
Argkhhh... Raungan dari sang monster dengan tinggi 3 kaki, membuat seluruh orang di sana langsung merasa kalang kabut, dan tak mampu berkata-kata lagi. Termasuk dengan beni yang sudah berandai-andai jikalau masa depan bisa dia lihat kala itu. Karena setahunya kemampuan tersebut akan timbul jika sang pemilik sedang dalam bahaya.
Namun di saat mereka masih terbelalak, tiba waktunya untuk sang monster melancarkan serangan tepat di arah sang pemimpin yang berdiri tidak jauh, mungkin hanya 4 langkah saja dari posisi monster tersebut. Dengan meraung makhluk mutasi itu menyerang namun sebelum mengenai target
Sang Pemimpin langsung melakukan roll untuk menghindari serangan, dan hal tersebut terbukti nyata dengan keberhasilan pemimpin untuk selamat langsung dari kematian. Dorr.. Dalam waktu singkat terdengar suara tembakan dari salah satu anak buahnya yang berusaha untuk menjatuhkan lawan dengan mengincar kepala belakang
Tapi usaha berbuah nihil, karena satu tembakan tak mampu menembus kepalanya yang sekeras batu. Malahan zombie tersebut langsung melirik ke arah sumber tembakan dan menatapnya dengan sorot mata yang menakutkan
Sampai dirinya bergidik ketakutan. Dimana lutut terasa lemas, tenaganya pun seperti hilang terbawa angin. Semua itu benar-benar tidak dapat ia kendalikan. Beni yang melihat langsung bergegas bergerak menuju monster tersebut yang kini berlari mengejar mangsa terbaru
Dengan gerakan secepat mungkin. Beni langsung melompat ke belakang monster dan menyerangnya tepat di leher belakang dengan sebuah belati yang sebelumnya dia gunakan untuk melawan zombie di gudang suplai makanan.
Walaupun gerakan beni sudah tergolong bagus dari segi kecepatan dan kekuatan sampai membuat sebuah luka sayatan yang besar bahkan darah hitam bercucur deras dari belakang leher mengenai seragam beni yang kala itu masih ada bercak darah hitam dari zombie sebelumnya
Membuat zombie mutasi tersebut tidak tumbang begitu saja, bahkan sejauh mata memandang makhluk tersebut malah mengamuk dan berpindah haluan untuk menangkap beni.
Bugh...
Suara pukulan dari tangan yang besar langsung mengenai beni, begitu dirinya usai melukai monster tersebut. "Argh... Uhuk... Uhuk.." Dalam satu serangan beni langsung terpental dengan darah segar mengalir dari sela bibirnya bahkan di detik terakhir dirinya harus terguling di lantai
"Sial..." umpat sang pemimpin regu. Yang kemudian menaikan senjata mesin ke arah kepala monster dan dalam hitungan detik terdengar suara yang nyaring dan getaran hebat mulai berkumandang walaupun sebenarnya senjata tersebut sangat mengundang perhatian akibat suara terlalu bising
Yaitu suara dari senjata assault rifle milik sang pemimpin yang berbunyi memberondong ke arah kepala zombie hingga beberapa saat tembakan terhenti karena peluru yang ada di magazine mencapai batas.
Tapi apa? Hasil dari usaha sang pemimpin tersebut sia-sia. Karena waktu itu sangat zombie langsung menutup area wajah sebelum kepalanya hancur karena runtutan peluru walaupun ada sebagian dari tembakan berhasil mengenai sasaran, karena buktinya tembakan tersebut telah membuat mukanya hancur
"Kurang ajar!!, sepertinya aku terlalu meremehkan dia" batin sang pemimpin kala itu ketika melihat sang makhluk mutasi tersebut kembali berdiri dengan tegap, sedangkan tubuhnya telah lemas tak berdaya
Aargghhkkk.....
