THE DAY ZOMBIE

THE DAY ZOMBIE
Eps 40 (Part²)


__ADS_3

Waktu berlalu dimana beni akhirnya sadar dari pingsannya dan menemukan dirinya sudah berada disalah satu bangsal puskesmas. "Uhm.. Dimana ini?" tanya beni dengan lirih sambil mencoba untuk mengambil posisi duduk hingga dirinya melihat seluruh rekannya berada di ruang yang sama seperti sedang menunggunya.


"Kamu sudah sadar?" tanya Dicy yang berdiri disamping ranjang beni. "Dimana ini?" lanjut beni karena bingung


"Kita masih sama seperti sebelumnya, ada di puskesmas pusat untuk mengambil obat-obatan di ruang rahasia" jawab Dicy


"Begitu ya"


"Tenang saja, aku sudah menyerahkan beberapa prajurit untuk mengekspor ke lokasi tujuan jadi setelah kita mendapatkan obat tersebut, maka kita akan meninggalkan tempat ini untuk kembali ke bunker"


Setelah mendengarkan penjelasan tersebut. Beni tidak merespon sama sekali, yang ada ia malah kembali terbaring di ranjang sambil menutup mata membelakangi dirinya.


Waktu ke waktu akhirnya terlepas dari masa menunggu, dimana pintu ruang perawatan telah terbuka dengan menampakkan beberapa prajurit yang datang sambil membawa kardus di tangan setiap orang


"Bagaimana hasilnya?" tanya Dicy langsung beranjak berdiri dan menyambut kedatangan mereka. "Semua barang telah kami amankan, dan sebagian sudah kami bungkus di dalam sini, jadi misi kita kali ini telah selesai" jawab serdadu menunjukkan kardus yang tertutup rapat oleh lakban


"Bagus,.. Sekarang kita pergi dari sini" usul sang pemimpin dengan membantu membawa kardus tersebut. Sementara beni yang awalnya tertidur di ranjang kini langsung beranjak dan ikut berjalan bersama mereka menuju lokasi tempat berkumpul


Setelah menginjakkan kaki diarea luar puskesmas, tampak ada yang memasang wajahnya bersedih dan ada yang membawa trauma, semua itu masih tersirat di hati mereka.


Selama perjalanan menuju lokasi, suasana masih sama hanya saja mereka berjalan pada sore hari karena sudah banyak menghabiskan waktu di puskesmas yang sebelumnya terjadi sebuah tragedi mengerikan di sana


Ketika dalam perjalanan mereka akhirnya tidak butuh waktu lama untuk sampai di tujuan, dan di sana mereka sudah disambut oleh seluruh tim yang menjaga mobil. Entah kenapa Dicy merasa jika dirinya sudah aman, karena melihat rombongan dari bawaannya yang tampak sekali mencemaskan dia dan yang lainnya


Sungguh indah perasaan dari solidaritas antara tentara seakan lebih erat dari keluarga. Begitu yang ada di pikiran dicy sambil tersenyum dan berkata kepada mereka. "Kami baik-baik saja, walaupun sudah banyak mengalami kejadian pahit" ucapnya sambil dipapah oleh yang lain


Setelah aman mereka kembali berada didalam rumah karena di sana sangat aman untuk berteduh ditambah hari itu hujan turun walaupun tidak deras tapi cukup untuk mengguyur semua yang ada di permukaan karena itu tandanya mereka tidak ditinggal oleh Sang Maha Kuasa


Selama waktu berlalu Dicy menjelaskan semuanya kepada seluruh tim penunggu mengenai kejadian yang telah menimpa timnya hingga harus memakan korban jiwa. Setelah semua di tuturkan, terlihat seluruh orang di sana langsung memasang wajah yang muram


Sedangkan beni langsung masuk kedalam kamar yang ada dilantai 2 dan menutup pintu rapat-rapat walau gelap namun masih ada penerangan seperti lilin yang cahayanya hanya berasal dari api merah


"Makhluk... Kurang ajar, bisa-bisanya dia membuat luka sebanyak ini pada tubuhku" gerutu beni sambil melepas seragam militernya hingga memperlihatkan punggung yang sudah penuh luka dan memar karena berkali-kali terbanting pada benda padat


Tidak hanya punggung tapi dada dan perut bidang pun ikut berwarna ungu, mungkin karena hal tersebut beni harus menahan rasa sakit sepanjang perjalanan menuju markas sementara.


