Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Memblokir No Telfon


__ADS_3

Pagi harinya Sasi merapikan baju bajunya di koper,Sasi akan pergi ke Singapura ,di Singapura ada tante dan omnya Sasi , Tante Tiwi adalah adik mamah Rara,Sasi sengaja pergi ke Singapura untuk menghindari pernikahan Safa dengan Alfa.


Sasi pasti akan merasa canggung kalau tetap di sini,karena bagaimanapun Sasi sudah mencintai Alfa,apa lagi mereka tadinya dalam waktu dekat mau menikah,pasti ada rasa ngga nyaman kalau sering bertemu.


Untungnya Sasi selalu berfikir positif kalau Alfa itu bukan jodoh yang Tuhan kirim untuknya.


Safa keluar dari kamarnya karena merasa lapar,saat melewati kamar Sasi,Safa memutuskan untuk melihat Sasi.


"Dek,,apa Kaka boleh masuk,"tanya Safa saat pintu di buka.


"Boleh,masuk aja kak,,"


Safa yang tidak tau kalau Sasi mau pergi langsung bertanya saat melihat Sasi merapikan baju bajunya ke koper.


"Dek,,kamu mau pergi ,,?"Sasi tersenyum dan mengangguk.


"Kemana,,kenapa kamu mau pergi,apa kamu marah sama Kaka,,"Safa sudah terlihat sedih,


"Adek ngga marah sama Kaka, Adek memang mau pergi,Adek mau ke tempat Tante Tiwi di Singapura,,"


"Kapan,,kenapa tiba tiba mau pergi,"Sasi lalu duduk dekat Safa dan menggenggam tangan Safa.


"Adek memang baru putuskan mau pergi semalam kak,,Adek sengaja pergi,karena bagai manapun Adek pasti merasa sedih kalau melihat Kaka menikah dengan Mas Alfa,tapi tenang saja Kak,Adek ikhlas kok dengan semua ini,"

__ADS_1


"Maafkan Kaka Dek,,"


"Kaka ngga salah,ini semua sudah takdir dari Tuhan,Adek cuman ingin agar antara kita tidak ada kecanggungan,pasti nanti kalau ada Adek kita akan sama sama ngga enak Kak,"


"Semoga pernikahan Kaka bersama Mas Alfa Bahagia dan langgeng sampai nenek kakek ,Adek tau pasti perasaan Kaka juga sangat hancur,tapi Adek juga ingin Kaka menerima ini semuanya,Kaka harus menerima pernikahan ini ,karena Adek juga menerima ini semua dengan ikhlas,jadi Kaka juga harus sama ikhlas menjalani pernikahan ini,"Safa langsung menangis karena ternyata adiknya sangat dewasa dalam menyikapi masalah.


"Iya Dek,,terimakasih untuk doanya,semoga Adek juga mendapatkan jodoh yang terbaik,pasti Tuhan sudah menyiapkan itu semua,"


"Iya kak,"


"Adek mau pergi kapan,,?"


"Nanti siang jam 11,"


Papah hari ini tidak pergi ke kantor,papah mau mengantar Sasi ke bandara,dan setelah itu mau ke tempat penghulu untuk menikahkan Safa dan Alfa di hari Jumat.


Mamah sudah menelfon adiknya yang di Singapura , Mamah memberi tau Sasi akan ke sana ,Mamah juga menceritakan masalah yang sedang di hadapi anaknya.


Jam berlalu,Sasi sudah bersiap berangkat,Mamah sedih tapi di tahan nya,sedang Safa menangis karena mereka kembar identik,jadi bisa saling merasakan apa yang sedang masing masing rasakan.


"Kaka ngga usah nangis terus,ngga baik buat kandungan Kaka,Adek akan baik baik saja,percaya sama Adek,,"saat keduanya melepaskan pelukan.


"Nanti kalau sudah sampai kabari ya Dek,"

__ADS_1


"Iya pasti,,"


Sasi dan Papah sudah masuk mobil,lalu mobil pun berjalan meninggalkan rumah,Setelah mobil tidak terlihat Mamah mengajak Safa untuk masuk ke dalam.


Sasi di mobil diam karena Sasi juga merasakan sedih,Sasi pergi rupanya ngga hanya untuk menenangkan diri atau liburan,tapi Sasi berniat untuk menetap di sana,Sasi baru kali ini akan pergi jauh tanpa orangtuanya dan Safa,makanya merasa sedih.


Sasi pasti akan merasa sakit setiap bertemu Alfa nanti kalau hanya pergi sebentar,makanya Sasi berniat pergi lama agar bisa melupakan Alfa.


Sasi membuka hpnya,lalu Sasi memblokir no Alfa,dan dari semua media sosial milik Alfa.


Dalam dada Sasi merasa sakit tapi ini harus di lakukannya agar bisa melupakan Alfa.


Di lain tempat,Alfa ingin menelfon Sasi,Alfa ingin minta maaf untuk semua masalah yang telah di buatnya,tapi ternyata Sasi sudah tidak bisa di hubungin .


"No ku sudah di blokir ternyata,,pasti dia sangat marah dan kecewa,,"kata Alfa pelan berkata.


Di rumah Mamah Rara menelfon butik langganannya,Mamah meminta orang butik untuk membawa beberapa kebaya kerumahnya,karena besok untuk di pakai Safa menikah.


Mamah juga menelfon MUA untuk mendandani Safa besok ,dan tidak ketinggalan fotografer,semua sudah ok ,sedang Safa di kamarnya tiduran sambil memegang hpnya,Safa dari tadi rupanya mencoba menelfon Tama,tapi tetap tidak bisa.


"Mas Tama sepertinya memblokir no ku,,Maafkan Aku Mas telah mengecewakan kamu,Aku juga tidak ingin begini,tapi mau gimana lagi ,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2