
"Halo Mas,,Mas Alfa,,Mas dengar Sasi bicara kan,,?"Karena Alfa dari tadi tidak ada suaranya.
"I,,iya Saya dengar,,kamu cari sama siapa,,?"
"Sama Papah dan Mamah,,kalau Mas lagi di luar dan lihat Kak Safa kabarin ya Mas,Sasi sekarang sedang menuju ke tempat kerja Kaka,"
"I,,iya nanti Saya akan ikut bantu cari,"Alfa jawab sambil gagap dan gemetar.
"Iya Mas makasih bebelum nya,Sasi matikan dulu ya Mas telfonya,"Alfa jawab iya.
Alfa mengusap wajahnya kasar,"Ya Tuhan kenapa jadi begini,,kenapa Aku melakukan perbuatan keji seperti ini,"Alfa yang takut langsung melepaskan ikatan tangan Sasi dan juga tutup mulutnya.
Alfa memakaikan lagi celananya,dan juga pembungkus dadanya,Safa yang belum sadar membuat Alfa cepat cepat memakaikannya,Alfa memakaikan baju kemejanya,karena baju Safa sudah sobek.
Keduanya sudah rapi,Alfa menggendong Safa turun ke bawah menuju parkiran.
Alfa menidurkannya di bangku tengah,Alfa lalu membawa mobilnya menuju rumah Safa.
__ADS_1
Di tengah jalan Safa sadar,tapi karena lemas dan Sakit semua badanya Safa hanya diam sambil menangis,Alfa mendengar tangisan Safa.
"Saya akan mengantarkan mu pulang,kamu tenang yah jangan takut,dan Saya minta maaf karena Saya salah,saya kira kamu adalah Sasi,"Safa justru makin kencang menangis nya.
"Maaf kan saya,,sungguh saya ngga bermaksud menyakitimu,Saya tadi cemburu saat melihat kamu dengan laki laki,karena saya kira kamu Sasi,,"Safa terus menangis dan tidak menjawab.
Sampai di rumah Safa,Alfa membuka pintu mobil,Saat Alfa mau membantu turun ,Safa mundur ketakutan.
"Baik lah Saya ngga akan pegang,kamu turunlah,,"Safa dengan menahan sakit dan lemas turun dengan pelan dari mobil,dan masuk ke dalam rumah dengan tertatih,Alfa terus melihatnya,Alfa masuk mobil dan pergi saat melihat Safa sudah masuk ke dalam.
Mba lalu memapah Safa menuju kamarnya,"Mba,,tolong isikan air hangat di bak,Safa ingin berendam,,badan Sifa kotor Mba,"Kata Safa pelan saat sudah di dalam kamar.
"Iya non,,baik akan Mba isikan,"Mba masuk kamar mandi,dan mengisi baknya.
Setelah terisi Safa meminta mba untuk jangan bilang ke Orang tuanya dan Sasi tentang keadaanya saat ini.
"Tapi Non,,"
__ADS_1
"Sudah Mba,,pokoknya mba jangan bilang yah,Safa ngga ingin buat kuatir ke semuanya,ini baju kotornya langsung bawa ke bawah dan cuci ya mba,,dan tolong telfon ke Mamah apa Papah kalau Safa sudah pulang,"
"Iya non,,kalau gitu mba keluar yah,"Safa jawab Iya.
Setelah mba keluar,Safa menggosok badanya dengan sabun sambil menangis ,Safa merasa badanya kotor ,Safa berendam sampai setengah jam,Lalu dengan pelan Safa memakai handuk dan keluar dari kamar mandi,Safa pakai baju,selesai dengan semuanya Safa langsung tiduran dan mencoba pejamkan matanya agar Safi lebih tenang.
Papah membawa mobilnya cukup cepat,karena mba baru saja telfon ke mamah,dan bilang kalau Safa sudah pulang,mereka senang dan lega mendengarnya.
Sampai di rumah mamah langsung masuk ke dalam dan menuju kamar Safa,Mamah melihat Safa yang tidur dengan nyenyak lalu mengucap syukur sambil mengusap kepalanya.
"Mamah sangat kuatir sayang,, syukur lah kamu tidak apa apa,"Mamah mencium kening Safa sedang Papah dan Sasi hanya depan pintu,karena takut ganggu Safa tidur.
Mamah lalu mengajak Papah dan Sasi keluar,saat pintu tertutup Safa membuka matanya sambil Air mata mengalir.
"Bodoh kamu Alfa,,kamu cari masalah sendiri,bagai mana kamu bisa melakukan perbuatan keji seperti itu,,kamu sudah tau kan Sasi punya kembaran,kenapa kamu gegabah,,bodoh bodoh bodoh,,"Alfa di kamarnya terus bicara sendiri karena Alfa rupanya takut juga,takut Safa bicara ke Sasi dan akhirnya gagal menikahi Sasi.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1