THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 67 (Part³)


__ADS_3

Steven mengeluarkan sebuah kertas putih kemudian menyerahkannya pada Kristian secara hormat seraya berkata. "Ini surat yang isinya adalah perjanjian yang sudah kita buat tempo hari lalu, kris" 


Kristian menerima surat tersebut dengan meletakkannya di atas meja, lagian surat tersebut tidak ada materai jadi mereka hanya saling percaya satu sama lain. "Biar saya lihat" ujar Andika kemudian mengambil secarik kertas tersebut dan membukanya perlahan. 


Disaat itu lah Andika dan semua pihaknya mulai membaca secara seksama supaya tidak terjadi kesalahan dan disaat itu juga mereka terkejut bukan main ketika melihat ada tulisan yang terbaca, "Jika pemimpin black dragon harus menyerahkan sebagian kekuasaan bagi pihak yang lain dengan maksimum 50% Otoritasnya pada pihak tersebut untuk mengambil bagian mengelola ataupun membentuk hal yang dianggap pantas bagi wilayah utara secara penuh tanpa ada pihak yang bersengketa dengannya


Kecuali jika pemimpin black dragon membantah pembangunan tersebut dengan memberi masukan kontra kepada keputusan Kristian maka itu akan terjadi sebuah rapat vote yang diisikan oleh Beny, Steven, Samuel saja dan itu harus dilakukan secara damai" begitu lah isi dari salah satu perjanjian yang ada di kertas tersebut dan untuk masalah perjanjian yang lainnya semua tidak terlalu penting. 


"Tuan bukankah dengan begini kekuasaan dari Andika akan terganggu?" usul Samuel setelah membaca kertas itu


"Kenapa ragu, apakah isi dari surat itu terlalu memberatkan kalian semua?" tanya Kristian dimana suasananya kala itu semakin runyam dan beni sadar akan hal itu tetapi dia hanya bisa percaya dengan Kristian dan adiknya. 


"Tapi bisakah? Saya berbicara terlebih dahulu dengan Andika, karena mau bagaimanapun yang akan terganggu adalah dia" 


"Tidak apa" tegas Dika membuat seluruh pihak black dragon kaget terkecuali Kristian yang tersenyum. 


"Kenapa kamu setuju, dik?!" bantah Samuel. 


"Sudahlah sam, kita tidak memiliki apapun untuk bisa kita harapkan, dan aku no problem dengan keputusan tersebut, kan toh kita masih bisa membantah dengan sistem vote asalkan semuanya selamat menurut aku tidak masalah karena yang terpenting adalah untukku adalah kalian semua, kalianlah secercah harapanku yang masih ada dan aku sudah terlanjur menyayangi kalian" ujar Andika dengan senyum tulus 


"Dasar dari dulu kamu tidak pernah berubah yah" sindir Samuel. "Mau bagaimanapun beginilah aku dan terimakasih karena kamu sudah mau menemani aku selama ini, aku tahu kok kalau aku ini suka sekali merepotkanmu"


"So,.. bagaimana keputusanmu nak dika?" tanya Kristian memberi sebuah pulpen di hadapan pihak black dragon. 


"Sesuai kemauan dari andika, maka kami semua setuju menerima permintaan ini" tegas Samuel membuat Kristian tersenyum.


"Keputusanmu adalah keputusan yang tepat, nak dika, memang berat meninggalkan sesuatu yang sudah kita bangun selama ini kepada orang lain tapi disisi lain kita tidak sendiri ada orang lain yang menanti keputusanmu, dan ada kalanya kita sebagai pemimpin akan sulit mengambil keputusan yang cukup sulit untuk kita terima mentah-mentah, tapi yang jelas apapun pilihanmu kamu harus konsisten dan bertanggung jawab maka itulah ciri pemimpin yang hebat" puji Kristian bangga 


"Terimakasih untuk pujiannya" 


