THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 45 (Part²)


__ADS_3

Ketika suasana masih tegang tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam ruangan rapat untuk berkecimpung diantara mereka, awalnya mereka ingin marah tapi niatnya teredam karena melihat orang tersebut adalah pasukan intelejen sekaligus mata-mata dalam partai Warz yang waktu itu berada di atas langit


Cara masuk pria tersebut membuat seluruh peserta rapat berdiri dan menanti informasi apa yang akan meraka dapat dari prajurit tersebut. "Maaf jika kedatangan saya lancang" ucapnya dengan membungkukkan tubuh 70° dari titik siku yaitu pinggul


"Tidak usah dipikirkan, sekarang beri tahu kami, infomasi apa yang kamu dapatkan?" tanya via yang nada bicaranya tegas dan dipenuhi oleh wibawa pemimpinya. "Saya, sudah melakukan pendataan, jika barak sekarang tidak sedang dalam masa full, dikarenakan hampir separuh tentara di tugaskan untuk keluar bunker" jelas intel tersebut


"Bagus, sekarang hanya pikirkan bagaimana caranya agar kita bisa memukul mereka" gumam via kemudian kembali duduk, sehingga sang petinggi lain menyuruh intel tersebut untuk meninggalkan ruangan rapat karena rapat akan kembali dilanjutkan


"Setelah mendengar semua ini, apa yang harus kita lakukan pak?" tanya prajurit pemimpin regu. "Aku belum tahu pasti, karena sebelum bertindak kita sudah harus tahu dulu konsekuensinya dikemudian hari akan seperti apa?" jawab sang Jendral


"Aku harap, anda segera memberi kebijaksanaan untuk kita semua, karena ini menyangkut dengan masa depan bunker kedepannya"


"Aku tahu, kalian ingin kita semua bebas dari penjajahan ini, bukan". "Tapi aku juga harus bertindak untuk meminimalisir jumlah korban nantinya" sambung sang Jendral


"Untuk apa berpacu pada mereka lagi, jenderal!!, selama ini kita sudah hidup menderita di tanah ini, sedangkan mereka melakukan sesuatu seenaknya jadi kita harus mengambil tindakan apapun bentuknya" potong Via dengan emosi


"Tenangkan diri anda, komandan via" sahut pejuang dari tentara pemimpin regu. "Hah?!.. Kamu kira setelah semua yang diperbuat oleh pria brengsek itu mereka bisa di beri toleransi lagi!!" tegas Via sehingga pria yang awalnya penenang kini langsung bergidik ngeri karena sudah berkomentar salah kepada via


"Aku setuju dengan komandan via, mau bagaimana pun kita harus bertindak sebelum mental tentara bangsa Indonesia benar-benar down" timpal pejuang sekaligus pemimpin regu A


Untuk setiap golongan diwakili oleh pemimpin yang di percaya untuk mengikuti rapat bersama petinggi, dan tentara tersebut di ambil dari bagaimana mereka bertugas dalam bidang tertentu, khususnya dalam memimpi dan setiap golongan hanya satu orang yang diberi kepercayaan penuh jadi pada waktu itu jumlah yang berkecimpung dalam rapat berjumlah 5 orang


"Kita juga tidak bisa gegabah, hingga seenak jidat memberi kesimpulan" celoteh tentara dari golongan B (Bumi)


"Kalau begitu apa kamu terima dengan perlakuan mereka selama 3 bulan ini?" sahut prajurit gol. Angkasa dengan menaikan alis seraya memberikan aura intimidasi


"Tentu, saya pribadi sangat tidak terima dan marah tapi kita juga tidak bisa melakukan tindakan hanya karena berdasarkan amarah, karena tanpa naluri kita hanya makhluk idiot"


"Kalau begitu kamu ingin bagaimana!!" tampak tentara dari golongan Angkasa jengkel dari setiap tutur kata tentara yang berpangkat dibawahnya hingga wajahnya tampak merah padam dan tak henti-hentinya ia menatap tajam wajah prajurit gol. Bumi


"Ck... Justru itu kenapa kita mengadakan rapat seperti ini" cetus prajurit gol. Bumi dengan mencibir


"Sudah dari pada kalian bertengkar, lebih baik kita pikiran sama-sama untuk terbebas dari kekangan ini karena bisa saja dihari esok kita akan di bantai jika sewaktu kita tidak diperlukan"


"Kalau begitu kalian pergi saja dari sini dari pada menganggu konsentrasi ku" lanjut Via untuk memberi titah kepada bawahnya untuk meninggalkan ruang rapat, sampai seluruh peserta pergi dari tempat tesebut dengan wajah murung karena sudah dari kemarin mereka tidak menemukan jalan keluar


***


Di dalam ruangan terlihat jenderal dan Via yang duduk saling berhadapan dengan meja sebagai pembatas antara keduanya. Dimana setelah seluruh anggota rapat pergi meninggalkan ruang tersebut. Menyisihkan mereka berdua untuk berbicara empat mata dengan kesunyian agar pikiran jadi lebih jernih

__ADS_1


Tapi sebelum berbicara sang Jendral yang memberi perintah kepada penjaga untuk meninggalkan ruangan karena pembicaraan mereka setelah ini adalah rahasia, hingga tidak butuh waktu lama kedua penjaga yang berjaga dari dalam langsung keluar sampai benar-benar menyisakan mereka berdua dengan kesunyian


"Via, pilihan kita hanya ada satu" seru sang Jendral untuk mengangkat suasana dengan nada beratnya sampai via bisa merasakan keseriusan dari pemimpin mereka. "Iya, dan pilihan tersebut hanya perang" sambung via dengan lirih, karena masih belum sanggup menerima kenyataan.


