
Alfa langsung mengajak Fero turun,Alfa terlihat kesal ,membuat Fero penasaran ada apa.
Keduanya masuk lif,di dalam Lif Alfa terlihat cemas,saat pintu Lif terbuka Alfa keluar dengan langkah panjangnya.
"Sayang,,,ada apa,,,?"sambil mendekat ke Safa,dan Alfa yang melihat Safa sedang tidak baik langsung memeluknya.
Orang yang ada di situ melihat ke arah Alfa dan Safa yang berpelukan,sedang Mba Resepsionis langsung kaget,melihat Alfa memeluk wanita yang barusan di bilang seperti pembantu.
"Di antara kalian ,siapa yang tidak mau memberi tau ruangan saya di atas,"jari tangan Alfa sambil menunjuk kepada dua wanita yang ada di bagian resepsionis.
Yang satu karena tidak merasa,dan tau bahwa temanya lah yang tidak memberi tau lalu memukulnya.
"Bukan saya pak,tapi Lia,,"
"Apa Benar kamu yang tidak mau memberi tau ruangan saya kepada istri saya,"Lia diam sambil ketakutan,apa lagi saat dengar kata istri.
"Jawab,,!!"Alfa membentaknya,Safa yang melihat Alfa marah juga kaget dan takut.
"Ma,,maaf Pak,,saya tidak tau kalau ibu ini istri bapak,karena setau sa,,saya bapak belum menikah,,"
Memang apa yang di katakan Lia benar adanya,karyawan di kantor tidak ada yang tau kalau Alfa sudah menikah.
"Walau pun kamu ,,dan kalian semua belum tau kalau saya menikah,tapi setidaknya kalau ada yang tanya ruangan saya ada di mana harusnya kalian di kasih tau,,karena itu tugas kalian,tapi kenapa kamu ngga mau kasih tau hah,,,kenapa,,,!"mata Alfa sampai melotot.
"Mas,,sudah,,"Safa memegang tangan Alfa sambil gemetar karena takut Alfa yang marah seperti itu,dan Benar memang benar mba nya ngga tau kalau Safa istri Alfa.
Alfa merasa Safa gemetar,langsung meredam emosinya,dan merangkul pundak Safa,"Ayo kita ke atas,,"kata Alfa, Safa hanya mengangguk.
__ADS_1
"Fer,,,urus dia,,Saya ngga mau lihat dia di kantorku lagi,"
"Baik pak,,,"
"Pak,,maaf kan saya pak,,sungguh saya minta maaf,karena saya tidak tau,,Bu tolong maafkan saya,,saya masih ingin bekerja,,"Lia terus bicara dan mengejar Alfa dan Safa yang berjalan menuju lif.
Tapi Fero terus menghalanginya,,"Sudah cukup,Ayo kita ke bagian HRD,,"Fero sampai meminta bantuan keamanan untuk membawa Lia.
Alfa merangkul pundak Safa,dan mencium keningnya,karena Alfa sangat tau kalau Safa ketakutan,"Sudah jangan takut,,maaf tadi Mas membuatmu menjadi ketakutan,"Safa menggeleng dan tersenyum tipis saja.
Sampai di ruangan Alfa,Safa duduk di sofa,Alfa mengambilkan minum untuk Safa,Safa pun meminumnya.
Safa sudah selesai minum,lalu Alfa duduk di sebelahnya,Alfa mengambil tangan Safa untuk di genggamnya.
"Maaf in Saya ya Mas,,"mata Safa sudah memerah.
"Saya ngga pantas jadi istri Mas,Saya jelek dan tidak modis ,"air mata pun keluar.
Alfa mengusap air mata Safa yang turun,"Jangan menangis,kata siapa kamu jelek,bagi Mas kamu adalah wanita tercantik di dunia ini,"Alfa memeluk Safa agar tidak sedih lagi.
"Mas,,Saya mau pulang aja,,"
"Iya,,kita pulang,tapi sudah jangan menangis,Mas ngga mau lihat kamu menangis lagi,kasihan Dedek di dalam perut,"
Safa lalu berhenti menangis,tapi Safa jadi diam terus.
Alfa memangil Fero untuk menyelesaikan pekerjaan,karena Alfa akan ikut pulang dengan Safa.
__ADS_1
"Saya tidak akan balik ke kantor,jadi tolong urus semuanya,,"
"Baik Bos,,"
"Dan satu lagi,,kumpulkan semua karyawan di loby,,tanpa terkecuali,sekarang juga,,"
"Baik Bos,,"Fero langsung keluar dan menelfon ketua di setiap bagian,untuk mengumpulkan semua karyawan di Loby.
"Sayang,,Cuci mukanya dulu,biar ngga sembab,,"
"Iya Mas,,,"Safa ke kamar mandi yang ada di ruangan Alfa,Safa cuci muka dan menyisir rambutnya,Safa juga memakai bedak tipis.
Setalah selesai Alfa mengajaknya turun ke bawah dan akan pulang,Alfa menggandeng Safa dengan sayang.
Saat pintu Lif terbuka,Safa kaget karena banyak sekali orang ada di loby,Safa langsung mencengkram tangan Alfa.
"Ngga usah takut,ada Mas di sini,,"kata Alfa pelan,Alfa mengandeng Safa lalu berdiri di depan semua orang.
Alfa rupanya mengumumkan kalau dirinya sudah menikah,dan Alfa bilang juga kalau Safa sedang hamil anaknya,Alfa mengancam akan memecat siapa aja yang berani berkata jelek tentang istrinya.
Setelah itu Alfa dan Safa keluar menuju parkiran mobil,dan semua karyawan di suruh balik bekerja.
"Sayang,,jangan diem terus dong,,Mas ngga mau kamu sedih gitu,,"sambil mengusap.kepala Safa.
"Iya Mas,,Maaf,,,"
Alfa menarik kepala Safa agar di letakan di pundaknya,Safa pun menurut,Tangan Alfa satunya menyetir dan Satunya menggenggam tangan Safa,sesekali di ciuminnya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...