
Safa tidak boleh mengantar Alfa ke bandara,karena Alfa di jemput supir dan Fero,Safa hanya mengantar Alfa sampai depan rumah.
"Hati hati ya Mas,,kalau paginya pusing lebih baik berangkat kerjanya nunggu enakan,jangan di paksa,,"kata Safa.
"Iya,,kamu juga jangan lupa makan , minum vitamin dan ngga boleh capek,,jagain Dedek yah,,"Sambil mengusap perut Safa.
"Iya Mas,,"Safa lalu cium tangan Alfa,dan Alfa cium kening Safa.
Pak Supir membantu memasukan koper milik Alfa ke bagasi,setelah itu Alfa masuk mobil,Safa masih berdiri menunggu Alfa pergi.
Setelah mobil jalan menjauh,Safa baru masuk ke dalam, Mamah dan papah masih di meja makan,Safa ikut gabung lagi.
"Kenapa Kaka ngga mau ikut ke Bali,,?"tanya mamah saat Safa sudah duduk.
"Ngga ah Mah,,takut ngerepotin Mas Alfa,"
"Oh gitu,"
"Mah Adek sakit yah,,?"
"Iya,,tapi kata Tante sudah baikan,Adek belum adaptasi sama musim dingin di sana,,"
"Syukur lah,,"
"Mah,,Papah berangkat dulu yah,,"
"Iya Pah,,"
Mamah dan Safa cium tangan Papah,setelah itu Papah pun pergi.
Alfa saat ini sedang di mobil,Alfa lupa mau minta no telfon Safa.
"Ya Tuhan Fer,,saya ada yang ketinggalan,"
"Apa yang ketinggalan Bos,,"
__ADS_1
"Saya belum minta no telfon istri saya,"Fero tersenyum.
"Seriusan Bos, Bos kan udah lama menikah,masa no telfon istri aja ngga punya,"
"Iya belum punya,,Pak kita balik dulu ke rumah,"
"Eehh,,,jangan pak,,nanti kita telat ke Bandara,bisa bisa ketinggalan pesawat lagi,"
"Fer,,kamu lebih mentingin ketinggalan pesawat,masalah itu kita bisa beli lagi tiketnya,ini tuh lebih penting dari harga tiket yah Fer,saya nanti ngga bisa telfon istri saya,"Nada Suara Alfa sudah terlihat marah.
"Tenang Bos saya punya ide tanpa kita harus balik,"
"Ide Apa,,?"
"Jadi Bos kan punya no telfonnya Pak Bimo mertua Bos,tinggal minta aja ke pak Bimo bisa kan,,"
"Oh iya,benar juga kamu Fer,,"
"Jelas saya pintar,kalau bodoh mana mungkin saya jadi Asisten Bos,"Alfa mengangguk.
Mobil pun terus berjalan menuju Bandara,Keduanya lanjut mengobrol.
Sampai di Bandara mereka berdua tidak lama menunggu,dan langsung pesawat terbang menuju Bali.
Turun dari pesawat Fero mencari taxsi yang akan mengantarnya ke Hotel yang sudah di boking nya.
Di dalam taxsi Alfa menelfon Mertuanya,Alfa mau minta no telfon Safa.
"Kamu belum punya no telfon Safa,!?"papah sedikit kaget.
"Iya Pah belum punya,"
"Ya Tuhan,,ya udah nanti papah kirim,"
"Iya Pah makasih,"telfon pun mati.
__ADS_1
Alfa terus menatap ke layar hpnya menunggu papah mertua mengirimi no telfon Safa.
Tapi ternyata Papah sengaja ngga langsung kasih,papah ingin mengerjai Alfa rupanya.
Sampai di hotel,papah belum juga mengirim no telfon Safa,membuat Alfa bingung ,antara mau telfon ke mertuanya lagi untuk menanyakan atau ngga.
Di Jakarta,Safa juga baru sadar kalau tidak punya no Alfa,Safa melihat ke jam.
"Pasti Mas Alfa sudah sampai Bali,kenapa kita sampai lupa ngga punya no telfon sih Mas,,"
Saat Safa sedang duduk di kasur sambil sandaran,dan memainkan hpnya,ada telfon masuk dari no yang tidak di kenal,Safa lalu mengangkatnya.
"Halo,,,"Safa menjawabnya dengan pelan.
"Halo Fa,,ini Saya,,"Safa langsung paham suaranya lalu tersenyum senang.
"Mas,,,"Keduanya pun mengobrol.
Sasi sudah sembuh dari sakitnya,Sasi pulang kerja ingin mampir ke supermarket,dan turun dari mobil om nya.
"Sasi bisa kan pulang sendiri,apa mau di temani Devan,,?"tanya si Om.
"Bisa kok om,Devan pulang aja ngga papa ngga usah temani Sasi,nanti Sasi naik taxsi,"
"Ya udah,,kalau gitu,hati hati yah,
"Iya om,,"
Sasi turun dari mobil,dan langsung masuk ke supermarket,,Sasi mengambil troli dan mendorongnya masuk,Sasi rupanya ingin memasak masakan kesukaan nya yang suka di masakan mamah ,karena Sasi ngga enak sama tantenya jadi Sasi belanja sendiri.
Saat sedang mendorong troli,tiba tiba troli Sasi menabrak orang di depanya,karena Sasi sedang melihat ke samping.
Aaawww...
"Maaf,,,"kata Sasi sepontan dan langsung melihat ke depanya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..