THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 43 (Part²)


__ADS_3

Situasi benar-benar membuat Angel menjadi patung hidup dengan mulut terbungkam rapat sampai tiada kata yang bisa diucapkan olehnya, sementara lawan bicaranya hanya duduk tenang dengan menatap mata Angel begitu dalam sehingga dia bisa merasakan apa yang gadis itu rasakan.


"Jika sudah tidak ada keperluan lagi harap tinggalkan ruangan ini" titahnya kepada wanita dihadapannya saat itu. "Kenapa kamu melakukan ini, semua?" tanya Angel tegas


"Bukan urusan mu,lagian aku tidak perduli jika seluruh dunia menentang diriku" tukas pria tersebut dengan angkuh kemudian meraih pena di atas meja dan kembali menulis


"Grr.." terdengar raungan pelan dan lirih angel dengan menatap kesal ke arah kristian. Sampai beberapa saat dia pergi begitu saja dari ruang kantor Kristian


Karena kesal dan marah akhirnya angel segera berjalan menuju kamar Beni, karena merasa dia telah dibohongi apalagi saat itu dia sudah merasa ada yang aneh dengan sikapnya sejak ia kembali ke bunker. Setelah berjalan sampai di ruangan beni, dia mendapatkan beni sedang melepas baju sambil push-up yang keringat bercucur deras di wajah


"Beni!!!..." seruan angel begitu kuat membuat pria tersebut terkejut dan beranjak berdiri menatap wanita itu yang menutup mata rapat-rapat karena malu melihat tubuhnya yang begitu elastis


"Kenapa kamu yang marah?" tanyanya beni. "Aku hanya ingin bertanya kepadamu" tegasnya kemudian membuka mata perlahan-lahan hingga dirinya melihat seluruh tubuh beni sudah penuh dengan luka dan memar yang tampak sudah sedikit memulih.


"Ada apa dengan tubuhmu?" wanita itu terlihat malu ketika memaksa diri untuk melihat tubuh dada beni sampai-sampai wajahnya merona malu.


"Ah.. Semua ini luka dari bekas pertempuran misi kemarin" jawab singkat beni kemudian mengambil kaos polos di sekitar sana dan mengenakannya dengan santai


Seketika wajah angel tertunduk malu untuk dia bisa melanjutkan ucapannya. "Kamu kenapa?" bingung Beni kemudian berjalan mendekat dan memegangi rambut wanita tersebut dengan membelainya secara lembut


"Kenapa kamu menukar dirimu untuk semua ini, kenapa?" tanyanya datar sambil merobohkan kepalanya ke dada beni yang sudah berbentuk itu


"Entahlah"


"Kok, Entah sih?" sewot Angel. "Aku pun juga tidak tahu kenapa tapi setiap langkahku selalu tertuju padamu walaupun aku tidak bisa berbuat apapun"


"Eh.." karena dia bingung sekaligus terkejut akhirnya tanpa disadari wajahnya sudah merah yang terlihat seperti apel. Tidak sampai disitu, ternyata Angel sudah salting sendiri dan memainkan rambutnya perlahan berbeda dengan beni yang terlihat datar seperti tidak merasakan apapun walau hatinya gaduh


"Hm.. Aku tidak ingin bicara denganmu lagi sebelum kamu menjelaskan secara detail" titah Angel dengan wajah cemberut tapi malu-malu


"Jangan memaksaku untuk menjelaskan hal yang tidak bisa aku jelaskan"


"Heh.. Aku ingin kamu jelaskan sekarang!!" tukasnya dengan menatap tajam. "Hais.." ucapan tersebut untuk mengelak beni kemudian berpaling dan duduk dipinggir ranjang


Sehingga selama itu Angel menunggu sambil berdiri dihadapannya untuk jawaban dari pria tersebut hingga kala itu jantungnya sudah berdebar-debar tak karuan sampai detik itu juga beni langsung berkata dengan lirih. "Aku suka kamu" beni malu-malu


"Bohong" cetus angel datar. "Eh... Kok begitu sih?" beni tampak kebingungan dengan respon dari wanita tersebut


"Mana mungkin ada orang yang menembak wanita dengan wajah datar begitu sih"


"Kamu harusnya tahu, aku memiliki image begini"

__ADS_1


"Yah... Setidaknya sedikit romantis lah" tegas Angel memasang wajah sinis. "Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya?" bingung beni karena memang dia tidak tahu akan hal tersebut mau itu sebelum atau sesudah hari zombie. Yah biasalah dia adalah seorang yang introvert


"Haha... Sudahlah aku hanya bercanda" gurau Angel yang tertawa ketika melihat wajah beni sudah kebingungan kala itu


