
Om Muntaz dari Singapura sudah sampai di Hotel tempat Muntaz menginap,Om Muntaz tidak sendiri tapi bersama dua anak buahnya di restoran yang sudah di anggap keluarga.
Malam harinya Muntaz mengajak om dan dua temanya ke rumah Sasi untuk bertemu orang tua Sasi.
Muntaz naik taksi untuk menuju rumah Sasi,di jalan om dan teman Muntaz bisa melihat kota Jakarta.
"Indah juga yah kota jakarta ,,"
"Iya,,indah banget,"kata dua teman Muntaz.
"Muntaz,,,Apa Sasi anak orang kaya ,,?"
"Kamu bisa lihat sendiri nanti di sana,,"
"Ya baiklah,,,"
"Om justru berharap Sasi anak orang bisa,karena Om justru takut kamu menikah dengan orang kaya,,kita hanya orang biasa,di Turki kita sudah tidak punya apa apa karena dulu kita sudah jual semuanya yang di sana,Om sekarang takut kalau keluarga Sasi menanyakan kita punya apa dan keluarga Sasi pinta mahar yang banyak,"
"Pantas dari tadi Om diam saja,rupanya Om sedang memikirkan tentang mahar untuk Sasi,"kata Muntaz dalam hatinya.
"Om,,ngga usah di pikirkan soal mahar,Mintaz sudaha ada kok,,"
"Tapi Om ngga bisa bantu apa apa buat kamu"
"Muntaz hanya butuh Doa dan dukungan dari Om,,Om ngga usah memikirkan yang lainya,"
__ADS_1
"Maaf in Om yah,,kamu orang baik , semoga pernikahan kamu nanti lancar dan pernikahan kamu selalu bahagia,,"
"Amin Om,,,"
Taxsi akhirnya sampai di rumah Sasi,,keempatnya turun,,kedua teman Muntaz melihat rumah Sasi mata mereka terbuka lebar.
"Muntaz ini rumah Sasi,,?"
"Iya,,ayo masuk,,"
Muntaz ketuk pintu,tidak lama Mba membukakan pintu rumah.
"Malam,,"kata Muntaz pakai bahasa Indonesia,Muntaz hanya bisa itu saja.
"Malam,,silakan masuk,,"mba sudah tau kalau Muntaz mau datang,Sasi sudah kasih tau tadi.
"Om Tante kenalkan ini Om saya dan ini kedua teman saya,,"Muntaz mengenalkan nya.
"Oh iya,,saya papahnya Sasi ,,"Papah bersalaman ke semuanya.
Lanjut ke mamah salamannya,setelah itu papah mempersilahkan duduk,Sasi turun dari kamarnya karena Sasi tau kalau Muntaz datang dari jendela kamarnya.
Muntaz tersenyum melihat Sasi yang terlihat cantik malam ini,bukan hanya Sasi kedua teman Muntaz juga melihat ke Sasi yang terlihat cantik.
"Malam semuanya,,"sapa Sasi dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sasi kenalkan ini Om saya dan ini teman teman saya,,"
"Malam Om,,"sambil cium tangan ke Om nya Muntaz,Om menjawab malam juga sambil tersenyum.
Lalu lanjut ke dua teman Muntaz,selesai bersalaman Sasi ikut duduk di dekat mamah.
Om membicarakan tentang seserahan juga mahar untuk nanti pernikahan.
"Kalau saya ngga begitu penting mahar dan seserahan,,yang penting acara akad lancar dan tidak ada masalah atau kendala apa apa,"kata Papah.
"Iya,,tapi untuk mahar harus Sasi yang minta ,Sasi mau nya apa ,,kalau seserahan kita mungkin kasih uang saja untuk Bapak gunakan untuk acara pesta,ya walau kita tidak kasih banyak,"Om yang bicara.
"Baiklah kalau kalian akan memberikan kita terima,,dan untuk Mahar terserah Sasi minta apa,biar dia yang jawab,"
"Iya Pak,, Sasi sebagai mahar Sasi minta apa dari Muntaz,,?"
"Sasi tidak meminta apa apa,,sekasihnya Mas Muntaz saja,Sasi akan terima,,"Om mengangguk.
"Muntaz,,, Sasi tidak memberatkan kamu,jadi untuk besok mahar itu terserah kamu mau kasih apa saja pada nya,,"
"Iya Om,,,"
Om lalu memberikan sarat sarat untuk menumpang menikah di Jakarta ,,papah pun mengambilnya,dan Papah besok mau bawa ke kantor KUA untuk mendaftarkan pernikahan Sasi dan Muntaz.
Dua hari lagi adalah hari pernikahan Sasi dan Muntaz, keduanya hanya akan melakukan akad saja.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...