"Hais.. Sungguh merepotkan, ternyata aku masih sangat lemah sampai tidak mampu untuk bertahan dari serangan zombie" gumam beni kemudian membuka lemari di sana dan mengambil salah satu baju yang merupakan pakaian milik penunggu rumah tersebut


Setelah menggunakan pakaian kemeja berwarna biru tua dan celana training akhirnya beni langsung merebahkan tubuh ke ranjang dan memejamkan maya seakan ingin mengakhiri rasa sakit tersebut dengan memasuki fase istirahat hingga tidak lama akhirnya beni terlelap pada mimpinya walau hari itu masih sore


Tapi rasa letih dan sakit semuanya nyata apa adanya yang telah menjamah tubuh atlet protagonis kita ini.

__ADS_1


Waktu berlalu hingga hari esok mendatang, dimana ventilasi dari kamar beni mulai terbesit sebuah cahaya mentari pagi yang menunjukkan jikalau hari sudah pagi, walaupun tanpa alarm tetapi tubuh mulai terbiasa dengan situasi seperti ini hingga dirinya bangun dengan meringis kesakitan akibat kejadian kemarin


Membuat seluruh tubuhnya kesakitan. "Aw.. Awh.. Sakit semua sekujur tubuhku" keluh beni kemudian berjalan ke lemari dan mengenakan seragam militernya dan kembali untuk kembali ke seluruh rekan


"Ben, kamu sudah siap!!" ucap Dicy sambil melempar sebuah bungkus roto kearahnya. Tentu dengan sigap beni menangkap bungkus tersebut dan membukanya agar dia bisa dimakan untuk mengisi perut kosongnya


"Tentu saja" jawab datar beni kemudian berjalan ke arah pemimpin dan seluruh rekannya yang sudah merapikan seragam dan mempersiapkan seluruh senjata yang ada untuk bergegas kembali


Di trotoar pinggir jalan, sang pemimpin langsung memberi arahan kepada mereka semua, bahwasanya dia tidak ingin kehilangan bawahannya lagi, cukup kemarin-kemarin saja dirinya harus melihat bawahannya mati didepan mata. Jadi kali ini mereka akan sangat berhati-hati dan tentunya berdoa agar mereka tidak mendapat halangan lagi di jalan


"Mari bergegas, karena perjalanan kita jauh jadi kita harus kembali secepatnya" titah Dicy kepada seluruh serdadu sehingga mereka langsung berseru untuk menjalankan keputusan atasan, mereka mulai masuk kedalam mobil tanpa basa-basi lagi dan mulai menjalankan mobil angkutan


Namun sebelum pulang mereka akan mampir ke toko bibit untuk mengambil komoditas yang diperlukan untuk bertanam dan itu yang di pesan oleh komandan Kristian


Tapi selama mereka berhenti di toko pertanian mereka sama sekali tidak mendapat kendala sehingga mereka bisa mengambil persediaan tanpa kendala maupun halangan dan mulai melanjutkan perjalan tanpa perlu mengeluarkan amunisi sama sekali


"Beruntung sekali kami mampir ke toko bibit tapi tidak mendapat halangan sama sekali" seperti itulah yang terbesit dalam benak beni yang duduk di dalam bangku belakang kendaraan


Selama satu hari penuh mereka harus melakukan perjalanan hingga mereka harus bermalam di sebuah salah satu rumah dalam perjalanan yang kebetulan masih layak di tinggalin. Selama di rumah penginapan sementara mereka selalu seperti biasa


Yaitu bercanda bersama rekan yang lain namun tidak untuk beni yang cenderung lebih mengurung diri dan mencoba untuk mencari barang-barang yang ada di kamar tersebut yang masih bisa dipakai selama tangan menjarah setiap laci dirinya melihat sebuah album dari pemilik rumah


"Sepertinya ini album milik tuan rumah" gumam beni kemudian membuka secara perlahan di gambar pertama dirinya melihat sekumpulan keluarga kecil diantaranya suami, isti dan anak yang masih balita gendongan sang ibu