"Bagaimana menurutmu?"


"Jika tidak ada pilihan lain, maka tindakan tersebut harus dilaksanakan"


"Kamu memang gadis tangguh, via" puji Jendral dengan senyum tipis kemudian beranjak berdiri dan berjalan keluar ruangan untuk meninggalkan gadis tersebut agar bisa berpikir dan merenungi atas apa yang telah dirinya pilih


Hari ke-1


Seluruh prajurit sudah berkumpul dalam barisan dengan tersusun dengan rapi sehingga terlihat gagah karena mereka berbanjar sesuai barisan, dan mereka kumpul di ruang konsumsi untuk menunggu pengarahan kembali, karena mereka mendapat kabar bahwasanya mereka akan berperang di bunker untuk mengakhiri semuanya


Tentu dengan hasil vote, dimana survei menunjukkan bahwa yang setuju untuk berperang berjumlah 4 suara sedangkan yang tidak hanya 1 dan itu berada di regu prajurit golongan bumi, jadi bisa dikatakan jika peperangan akan dilakukan oleh pasukan untuk merebut kembali apa yang seharusnya di rebut


"Setelah semua ini kita akan menggempur seluruh pasukan Warz, apapun hasilnya kita harus mendapatkan kembali apa yang harusnya menjadi milik kita, jadi mohon bantuannya" seru sang Jendral kepada bawahnya yang api semangatnya sudah membara


Semetara dilain tempat via, sudah berada di ruangan yang bisa dikatakan untuk tempat dimana seseorang di rawat. "Jadi pada akhir kalian akan berperang?" tanya Angel dengan lirih. "Mungkin ini terdengar menyakitkan, tapi ini harus kami lakukan agar bisa terbebas dari semua perbuatan ini" balas Via


"Aku tahu jika pada akhirnya semua akan seperti ini, lagian kalian sudah menahan penindasan selama 3 bulan lamanya, tentu ini sudah termasuk akhir dari kesabaran kalian"


"Datanglah dengan selamat, kak"


"Pasti" sekilas via melihat dimana Elisa dan Tante Novi sedang bermain di sofa, dan hatinya terasa lebih lega karena beberapa waktu lalu, via sempat dekat dengan Elisa dan dimana dirinya tahu jika Elisa sudah tahu semua kenyataan hingga membuat mentalnya terpukul


Namun dengan seiringnya waktu akhirnya metal lisa kembali pulih tapi via juga tidak mau diam saja, dimana dirinya berjanji akan memenangkan peperangan dan membawa lisa keluar dari dalam bunker untuk menikmati udara segar


Ketika suasana masih sedu tiba-tiba datang seorang tentara dengan mengetuk pintu sebelum berbicara. "Maaf, komandan Via, semua sudah siap" ujar tentara tersebut, hingga via keluar dari tempat perawatan dengan berkata. "Aku pamit dulu" ucap via kemudian berjalan keluar


Dimana di lorong via mulai berkata dengan tentara tersebut. "Bagaimana situasi?" tanya via sambil berjalan seiringan dengan langkah tentara. "Sesuai dengan yang kita duga selama ini, dimana sebagian pasukan dari Warz berada diluar bunker, bersamaan dengan pemimpin mereka"


"Kristian, aku sudah bersabar menghadapi perilaku mu, tapi sekarang aku sudah tidak tahan, mulai sekarang aku akan berperang melawan pasukan mu" batin Via sambil memancarkan tatapan sinis penuh amarah


Setelah sampai diruang konsumsi, via melihat bawahannya sudah siap untuk berperang, hingga dari mereka semua sudah membawa senjata serbu masing-masing.


"Tugas kalian adalah melepaskan tahanan, terutama prof. dicy, kalian paham?"


"Siap, paham " jawab serentak dari bawahnya hingga mereka mulai memasang badan dengan membusungkan dada ke dapan sambil memasang tatapan amarah. "Tunggu aku, semuanya" gumam via sampai teringat dengan penderitaan rakyat sipil. Sehingga malam itu terjadi tragedi berdarah untuk pihak warz

__ADS_1


Sedangkan pasukan via memberi nama gerakan tersebut sebagai operasi 'PEMAWAR' atau kepanjangannya adalah (Pembantaian massal Warz)


Pukul 20.00 Wib


\*Perbatasan antara distrik 3 dan 2\*


Terlihat dua penjaga yang terlihat santai sambil ngobrol tanpa menyadari akan bahaya yang akan mereka hadapi kedepannya, ketika itu mereka ngobrol selayaknya orang biasa hingga tidak sadar jika mereka sudah dibidik. Sampai pada waktunya dimana peluru dilepaskan pertama kalinya sebagai pertanda bahwa perang dimulai


Dor...


