
Setelah rapat usai di bahas selanjutnya hanya kapan mereka akan mengeksekusi hubungan diplomatik antara utara dan selatan dalam menjalin kerja sama, yang mana isinya adalah dimana pihak Warz berjanji akan menyetabilkan keamanan secara internal maupun eksternal kemudian membentuk satuan khusus dalam Black dragon dalam meningkatkan kekuatan dan pertahanan di wilayahnya
Dengan catatan black dragon harus berada di bawah kekuasaan Warz secara 50% atau bisa di bilang apapun yang ingin dilakukan oleh dika harus mendapat persetujuan dari pihak Kristian, karena dengan begitu Kristian dapat dengan mudah memantau sekaligus membentuk wilayah utara menjadi pengungsian yang maju dan sejahtera
Tanpa takut ancaman dari luar ataupun dalam apalagi untuk saat ini keadaan disana masih belum stabil. Jadi untuk kemungkinan Dika menandatangani perjanjian tersebut sangatlah besar, yang berarti susunan rencana tersebut masih di atas kertas yang belum di setujui oleh pihak Black dragon.
"Permisi" ucap Beny keluar dari ruangan Kristian sambil sedikit membungkuk kepada Kristian dan Steven yang masih membahas problem mereka.
Bahkan ketika di luar ruangan hal yang pertama kali ia pikiran adalah Angel, "Bagaimana keadaannya saat ini, Apa aku perlu bertemu dengannya?" tanya Beni dalam hati sembari memasang wajah murung.
Namun ketika di tengah lamunan ada suara yang mengejutkannya datang memanggil namanya. "Beni" panggil seseorang yang dari suaranya sangat familiar dengan telinga beni.
"Angel" Beny langsung melirik ke arah sumber suara, dan benar saja ia melihat Angel berdiri bersama tante Novi disisinya.
Akan tetapi ketika pandangan mereka bertemu bukannya senang justru sebaliknya, dimana Angel berpaling dan pergi dari posisinya melawan arah dari Beny yang berdiri di depannya.
"Angel" gumamnya berkata dengan lirih sambil menjulurkan tangan ke arah Angel, seperti ingin menggapainya walaupun yang kala itu ia lihat hanya punggung angel yang semakin lama semakin jauh.
"Nak Beni, kapan kamu sampai ke markas!?" tanya tante Novi mengalihkan pembicaraan, pasalnya setelah Angel dan Beni bertemu suasananya kala itu sudah tidak lagi kondusif
"Baru saja tente, oh.. Iya, bagaimana dengan keadaan Elisa sekarang?" tanya balik yang spontan langsung mengerti maksud dan tujuan dari ucapan Novi itu
"Lisa baik-baik saja kok, dia sehat dan sudah kembali ceria"
"Syukurlah" balas Beny menghembuskan nafas lega, walaupun tidak terlihat tapi perasaan seorang ibu tak bisa dibohongi, karena Novi tahu dari tatapan dan vibes suara kalau pikiran beni sedang kalut saat itu
"Apa kamu mau ketemu dengan lisa?"
"Mungkin lain kali saja, lagian saya masih ada yang harus saya urus tante" ucap Beny datar kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Novi yang masih terpaku menatap kepergian beni.
"Melihat kalian berdua membuat hatiku teriris" batin Novi melihat hubungan Beny dan Angel semakin lama semakin rentan.
Walaupun keduanya saling bertolak belakang tetapi hati mereka masihlah terkait satu sama lain, jadi Angel yang meningggalkan beni tanpa kata-kata pun merasa bersalah di sebuah kamar bersama Elisa yang sedang bermain dengan teman sebayanya.
"Kenapa aku bersikap seperti itu padanya" gumam Angel merasa bersalah karena yang paling mengerti Beny hanya dirinya, tapi ia justru malah bersikap cetus pada pria tersebut walaupun mereka berdua adalah teman tak seharusnya ia mengabaikan Beny seperti demikian
Namun disaat ia sedang merenung, terkejutlah Angel akan suara ketukan pintu yang bunyinya di iringi oleh ucapan dari seseorang yang tak asing bagi Angel, yaitu Novi yang baru saja pulang dari tenda pengungsi.
"Aku kembali" sapaan Novi sambil memancarkan aura positif dan optimis dari senyumnya yang berkembang di buah bibir.
"Tante!!!" seru Elisa dan satu teman prianya yang sepantaran dengannya, yaitu Rico, dia adalah anak dari salah satu pengungsi yang dititipkan pada Novi dan Angel
Karena sejak Kristian berkuasa Bunker selalu di sesibukkan dengan pembangunan infrastruktur di dalamnya, sehingga setiap kali pembangunan selalu menelan tenaga kerja yang tak sedikit, jadi pada ketetapan Kristian. Perempuan maupun pria harus diikut sertakan dalam membangun Bunker dibawah peraturannya.
