
Kedatangan Kristian membuat seluruh pasukan meninggalkan aktivitas dan bergegas membuat barisan dengan diantaranya terdapat beni di sana. Sampai salah satu dari mereka dengan posisi berdiri di barisan paling kanan berkata dengan lantang yang nadanya bergema karena ditahan oleh perut dan rongga tenggorokan hingga menghasilkan pita suara keras dan bergelombang
"Seluruhnya, beri hormat kepada sang pemimpin tertinggi, grak!!" pekiknya dengan suara berbeda dimana yang biasanya melengking kini terdengar gema hingga membuat orang merasakan intimidasi dari suaranya saja.
Perintah tersebut langsung dilakukan dengan serempak dengan tata cara hormat berbeda dimana biasanya tangan akan berposisi vertikal keatas kini mereka sejajar dengan dada, dimana tangan akan lurus secara horizontal ke dada kiri dengan posisi kaku tanpa mengepal
Penghormatan tersebut dilakukan agar menciptakan sesuatu yang baru di kalangan militer, supaya mereka bisa merasakan jika dirinya susah berbeda dengan yang dulu, tentu menciptakan variasi baru membuat partai jadi lebih percaya diri dan berpikir jika mereka lebih kuat dari pasukan lainnya
Setelah memberi hormat beberapa saat akhirnya Kristian mengangkat tangan ke langit sebagai tanda menyudahi suatu tindakan. "Terimakasih karena sudah mau ikut bersamaku, kalian adalah pasukan terpercaya ku di partai Warz" sapa Kristian dengan senyum tipis
"Anda tidak perlu bersikap begitu, justru kami yang seharusnya berterimakasih kepada anda, karena sudah mau membangun kembali bunker ini supaya bisa mencapai titik terangnya, dari pada harus menunggu sesuatu hal yang tidak pasti, lebih baik kita mengubah dari pada diubah" bunyi dari serdadu tersebut
Membuat metal tentara semakin membara akan tetapi mereka tetap bersikap diam seperti seorang profesional yang di puji tidak terbang. "Aku harap kalian mau membantu ku untuk membangun bunker ini bersama-sama"
"Siap, pasti!!!" jawab serentak dari seluruh prajurit Warz yang berada didalam barisan karena yang ada pada waktu itu sekitar 80% sementara sisanya hanya menunggu para tahanan, menjaga perbatasan dan berdiam diri di pos pengintai
"Baik, karena saya akan pergi keluar, jadi aku harap seluruh keamanan dan selama berjalannya kelangsungan partai, akan aku serahkan otoritas ku kepadamu, Steven, karena kamu adalah orang kepercayaanku disini" titah Kristian sambil menatap pemimpin barisan yang paling kanan
"Siap, saya akan bertanggungjawab penuh atas jiwa dan juga raga saya, pak" balasan dengan memberi hormat. "Sudahlah, aku percaya denganmu, terutama kepada kalian, semua" unjuk Kristian yang secara tidak langsung menunjuk ke seluruh serdadunya
Mendengar ucapan tersebut membuat mereka merasa kembali dianggap oleh atasan. Setelah kian bercerita singkat akhir beni dipanggil secara langsung dan diajak untuk ikut bersama Kristian ke sesuatu tempat, menggunakan mobil militer dengan dibawa oleh salah satu tentara
Awalnya banyak sekali yang kebingungan dengan kepergian Kristian, tapi sebelum pergi pemimpin mereka menyerahkan sebuah kertas untuk dia sampaikan kepada seluruh serdadu dan kertas tersebut diserahkan langsung kepada pemimpin sementara dalam pasukan Warz yaitu Steven
Selama perjalan mereka, beni dan Kristian duduk bersebelahan di kursi belakang dengan suasana yang hening tanpa kata-kata, kecuali suara mesin mobil yang berjalan di jalan raya, walaupun banyak mobil yang berserakan tapi itu bisa di tangani dengan sopir handal
Hingga selama bergerak mereka tidak mendapat halangan jadinya bisa terus berjalan tanpa harus melalui masalah dan selama itu juga beni dan Kristian hanya membuang muka satu sama lain ke arah berlawanan untuk melihat situasi yang tidak jelas
Dimana sepanjang perjalanan mereka tidak menemukan satu pun zombie yang berada di perkotaan walaupun itu bukan pusat kota, tapi setidaknya pasti ada zombie yang menghalangi namun kenyataannya apa, dimana halangan mereka tanyalah bangkai mobil tanpa pengemudi yang berhamburan di sepanjang jalan
Mereka pergi tanpa pengawalan sama sekali, jadi perlawanan terhadap zombie di kemudian saat akan kesulitan karena jumlah personil. Apalagi zombie selalu menyerang dengan jumlah yang bukan main-main
"Mengapa disini tidak terlihat zombie?" tanya beni bingung karena melihat sekelilingnya begitu sepi tanpa penghuni. "Tentu karena ini zona hijau, dimana zombie tidak ada disini, karena beberapa saat lalu pihak militer sudah membabat habis zombie di daerah ini" jelasnya
"Begitu ya, pantesan saja kamu tidak membawa pengawal yang banyak" gumam beni melirik ke arah perumahan
Tidak lama akhirnya mereka sampai di lokasi, dimana tempat tersebut adalah lahan luas dengan geografi dekat perairan sungai yang panjang kemudian tempat tersebut sedikit terisolasi dari pemukiman, akibat daerah tersebut berada di ujung kota mungkin beberapa kilometer lagi mereka akan sampai di kota tetangga
"Ini tempat apa?" tanya beni. "Kamu bisa lihat hutan itu!!" tunjuk Kristian setelah mereka turun dari mobil di depan mereka dimana sudah ada lahan luas beribu hektare pepohonan liar tapi jalur terhalang oleh hulu sungai dari pegunungan
__ADS_1
"Itu hutan yang dilindungi pemerintah, bukan?" tanya beni untuk memastikan apa yang dirinya tahu. "Iya.. Dan setelah kejadian itu semua berubah, dimana hutan ini sudah kembali liar dimana hewan yang ada didalam sana, turun ke pemukiman untuk mencari mangsa walaupun usaha mereka nihil
Karena hampir sebagian besar penduduk telah berubah menjadi mayat hidup dengan metabolisme tubuh telah berubah sehingga hewan-hewan buas dari hutan tidak bisa mendapatkan makanan di hutan maupun lingkungan masyarakat sekalipun
"Apa aku akan berlatih di sini?"