Dimana dirinya melihat seorang anak balita berusia 3 tahun baru bisa berjalan sendiri sendiri dengan didampingi oleh ibunya, dan kali ini fotonya tersebut tidak bersama sang ayah, jadi bisa dibilang kalau suaminya menjadi photographer keluarga


Kemudian beni membuka lembar ketiga dimana dia melihat sekali lagi foto keluarga namun bersama nenek dan kakek dalam latar seperti seperti acara ulang tahun, karena di sana terlihat sebuah poster yang tertulis 'SELAMAT ULANG TAHUN' dan sebuah kue yang berada dimeja depan mereka


Lalu setelah lembar ketiga beni tidak melihat apapun jadi bisa dibilang, kebahagiaan mereka baru sesaat sebelum terjadinya insiden berdarah seperti saat ini. Semua itu terlihat dari hari dan tanggal yang ada di pojok gambar


"Orang tua yah" gumam beni kemudian meletakkan kembali album tersebut di posisi semula dan berjalan ke arah ranjang dan membanting dirinya di sana sambil menutup kedua mata dengan tangannya


"Ha.. Aku sampai lupa dengan hal sepenting itu" hela nafas beni dengan menahan sesak di dada


Waktu itu hari sudah malam dan perjalanan mereka akan dilanjutkan di hari esok dengan membawa perbekalan setelah melakukan ekspedisi dan itu juga menjadi hari ke-5 selama mereka keluar dari bunker dengan total kehilangan mereka berjumlah 6 orang, dari jumlah yang dibawa 25 tidak untuk Dicy sang pemimpin regu ekspedisi


Selama semalam beni hanya istirahat total karena untuk mengembalikan tubuh yang kurang fit setelah kejadian kemarin dan dirinya juga berharap jika di lusa nanti dia akan kembali segar seperti sedia kala sampai dirinya tidak sadar jika dia tidur pada pukul 7 malam


***


Besok paginya mereka melanjutkan perjalan menuju bunker dan selama perjalanan mereka tidak mendapatkan halangan dari zombie atau lain sebagainya. Hingga mereka sampai pada sore hari pukul 15.00 Wib dengan di depan gerbang sudah ada dua serdadu dengan seragam berbeda yaitu berwarna abu-abu dan helm berbeda dari yang lainnya

__ADS_1


Karena seragam dan penampilan mereka sama seperti penampilan jaman dulu, lebih tepatnya penampilan tahun 1943 dimana puncak dari perang dunia 2. Namun bukan itu yang lebih mengherankan melainkan mereka yang menghentikan laju dari mobil mengangkut dan menyuruh seluruh serdadu turun dari mobil pengangkut


"Ada apa ini?" tanya sang pimpinan regu yang turun dari mobil dan menghampiri penjaga bunker tersebut yang telah menodongkan sepucuk pistol ke arah kepala Dicy. Tentu seluruh tentara langsung turun dari mobil dan ikut menodongkan senjata kearah dua penjaga tersebut termasuk beni yang mengeluarkan senjata pistol dari kantongnya


Hingga sore itu terjadi saling todong senjata yang terselip rasa kebingungan diantara tentara ekspedisi termasuk beni sendiri yang perasannya tidak karuan. Namun ketika itu juga Dicy mulai berkata kepada dua penjaga tersebut


"Turunkan senjata kalian, termasuk kalian" titah Dicy kepada dua kubu yaitu penjaga gerbang dan timnya, karena dia tidak ingin terjadi sebuah baku tembak antara mereka karena dia tahu jika itu terjadi maka akan terjadi pertumpahan darah di bunker


"Apa anda adalah pasukan yang keluar beberapa hari yang lalu?" tanya salah satu dari mereka dengan profesional seperti seorang perwira tinggi. "Iyah, aku kesini karena ingin mengantar suplai yang kami dapat di luar" jawabnya


"Baik, kami akan konfirmasikan hal tersebut kepada atasan, jadi kalian tunggu disini" titah penjaga dengan sinis sampai satu dari antara mereka berdua mulai masuk ke halaman bunker dengan tujuan tak diketahui


Namun setelah ditunggu beberapa saat akhirnya dia keluar bersama beberapa tentara lainnya, dan benar saja dari seragam mereka sangat sama jadi bisa dikatakan jika mereka berada di satu kompi