Suara tersebut telah membuat manusia itu terbujur kaku sambil berusaha untuk menyerahkan diri kepada alur takdir. Dalam pengertian ingin bertarung hingga tetes darah terakhir, bukan dalam pengertian pasrah menerima ajal menjemput karena bagi tentara itu merupakan mentalitas pengecut
Namun naas sebelum dirinya menyiapkan mental monster tersebut telah menyerangnya dengan menggunakan tangan kanan yang terbujur kaku ke depan dengan pondasi sekeras tombak tapi dirinya juga selamat
Berkat anak buahnya yang berasal dari golongan angkasa yang dari tadi mengamati ketika monster setinggi 2,5m tersebut datang. Bahkan mereka sempat melihat aksi heroik dari beni ketika ingin melindungi salah satu rekannya yang berasal dari golongan bumi
Karena jumlah mereka bertiga, akhirnya dua menahan serangan dan satu langsung mendorong tubuh pemimpin hingga terjatuh ke belakang. Semua itu dilakukan dalam gerakan amat cepat hingga hanya bisa dilakukan oleh orang profesional dari anggota kemiliteran
Dan speednya sama persis seperti yang di lakukan mereka untuk menahan beni bahkan yang kali ini jauh lebih cepat yang hampir melampaui kecepatan beni bergerak untuk menyelamatkan rekan setim
__ADS_1
Bruk..
Dalam waktu singkat sang pemimpin regu berhasil diselamatkan dengan terlempar kebelakang akibat menerima dorongan dari depan. Sedangkan kedua orang yang menahan serangan tak mampu untuk melakukan hal tersebut, karena dirinya langsung terpental begitu serangan mendarat ke arah mereka
Walaupun pada waktu mereka menahan serangan posisi mereka menggunakan tubuh senjata senapan sebagai pertahanan defense. Bruk.. Ketika tubuh sang pemimpin terjatuh langsung disusul oleh pasukan angkasa yang terpental ketika menahan pukulan
Jadinya yang tersisa dihadapan sang monster hanya pria yang sebelumnya mendorong pemimpin hingga terjatuh karena kedua temannya juga terjatuh dan harus berhenti menyerang karena lengan mengalami sakit karena terkilir seusai terhantam oleh lantai.
Beberapa saat zombie mutasi tersebut melirik kearah tentara golongan angkasa yang telah mengacungkan senapan tepat kearah kepala dengan posisi membidik sambil berdiri tegak dengan membusungkan dada ke depan, walau hatinya gaduh tetapi sensasi kala itu menunjukkan kalau dia sedang serius hingga terlihat sekilas dari matanya yang begitu tenang
"Seharusnya kalian tidak ada" satu kalimat tersebut sepintas terbesit di kepala sambil menarik pelatuk senjata, hingga dalam waktu singkat suara tembakan begitu nyaring suaranya langsung menggelegar ke seluruh puskesmas
Setelah penembakan tersebut pria yang awalnya bersikap santai kini langsung memasang wajah tegang setengah mati, karena bagaimana tidak jika tembakan yang semula ia bidik tepat ke arah kepala kini harus meleset gerangan kepala yang menghindari tembakan. Terlihat dari kepalanya yang sengaja di patahkan ke samping begitu peluru melesat
Pada awalnya tentara tersebut telah mengincar kening dari monster mutasi dengan harapan langsung menembus ke otak, tapi dugaannya salah, kenapa?, karena makhluk tersebut menghindari sebelum tembakan mengenai sasaran
"Bagaimana mungkin?" bingungnya ketika itu juga seluruh tubuh telah lemas karena harus menerima semua kenyataan tersebut, ditambah melihat monster dihadapannya telah menatapnya dengan tajam
"Sial.." gerutunya kemudian berbalik badan untuk kabur tapi takdir berkata lain. Dimana sebuah tangan yang terbujur kaku langsung menghempaskan tubuhnya ke tembok sampai dalam satu pukulan tembok tersebut retak dan meninggal mayat yang telah tewas dengan mengenaskan
Kejadian tersebut dilihat langsung oleh mereka yang masih ada di sana, termasuk kedua temannya yang telah berjuang bersama-sama sebelum terjadinya hari zombie. "Ahk.. Sial" keluh sang temannya yang memukul lantai berkali-kali dengan air mata telah tertampung di pelupuk mata
"Dia, mati?" gumam teman satunya ketika melihat orang terdekat mati begitu mengenaskan didepan mata. Bahkan sang pemimpin langsung merasa bersalah karena tidak bisa berbuat banyak dihadapan bawahannya.