"Iyah, kamu!, buat tenda militer disini untuk tempat penginapan malam ini" titah Kristian memberi perintah kepada prajurit yang ikut bersama mereka untuk menjadi supir bagi kendaraan mereka
"Walaupun begitu aku tidak bisa selalu berada disisi mu, karena aku harus pulang untuk memastikan keadaan di bunker, jadi tidak masalah bukan, jika aku meninggalkanmu disini?"
"Aku sama sekali tidak keberatan" timpal beni yang hanya memasang raut wajah datarnya, hingga hari pertama pun dia mulai.
Hari ke-1
Dimana beni melakukan latihan fisik seperti push-up dan olahraga ringan lainnya, tapi paling utama adalah lari mengelilingi hutan dengan sebuah belati di kantung, walaupun terdengar sangat ekstrim tetapi beni bisa melalui dengan profesional, walaupun dirinya sempat berpapasan dengan makhluk buas seperti serigala hingga dirinya tidak lepas dari luka ringan atau pun fatal
Semua itu dilakukan agar insting berburu ataupun bertarung yang dimiliki oleh seseorang akan terasah dengan sendirinya jikalau dirinya mengalami bahaya seperti apa yang di alami oleh beni
Seusai kembali keluar, Kristian mendapati muridnya yang sudah terluka parah karena habis bertarung dengan predator, tapi itu masih luka biasa hingga dirinya memberi perintah untuk tentara pengikut agar mau mengobati luka beni terlebih dahulu sebelum menyiapkan makan siang
Selama mengobati luka. Beni melihat Kristian tampak santai sambil menyusun api unggun untuk di malam hari yang dipasang tepat di halaman depan tenda sedangkan mereka duduk di emperan rumput hijau yang luas
"Apa kamu sudah pernah merasakan hal seperti ini?" tiba-tiba beni berkata kepada Kristian untuk mencairkan suasana sambil diikat perban di lengan tidak lupa di beri obat oleh asisten Kristian sampai-sampai dirinya seringkali meringis kesakitan
"Perang?"
"Iya.. Perang antara Palestina dan Israel, kemudian misi PBB sebagai penengah antara Lebanon hingga sampai ditugaskan sebagai anggota penuntasan pemberontakan di negara Indonesia, seharusnya kamu tahu kan bagaimana suasana peperangan, bukan"
"Ck.. Aku tidak butuh curhatan mu" cibir beni sambil beranjak berdiri walaupun lukanya masih basah tapi dia masih kekeh untuk meneruskan latihan. "Lanjut" ucapnya kepada Kristian hingga kala itu matanya sudah terbelalak terkejut melihat keteguhan hati beni untuk menjadi yang terkuat
"Karena kamu sudah yakin, jadi mari kita lanjut ke pokok intinya yaitu bela diri karate tingkat militer" ujarnya dengan tatapan sinis.
Akhirnya beni melakukan latihan keras bersama Kristian walaupun sebenarnya seluruh tubuh masih sakit dan perih namun beni bisa menahan sekuat tenaga untuk melampaui ke batasan. Tidak terasa hari telah berlalu hingga malam hari dimana beni mulai melakukan latihan penutup dengan beberapa kordinasi Kristian
Sampai benar dirinya tuntas melakukan latihan full untuk hari pertama. "Bagaimana?" tanya Kristian menatap muridnya sudah terkapar di rerumputan luas. "Cukup melelahkan" gumam beni sangat lirih
"Ini adalah hari pertamamu, aku ingin kamu berlatih sampai hari ke-100. Bagaimana?"