"Kalian lagi ngapain?" tanya Novi mendekati kedua anak yang sangat menggemaskan tersebut sambil jongkok di hadapan mereka agar tingginya setara
"Kami lagi gambar tante, lihat deh, gambaran aku kan yang paling bagus dari pada punya Rico" sahut Lisa sembari menunjukkan gambar yang ia buat hasil tangannya sendiri, sementara Rico tak mau kalah diapun juga menunjukkan gambarnya sambil berseru.
"Tentu punya aku yang paling bagus, tante"
__ADS_1
Rico ikut menunjukkan gambarnya yang kala itu sama-sama bagus untuk di lihat oleh Novi dengan jiwa keibuannya. "Gambar kalian berdua bagus kok, mungkin kalau kalian rajin gambar, tente yakin gambar kalian pasti bisa jadi yang terbaik di antara yang terbaik"
Ucapan Novi membuat kedua anak tersebut langsung antusias karena mereka mendapat pujian dari tante Novi secara langsung. "Siap tente, kami berdua bakal rajin menggambar, tapi boleh kan gambaran kami ditempel di ruangan ini"
"Tentu saja boleh, nanti kalian juga bisa minta tolong sama kak angel" jawab Novi yang tersenyum manisnya.
"Tapi tante, kenapa yah, sejak tadi kak Angel hanya diam disitu" ujuk Rico dengan wajah polosnya.
Dan benar Angel memang selalu duduk di sofa tanpa berbuat apapun bahkan jika di tanya tentang apa yang ada di sekelilingnya mungkin ia tidak bisa jawab karena dari tingkahnya sudah terlihat jika pikirannya sedang kalut dan sorot matanya kosong.
"Yasudah biar tante ajak kak angel ngobrol, kalian lanjut gambar saja" ujar Novi kemudian beranjak berdiri dan duduk disamping angel yang masih terus melamun memikirkan sesuatu di kepalanya.
"Nak Angel?!" ucap Novi mengagetkan angel dari lamunannya. "Eh.. Tante ada apa?" tanya Angel cukup memasang ekspresi terkejutnya.
"Kenapa kamu melamun?"
"Gak ada apa-apa kok, tan"
"Gak usah sungkan, sini cerita sama tente" ujar Novi membelai tangan Angel. Tentu saja Angel langsung luluh dan segera ingin bercerita kepada Novi yang sudah dianggap seperti ibu sendiri
"Aku hanya sedikit bingung dengan perasaan ku" ujar Angel. "Kenapa bingung?"
"Aku kesal dengan Beni tapi disatu sisi aku juga tak ingin membuatnya sedih" keluh Angel
"Dari mana tante paham dengan beny?"
"Tentu saja, tante ini pernah muda dan tante juga punya seorang anak dan suami jadi tante jauh lebih mengerti tentang relasi terhadap pasangan dan anak"
Angel cukup tertegun karena dari sekian lama ia mengenal Novi baru kali ini dia mengatakan perasaan sedih yang menyangkut atas keluarganya yang sirna oleh bencana.
"Aku harus apa?" tanya angel dengan murung. Sesaat Novi tersenyum sambil memegang pundaknya dan berkata. "Terbukalah dengannya, mungkin hubungan kalian akan membaik, karena sejatinya senjata terkuat dalam hubungan adalah komunikasi"
Angel mengangguk paham kemudian memeluk Novi dengan erat seraya mengucapkan. "Terimkasih ibu" ucapan tersebut tentu membuat Novi langsung tersentuh karena kata yang tulus itu sudah lama tidak ia dengar dari seseorang.
"Yah.. Sama-sama" jawab Novi turut membekap tubuh Angel yang kecil itu
Diluar Bunker Beny berdiri di tengah area latihan sambil menatap langit. Banyak orang bertanya-tanya ada apa dengan atasan mereka karena sejauh mereka melihat Beni tak lepas dari pandangannya yang menatap langit biru.
"Permisi tuan, kenapa anda terdiri disini?" tanya salah satu personil senior yang mencoba mendekati Beny untuk berinteraksi secara langsung.
"Apa ada tentara profesional yang luang?" tanya Beny yang tak memalingkan pandangannya. "Ada tuan"
"Berapa?"
"Sekitar 15 serdadu, tuan"
"Panggil mereka semua dan katakan kalau mereka diperintahkan untuk berhadapan denganku" ujar beni. "Tapi untuk apa tuan, apa kami membuat kesalahan?"
__ADS_1
"Tidak, hanya untuk latihan" ujar Beni yang akhirnya menatap tentara tersebut dengan memasang wajah sumringah
"Baik tuan, segera saya kumpulkan" hormat tentara tersebut kemudian berbalik badan dan pergi memanggil rekan-rekannya. Tidak berselang lama akhirnya terkumpul serdadu yang berada di waktu luang
Mereka berjumlah sekitar 15 orang dengan seragam militernya dan Beni kenal betul dengan tentara tersebut yang merupakan pasukan senior sebelum bencana datang.