"Ha-ha,.. Sialan" batin beni sebelum dirinya membulatkan mata karena sesaat bibirnya bersentuhan dengan bibir Angel yang wajahnya sudah merah


Tentu yang paling terkejut adalah beni sedangkan gadis dihadapannya tidak, karena tindakannya dilakukan oleh wanita secara sepihak sementara pria yang ada didepannya tidak akan menduga hal tersebut akan terjadi


Setelah usai bersentuhan Angel kembali berdiri dengan menyentuh bibirnya yang sebelumnya sudah ia tempelkan kepada lawan jenis. Waktu itu benar hal yang membuat suasana menjadi canggung dimana wajah Angel malu setengah mati sedangkan beni hanya membulatkan mata seraya tidak percaya


"Aku dengar kamu akan pergi meninggalkan bunker besok"


"Iya,.. Kalau masalah pulangnya aku belum tahu" lirih beni sambil menyembunyikan wajah yang merona dari hadapan gadis tersebut


"Heh.. Begitu ya" terlihat wajah angel begitu murung karena sedikit kecewa dengan kenyataan. "Tidak, perlu dipikirkan, yang paling terpenting adalah kamu jaga lisa dengan baik saja sudah membuatku senang"


"Aku berjanji akan pulang setelah masa pelatihan ku selesai" lanjutnya. "Harus" tegas Angel kemudian berbalik badan untuk meninggal ruangan tersebut, karena urusannya telah selesai, apalagi rindunya sudah diobati


Ketika itu beni hanya melihat punggung Angel yang tidak lagi terlihat ketika pintu masuk tertutup, walau beni ingin mengucapkan salam perpisahan namun mulutnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi, sementara dilain sisi, Angel sudah bersedih karena dia tidak mengucapkan salam perpisahan karena hatinya tidak mampu untuk mengungkapkannya


Sehingga kala itu angel pergi begitu saja dengan langkah terhuyung-huyung sambil menundukkan wajah karena sedih sehingga harus memasang wajah muram. "Ah.. Aku tidak bisa diam lagi" gerutu beni kemudian berlari ke luar ruangan dan mengejar Angel yang masih melangkah menjauhi ruangan


"Tunggu!!" panggil pria tersebut dengan lantang hingga wanita itu terdiam sambil memalingkan padangan dan memperlihatkan senyum lebarnya.


Jadi ketika itu wajar jika ia sangat gelagapan ketika berbicara dengan wanita. "Hah?"


"Ahh... Kalau aku ingin dipeluk oleh dirimu untuk salam perpisahan"


"Haha... Dasar" tawa melengking dari wajah angel membuat perasaan beni tak karuan, hingga detik setelah itu dia langsung berlari dan memeluk beni dengan erat, begitupun sebaliknya dimana ia langsung membalas bekapan wanita tersebut dengan lembut


Hingga detik itu mereka saling berpelukan di lorong dekat kamarnya yang bisa dibilang sebagai salam perpisahan sebelum mereka berpisah satu sama lain, karena bisa saja setelah berpisah mereka akan saling merindukan atau mungkin hal yang tidak terduga bakal terjadi, dimana diantara mereka tidak bisa kembali bertemu.


"Aku ingin bertemu dengan mu lagi, nanti" sahut Angel dengan isak tangis. "Aku juga"


Suasana kala itu sangat membahagiakan untuk beni, karena untuk pertama kalinya dia tersenyum dengan bahagia, walaupun lorong tersebut sepi namun semua itu terasa sudah milik berdua sehingga detik itu tiada orang yang bisa mengganggu kebahagiaan mereka


Moment tersebut akhirnya di habiskan dengan suasana penuh haru sampai beni dan Angel benar-benar berpisah satu sama salin, dimana tempat mereka tinggal terhalang oleh distrik perbatasan walaupun begitu seakan di jari mereka sudah ada benang mereka yang saling terikat


"Aku hanya ingin kita bertemu lagi, setelah aku selesai melalui semua proses pelatihan ini" gumam beni yang waktu itu berada dikamar dan memejamkan mata sampai tidak lama ia tertidur untuk menyambut hari esok yang lebih dipenuhi misteri


Sementara setelah memberikan surat dari Kristian melalui angel, akhirnya sampai kepada penerima yaitu Oktavia yang kini telah menjabat sebagai komandan dari pasukan gabungan golongan Bumi, angkasa dan elite sekalipun

__ADS_1


Pada waktu itu via membacanya di ruangan dengan tangan bergetar. "Brengsek" umpat Via dengan merobek kertas tersebut hingga menjadi beberapa bagian. "Aku tidak menyangka jika Kristian begitu teganya memperlakukan tahanan seperti binatang yang dipaksa untuk berkerja"