"Kalian bisa masuk tapi dalam keadaan tidak bersenjata" jawab serdadu tersebut. "Baik" jawab pemimpin hingga seluruh bawahannya merasa bingung


"Kalian dengar, jika aku menyuruh kalian melepaskan senjata" ucapnya dengan nada menekan hingga seluruh tim melepas senjata mereka ke rumput termasuk beni sendiri yang langsung melempar senapan, pistol, dan belati militernya ke rumput


Setelah semuanya selesai menaruh senjata tiba waktunya untuk tentara penjaga memeriksa seragam mereka dengan mengantisipasi jika ada sebuah pisau yang terselip di pakaian dan membiarkan mereka masuk dalam tangan di atas kepala, tentu seluruh tim Dicy terheran-heran karena entah kenapa mereka sudah seperti tahanan perang


Namun itu tidak seberapa karena setelah masuk kedalam bunker mereka langsung diperlihatkan sebuah keadaan yang berbeda dimana tenda yang awalnya banyak kini hanya dibuat sedikit dengan jumlah 3 buah namun sengat besar hingga mampu menampung puluhan orang


Dan disisi sampingnya sudah terlihat sebuah lahan yang luas dengan tanaman sayur-sayuran yang di tanam oleh masyarakat atau pengungsi sebelumnya. Sampai mereka melihat seluruh pengungsi berkerja dengan sangat kasar


Dengan mengangkat beban, mencangkul, membangun hingga melakukan pekerjaan kasar lainnya semua itu dilakukan seperti mereka sedangkan melakukan pekerjaan romusha dengan didampingi oleh tentara berseragam abu-abu yang bisa dibilang cukup kasar juga. Karena setiap pekerja bermalas ataupun bersantai mereka akan langsung di pukul sebagai pemicu


Walaupun semasa sebelumnya mereka telah menjabat sebagai pejabat tinggi tapi semua itu tidak dibedakan oleh mereka secara kasta, karena semua akan diperlakukan secara paksa untuk berkerja, dan tentunya itu sangat membuat Dicy dan yang lainnya bingung setengah mati dengan keadaan yang mereka lihat saat itu.


Mungkin karena hal tersebut juga mereka ingin bertanya namun tidak mampu, karena masih takut dan belum memahami situasi apa yang mereka hadapin pada kala itu, apalagi senjata mereka sudah ditangan musuh


Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka diberi perintah untuk duduk di rumput sambil menunggu sesuatu, tentu dengan di jaga oleh serdadu berseragam abu-abu dalam jumlah banyak. "Kalian tunggu sini, dan ingat jangan berani macam-macam" kecam tentara tersebut dengan keras


Tentu seluruh anggota Dicy langsung menurut tanpa bertanya dan berharap jika mereka akan tahu jawabannya. Karena setelah diperhatikan, banyak sekali pengungsi yang tersiksa karena berkerja membangun sesuatu untuk bunker dengan paksa, sampai wanita harus turut membantu didalamnya


"Sebenarnya apa yang kau lakukan, bodoh" batin beni dengan mengumpat seseorang


Sampai tidak lama mereka dikagetkan dengan seseorang yang melangkah ke arah mereka sambil mengenakan seragam penuh lencana di dada dan di kawal oleh serdadu, antara lain pria tersebut adalah kristian yang mereka kenal sebagai komandan mereka selama ini


"Kau!!" tampak Dicy masih kaget melihat kedatangan pria yang tidak asing baginya, karena dia adalah seseorang yang dia hormati selama ini. Tidak hanya dia tapi seluruh orang terkejut dengan semua perubahan bunker.


Karena selama ini prioritas mereka adalah rakyat sipil yang mengungsi di bunker, hingga mereka rela bertaruh nyawa untuk membuat orang seisi bunker agar tetap hidup dengan makanan yang terpenuhi tapi kini mereka telah berubah dimana otoritas menjadi salah satu ketentuan bagi pemimpin mereka

__ADS_1


Semua itu seperti telah hilang bagian dari bunker akibat kemanusiaan yang telah hilang karena seseorang dan itu dilakukan oleh Kristian yang beraksi dibalik layar.


BERSAMBUNG...


__ADS_2