THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 33 (Part²)


__ADS_3

Selama game berlangsung, mereka tampak sangat bahagia terutama Lisa yang sembari tadi tertawa dengan ria bersama yang lainnya. Walaupun beni tidak ikut tertawa tapi dia cukup menikmati sensasi kala itu, hingga tiada habisnya beni tersenyum tipis ketika ia sedang melihat ekspresi dan reaksi yang dikeluarkan Angel dan Lisa ketika bingung menjawab


Sampai pada babak pertama telah berakhir dengan kemenangan diraih oleh beni sendiri, jadi sudah positif kalau beni bisa melakukan titah untuk lawannya. "Hehe.. Ternyata tidak terlalu sulit gamenya" seru beni dengan tawa tipis


"Yah.. Kalah deh, kalau begitu kak beni bisa memberi perintah kepada salah satu dari kami" jelas Lisa dengan senyum lebar walaupun dia sendiri kalah


"Begitu yah" beni mulai berpikir tentang hukuman yang cocok untuk diterima Lisa dengan tipikal seru dan tidak terlalu berat


"Kalau begitu, kakak simpan saja permintaannya untuk nanti" lanjutnya


Hingga babak 2 telah di mulai. Dengan posisi setara pada awal game tapi lama kelamaan Lisa berhasil menduduki posisi pertama, semua itu bukan semata-mata karena Lisa yang pintar dalam mengingat nama-nama hewan, melainkan karena kesengajaan beni yang tidak ingin dirinya menang lagi


Begitu juga dengan Angel, karena semasa sekolah dirinya sangat gemar membaca buku jadi dia sudah hampir hafal dengan nama hewan bahkan jika perlu dia sudah menghafal mengenai organ dalamnya karena paling menggemari biologi


"Yee... Lisa menang" pada akhirnya babak kedua berhasil diraih oleh lisa karena kesengajaan dari lawannya


"Nah.. Lisa mau memberi perintah apa pada kakak?" tanya Angel dengan tutur lembut. "Tidak, lisa nggak mau kasih perintah kepada kak Enjel, tapi kak beni" jawab Lisa antusias


"Kakak? Memangnya kamu mau kasih perintah apa sama kakak" tanya Beni kebingungan


"Cium, kak Enjel" singkat Lisa tanpa basa-basi hingga terlintas seperti sebuah sambaran petir diantara mereka pada siang bolong


"Apa gak bisa ganti dengan yang lain saja?" bujuk Beni dengan perasaan campur aduk. "Nggak" terlihat gadis tersebut cemberut sehingga kedua remaja tersebut hanya saling melirik dengan kode yang tersirat di wajah mereka


"Baik kakak, akan menepati janji" jawab Beni yang kini mulai gelagapan


Hingga wajahnya mulai mendekati muka Angel walaupun beni merasa kalau ini hanya sekedar permainan namun di sisi lain, wajah Angel sudah kembali merah yang hampir semerah apel dengan jantung berdetak tak karuan sampai-sampai tidak ada satu patah pun yang mampu di keluarkan ketika detik-detik dimana


Bibir Beni mulai mendekatinya, awal angel berpikir jika bibir mereka akan saling bersentuhan tapi dugaannya salah, karena dalam sekejap beni mencium keningnya dengan cepat sambil kembali ke posisi awal


"Baik, kakak sudah menjalani perintah dari lisa jadi babak kedua telah berakhir" sambung beni dengan memasang wajah datar


Sementara Angel sendiri justru harus mengalami masalah terbesar di kepalanya. Yaitu dimana isi pikirannya kacau hingga otaknya kosong melompong ditambah jantung dan wajahnya sudah tak menentu arah


"Beni sialan, lihat saja nanti" kecam Angel dalam hati ketika isi pikirannya telah kembali jernih, karena dia cukup kesal ketika melihat ekspresi beni sehabis melakukan hal yang terlarang tapi malah terkesan biasa aja


Di babak ketiga mereka mulai bertanding ulang dimana Angel sengaja untuk menang karena memang dia ingin melakukan sesuatu kepada beni sebagai balasan, sampai-sampai Beni sendiri bingung karena melihat keseriusan angel untuk menang


Karena dirinya kala itu terlihat begitu ambisius sampai pada akhirnya, babak ketiga berhasil dimenangkan olehnya. "Sekarang kak Enjel menang, jadi kakak bisa menyuruh kami untuk melakukan sesuai dengan perintah kakak, tapi hanya satu orang saja yah" penjelasan dari lisa


"Kalau begitu, kakak ingin menyuruh kak beni melakukan sesuatu, boleh?"


