
Safa langsung minggir ke samping saat Alfa ingin mengambil bajunya,Safa berjalan menuju sofa untuk duduk dan pura pura sibuk dengan hpnya. sedang Alfa mengambil baju lalu memakainya.
Di lain tempat,tepatnya di Singapura Sasi tinggal di rumah Tante Tiwi dan suaminya Om Adit,mereka mempunyai anak laki laki bernama Devan yang umurnya tidak jauh dengan Sasi.
"Sasi sayang,,kamu bener nih mau kerja di sini,?"tanya Tante.
"Iya Tan benar Sasi mau kerja di tempat om aja,Sasi ingin tinggal di sini,boleh kan Tan,?"
"Boleh dong sayang,,tapi Sasi harus bilang dulu sama Mamah dan papah,takutnya mereka ngga izinkan,"
"Iya Tante nanti Sasi bilang ke mamah dan papah,,"
"Kamu harus bisa melupakan kejadian kemarin,banyak kok laki laki yang lebih baik dari dia,kamu kan cantik pasti banyak pria yang suka,,"Sasi hanya tersenyum.
Mereka mengobrol di ruang tamu,sekarang Tante Tiwi tidak tinggal di apartemen tapi rumah yang besar dan bagus.
Om Adit datang bersama Devan,Devan sudah ikut kerja bersama papahnya, Devan baru lulus kuliah.
"Sore sayang,,Sore Sasi,,"kata Om.
"Sore Pah,,"
"Sore Om,,"
Devan lalu cium tangan ke mamahnya,lalu duduk dekat Sasi.
"Gimana,, Sasi serius besok mau ikut kerja,?"
"Serius Om,ada lowongan kan buat Sasi,"
"Soal kerjaan mah tenang aja,pasti ada buat Sasi,"
"Iya om,,trimakasih,,besok Sasi ikut Om ke kantor buat kerja,,"kata Sasi,Om hanya jawab iya.
"Kak,,Mau ikut ngga nanti malam,,?"tanya Devan ke Sasi.
"Mau ke mana,,?"
"Ada deh,,yang penting tempatnya asik deh,"
"Devan jangan ajak Sasi ke tempat yang ngga bener yah,"
"Iya mah ngga,,Devan mau ke temuan sama teman teman kok di cafe ,kak Sasi dari pada di rumah aja kan mending ikut,"
__ADS_1
"Boleh deh,,Kaka ikut,"
Devan dan Sasi beda dua tahun,Devan sejaruan umur 21 tahun.
Sedang di Jakarta,Alfa dan Safa mereka sedang bersiap karena mau ke rumah orang tua Alfa.
Alfa tadi juga sudah izin ke mamah dan papah mau ajak Safa ke rumah orang tuanya.
"Apa sudah selesai,,?"tanya Alfa saat melihat Safa yang sudah selesai mengikat rambutnya,Safa hanya mengangguk, Safa tidak tertinggal dengan kaca matanya.
"Ya udah ayo kita berangkat,"keduanya keluar dari kamar .
Mamah dan papah ada di ruang tamu,Safa dan Alfa berpamitan.
"Kalian hati hati di jalan yah,"
"Iya Mah,,"
Keduanya lalu naik ke mobil dan Alfa membawa mobilnya meninggalkan rumah.
Di dalam mobil sangat hening,keduanya sama sama diam karena bingung mau bicara apa.
"Safa,,kamu ada yang ingin di beli ngga,?"akhirnya Alfa bertanya,Safa hanya menggeleng.
"Apa serius bisa ileran kalau pengin sesuatu tapi ngga diturutin,,?"Alfa tersenyum karena akhirnya Safa bersuara,saat melihat Alfa tersenyum Safa langsung malu karena sepertinya Alfa mengerjainya.
"Iya itu kata mamah,entah itu mitos apa benar adanya,tapi kita juga ngga boleh sepelekan ,iya kan,,"
Safa hanya mengangguk pelan dan lanjut melihat ke jalan lagi,Alfa dengan pelan mengambil tangan Safa untuk di genggamnya,Safa yang kaget langsung melihatnya.
Alfa tersenyum dan membawa tangan Safa di atas pahanya,Alfa ngga berani langsung yang macam macam,tapi dengan pelan pelan saja,Alfa harus bisa buat Safa nyaman dulu kepadanya.