Amukan Via begitu memekikkan telinga sekaligus memberikan tekanan intimidasi sehingga orang akan bergidik ngeri, khususnya Angel yang duduk di sofa depan Via, karena setelah mendengar amukan tersebut Angel langsung terkejut dan ikut bergetar ketakutan


"Sebenarnya apa ambisi dia?!" gumamnya. "Memang apa isi kertas tersebut?" tanya Angel untuk mencairkan suasana walaupun dia tidak tahu jika suatu masalah diungkit maka akan menciptakan ledakan


"Dia meminta aku untuk menyerahkan beberapa prajurit untuk bekerja dibawah pasukan Warz jika ingin suplai masuk ke sini, bukankah itu sama saja merupakan penghinaan untuk prajurit angkatan Indonesia?!" keluhannya dengan nada tinggi


Sampai Angel yang mendengar hanya bisa menghela nafas karena sudah salah bertanya seperti itu kepada seseorang yang harga dirinya tinggi. "Lalu apa tindakan yang akan kakak lakukan?"


"Perang" cetus Via. "Eh.. Jangan lah" bantah Angel langsung berdiri dari sofa. "Kenapa?"


"Bukankah jika begitu maka akan menimbulkan korban jiwa di bunker" jelas Angel. "Benar, tapi aku juga tidak terima jika dipermainkan seperti ini" timpal via yang nadanya tak ubah


"Pasti ada cara lain, tanpa harus melibatkan korban jiwa"


"Untuk sekarang aku belum menemukan solusinya, lagian untuk apa lagi bermain dengan orang licik sepertinya"


"Sebenarnya kakak ini kesal karena posisi atau kesal karena sensitif, sih?" batin angel dengan mengerutkan kening karena bingung membedakan antara kedua hal tersebut


Tapi angel tetap bersikap natural agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara dirinya dan via ketika suasana masih panas-panasnya. Dimana jika Via yang merupakan wanita tegas dan tenang kini malah terlihat panik dan merah padam karena marah dengan Kristian yang merupakan seorang pria yang spesial di hatinya


"Hah... Aku benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran sih bodoh itu"


"Tapi jika dia memang ingin menantang ku, maka jangan salahkan aku, kalau aku ikut bertindak, sambungnya dengan mencemooh Kristian


"Memangnya apa yang akan kakak lakukan?" bingung Angel. "Tentu saja ikut ke dalam permainannya, dan melihat seperti apa sosoknya nanti setelah bermain denganku"


"Aku tidak tahu rencana apa yang akan kakak lakukan, tapi aku harap tidak menjatuhkan korban jiwa" gumam Angel yang kini mulai resah, pasalnya kedua orang petinggi akan melakukan permainan yang bisa saja memakan korban.


\*\*\*\*


Keesokan harinya beni berdiri dihalaman luar bunker sambil merenggangkan otot lengannya dengan ditemani oleh beberapa personil yang sedang senam pagi besama-sama tapi tidak untuk beni, karena ia tidak terlalu suka jika diperintahkan untuk berbaur dengan orang lain.


Di sana terdapat 3 tenda utama dimana 2 milik pengungsi sedang 1 lagi yang paling besar, adalah tenda tempat militer berteduh, walaupun begitu di sana ada beberapa tank dan mobil armor yang berjejer rapi sambil ditutup oleh kain besar untuk melindungi tank dari udara yang bisa membuatnya karatan


Karena untuk memproduksi benda berat tersebut bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh pasukan bunker yaitu Warz yang sudah hampir menguasai seluruh bunker bisa dibilang saham mereka adalah 70 persentase dari militer negara


Akan tetapi jika masalah sektor kemakmuran sangat anjlok turun seperti pepatah bilang. 'MILITER ELITE, MAKMUR SULIT' seperti itulah yang saat itu tergambar dalam bunker, karena mau bagaimanapun mereka harus menentukan hidup mereka sejak kini


Walaupun kenyataannya sangat pahit dan tak mudah untuk dilakukan tapi pemimpin mereka adalah Kristian yang keras namun kompeten dalam menangani sekaligus memimpin.

__ADS_1


Selama mereka senam di halaman tampak kaos mereka sudah dibasahi oleh keringat dengan deras hingga membentuk lekukan tubuh mereka yang terlihat gagah dan tegap karena mereka melakukan olahraga tidak hanya untuk kesehatan jasmani tetapi untuk menunggu pemimpin mereka yaitu Kristian yang kala itu baru datang ke arah mereka, bersama dengan beberapa anak buahnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2