
Alfa sudah sampai di kantor nya setelah mengantar Sasi ke tempat kerjanya,Sasi mau menjadi makcomblang Fero dan kakanya tapi Fero nya harus mau dan tanpa paksaan.
"Fer ke ruangan ku sekarang,"kata Alfa saat melewati meja Fero,Fero pun bangun dari duduknya dan mengikuti Alfa berjalan masuk.
"Duduk,,"Fero menurut dan duduk.
"Tadi Saya sudah bicara sama Sasi,dan Sasi mau bantu comblangin kamu sama Kaka nya,gimana,,kamu mau kan Fer,,?"
"Bos,,kenapa harus saya sih,"
"Ya karena saya tau kamu dan kenal sama kamu,jadi saya ngga akan sia sia membiayai semua pernikahan mu nanti,jadi gimana kamu mau kan,ini di coba aja,kalau nanti saat pede Kate kalian sama sama ngga cocok,boleh kok kamu mundur,"
"Tapi saya punya Pacar Bos,Saya ngga mau nyakitin pacar saya,bos cari orang lain aja,"Fero menolak,dan Alfa sudah ngga lanjut bicara bicara lagi.
"Ya sudah lah kalau kamu ngga mau,Sanah balik kerja lagi aja,"
"Iya Bos,,makasih,,"Fero pun keluar.
Safa di tempat kerja sekarang jadi sangat PD,dan semua teman kerjanya pun memuji kecantikan Safa.
Apa lagi Tama,dia yang dari dulu suka dengan Safa,sekarang makin suka ,apalagi Safa sudah tidak pakai kacamata.
"Nanti pulangnya Aku antar lagi mau ngga,,Aku mau ngomong sesuatu sama kamu,?"kata Tama pada Safa .
"Eemm mau bicara apa sih Mas,?"
"Nanti aja,,kamu mau kan Aku antar,"Safa tersenyum lalu mengangguk.
"Ya udah,,nanti Aku tunggu di parkiran yah,"Safa mengangguk lagi.
Tama lanjut kerja,Linda yang sebenarnya dengar dari tadi langsung tersenyum meledek ke Safa.
"Cieee,,,yang lagi pede Kate kayanya lanjut ini,"
__ADS_1
"Apa an sih Lim,udah ah lanjut kerja jangan ledekin Aku,malu tau,,"Linda pun bilang iya deh.
Sore harinya Tama sudah menunggu Sifa di parkiran,Sifa yang melihat lalu mendekatinya.
"Ini pakailah,,ngga papa kan pulang pakai motor,?"sambil memberikan helem ke Safa.
"Makasih,,ngga papa,,Aku suka kok,,"
"Ya udah yuk kita langsung berangkat,"Safa lalu naik ke motor Metik milik Tama.
"Aku kan pengin bicara,kita makan di restoran dulu yah,gimana,?"
"Terserah Mas aja,,"
Tama langsung membawa motornya menuju restoran,Tama tau Safa orang kaya makanya dari dulu mau nembak merasa takut,tapi sekarang Tama tidak takut lagi,karena Tama lebih takut kalau Safa di ambil orang.
Motor sudah berhenti di parkiran Restoran,keduanya turun.
"Ngga papa kan kita makan di sini,?"
"Ya udah ayo kita masuk,"Keduanya masuk ke dalam.
Alfa mau pulang kerja saat sudah di mobil Mamahnya telfon dan bilang pada Alfa minta di belikan ikan bakar di restoran langganan mamah,Alfa langsung menuju restoran.
Alfa sudah sampai di restoran nya,Alfa masuk dan pesan,Karena mengantri dan lama,Alfa duduk sambil memainkan hpnya.
Di sebelah kanan Alfa,tapi ada dua meja lagi ,Safa dan Tama sudah selesai makan,keduanya sedang bicara.
"Fa,,Aku tuh sebenarnya suka sama kamu udah dari pertama kamu masuk kerja,tapi Aku belum berani deketin kamu,sekarang kan kita sudah Deket dan kenal,Kamu mau ngga jadi pacarku,,"kata Tama,Safa diam tidak langsung menjawab karena kaget ternyata Tama menembaknya.
"kenapa kamu diam,jawab dong,mau apa ngga kamu jadi pacarku yang orang ngga punya gini,dan Aku hanya karyawan biasa aja,?"saat Tama bilang seperti itu,Alfa pas menengok karena dengar ada orang yang sedang menyatakan cinta.
Alfa sangat kaget,karena yang di lihatnya ternyata Sasi,padahal Safa tapi pikir Alfa itu Sasi karena Safa tidak menghapus dandanan dan tataan rambutnya,apa lagi Safa tidak pakai kaca mata.
__ADS_1
"Sasi,,"Kata Alfa pelan.
Alfa matanya terus menatap ke Safa dan Tama,"Tapi Aku ingin nya langsung menikah,ngga mau pacaran lama,"
"Iya Aku siap kok untuk menikahimu,,tapi Saya orang ngga punya,apa orang tuamu akan setuju,,?"
"Orang tuaku mereka ngga akan memandang dari harta,asal anaknya bahagia,Orang tuaku pasti akan setuju,,"
"Jadi jawaban kamu mau kan menikah denganku,"Safa mengangguk,Tama tersenyum senang dan mencium tangan Safa langsung.
Alfa yang melihatnya,tanganya mengepal erat,"Brengsek Aku di permainkan sama Sasi,lihat aja Sasi kamu akan tau akibatnya kalau mempermainkan Aku,belum tau yah kamu siapa Aku ini,,"
Safa dan Tama lalu keluar karena sudah selesai,Alfa langsung mengikutinya dari belakang,Alfa tidak memikirkan pesanan ayam bakarnya lagi.
Tama dan Safa naik motor dan akan mengantar Safa pulang. mobil Alfa mengikutinya dari belakang.
Saat Mahrib di jalanan yang sepi,Alfa langsung menyelip motor Tama,dan untung Tama bisa mengeremnya.
Tama dan Safa sangat kaget,Alfa yang sudah terbakar emosi langsung turun,Alfa tanpa banyak bicara langsung mendekati Tama dan Tama yang kesal juga mendekati Alfa.
Alfa yang tinggi besar langsung memukul tengkuk leher Tama yang belakang,Tama seketika langsung jatuh pingsan.
Safa yang melihatnya langsung teriak,"Tama,,,"Alfa yang melihat Safa langsung mendekat dan menariknya.
"Lepas,,tolong,,,"Alfa yang dengar Safa minta tolong langsung menutup mulut Safa.
Dan Alfa pun membuat Safa pingsan karena takut ada orang yang datang.
Safa pingsan dan langsung di masukan ke mobil Alfa.
"Kamu berani beraninya permainkan saya,kamu harus tanggung akibatnya,"kata Alfa saat meletakan Safa di bangku tengah.
Alfa lalu pergi membawa Safa,sedang Tama tergeletak di di jalan,dengan kondisi pingsan.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...