"Baiklah kalau begitu, untuk mempersingkat waktu mari kota to the point saja, dimana aku ingin dari pihak kalian menyiapkan orang bertalenta untuk dikirim ke markas kami dan aku ingin orang-orang tersebut memiliki skill pengolahan pangan hasil pertanian, otomotif, arsitek, desainer pakaian, tata boga dan teknik jaringan, dan aku mohon semuanya dikumpulkan segera, karena aku akan langsung memberangkatkan mereka untuk membantuku disana


Dan untuk mu Steven, tolong bertanggungjawab atas keberangkatan orang bertalenta ini dan bantu aku membawa 10 unit mobil armor sebagai hadiah untuk pertahanan mereka" jelas Kristian


"Baik" segera Samuel dan Steven keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah dari Kristian. 


"Karena aku tidak mau mengulur waktu terlalu lama jadi kumpulkan seluruh orang yang sekiranya memiliki daya tempur dalam satu kelompok" titah selanjutnya dan itu langsung dilaksanakan oleh Fredy 


"Beni tolong kamu latih grup khusus tersebut secara intensif dan latih mereka mulai dari fisik, bertahan hidup, bela diri, hingga tutorial menggunakan senjata, kamu paham!??"


"Siap paham" tegas Beni kemudian mengikuti Fredy dari belakang. Sementara di dalam ruangan hanya ada Andika dan Kristian yang saling bertatap muka satu sama lain, karena harus diakui mau bagaimanapun itulah tujuannya untuk membuat seluruh orang keluar dari ruangan. 


"Apa yang ingin tuan bicarakan kepada saya?" tanya Andika yang kini mulai gugup. "Santai saja, aku tidak ingin terlalu formal jadi aku akan langsung ke inti saja, yaitu......."


*****


2 minggu telah berlalu dimana kelompok yang dibuat oleh Samuel dan Beni sudah berkembang menjadi senjata tempur baru untuk Black Dragon, dan atas persetujuan dari Kristian dan Andika mereka telah resmi menjadi satuan khusus yang ditugaskan untuk melindungi maupun menumpas kejahatan dengan senjata mereka


Dan jumlah mereka sudah mencapai 80 orang dengan dilengkapi senjata jenis AK-47 yang diambil dari kamp Warz kemudian mobil armor yang diberikan oleh Kristian kini digunakan untuk mempertahankan wilayah mereka dari musuh sementara waktu, karena musuh mulai melakukan pergerakan 


Karena selama ini suasana mulai menegang dimana kamp devil mulai menunjukkan taringnya yang mana mereka mulai membantu Dragon Slayer dalam stok senjata yang masih berjenis pistol walaupun sudah di bantu kamp Devil dalam segala aspek 

__ADS_1


Semua itu masih bisa ditekan oleh pihak grup khusus black dragon yang sudah berikrar akan mengikuti perintah Andika dalam mengambil keputusan yang menyangkut keamanan wilayah. 


Grup khusus tersebut dipimpin oleh Fredy secara langsung agar tidak mempersulit pergerakan mereka dalam mengambil informasi. Dan disaat itu Fredy, Samuel, Beni, Andika, berkumpul di ruang rapat untuk membahas keamanan mereka. Sementara Kristian dan Steven sudah kembali 5 hari yang lalu


"Situasi semakin keruh disaat kita terlalu lama fokus pada pertahanan, sampai tidak menyadari musuh sudah bergerak, jadi untuk mengantisipasi masalah ini kita butuh persiapan dalam segala sektor defense maupun invasi" ujar Andika ketika itu berkata dengan suara yang berat karena memang suasana dan keadaannya sangat amat serius 


"Benar apa yang dikatakan dika, walaupun kita menggunakan grup spesial pun masih sulit untuk ditaklukkan, karena memang mereka sudah di beking oleh Devil" timpal Samuel 


"Namun yang jelas kita harus menghentikan dragon Slayer terlebih dahulu sebelum mereka dan devil bergerak bersamaan, karena itu akan jauh lebih


bahaya lagi, karena menurut rata-rata frekuensi kamp mereka berdua apabila bergabung bisa memiliki daya tempur 3 tingkat di atas kita walaupun mereka hanya menggunakan pistol" jelas Beny mengusulkan pendapat. 