"Tentu saja" jawabnya dengan polos sehingga saat itu beni bergidik ngeri karena pada waktu itu dirinya melihat tatapan Angel begitu intens


"Aku ingin memberi perintah kepada beni untuk menatap mata ku selama satu menit" titah Angel dengan melirik kearah lisa


"Hah?" Beni yang mulai bingung karena merasa kalau permintaannya agak aneh dari yang lain


"Baik kalau begitu mulai dari sekarang"


"Hm.. Lihat saja kamu ben, karena aku pernah baca di buku kalau seorang laki-laki paling tidak nyaman ketika menatap mata wanita" angkuh angel dalam batin yang mulai tertawa jahat dalam hatinya

__ADS_1


Akhirnya beni dan angel mulai menatap satu sama lain, kemudian tanpa di sangka-sangka justru senjata tersebut malah makan tuan. Karena setelah detik ke 30, jantung angel mulai berdegup dengan cepat yang pada ujung-ujungnya wajahnya lah yang memerah


"Lah, kok?" batin Angel bingung yang tidak bisa mengeluarkan kata-kata, karena setelah detik 30 ke atas angel kini mulai salting dengan merem*s telapak tangannya sendiri


Sementara lawannya masih terus memasang ekspresi datar seperti biasanya, "Ha-ha.. Ini tidak mungkin!!" lanjut angel dalam batin yang hatinya benar-benar tidak bisa diajak berunding


Sampai detik ke 60 akhirnya tantangan berakhir, dimana pemenangnya diraih oleh Beni, sementara itu angel sebagian gadis yang menantang telah termenung dengan asap yang mengepul dari kepalanya sekaligus wajahnya yang telah menjadi merah


Karena hal tersebut beni dan Lisa terkejut melihat wajah angel telah merah. "Kamu tidak apa-apa?" tanya beni dengan menyentuh dahi angel hingga gadis tersebut tersadar dari lamunannya


"Ah.. Aku tidak apa-apa" jawab angel mengelak dengan memalingkan pandangannya. Kemudian mengambil kotak makan yang sembari tadi belum dimakan oleh beni


"Ini, makanan mu!!" beri Angel dengan wajah malu-malu. Tentu beni menerimanya dengan senang hati


"Lisa, kak beni makan dulu yah" ucapnya kemudian gadis kecil tersebut hanya mengangguk hingga beberapa saat waktu tersita sambil melihat beni menikmati makanan dari dapur, walaupun begitu ada sepasang mata yang menatapnya dalam diam


"Kenapa dengan jantungku, apa aku sudah jatuh hati padanya?" batin angel dengan memainkan rambut, akibatnya Lisa curiga hingga dia bertanya kepadanya


"Kak Enjel kenapa?"


"Ah.. Nggak apa-apa kok, kalau begitu kakak izin dulu yah, soalnya masih ada kerjaan, gak lama kok jadi Lisa tunggu kakak kembali yah"


"Iyah"


Setelah menerima kalimat tersebut, Angel langsung beranjak berdiri dan meninggalkan ruangan dengan langkah tergesa-gesa sehingga Beni dan Lisa, lagi-lagi dibuat heran. Di lorong distrik 3


Angel terus saja memikirkan pria tersebut, karena entah kenapa hari itu beni selalu ada di kepalanya hingga dia tidak sadar kalau dirinya diperhatikan oleh orang lain, yang bahkan mereka menganggap kalau dia sedang sakit karena sembari tadi angel


