
Sasi dengan pelan mengambil hp Alfa,karena Alfa bilang takutnya ada masalah dengan promo produk yang sedang mereka jalani bersama ,jadi biar lebih mudah menghubungi Sasi.
Sasi lalu memasukan no telfonya di hp Alfa,setelah selesai Sasi langsung memberikanya pada Alfa.
"Saya pamit duluan,sekali lagi makasih buat makan siangnya,Mari Pak ,,"Sasi tersenyum ramah pada Alfa dan Fero,dan setelah itu pergi dari rumah makan itu.
Mata Alfa terus menatap ke Sasi sampai Sasi tidak terlihat,"Sudah Bos lihatin nya,,orangnya aja udah ngga kelihatan ,,"kata Fero pada Alfa sambil meledek.
Alfa hanya tersenyum,"Bos suka,,? kalau suka nanti Saya Carikan info tentangnya"tanya Fero.
"Boleh,,Carikan informasinya dia sedetil mungkin,,sepertinya saya langsung suka padanya,,"
"Baik Bos,,tapi sepertinya dia masih muda,"
"Muda bagi saya ngga masalah,asal setia ,,"
"Baik Bos,"
Umur Alfa saat ini sudah 28 tahun,Alfa selalu sibuk kerja dan tidak pernah memikirkan perempuan,orang tuanya sudah sering menyuruhnya untuk menikah,tapi Alfa tetap belum ingin menikah karena belum menemukan yang cocok.
Setelah itu keduanya juga langsung pergi,karena mau melanjutkan melihat penjualan produk barunya ke tempat selanjutnya.
Seminggu kemudian di pagi hari ini Sasi ke kantor bersama papahnya,keduanya langsung masuk kedalam kantor.
"Sayang,,nanti siang kita makan siang bareng yah,,kita ada undangan untuk makan siang,"
__ADS_1
"Undangan dari siapa Pah,,?"keduanya ada di dalam lif.
"Papah aja ngga tau,Om kamu yang tadi telfon papah suruh bilang ke kamu,"
"Oh ,,iya udah Pah,,sampai jumpa nanti siang,"kata Sasi saat mau keluar dari Lif,Sasi keluar duluan.
Siang hari saat jam makan siang, Sasi sudah di telfon papahnya,"Papah tunggu di parkiran,"kata Papah Bimo.
"Iya Pah,, Sasi ke situ sekarang,"
Sasi langsung turun ke bawah,dan menuju parkiran,sampai di mobil Papah dan Omnya sudah ada di dalam.
Sasi duduk di depan bersama pak supir,sedang papah dengan Om Alvin duduk di belakang.
"Pah,,kita mau makan di sini,,?"saat mereka berjalan masuk Sasi bertanya pada Papahnya.
"Iya,,kita akan makan di sini,kita dapat undangan,"
"Undangan dari siapa sih Pah,,kayanya orang kaya yah,,"
"Mungkin,,papah aja ngga tau,,"
"Nanti kamu juga tau Si,,"kata Om Alvin yang dengar Sasi terus bertanya pada Papahnya.
"Hehe,,iya Om,,"Jawab Sasi sambil tersenyum.
__ADS_1
Saat sudah di dalam,Om Alvin di antar pelayan menuju meja yang sudah di pesan dengan nama yang mengundang makan siang.
Saat sudah dekat Sasi sudah bisa melihat ada siapa di meja sana ,Sasi sedikit grogi karena Sasi melihat Alfa dan sekertaris nya Fero.
"Selamat siang Pak Alvin, pak Bimo,,silakan duduk,dan terimakasih sudah mau datang, "Alfa menyambut kedatangan Bimo dan Alvin sambil berjabat tangan.
Papah Bimo dan Om Alvin pun duduk,"Nona Sasi silakan duduk,,"Alfa juga mempersilakan Sasi dan Sasi hanya mengangguk dan tersenyum tipis lalu duduk.
Fero lalu memanggil pelayan untuk membawa buku menu dan mencatat pesanan.
Alfa dari tadi terus melirik kearah Sasi,membuat Sasi jadi grogi dan salah tingkah sendiri.
Semua sudah menyebutkan pesanan masing masing,dan sambil menunggu Alfa mulai bicara.
"Pak Bimo dan Pak Alvin Saya sebelumnya minta maaf,saya mengundang bapak bapak kesini karena saya ingin bicarakan suatu hal,tapi bukan masalah kerjaan tapi Saya ingin bicara tentang Sasi,,"Sasi yang di sebut namanya langsung mengangkat wajahnya.
Om Alvin sudah tau karena tadi Alfa sudah bicara lewat telfon,tapi Papah Bimo dan Sasi belum tau kenapa Alfa mengundang makan dan ingin bicara tentang Sasi.
"Saya sudah tau tentang Sasi yang putri dari Bapak Bimo,maaf sebelumnya saya sudah tau banyak tentang Sasi Karena saya mencari informasi tentang nya,,"
"Buat Apa Pak Alfa mencari informasi tentang anak Saya,apa dia buat kesalahan,,?"
"Tidak Pak,,putri Bapak tidak membuat kesalahan,,tapi karena saya ingin ber Taaruf dengan Sasi anak Bapak,"Sasi dan Papah Bimo langsung saling tatap dan sama sama kaget dengar perkataan Alfa.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1