"Saya sudah mengumpulkan tentara yang anda minta"
"Bagus, kalian semua tolong bantu aku untuk latihan fitness" ujar beni menatap seluruh tentara yang berdiri didepannya. "Baik pak, tapi sebelumnya saya ingin bertanya, apa kita bakal maju bersama-sama?" tanya salah satu tentara profesional
"Yah.. Kalian semua maju secara bersamaan" jawab beni membuat seluruh tentara terheran-heran bahkan sempat mereka saling memandang satu sama lain untuk meminta penjelasan kepada rekan disisinya.
"Tapi pak bukankah itu akan menyulitkan anda nantinya?"
"Tidak kok, tenang saja" Lagi-lagi beni memasang senyum sumringah di bibirnya membuat mereka mau tak mau mengikuti arahan dari Beny yang merupakan mentor mereka.
Singkatnya seluruh perajurit yang ada di arena pun berpencar dan mengelilingi beni yang kala itu berdiri dengan santai seorang diri, walau beni jago bela diri pasti akan sulit menumbangkan tentara profesional dalam jumlah banyak tapi prajurit profesional tersebut juga tidak bisa memberi argumentasi apapun selain mengikuti kemauan mentornya
Melihat dirinya dikelilingi oleh prajurit membuat beny langsung memasang kuda-kuda mempersiapkan diri sambil memancarkan tatapan intens keseluruh jangkauan.
Suasana hening sejenak dimana terlihat beni memasang instingnya dengan tajam melihat sekaligus merasakan seluruh prajurit yang sudah mengelilinginya
Sembari mengamati Beny terus menguatkan ototnya untuk mengoptimalkan tenaganya karena jumlah banyak harus diselesaikan dalam serangan yang singkat, jika di ulur mereka akan membuat beny kesulitan.
Karena musuhnya adalah anggota tentara profesional yang jumlahnya 15 orang tentu bukan pekara mudah untuk di tumpas walau ada kemungkinan menang tapi itu butuh pertarungan ekstra untuk beni.
"Maju kalian semua" titah Beny membuat seluruh prajurit yang di arena maju secara bersamaan dengan pola yang telah di latih semasa di Academy Militery
Awal yang suram dimana beni langsung mendapati pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi, tapi semuanya mampu di tahan oleh Beny. "Menarik" gumam Beny langsung mengambil langkah dan menyerang balik di setiap selanya
Dan hampir 10 menit sudah 5 orang tumbang di hadapan Beny dan sisanya sudah ngos-ngosan karena cukup kewalahan melawan mentor mereka.
"Kenapa pak Beny sekuat ini" ujar salah satu prajurit memegangi dadanya, seraya menahan sakit atas serangan dari lawannya
"Aku juga gak nyangka jika mentor kita bisa sekuat ini" balas tentara B sembari memasang kuda-kuda menyambut serangan beni yang semakin lama makin agresif
Dimana Beny menyerang dengan tendangan maupun pukulan yang sangat cepat dan penuh power membuat lawannya kesulitan dalam mengambil sikap dan tindakan
Karena dimana mau menghindar pun sangat sulit dengan kecepatan yang begitu gesit dan singat membuat mereka tidak mempuni untuk lolos, bahkan powernya saja sudah membuat mereka merasakan sakit yang luar biasa walaupun sudah di tahan
"Argh.." setiap tendangan maupun pukulan yang di tahan oleh lawan membuat mereka terpental maupun merasakan sakit luar biasa karena serangan beni terutama dalam kecepatan yang langsung menyerang titik vital
Membuat tentara profesional tersebut terasa tak cukup mampu untuk mengimbangi, walaupun dari kelima belas orang tersebut ada satu orang yang sudah cukup berhasil menahan dan menyerang beni dengan cukup spontan tapi itu tidak bertahan lama karena insting beni sudah cukup terlatih sehingga mampu melumpuhkan lawan yang sudah cukup memberi perlawanan
Sampai 20 menit berlalu dimana Beny berhasil melumpuhkan seluruh dari lawannya yang kala itu sudah tak mampu melawan balik, sehingga mau tak mau beni memenangi pertarungannya dengan luka lebam yang tidak begitu parah dari pada lawannya sendiri
Bahkan dari tentara senior ada yang pingsan karena menerima serang telak dari beni sehingga tubuhnya tak mampu menahan dan pada akhir pingsan dalam satu serangan. Tapi kala itu suasana juga kembali hening selain rintihan dari tentara yang berhasil dikalahkan oleh Beny seorang diri di arena latihan.
BERSAMBUNG...
__ADS_1