
Dua hari berlalu,Sasi masih bingung untuk memberikan jawaban pada Alfa,karena Safa yang ngga mau di langkah hi.
Dan hari ini Sasi harus kasih jawaban ke pada Alfa,"Adek sudah punya jawaban belum tentang ta'aruf nya Pak Alfa,?"tanya Papah saat keduanya ada di mobil,Papah baru mengantar Safa ke tempat kerjanya,dan sekarang papah dan Sasi sedang menuju kantor tempatnya bekerja.
"Menurut Papah gimana ,,Sasi terima ngga,,?"
"Kok malah tanya Papah,,kan yang mau jalani Sasi,,"
"Sasi bingung sama Kak Safa Pah,,"
"Masalah Kaka kan nanti bisa di bicarakan,kalau Adek mau sama Pak Alfa bilang aja padanya ,kalau nikahnya nanti nunggu Kak Safa nikah,,"
"Trus kalau kak Safa ngga nikah nikah Adek juga ngga nikah nikah dong Pah,,"
"Kalau itu nanti kita bisa pikirkan lagi,yang penting sekarang Adek sudah ada jawaban buat Pak Alfa,,"
"Iya Pah,,"
"Jadi apa jawaban Adek ,mau apa ngga,,?"
"Kalau Adek mau apa papah dan mamah akan setuju,,?"
__ADS_1
"Papah dan Mamah pasti akan selalu mendukung dan setuju dengan keputusan Adek,asal Adek bahagia,,"
"Iya Pah,,makasih,,nanti kalau Pak Alfa minta bertemu bilang padanya,suruh datang ke rumah aja Pah,biar kita bicara di rumah,"
"Iya,,Papah akan bilang ke Pak Alfa nanti kalau dia telfon,"Sasi langsung tersenyum bahagia sambil bilang terimakasih lagi.
Sampai di kantor Sasi dan Papah masuk ke ruang kerja mereka masing masing.
Safa hari ini kerja sama sekali ngga semangat,Safa sudah tau kalau hari ini Sasi akan memberi jawaban pada laki laki yang mengajaknya ta'aruf.
"Kamu kenapa Fa,,pagi pagi kok ngga semangat gitu,?"tanya Linda.
"Adiku mau ta'aruf,"
"Eh,,iya kan kamu ngga mau di langkahi yah,,"kata Linda saat lihat tatapan mata Safa.
"Adiku selalu gampang cari pacar dan sekarang ada yang mau ngajak ta'aruf pengusaha lagi,kenapa nasib kita berbeda gini yah,,Aku harus gimana si Lin,,aku jelek banget yah sampai ngga ada laki laki yang ngajakin Aku seriusan nikah,,"
"Ya gimana ada laki laki yang mau ngajak kamu nikah,orang baru pengin kenal aja kamu nya selalu ngga mau di dekatin,"
"Aku kan ya jual mahal dikit lah Lin,,kalau itu cowok serius sama Aku pasti mau berusaha,tapi nyatanya Aku cuman menghindar dia sudah pada mundur,,"
__ADS_1
"Mungkin mereka memang bukan jodoh kamu kali Fa,kamu berdoa aja semoga cepat dapet jodoh,,"
Tama dengar obrolan Safa dan Linda,Tama memang suka dengan Safa ,tapi belum berani bilang karena takut di tolak.
Jam makan siang pun tiba,Alfa sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Sasi tentang ajakan nya ta'aruf,sudah dua hari ini juga Alfa ngga komunikasi dengan Sasi karena memberikan Sasi waktu untuk berfikir.
Alfa sudah menyuruh Farel menelfon pak Bimo,dan mengajaknya untuk bertemu.
"Gimana Rel,,Pak Bimo sana Sasi mau kan menerima ajakan kita untuk makan siang,?"
"Maaf Bos,pak Bimo bilang kalau Bos mau dengar jawaban Sasi ,kita di suruh ke rumahnya,karena membicarakan seperti ini pantasnya di rumah,,"
"Iya benar juga sih,,Trus gimana kita nanti malam datang ke sana,,?"
"Iya kalau Bos ingin tau jawaban Sasi ya kita ke sana,,tapi Pak Bimo bilang lebih baik orang tua Bos ikut,soalnya biar orang tua Bos tau Sasi lah yang akan di ajak Taaruf,,"
"Oh gitu,,baiklah,telfon Pak Bimo dan bilang Saya bersama orang tua saya akan datang ke rumahnya,,"
"Baik Bos,,saya akan telfon pak Bimo sekarang,"
Fero langsung menelfon Papah Bimo,sedang Alfa menelfon orang tuanya.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...