Satu peluru melesat menembus kepala penjaga perbatasan hingga dalam waktu singkat dia mati di tempat. Sementara temannya yang terkejut hanya memalingkan pandangan menatap sumber tembakan, tapi dirinya dikejutkan dengan runtutan peluru tertanam di tubuhnya yang pada akhirnya ia ikut tewas di tempat


"Bergerak!!" titah Via dengan bergerak lebih dulu melewati lorong yang kemudian diikuti oleh bawahannya dari belakang. Mereka bergerak sambil terus memasang posisi siaga hingga mata mereka terus tertuju ke depan


Sementara prajurit yang berada tidak jauh dari sana langsung terkejut ketika mendengar suara tembakan ujung lorong tak jauh dari posisi mereka, hingga mereka langsung bergegas menuju ke lokasi dengan jumlah 3 orang yang kebetulan sedang berpatroli


Akan tetapi sesampainya di sana mereka langsung di sambut dengan tidak ramah, yaitu sebuah rentetan peluru melesat ke arah mereka hingga mereka tidak sempat untuk menghindarinya. Tapi di antara mereka ada yang membalas tembakan musuh walaupun dirinya ikut mati


Jadi untuk detik itu jumlah korban sudah tercatat dari pihak jendral 1 orang sedangkan musuh 5 orang yang terbunuh di dalam lorong distrik 2. Walaupun begitu mereka terus bergerak menuju distrik 1 karena di sana adalah pusat dari kekuatan aset penting mereka


Selama melangkah mereka terus memasang insting hingga tiada waktu untuk berkedip, karena waktu itu seketika jantung mereka terpacu dengan sangat cepat hingga keringat dingin membasahi seluruh tubuh


Pasukan Warz yang telah menyadari penyerangan tersebut langsung bergegas angkat senjata dan melakukan serangan balik, hingga beberapa saat setelahnya berlalu mereka saling berbaku tembak di distrik dua dimana langkah pasukan via terhenti ketika mereka disambut peluru dari ujung lorong


Karena mereka berada di pertengahan jalan akhirnya mereka tidak bisa kabur kecuali membalas perlawanan dengan mengandalkan pilar sebagai pelindung mereka dari tembakan.


Baku tembak berlangsung selama 30 menit hingga mereka mulai beristirahat sejenak mengisi tenaga, dan dari kedua belah pihak mulai menghentikan tembakan dan menyibukkan diri untuk mengisi kebutuhan.


Walaupun begitu posisi pasukan via benar-benar tidak menguntungkan, dimana suplai mereka sangat terbatas dan perang ini tentunya membuat jalur makanan tertutup, jadi mereka tidak bisa bertahan terlalu lama, karena hal tersebut bisa membuat pasukan jendral menjadi gaduh dan satu-satunya cara agar bisa terbebas adalah dengan memenangkan peperangan dalam waktu cepat


Walaupun itu dengar mustahil, karena mau bagaimana pun pasukan Kristian tidak bisa dianggap remeh walaupun pemimpin mereka tidak ada ditempat akan tetapi pasukan Warz di pimpinan oleh orang kepercayaan Kristian, yaitu Steven tentu hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan


Mereka istirahat selama beberapa jam sampai baku tembak berlanjut dan dari dua belah pihak, pasukan jenderal sangat menguntungkan hingga mereka berhasil menghancurkan pertahanan musuh dan mulai berjalan mendekati dengan langkah perlahan, walaupun perang pertama kemenangan di pihak jendral


Tetapi korban tidak luput untuk rekan seperjuangan mereka yang dimana dalam perang pertama sudah memakan korban sejumlah 10 orang banyaknya sampai akhirnya selama perjalanan mereka berhasil menguasai distrik 2 dan memutuskan untuk istirahat sejenak dan melanjutkan rencana di hari esok dengan serangan jauh lebih menegangkan


Karena pada kala itu pasukan Warz belum mempersiapkan apapun dan pasukan pertahanan yang tadi adalah pasukan yang menempati distrik 2 saja untuk selebihnya mereka belum siap secara pasti, tapi di sela situasi perang ruang Kristian terlihat seorang pria paruh baya dengan gagah perkasa yang perawakannya seperti orang kepala 3


Dimana orang tersebut sedang menatap tajam ke arah dua prajurit yang berdiri dihadapannya dengan seragam abu-abu dan atribut seperti tentara lainnya, tidak lupa dengan senjata serbu mereka yang di rangkul dipunggung. Tampak dari raut wajah mereka yang terlihat kesal, marah, dan khawatir menjadi satu di hati mereka bertiga.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2