"Tapi menghentikan mereka tidaklah semudah yang kita bayangkan, dan bagaimana caranya kita bisa menghentikan mereka yang jelas memiliki daya tempur kuat walaupun kita sudah unggul dalam masalah persenjataan" ujar Samuel


"Memang benar tapi bukan berarti tiada cara, bukan?" 


"Memang kakak memiliki rencana apa?" tanya Andika dengan penasaran. "Aku tidak memiliki rencana apapun untuk sekarang!" jelas beni membuat mereka yang ikut rapat kebingungan. 


"Lalu kenapa kakak bilangnya seperti memiliki rencana?" 


"Tentu saja aku belum ada rencana, aku bahkan belum mengetahui informasi apapun tentang mereka, bagaimana aku bisa menyerang mereka dengan rencana ku, jika aku sendiri tidak tahu gimana medan markas mereka" jelas beni. 


Setelah mengatakan hal demikian, Samuel langsung menyambung dengan berkata kepada Fredy yang kala itu duduk disampingnya. 


"Fer, kamu masih ingat kan dengan bentuk markas mereka?!" 


"Masih, apa aku harus menggambarnya?" 


"Tentu saja, dan tolong gambarkan denah markas mereka sejauh 100 meter dari lokasi dengan detail, karena salah sedikit saja dari informasi itu akan menyulitkan kita" sahut Beni dengan jiwa militernya karena memang sebelum bertindak pihak militer akan selalu mencari informasi apapun untuk menjadi titik terang dibalik misi mereka


"Memangnya apa saja yang dikatakan oleh spionase mu itu?" 


"Dia bilang kalau sebagian besar dari mereka sudah memiliki senjata dan turut membentuk pasukan yang mungkin jauh lebih kompeten dalam perang"


"Apakah dia tidak berkata seperti ada orang asing disana?" lanjut Beni. "Ada, tapi orang kita belum identifikasi siapa, dan berapa jumlah dari Devil yang join dalam pasukan tersebut" 


"Begitu yah"


"Apakah kakak kepikiran dengan orang yang pernah menyerang kami?" 


"Yah.. Kurang lebih begitu, karena aku masih belum sepenuh jiwa untuk melawannya" jelas Beny


"Memangnya dia teman kakak sejak kapan?" tanya balik Dika yang memasang wajah penasaran


"Dia teman ku semasa sekolah, dan aku sadar betul kalau hatinya masih menyimpan rasa simpati terhadap orang lain, tapi entah mengapa dia malah jadi bengis seperti sekarang"


"Mungkin dia terpengaruh oleh ketuanya?" 


"Mungkin saja tapi aku harap kesadarannya bisa kembali, karena seharusnya dia tahu jalan yang ia ambil adalah salah" 


Beberapa menit berlalu akhirnya Fredy selesai membuat peta yang diminta oleh Beni dengan gambar yang detail walaupun kurang jelas dan jauh dibawah standar, tapi itu sudah cukup dijadikan sebagai titik balik bagi mereka yang akan menginvasi musuh tanpa banyak korban berjatuhan. 

__ADS_1


"Hmm.. Sepertinya kamu harus banyak-banyak belajar menggambar deh, fredy" 


"Aku tidak butuh komentarmu" jawabnya dengan cetus kepada Beni yang memperhatikan gambar di atas kertas putih itu. 


"Apakah mereka berada di supermarket?" 


"Yah..." jawab Fredy singkat. "Lalu berapa pintu yang bisa diakses disana?" 


"Kurang lebih 3, pintu utama, pintu belakang, dan pintu samping itupun kalau mereka tidak menambah jalur keluar" jelasnya 


"Apa mereka tidak memiliki pintu evakuasi?" tanya Beni sembari menatap denah yang di gambar oleh Fredy. 