"Ben, berhenti, jangan menambah korban lagi!" teguran dari pemimpin sambil berusaha untuk berdiri. "Sudah saatnya untuk aku mengalahkannya" gumam beni kepada diri sendiri sembari memberi keyakinan kepada beni² jika dia bisa melakukannya tanpa dia
Monster tersebut yang melihat beni langsung berlari kearahnya dan menghempaskan tangan ke arah tubuh manusia itu namun sebelum mengenai sasaran beni langsung roll kebelakang dengan gaya me'roda.
Serangan pertama berhasil dihindari namun monster tersebut tak berhenti begitu saja, dimana dirinya kembali melancarkan serangan tepat ke arah kepala beni dengan tujuan untuk menghancurkannya dalam satu serangan.
Terlihat beni tersenyum sambil berkata. "Aku suka dengan lawan yang kuat" ucapnya kemudian menghindari serangan zombie dan berselancar di bawah kolong kaki monster dengan gerakan cepat yang bisa dikatakan kalau speed beni hampir menyetarakan seniornya
Semua orang di sana langsung terkejut bukan main tapi itu hanya sebagian kecil karena setelah beni melewati kolong kaki monster itu, dia langsung melompat dibelakang punggung sang monster dalam posisi sendi yang miring. Dan dalam waktu singkat itu juga beni langsung melancarkan serangan menggunakan belati tepat dibelakang leher monster dalam gaya memutar
Semua orang langsung terdiam karena kagum melihat kelihaian beni dalam bertarung, padahal dia adalah seorang serdadu yang baru rilis dan belum dilantik. Namun keterampilannya hampir setara dengan tentara profesional, bahkan gerakan yang dilakukan oleh beni, belum tentu bisa dilakukan oleh agen tertentu
Dimana serangan yang berputar dengan posisi badan di udara, bisa dikatakan sangat sulit untuk diperagakan, apalagi lawannya adalah monster, pastinya membutuhkan banyak pengalaman agar bisa memperagakan keterampilan tersebut dengan mahir.
Sementara ditempat beni. Ketika itu dirinya sudah kembali menginjak lantai namun dalam seragam dan muka telah berlumuran oleh darah hitam milik zombie tersebut, karena serangan barusan telah memberi luka yang cukup fatal mungkin sayatan tersebut cukup dalam, akibatnya darah yang bercucuran mampu menghujani beni saat itu
__ADS_1
Ketika itu monster mutasi benar-benar mengamuk hingga terlihat sangat agresif. "Ghuurrkk.." raungan darinya membuat seluruh orang ketakutan tetapi tidak untuk beni. Ketika itu monster tersebut langsung berbalik dan menyerang beni yang masih terpaku di sana
Secara mendadak beni langsung melihat masa depan, dimana monster mutasi akan menyerang secara horizontal ke arah jantungnya, namun beni menghindarinya ke kanan, namun bukan itu yang ingin ditunjukkan, melainkan ketika beni menghindar dan sang monster langsung mengubah pola gerak hingga menghempaskan tangannya ke samping sampai beni harus kembali terpental
Karena penglihatan tersebut beni bisa tahu jika instingnya sudah sangat tajam hingga mampu untuk melakukan pola gerak yang berubah, padahal jika dipikirkan lagi hanya manusia yang memiliki akal saja yang terkadang akan berusaha mencoba varian gerak yang mungkin akan mengecoh lawan
Sesaat kemudian beni kembali tersadar dan melihat monster mutasi tersebut telah melancarkan serangan ke arahnya, hingga dalam satu gerakan dia mampu menghindar, bukan ke kanan maupun kiri melainkan kebawah
