. Walau begitu beni² terkejut ketika mendengar suara tembakan bertubi-tubi


Dor.. Dor.. Dor..


Tiga peluru tersebut langsung melesat hingga tertanam di tubuh zombie yang telah mengigit rekan seperjuangan sehingga langsung mati tempat. "Sepertinya aku harus membantu mereka" gumam beni² sampai dirinya melangkah dan membuka pintu masuk gudang


Creeaakk...


Terdengar suara pintu besi yang terbuka secara perlahan hingga membuat suara nyaring ke setiap telinga seluruh tentara. Sampai-sampai mereka terkejut bukan main melihat salah satu dari mereka berani membuka pintu yang sudah dianggap sebagai gerbang kematian


"Beni apa yang kamu lakukan!!" ujar sang pemimpin dengan panik melihat bawahannya membuka pintu masuk gudang. Tidak hanya dia tetapi seluruh tentara juga berpikir seperti itu sampai mereka sangat gaduh sampai kedua lutut mulai lemas seperti tenaga telah hilang dibawa angin


Mereka tidak tahu apa yang dipikirkan oleh beni ketika itu, bahkan untuk melangkah agar mencegah pun tidak sempat, karena jarak 5 meter dari posisi mereka yang sedang mengemasi bahan konsumsi membuat mereka kalah langkah dari kecepatan beni membuka pintu


Setelah membuka sedikit pintu. Hal pertama yang mereka lihat adalah secercah cahaya yang mampu menyilaukan mata, hingga dalam sesaat mata mereka tidak mampu untuk melihat dengan jelas karena sinar matahari mampu membuat ruangan gudang menjadi terang benderang


"Arrgkh.."


Raungan zombie membuat suasana menjadi bergidik ngeri namun beni tetap membuka pintu selebar mungkin sehingga tidak merasa takut sama sekali, tetapi sebelum melangkah keluar badan beni di tarik dan pintu di tutup kembali oleh dua orang lainnya


Dan itu dilakukan dalam langkah yang sangat cepat hingga dilakukan oleh pasukan golongan angkasa yang kebetulan berada di bagian samping ruangan dalam pemeriksaan.


Argh..


Beni² yang meringis ketika terperosok jatuh ke belakang, ketika seragamnya ditarik dengan sangat kencang oleh serdadu lain yang kala itu berusaha untuk menyelamatkan rekannya yang berada didalam gudang, karena ketika pintu terbuka otomatis zombie akan terpancing untuk datang dan hal tersebut adalah suatu kesalahan fatal


"Apa yang kau lakukan!!" bentak sang prajurit golongan angkasa yang berada didepannya, sedangkan dua lagi masih menahan zombie yang terus mendorong dari luar


"Hah?" bingung beni² ketika itu dia merasa jika apa yang dia lakukan, bukanlah kesalahan, namun disisi lain itu juga merupakan suatu tindakan gila, hingga sang prajurit yang ada dihadapannya langsung melancarkan tinju tepat di wajah beni²


Bugh..


"Dasar orang gila" umpatnya dengan emosi sedangkan beni² hanya terdiam sambil memasang wajah terkejut karena ia benar-benar tidak merasa bersalah. Justru malah dia akan melindungi seluruh rekannya dan membawa mereka keluar dari dalam gudang.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2