
Hari Senin semua beraktifitas kembali,papah ke pergi ke kantor begitu juga dengan Alfa,tapi Alfa seperti biasa kalau pagi ada drama muntah muntah dan sakit kepala, membuatnya tidak bisa pergi ke kantor pagi hari,menunggu sekitar jam 9 baru bisa lebih enakan.
"Sayang suami kamu mana,,?ayo suruh sarapan bareng,"tanya Mamah.
"Mas Alfa lagi muntah muntah mah,,ini Kaka mau buat teh,,"
"Oh gitu ,ya udah Sanah buatkan,"
Safa membuatkan teh buat Alfa,setelah jadi Safa membawa ke kamar dan memberikan tehnya ke Alfa.
"Ini Mas minumlah,,"
"Iya makasih,,"sambil mengambil gelas di tangan Safa.
"Mas mau sarapan apa,,?"
"Ngga tau,perut saya ngga enak banget ,malas makan,,"
"Mau roti panggang ngga,,?"
"Ngga,,Saya mau puding ada ngga,,?"
"Puding,,mau puding apa,,?"
"Puding coklat,,"
"Ya udah Saya tanya Mba dulu ada bahan puding ngga,,"Alfa mengangguk.
Safa turun ke bawah ,dan tanya mamah ada bahan puding ngga.
"Kaka pengin puding,,?"tanya mamah.
"Buat Mas Alfa Mah,,"Mamah tersenyum,lalu mamah mengajak ke dapur.
"Ya Tuhan,,anak yang kamu kandung kak benar benar pinter banget buat papah dan Mamahnya repot,"
"Emang dulu waktu mamah hamil gimana,?"sambil mencari bahan untuk buat puding coklat.
"Ya nyidam tapi ngga aneh banget sih,bisa ngga buatnya sayang,,"
"Bisa,,"
"Ya udah Mamah ke kamar dulu yah,mau bantu papah bersiap,"
__ADS_1
"Iya Mah,,"
Safa di bantuin mba buat puding,karena Safa mau buat puding dengan dua rasa.
Setelah selesai buat pudingnya,puding di diamkan dulu agar dingin,sambil menunggu dingin Safa ikut sarapan bersama Mamah dan Papahnya,Safa juga mengajak Alfa untuk turun.
Alfa lalu ikut turun,di meja makan Alfa sama sekali tidak mau makan karena perutnya masih merasa mual,Papah sudah selesai sarapan dan papah langsung berangkat ke kantor.
Alfa masih merasa lemas,Safa lalu mengajaknya ke taman belakang,"Fa,,puding sudah jadi belum,,?"
"Sudah tinggal tunggu dingin,,"
"Saya ke kamar aja yah,kepala saya pusing,"
"Ya udah Mas naik aja,Saya mau lihat pudingnya dulu,"
Safa ke dapur ,Alfa naik ke kamar,sampai di kamar Alfa langsung tiduran.
Hp Alfa bunyi ternyata Fero yang menelfon,"Halo,,"
"Halo Bos,, Bos ke kantor ngga,,?"
"Iya,,saya akan kekantor,tapi nanti agak siangan berangkatnya,"
"Iya Bos,,"telfon pun di matikan oleh Alfa,Safa masuk ke kamar sambil bawa puding.
"Ngga papa,yang penting perut saya masuk makanan,,"
Alfa duduk sambil bersandaran kasur lalu Safa duduk di pinggir.
"Suapin yah,,"kata Alfa.
"Kenapa ngga makan sendiri,,?"
"Ngga tau,,penginnya di suapin,,"wajah Alfa di buat buat seperti memelas.
Safa lalu menyuapi Alfa dengan pelan,Alfa tersenyum senang.
"Dek,, Mamah lagi suapin Papah nih,,hukum papahnya jangan lama lama yah,papah jadi ganggu Mamah nih,"sambil tangan Alfa mengusapi perut Safa,Safa sebenarnya merasa geli saat Alfa terus mengusapi perutnya, tapi Safa menahannya .
"Pudingnya masih ada ngga,,?"
"Masih,,kenapa mau tambah,,"
__ADS_1
"Ngga,,tapi nanti saya pengin bawa ke kantor,boleh ngga,,?"
"Boleh,,nanti Saya bawakan,"
"Makasih,,,"
Akhirnya puding satu piring habis,saat Safa mau keluar dari kamar untuk mengantar Piring kotor,Alfa melarangnya.
"Jangan keluar,kamu nanti capek naik turun,sinih naiklah,Saya pengin tiduran sambil peluk kamu,,"
"Ngga Ah,Saya belum mandi,pasti bau asem,"
"Ngga papa,Saya suka kok bau tubuh mu ,"sambil Alfa menarik tangan Safa agar naik ke kasur.
Safa akhirnya naik ke kasur,dan Alfa langsung memeluk Safa.
"Ya Tuhan,,nyaman banget sih,,jadi malas kerja kalau kaya gini,,"kata Alfa.
"Kalau malas kerja nanti Mas ngga punya uang buat Saya lahiran dong,"Safa sih hanya becanda,Alfa pun tersenyum,wajah mereka saling hadap.
"Iya juga,,nanti buat bayar rumah sakit bingung dong kalau ngga punya uang,,"tangan Alfa sambil menyelipkan rambut Safa ke telinga.
"Makanya jangan malas,harus semangat kerja,"
"Iya deh,,Saya mau kerja,tapi tunggu deh 20 menitan lagi,,sekarang rasanya sedang nyaman banget,,"jari tangan Alfa sambil mengusapi pipi Safa.
Mata mereka saling tatap dan keduanya ngga ada yang bicara,tapi jari tangan Alfa masih mengusapi pipi Safa dan mengusap bibirnya juga.
Entah Alfa dapat keberanian dari mana,Alfa mendekatkan mulutnya ke mulut Safa,mulut mereka sudah menempel,detak jantung Safa sudah berdetak dengan cepat.
Safa memejamkan matanya,Alfa langsung sadar tidak harus buru buru,karena Alfa merasa Safa yang tegang dan kaku lalu memundurkan wajahnya.
Alfa tersenyum,dan Safa masih memejamkan matanya ,rupanya Safa malu untuk buka matanya,Alfa mencium kening Safa setelah itu memeluknya lagi.
Alfa memang tidak ingin buru buru dan ingin bertahap ,karena Alfa takut Safa masih troma dengan kejadian kemarin.
"Saya mandi dulu yah,saya harus semangat kerja kan,biar punya uang untuk biaya lahiran nanti,"Safa tersenyum,Alfa yang melihat Safa tersenyum merasa senang.
"Tersenyum lah terus karena kamu terlihat sangat cantik,jangan pernah kamu menangis karena Saya ngga mau melihatnya,"Safa langsung berhenti tersenyum saat Alfa berkata.
Alfa bangun dari tidurnya,sebelum masuk ke kamar mandi,Alfa tiba tiba mencium bibir Safa sekilas,dan Alfa langsung masuk kamar mandi.
Safa mengusap bibirnya yang bekas di cium Alfa,Safa tersenyum tipis.
__ADS_1
"Kenapa sih Mas Alfa seneng banget bikin Aku deg degan,,"kata Safa pelan sambil tanganya masih memegang bibirnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..