"Heh.. Sepertinya menarik" jawab beni yang terus terkapar di rerumputan hijau sambil membentangkan kedua tangan dan kaki secara horizontal.
__ADS_1
"Besok aku akan kembali ke bunker, jadi untuk latihanmu akan di kondisikan olehnya" ujar Kristian
"Dia?" bingung beni sambil menunjuk ke arah pria yang sedang memasang sesuatu dengan api unggun. "Bukan dia tapi Steven" sahut Kristian untuk membenarkan pernyataan beni tersebut
"Steven, jangan bilang dia?"
"Iya,.. Dia adalah juniorku dalam angkatan bersenjata walaupun kami ditempatkan di kompi satuan yang berbeda"
"Apa dia"
"Setidaknya bisa memberi mu pelatihan selagi aku tidak ada, dan aku akan membuat jadwal untuk kita berdua"
"Jadi aku harap kamu tidak protes"
"Oke" balas beni dengan nada penuh penekanan sehingga suaranya terdengar datar dan sumbang. Akan tetapi harinya dilalui dengan sangat gigih hingga tanpa sadar dirinya melewati hari ke hari tanpa memikirkan apapun dimana hari sudah berada di ke-93 dimana sudah 3 bulan terlalu dan satu minggu sebelum tugasnya selesai namun di bunker.
\*\*3 BULAN KEMUDIAN\*\*
Bukti nyata dimana hasil kinerja Kristian akhirnya dia bisa membuat beberapa infrastruktur seperti menara pengintai, lahan pertanian, bangunan barak, hingga memperluas kekuasaan sehingga awalnya hanya sekedar kandang sapi kini mereka sudah terlihat seperti kerajaan dimana pagar bukan lagi kawat, melainkan semen dan ada beberapa kendaraan hasil
Rakitan bengkel, dimana sebulan lalu Kristian membangun bengkel industri perakitan dan hasilnya bangunan tersebut berhasil di operasikan bulan kedua setelah hari pembangunan hingga dimana pekerjaannya adalah orang-orang terpilih yang bisa melakukan rangkaian otomotif
Dan nama bengkel tersebut di beri nama sebagai ORGAM (Organisasi Alutsista Manajemen) dimana tugas mereka adalah merakit memperbaiki dan lain sebagainya yang masih berada di bawah perintah Kristian salah satunya tank dengan mobilitas rakit
Antara tank dengan mesin mobil sehingga kendaraan tersebut memiliki multi-fungsi namun dalam bobot dan koefisien yang turun drastis karena kekuatan dan ketahanannya sangat renta sehingga mudah sekali dikalahkan oleh musuh, namun memiliki kecepatan secepat mobil
Karena bagian badan adalah mobil militer dengan palang besi yang ada di atas mobil untuk menumpang moncong meriam dalam ukuran sangat kecil yang ukuran cal. 43 hingga sangat mudah untuk isi ulang hanya saja damage sangat kurang dalam beroperasi dan seringkali kesulitan untuk rotasi Akan tetapi itulah yang ingin dirancang oleh Kristian
Dimana kendaraan perang memiliki multi-fungsi, hemat biaya, ringkas perawatan dan mudah dalam beroperasi dan kendara pertama tersebut diberi nama Tiger.
Semua kemajuan dari partai Warz menggemparkan seluruh infanteri golongan militer negara, sehingga mereka hanya berencana untuk mengakhiri semuanya dengan sangat cepat dan hal tersebut di rencanakan pada hari itu juga.
Dimana sebuah ruangan yang senyap dengan dijaga oleh dua serdadu berseragam loreng membuat suasana manjadi menegangkan karena di sana hanya ada jendral, Via, dan 3 tentara yang notabenenya adalah kepercayaan angkatan abri negara dalam bunker.
Mereka duduk di kuris dengan meja bundar berada di antara mereka sebagai pemisah satu sama lain. Membuat situasi menjadi sedikit menegangkan sebelum via angkat bicara. "Sudah saatnya kita mulai bersaksi" sahutnya dengan tatapan sinis layaknya seseorang yang telah menyimpan dendam kesumat selama tujuh turunan.
Sehingga seluruh peserta yang ada di sana bisa merasakan langsung sebagaimana sorot mata kebencian yang terpancar di pupil mata oktavia atau panggilan lainnya adalah komandan angkatan darat yang sudah bersemayam dalam bunker
"Benar, sudah lama kita dikekang seperti burung dalam sangkar dan sekarang waktunya untuk mengubah nasib" sambung salah satu serdadu untuk menyulut api amarah
__ADS_1
"Mari kita akhiri ini semua dengan cara yang sesuai dengan apa yang mereka telah perbuat kepada kita" jendral yang sudah lama hidup dalam penindasan dan ketidak adilan kini mulai memihak kepada perlawanan apalagi dirinya tidak sendiri, bersama tentara dan rakyat yang sudah di paksa dalam bekerja tentu menjadi ancaman bagi partai untuk kedepannya.
BERSAMBUNG..