Bengong dengan wajah merah, sampai ia berpapasan dengan tante Novi. "Loh,.. Nak Enjel, bagaimana keadaanmu dan pasien?" tanyanya karena kebetulan tante Novi mau ke kamar Lisa


Di sana Angel menceritakan semua perkembangan pasien dari awal hingga akhir dimana mereka berdua melihat gadis kecil tersebut terbangun, awalnya mereka bingung karena gadis tersebut terus menerus menayangkan tentang orang tuanya, karena bingung akhirnya Beni terpaksa bohong untuk kebaikan


Dengan harapan tunggu sampai gadis tersebut siap menerima keadaan, tentu saja mereka berdua selalu menghiburnya dalam lara, hingga Lisa kembali tersenyum ria dan melupakan masalahnya, namun itu masih awal, karena cepat atau lambat gadis kecil tersebut akan mengetahui tentang kebenarannya


Mendengar perkembangan dari Angel membuat tante Novi merasa senang, karena menyembunyikan rahasia anak kecil dengan kebohongan sangat tidak mudah ditambah konsekuensi yang akan diterima nantinya


Entah gadis tersebut akan menerima atau mungkin malah membenci semuanya, itu tergantung dengan karakteristik anak, tapi itu kembali kepada mereka berdua, bagaimana caranya mengisi psikolog sang anak.


Karena anak seusianya sangat membutuhkan yang namannya support dan perhatian lebih dari orang tersayangnya, dan hal tersebut sudah didapati oleh gadis kecil tersebut, yang terbilang beruntung bertemu dengan Angel dan beni sebagai pengganti orang tua


Namun setelah mendengar semua tutur kata dari curahan hati kecil Angel terhadap Lisa, membuatnya mulai tampak gugup untuk meneruskan kata-katanya, tentu saja Tante Novi merasa heran dan langsung lontarkan pertanyaannya.


"Kamu kenapa?"


"Ah.. Sebenarnya ada masalah terhadap jantung ku" ucap Angel dengan malu. Mendengar kalimat tersebut sontak Tante Novi bingung sekaligus panik, karena menurut catatan, Angel tidak mengalami sakit bawaan


"Hah.. Jantung, bagaimana bisa?"


"Yah,.. Karena setiap kali didekatnya jantungku selalu berdegup dengan cepat!!" lanjut Angel


"Dekatnya?" makin kesini tampak tante Novi semakin bingung, pasalnya melihat reaksi Angel yang malu-malu dan wajah merah membuatnya tidak bisa berpikir tenang lagi, karena takut ada sesuatu terhadapnya

__ADS_1


Karena Angel sudah dianggap seperti anaknya sendiri, karena ia tahu, orang tua angel telah tiada akibat tragedi hari zombie, tentunya tanpa penguatan dari orang lain, mereka tidak akan kuat menghadapi segalanya


Jadi untuk menjadi kuat mereka membutuhkan sosok orang lain, sebagai pelengkap hidup mereka dengan melupakan kasta dan drajat membuat mereka serendah mungkin agar mau menerima orang lain menjadi saudara sendiri, walaupun tidak memiliki hubungan


"Ia. Ibu, entah kenapa setiap kali aku dekat dengan beni jantungku tak karuan dan aku tidak bisa berpikir dengan jernih"


Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Tante Novi tertawa karena melihat reaksi yang dikeluarkan oleh Angel begitu lucu. "Kamu ini ada-ada saja, sih Enjel" sahutnya dengan senyum sumringah


"Ih.. Ibu, kok gitu sih" cibir angel dengan memalingkan pandangan, sambil memasang wajah cemberut karena merasa dipermainkan


Waktu itu mereka singgah di dalam satu ruangan dan duduk bersama di sofa, walau dari setiap sudut ruangan terlihat sunyi namun ruang tersebut tampak bahagia karena kehadiran dua gadis tersebut


"Itu bukan karena masalah sakit, melainkan masalah kamu yang sudah mencintai nak beni"


"Masa sih" bingung Angel yang masih tidak percaya


"Kamu ini, ibu juga pernah muda, jadi ibu tahu dong mana yang namanya cinta" tukas tante Novi dengan membenarkan kalimatnya