"Aku rasa di belakang adalah pintu evaluasi" 


"Itu bukan pintu evakuasi, karena pintu belakang hanya dikhususkan untuk para karyawan yang bekerja disana" 


"Tapi aku juga kurang yakin jika mereka bersembunyi di lobi" Sambung Beni mengernyitkan alis


"Lalu dimana lagi memangnya mereka bersembunyi selain lobi apakah mungkin ada ruang rahasia?"


"Nah itu dia, basement, aku yakin mereka bersembunyi di bawah supermarket tempat dimana seluruh supply tersedia" ujar Beni yang akhirnya menemukan titik terang dari perkara ini, karena tidak mungkin mereka bersembunyi di lobi yang jelas-jelas kacanya sangat transparan dan itu terlalu open jika disebut persembunyian apalagi rata-rata orang tahu secara umum jalur dan seluk-beluk dari supermarket. 


"Kalau begitu, bukankah mereka akan sulit kita taklukkan?" tanya Andika. 


"Bisa dibilang begitu, karena mereka memilih tempat tersebut sebab tempatnya bisa dijadikan untuk perangkap musuh"


"Perangkap?" mereka langsung bingung dengan ucapan Beni. "Disaat aku bertanya berapa jalur yang bisa diakses apakah kalian berpikir jika kita akan menutup jalur mereka?" 


"Iyah, lalu kenapa?" tanya dika. "Sebenarnya bukan itu tujuanku bertanya demikian, karna walaupun markas mereka memiliki banyak celah bukan berarti mereka bodoh tidak bisa mengatasi hal tersebut" 


"Kemudian apa hubungannya kamu bertanya mengenai jalur evakuasi?"


"Agar aku bisa tahu apakah mereka memiliki jalur alternatif lain selain pintu utama, dan setelah aku lihat sepertinya tidak ada, dan itu membuat ku semakin berpikir apakah mereka memang bodoh karena jalur mereka tempati jelas-jelas dapat dengan mudah di tutup oleh musuh dan itu bisa menjadi kelemahan mereka, tapi aku salah kaprah" 


"Basement adalah inti dari kekuatan mereka dimana percuma jika kita menutup jalur utama jika mereka melewati jalur belakang, dan percuma jika kita menyergap markas mereka jika kita tidak bisa menjangkau mereka karena supermarket hanya cover semata dan markas yang sesungguhnya adalah basement dimana tempat tersebut aman dari sergapan"


"Kalau begitu bukankah kita tinggal menyerang jalur belakang?" ujar Fredy


"Tidak semudah itu, karena jika pun kita menyerang jalur belakang bukan berarti pintu depan tidak bisa diakses, dan jika kita memaksa untuk menempatkan pasukan di pintu utama dan belakang yang ada penyerangan tidak optimal dan yang ada justru malah kita yang kalah" jelas Beni


"Kalau begitu bukankah kecil kemungkinan kita untuk menyerang mereka?" tanya Andika 


"Benar, memang sulit apalagi mobil armor kita tidak bisa menjangkau tempat seminim itu" jawab Beny sambil berpikir ulang. 


"Tapi beruntunglah jika kita tidak langsung bertindak karena jika kita gegabah yang ada malah hal tersebut menjadi bumerang untuk kita" ucap Samuel mensyukuri atas titik terang dari beni 


"Kalau begitu apakah ada cara supaya kita bisa mengalahkan mereka?" tanya Fredy membuat beni langsung mendapatkan ide 


"Ada cara untuk mengalahkan mereka, akan tetapi ini adalah metode ekstrim dan keberhasilannya hanya 20% tapi jika rencana ini berhasil maka hal itu bisa membuat kita menang telak" ucapan beni membuat seluruh orang terkejut bukan main karena itu adalah argumentasi yang tak logis. 


"Bagaimana bisa hanya 20% namun bisa membuat kita memang telak" ucap Samuel. "Benar, apa kita bakal serbu dari satu sisi?"

__ADS_1


"Atau mungkin kamu hanya akan bertaruh satu sama lain" ujar Andika hingga banyak spekulasi dari mereka bertiga mengenai ide Beni, yang semuanya masih tidak sinkron. 


BERSAMBUNG...


__ADS_2