
Sampai di hotel,Alfa langsung keluar dari mobil,Alfa mengambilkan semua koper,untuk menghindari Safa Alfa langsung masuk,tapi sebelumnya pamit ke papah.
"Om,saya masuk dulu,perut rasanya ngga enak, "
"Iya udah Sanah masuk dulu,,"
Safa turun dengan pelan,matanya melihat ke kanan dan kiri takut Ada Alfa.
"Pah, Mas Alfa mana,?'tanya Sasi.
"Sudah masuk duluan,katanya perutnya ngga enak,"
"Oh ,, Sasi nyusul ya Pah,soalnya tadi pesan kamar pakai hp Sasi,"
"Ya udah Sanah masuk dulu,"
Sasi menyusulnya,Alfa baru sampai di meja resepsionis,dan baru ingat tadi pesan kamar lewat hp Sasi,karena menghindari Safa malah jadi kaya orang bego si Alfa.
Alfa menengok ke belakang,dan Sasi sudah jalan ke arahnya.
"Kenapa Mas,,?"
"Nunggu kamu,Mas ngga bisa ambil kunci kamar,"Sasi tersenyum.
__ADS_1
Sasi menujukan tanda transaksi pemesanan hotel,setelah itu baru kunci kamar di berikan.
"Saya duluan yah,perut lagi ngga enak,"
"Iya Mas,,"Alfa buru buru pergi karena Safa dengan mamah papah sudah masuk ke loby hotel.
Alfa sudah sampai di kamar,dan menjatuhkan badanya di kasur,"Ya Tuhan,,kenapa jadi gini,,Aku benar benar bisa gila,dia selalu ketakutan padaku,harus gimana yah caranya agar dia ngga takut lagi padaku,"Sambil menutup matanya dengan lengan tanganya.
Papah dan mamah bersama dua putrinya baru masuk ke kamar,ke empatnya langsung istirahat karena kecapean seharian di perjalanan.
Pagi harinya mamah dan papah bersama Sasi dan Safa turun ke bawah,mereka ingin sarapan,sedang kan Alfa belum bangun karena semalam tidak bisa tidur.
Ke empatnya sarapan bersama,selesai sarapan mereka mengobrol ,"Mah,,Safa ke kamar dulu yah,"
"Sama papah dan mamah aja Sanah,Kaka malas mau istirahat aja,"
"Kaka kalau masih pusing minum obat yah,"
"Iya Mah,,Safa ke kamar dulu,"
"Iya hati hati,"
Safa sebenarnya juga menghindari Alfa,karena Alfa pasti akan turun dan sarapan,sampai di kamar Safa memainkan hpnya,tidak lama pintu kamar ada yang mengetuknya,Safa kira orang tuanya apa Sasi.
__ADS_1
Safa langsung membukanya dan ternyata Alfa,Safa langsung mau menutup lagi itu pintu,tapi Alfa langsung buru buru menahan dengan tanganya.
"Tunggu,saya hanya mau bicara sebentar sama kamu,,"Alfa sudah telfon Sasi dan Sasi bilang sedang menunggunya di restoran hotel bersama mamah papahnya,dan Sasi bilang juga kalau Safa ada di kamar karena mau istirahat,makanya Alfa tau kalau Safa hanya sendirian.
Safa terus mendorong pintunya,tapi karena tenaga Safa tidak sebanding dengan tenaga Alfa,Alfa pun bisa masuk ke dalam,Safa terlihat ketakutan.
"Tidak,,saya mohon,,jangan sakiti saya lagi,,ampuni saya,,"Saat pintu di tutup Alfa, Safa langsung berlari ke belakang mencari perlindungan.
"Safa tenang,, Saya tidak akan menyakiti kamu,saya datang kesini Hanya mau minta maaf ,,sungguh,,"Safa yang tidak percaya terus ketakutan dan Safa yang mentok di tembok akhirnya jongkok di sudut ranjang kasur sambil gemetar.
Alfa mengusap wajahnya kasar,karena bingung juga ikut takut lihat kondisi Safa.
Alfa lalu ikut duduk di depan Safa,"Saya sungguh sungguh minta maaf dan saya sungguh sungguh menyesal,saya juga selalu di hantui rasa bersalah,kalau kamu mau bilang ke orang tuamu silakan,apa kamu mau lapor polisi silakan,saya akan menerima semua hukumannya asal kamu memaafkan saya,sungguh saya benar benar minta maaf,,"Suara Alfa juga sampai bergetar ,rupanya Alfa juga sampai meneteskan air mata karena benar benar merasa bersalah.
Safa yang mendengarnya masih diam tapi tidak gemetaran lagi.
"Saya akan terima semua hukuman yang akan di berikan pada saya,asalkan kamu mau memaafkan saya,dan saya juga memohon sama kamu,kamu jangan lagi ketakutan saat ada Saya,Saya berjanji tidak akan mengulangi kebodohan itu pada mu lagi,percayalah,,"Alfa mengusap air matanya lalu mengusap wajahnya,setelah itu Alfa bangun dan berdiri.
"Kalau kamu ingin bilang ke orang tuamu silakan,,Saya akan terima semua hukumannya,hanya itu yang ingin Saya katakan,Maaf kalau Saya mengganggumu,,saya pergi,,"
Alfa lalu keluar dari kamar ,dan langsung naik lif untuk menuju restoran.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1