"Benar juga sih" gumam Angel dengan sayu kemudian kembali bersemangat ketika Ibu Novi berkata. "Kamu tidak perlu terlalu memaksakan kehendak, tatap saja pada hati mu sendiri, nanti kamu akan menemukan jalannya sendiri"


Mendengar nasihat dari ibu angkatnya, tentu membuat hati Angel tampak terharu kemudian dia kembali berkata. "Yah.. Aku akan mengikuti nasihat dari ibu" tegas Angel dengan pendirian


Melihat Angel kembali optimis tentu saja membuat Novi sebagai ibu langsung tersenyum, karena ia melihat hati Angel mulai luluh dan terbuka untuk seseorang. Walaupun masih ada rasa was-was untuk kedepannya


"Memang tidak salah kalau aku cerita sama ibu dari pada sama kak via" gumam Angel kemudian mereka meninggalkan ruangan untuk ke tempat Lisa yang di sana sudah ada Beni menjaganya


\*\*\*


Sesampainya dua gadis tersebut ke ruang perawatan angel langsung menghampiri Lisa sementara ibu Novi hanya mengikuti dari belakang. "Lisa, kak Enjel datang lagi" serunya dengan melambaikan tangan sambil disertai senyum, tentu saja Lisa membalasnya dengan ceria


"Halo.. Kak Enjel" sapa balik dari Lisa dengan senyuman manis, sementara itu ibu Novi yang melihat tampak senang


"Hai.. Adik kecil, perkenalkan nama tante, Novi, tapi kamu bisa panggil tante dengan sebutan ibu saja, sama seperti kak Enjel" sapa dari wanita paruh baya tersebut dengan senyum lebar sehingga Lisa yang awalnya bingung langsung membalas dengan senyum ceria


"Halo.. Ibu, nama ku lisa atau Elisa" balasnya dengan senyum


"Ah.. Kamu lucu sekali adik"


"Iya,.. Dong, aku kan anak yang imut" balasnya hingga tiada seorang yang tidak senang ketika melihatnya, namun disela itu juga mereka semua menjadi bimbang, apabila nantinya, anak itu tahu akan kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspetasi, apakah dia bisa menerima, atau mungkin sebaliknya


"Kalau begitu, apa ibu boleh ikut bersama kalian untuk bermain bersama?"


"Boleh kok" jawab Lisa dengan polos hingga tante Novi duduk di salah satu kursi yang ada di samping Angel, karena kursi yang ditempati oleh beni langsung di berikan kepada wanita paruh baya tersebut


Waktu ke waktu telah terlalui hingga mereka tampak bahagia dengan kebersamaan mereka, tentu mereka menikmatinya dengan canda ria walaupun pada kenyataannya mereka harus menutup kebohongan semata-mata untuk kebaikan.


Tidak lama setelah memperhatikan mereka bertiga, akhirnya beni langsung merasa jika ia harus pergi ke camp untuk mencari tahu akan prioritasnya sebagai tentara. Hingga dalam waktu singkat ia berdiri dari posisi duduk dan berkata. "Tante, Enjel dan Lisa, kakak pamit dulu yah, karena masih ada hal yang harus ku lakukan"


"Baik.. kak beni, nanti datang lagi yah" balas Lisa yang tampak semakin ceria karena bersama tante Novi dan Angel sebagai penghiburnya


Tentu beni ikut senang sambil melambai kecil ke arah mereka dengan langkah kaki menuju luar ruangan karena mau bagaimana pun dirinya mempunyai tugas tersendiri, untuk melindungi dan menjaga keluarganya yang entah kenapa beni malah menjadi nyaman ketika bersama mereka.

__ADS_1


Mungkin untuk kesekian kalinya ia merasakan hangatnya keluarga walaupun dari orang lain tapi itu sudah cukup membahagiakan untuknya karena seperti halnya keluarga beni yang sampai sekarang belum di konfirmasi apakah mereka masih hidup atau sudah tewas.


BERSAMBUNG...


__ADS_2