Ketika itu seluruh orang kembali dibuat kaget melihat beni jongkok di bawah kaki sang monster, namun ketika itu juga beni langsung memutar belati dengan jemarinya. Hingga dalam satu serangan berhasil mengenai lawan, bukan leher melainkan dagunya yang tertancap sebuah pisau milik beni saat itu
Hingga tembus ke rahang zombie yang kebetulan beni menggunakan tenaga sehingga dapat menembusnya dengan mudah walau sebenarnya beni sudah kelelahan karena bertarung sambil menahan sakit bukanlah perkara mudah
Grrrr... Sekali lagi sang monster kembali mengamuk dengan meronta-ronta, hingga belati yang menancap tidak sempat diambil oleh beni. "Ah.. Sial" umpatnya ketika itu mendapat serangan dengan sangat kuat terarah ke dada namun beni sudah memasang posisi defense dengan kedua tangan, hingga tidak bisa ditembus begitu saja tapi berhasil membuat beni kembali terbanting ke lantai
"Argh..." beni meringis kesakitan sambil terguling ke lantai yang sudah kotor oleh tanah dan yang lain sebagainya
Melihat beni terpental, tentu seluruh orang di sana tidak terima hingga pemimpin dan dua pasukan angkasa kembali berdiri disertai serdadu golongan bumi yang ada di sana dan yang baru saja kembali. Karena setelah melihat pertarungan beni, mereka semua menjadi malu
Karena seorang tentara yang seharusnya menjadi seseorang yang patut di panuti dan segani kini harus lari dengan terbirit-birit di hadapan junior mereka walaupun pangkat mereka berbeda tapi setelah melihat pertarungan junior mereka yang begitu gagah membuat mereka kembali untuk mengalahkan monster mutasi tersebut dengan kekuatan kebersamaan.
"Pemimpin, kami kembali karena malu melihat diri sendiri" seru dari kejauhan sambil membawa rombongan disisinya dengan senjata lengkap ditangan. Pemimpin yang melihat hanya tersenyum tipis sambil berkata. "Mari kita bunuh, monster jelek yang satu ini"
Suasana kala itu benar-benar menegangkan. Dimana monster yang sudah melemah karena mendapat serangan fatal berkali-kali oleh beni kini harus berhadapan dengan serdadu yang telah bangkit penuh semangat.
"Tembak!!" pekik sang pemimpin hingga seluruh serdadu melepaskan tembakan bertubi-tubi dari berbagai arah
Dherrrtt.. Dor.. Dor..
Suara senjata yang terus berkecamuk ditambah asal tembakan dari berbagai arah tentunya, membuat zombie tersebut tumbang dengan peluru tertanam di sekujur tubuh dalam jumlah yang banyak. Melihat lawan mereka ambruk, tentu seluruh orang yang ada di sana langsung bahagia namun tidak samua
Karena ada bagi mereka yang sempat kehilangan seseorang atas tragedi ini tentunya telah membuat batin mereka terpukul.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya sang pemimpin ketika itu bertanya kepada seluruh bawahannya pasal keadaan psikis dan kondisi mereka. Tentu saja ada yang menjawab dan ada yang hanya diam, karena masih kaget melihat perubahan dari zombie mutasi
Berbeda dengan beni yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai dalam keadaan lemas. "Aku tidak menyangka jika zombie golongan zero, seperti melawan Godzilla" gumam beni kemudian bangkit berdiri secara perlahan dengan tubuh yang sempoyongan
Pemimpin yang melihat keadaan beni langsung berlari menghampirinya. "Ben,.. Kamu tidak apa-apa?" tanya sang pemimpin berlari kearah beni yang sudah berdiri dengan kedua kaki.
Ketika itu beni ambruk namun sempat melihat bar nama yang tertera di atas dada sang pemimpin ya dimana beni mulai tersenyum tipis sambil berkata dengan lirih. "D-i-cy"
__ADS_1
Sebelum beni benar-benar terjatuh pingsan karena kelelahan.
BERSAMBUNG...