Mobil sudah sampai di rumah Alfa,rumah yang sangat besar dan bagus,lebih besar dari rumah Safa,setelah mobil berhenti Alfa mengajak turun.
"Ayo kita turun,kita sudah sampai,"
Keduanya turun,lalu Alfa mengandeng tangan Safa untuk masuk,karena Safa terlihat grogi.
"Mamah sama papah sudah menunggu,mereka senang sekali saat mendengar kita akan datang,ayo masuk,"Safa lalu berjalan di samping Alfa.
"Ya Tuhan,,dia benar benar anak orang kaya,"dalam hati Safa berkata,saat masuk ke dalam rumah terlihat sangat mewah.
"Sore Mah Pah,,"kata Alfa.
__ADS_1
"Sore,, akhirnya kalian datang juga,Mamah sama papah sudah tungguin,"
Mamah langsung terlihat senang,dan memeluk Safa setelah cipika cipiki,sedang ke papah Safa cium tangan.
"Ayo duduk sayang,,gimana kandungannya,apa baik baik saja,?,"tanya Mamah sambil mengusap perut Safa yang masih rata.
"Baik Mah,,"
"Syukur lah,,sudah periksa ke Dokter belum,?"
"Belum,,"jawabnya pelan sambil menunduk.
"Belum,,besok kita ke dokter yah,mamah pengin lihat cucu mamah sudah seberapa besar,"Safa melirik ke Alfa,dan Alfa juga sedang menatapnya.
"I,iya Mah,,"
"Kalian menginap di sini aja,besok biar kita bisa langsung ke Dokter gimana,mau kan sayang,,Mamah benar benar tidak sabar ingin melihat perkembangannya,"Safa tidak menyangka kalau mertuanya begitu senang dengan kehamilannya.
Safa jawab iya ,Mamah banyak sekali cerita tentang kecilnya Alfa dan tentang kenakalannya,tapi Alfa juga sangat pintar.
Sekitar satu jam lamanya mengobrol,Mamah menyuruh Alfa mengajak Safa istirahat di kamarnya.
Keduanya berjalan menuju kamar Alfa,"Masuk lah ini kamar saya,"saat pintu di buka.
Safa masuk dan melihat ke sekeliling kamar Alfa,"Maaf kalau berantakan,ayo duduklah,"Safa langsung ke kasur karena rasanya ingin tiduran,Safa memang sekarang penginnya rebahan aja.
"Kalau capek tiduran aja yah,saya mau lihat kerjaan dulu di laptop,"Alfa duduk di sofa sambil menyalakan laptopnya untuk lihat kerjaan,Safa tiduran sambil matanya masih melihat sekeliling kamar.
Saat mereka di kamar,hujan turun dan petir juga ada,membuat Safa merasa dingin dan mengantuk.
Safa pun tertidur,Alfa melihat Safa sudah tidur,dan Alfa juga mengantuk,lalu Alfa ikut tiduran di samping Safa,Alfa dengan pelan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Safa.
Alfa terus menatap wajah Safa yang tidur dengan nyenyak,lalu dengan pelan Alfa memeluk Safa,dengan tidak sadar Safa ikut memeluk Alfa,dan keduanya saling peluk.
Keduanya sama sama tertidur sampai dua jam lamanya,Safa yang merasakan hangat dan juga merasa guling yang di peluknya sangat besar dengan pelan membuka matanya.
Safa langsung mendongak dan menarik tanganya,"Ya Tuhan kenapa tidurnya jadi begini,"kata Safa dalam hatinya.
Safa lalu mengangkat tangan Alfa yang memeluk tubuhnya,"Sudah bangun,,"Safa mendongakan wajahnya lagi dan mata mereka pun bertemu.
Alfa tersenyum lalu memeluk Safa lagi,"Rasanya hangat sekali tidur sambil berpelukan seperti ini,tidur jadi nyenyak,sambil mencium rambut Safa,Safa hanya diam entah kenapa Safa juga merasakan hangat.
"Biarlah seperti ini sebentar lagi,rasanya sangat nyaman,"kata Alfa dan masih memeluk Safa,hujan masih turun jadi membuat suasana tambah syahdu,Safa pun diam dan menikmati pelukan Alfa.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...