Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Sasi Menangis


__ADS_3

Safa dan Alfa sedang mengobrol dengan mamah Alfa di kamarnya,Mamah tiduran karena masih sakit,Safa sambil menyuapi buah pir ke mamah.


"Besok kita ke rumah sakit aja ya mah,,kita periksa,,"kata Alfa.


"Iya tuh ajak mamah kamu ke Dokter,papah udah ngajakin tapi ngga mau aja,"


"Mamah males minum obatnya,"jawab mamah.


"Tapi kan biar mamah sehat ya obatnya harus di minum,,"


"Ya udah besok mamah mau periksa,tapi Safa temani mamah yah,"


"Iya Mah,,Safa akan temani mamah,,"


Tangan mamah sambil mengusap perut Safa,"Dede gimana,,sudah mulai gerak belum,,"


"Sudah mah,,sudah sering gerak,,"


"Yang sehat ya sayang,,cucu Oma,,"Safa tersenyum senang,karena mertuanya sangat senang mau punya cucu.


Di lain tempat Sasi dan Muntaz masih menikmati malam panjangnya.


Muntaz berjalan mendekati Sasi, sedang Sasi matanya masih saja menatap ke senjata Muntaz yang besar dan panjang.


Muntaz tersenyum dan mengambil tangan Sasi ,Muntaz mengarahkan tangan Sasi ke senjata Muntaz,Sasi kaget dan tangannya menggenggam.


"Buka lah tanganya,kamu harus kenalan dengan nya,,"sambil Muntaz mengusap usapan tangan Sasi di senjatanya.


Sasi merasa tanganya geli tapi penasaran,dengan pelan tangan Sasi terbuka,Muntaz yang merasakannya langsung mengarahkan tangan Sasi untuk menggenggamnya.

__ADS_1


"Gerakan tanganya sayang,,seperti ini,,ya terus,,pelan pelan saja,,"kata Muntaz Sambil menuntun tangan Sasi.


Sasi lama lama merasa gemas,dan Sasi menggenggamnya kencang.


"Sayang,,jangan kencang-kencang,,pelan aja,,"Sasi langsung memelankan gerakan tanganya.


"Enak sayang,,ayo terusss,,,"Sasi melihat wajah Muntaz yang merem melek.


Sambil tangan Sasi memainkan senjata Muntaz naik turun,sekarang Bibir Muntaz sambil nen.


Cukup lama mereka saling bercu*mbu,sampai akhirnya Muntaz sudah ingin melakukanya,Muntaz tadi rupanya ingin Sasi bangun lagi karena tadi habis pelepasan.


"Sayang,,Aku mulai sekarang yah,,"sambil melepaskan tangan Sasi.


Sasi diam karena sudah merasa takut,tapi akhirnya Sasi bersuara saat Muntaz membuka kakinya,,"Mas,,,pelan pelan yah,,,apa itu bisa masuk itunya gede gitu,,"Dengan polosnya Sasi berkata,Muntaz tersenyum.


"Iya Mas akan pelan,bisa masuk kan nanti pelan pelan,,"Sambil Muntaz mengarahkan miliknya ke inti tubuh Sasi.


"Masss,,,sakit,,,,"Sasi sudah mengeluarkan suara.


"Iya tahan yah,,Mas akan pelan pelan,,"


Muntaz terus menekannya,,"Mas udah mas,,setop,,,sakit banget,,,"Muntaz mengentikan nya dulu menunggu Sasi enakan.


Muntaz mencari ide agar Sasi tidak kesakitan,Muntaz mencium bibir Sasi dengan pelan,lalu keduanya menikmati ciuman itu,di saat Sasi sudah lebih rileks Muntaz menekan miliknya pelan pelan,, Sasi kesakitan tapi Muntaz terus mencium bibir Sasi.


Sasi sudah merasakan sakit dan mencengkram lengan Muntaz dengan kencang, untuk menahan sakit.


Sasi mendorong badan Muntaz karena Sasi merasakan sakit yang sangat sangat,dan dari mulutnya keluar suara kesakitan.

__ADS_1


Kepala Sasi sampai terangkat ke belakang,rupanya Muntaz terus menekan nya sampai akhirnya masuk setengah.


Muntaz berhenti mendorong karena Sasi sudah sangat kesakitan,Air mata Sasi mengeluarkan air mata.


Muntaz merasa kasihan ke Sasi karena terlihat kesakitan,"Maaf ya Sayang,,,"Muntaz mencium kening Sasi dan mengusap air matanya,Milik Muntaz masih ada di dalam inti tubuh Sasi.


"Mas lanjut lagi boleh,,?"Sasi sebenernya masih sakit tapi Sasi menganggukan kepalanya.


Karena merasa kasihan ke Muntaz,Muntaz lalu menggerakan pelan pinggangnya,Sasi masih kesakitan tapi di tahan nya,Sasi menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit.


Setelah 7 menitan Sasi sudah tidak begitu kesakitan,milik Muntaz sudah masuk semua,di dalam Sasi merasa penuh banget.


Sasi lama lama sudah merasakan nikmat,"Mass,,,oohh,,"suara kenikmatan terus keluar dari mulut Sasi yang membuat Muntaz makin semangat.


Muntaz sampai mengganti Posisi beberapa kali,Sasi sudah merasa lemas tapi Muntaz masih saja terus mengerjakan pinggangnya.


Akhirnya Muntaz sudah mau pelepasan,karena gerakan Muntaz makin cepat, Sasi sudah teriak teriak kali ini,karena miliknya terasa sakit,mau menghentikan Muntaz tapi kasihan.


"Aaaggghhhhhhh,,,,"Muntaz akhirnya melakukan penembakan.


Sasi sudah lemas dan tidak ada tenaga lagi,Muntaz karena tidak mau menindih Sasi,mencabut miliknya,dan ternyata miliknya berlumur darah juga darah berceceran di sparai.


Muntaz juga lemas dan tiduran di samping Sasi,keduanya sama sama lemas.


Sekitar 5 menitan Muntaz menarik slimut untuk menutupi badan Sasi,dan Muntaz lalu bersih bersih duluan.


Sedang Sasi langsung tidur,Muntaz yang melihat Sasi tidur merasa kasihan untuk di bangunin untuk bersih bersih jadi Muntaz mengambil tisu untuk membersihkan inti tubuh Sasi agar tidak kotor,Sasi yang sudah tidur hanya diam.


Muntaz melihat inti tubuh Sasi yang merah,Muntaz dengan pelan membersihkannya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2