
Hari berlalu,Sasi dan Alfa sudah bertunangan,tapi mereka belum menentukan tanggal dan bulan pernikahan karena menunggu Safa menikah dulu.
Sasi mah santai karena masih umur 22 jadi ngga begitu pusing,kalau Alfa dia merasa pusing karena umurnya sudah 28 dan saat mau nikah dan perempuaanya sudah ada tapi harus menunggu dengan waktu yang ngga jelas.
"Kenapa Bos,,kok kaya ngga semangat gitu,,?'tanya Fero saat bertemu di parkiran kantor.
"Saya pusing,,,Saya rasanya sudah ingin menikahi Sasi tapi masih ada kendala gini,"Fero tersenyum.
Keduanya sambil berjalan ke dalam kantor,"Ya sabar bos mau gimana lagi,,Bos mending cariin jodoh tuh buat Kaka nya Sasi,temen Bos kan pasti banyak,,"Alfa berhenti berjalan.
"Oh iya yah,,bener juga kamu ngomong,,"Fero tersenyum,tapi Alfa menatap Fero.
"Kenapa lihatin saya seperti itu Bos,,?"
"Kenapa ngga kamu aja yang menikah dengan kakanya Sasi,,"
"Apa,,ngga,,ngga,,apaan sih Bos,kenapa jd saya ,saya kan cuman kasih saran,,"
"Tapi kayanya kamu aja deh yang nikahin kakanya Sasi ,jadi saya tuh ngga bingung bingung lagi cari orang,,"
"Ngga bos,,saya sudah punya pacar,,"
"Pacar ini masih bisa putus,,udah kamu nurut aja,,ayo masuk,,"Alfa jalan langsung,Fero langsung mengikuti Alfa sambil bicara tapi Alfa ngga menjawabnya.
"Ayo lah bos jangan gitu,,"kata Fero saat sudah di dalam ruangan kerjanya Alfa.
"Kamu kalau sampai mau menikahi kakanya Safa,saya akan biayai semuanya,kita bisa nikah bareng dan kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun buat menikah,,gimana,,"Fero Diam.
"Sudah Sanah ke mejamu,ini sudah siang kita lanjut kerja,,"Fero dengan lemas berjalan keluar.
Alfa mengambil hpnya,lalu mengirim pesan pada Sasi,"Nanti Siang Saya jemput di kantor,kita makan siang bareng ,"Alfa mengirim pesan pada Sasi.
Sasi baru saja duduk di bangku kerjanya,dan hpnya sudah berbunyi tanda pesan masuk.
__ADS_1
Sasi membaca hanya tersenyum tipis,"Ya Tuhan,,ngga telfon ngga kirim pesan ,apa lagi kalau bicara langsung,sama sama kaku,,ngga ada manis manisnya,,"kata Sasi saat membaca pesan dari Alfa.
"Iya,,saya Tunggu,,"balasan Sasi ke Alfa.
Itu pun hanya sekali,Alfa memang ngga bisa banyak bicara,yang Alfa tau ya kerja dan kerja.
Siang harinya Alfa benar datang ke kantor Sasi,dan menjemputnya untuk makan siang bersama,tapi Fero ngga di ajak karena Alfa hanya ingin berdua.
"Saya sudah di parkiran,,"pesan Alfa.
Sasi lalu jawab Iya dan turun ke bawah,Sasi bertemu papahnya saat di loby.
"Mau kemana sayang,,?"
"Sasi mau makan siang sama Mas Alfa Pah,,papah sama om mau pergi juga,?"
"Iya papah juga mau makan siang sama Om,,Alfa nya di mana,,?emang sudah datang,?"
"Udah Pah,,itu mobilnya,,"Sasi menunjuk ke mobil Alfa.
Papah dan Om Alvin menuju mobilnya,sedang Sasi menuju mobil Alfa.
"Siang Mas,,,"kata Sasi saat masuk ke mobil.
"Siang,,Papah kamu mau pergi juga,"
"Iya,,Papah sama Om Alvin mau pergi makan siang juga,,"
Alfa lalu membawa mobilnya meninggalkan parkiran kantor,"Kita mau makan siang di mana Mas,,?"
"Ngga tau,,"
"Apa ngga tau,,kok ngga tau sih,,"
__ADS_1
"Kamu aja yang cari tempat,,"Sasi benar benar harus sabar ngadepin orang kaku ini.
Sasi lalu melihat ke hp di mana rumah makan yang enak dan tempatnya bagus,Sasi ngga mau makan di tempat makan asal asalan soalnya,makanya Alfa suka bingung mending Sasi yang pilih.
Sasi sudah dapat Restorannya,dan Alfa langsung menuju ke restoran itu.
Samapi di sana ,keduanya masuk dan Sasi yang mencari tempat duduk.
Keduanya pesan makanan,sambil menunggu pesan makanan datang keduanya mengobrol,"Kaka kamu belum punya pacar,,?"Sasi mendengar pertanyaan itu sudah sangat sering dari Alfa.
"Belum,,,"
"Gimana kalau kita jodohkan dengan Fero,,"
"Apa Fero,, Fero nya mau ngga,,?"
"Mau ngga mau harus mau,,"Sasi sedikit kaget.
"Kok gitu,,"
"Iya,,Fero saya suruh nikahin Kaka kamu,biar kita bisa cepat nikah,,"
"Kalau Fero nya ngga mau jangan lah Mas,kasihan Kaka ,,"
Mereka terus mengobrol,sedang Safa di kerjaan nya sekarang sudah makin pintar berdandan karena di ajari Linda,Linda tau kalau adik Safa sudah tunangan,jadi Safa biar lebih percaya diri untuk cari pacar.
"Sudah,,kamu sangat cantik,,ini lensa mata kusus untuk orang mins,jadi kamu ngga perlu pakai kaca mata lagi,,"Linda tadi memakaikan lensa mata rupanya ke Safa.
Safa melihat di kaca dirinya yang berbeda dan sangat cantik.
"Kamu kalau di dandani seperti ini jadi kaya Sasi,dan orang pasti tidak akan bisa bedakan mana Safa dan Mana Sasi,,"
"Makasih ya Lin,,kamu mau batu Aku biar tambah PD,,"
__ADS_1
"Iya,,kita kan teman jadi harus saling bantu,"keduanya berpelukan.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...