
Safa turun ke bawah untuk membuatkan teh manis hangat,saat sedang ke dapur Mamah melihatnya.
"Sayang mau kemana,,?"
"Mau ke dapur Mah,,Safa mau buatkan Teh buat Mas Alfa,,"
"Alfa muntah lagi,,?"
"Iya Mah,,"Mamah hanya tersenyum.
"Biar mba yang buatkan aja,,ini mamah sudah belikan baju buat kamu ganti nanti,semoga pas dan cocok buat kamu yah,,"sambil memberikan kantong yang berisi baju baru.
Mamah semalam menelfon butik langgananya,dan minta pagi di anter baju dress yang bagus untuk menantunya.
"Iya Mah makasih,,"
Mba sudah membuatkan Teh,Safa pun pamit ke Mamah mau ke kamar dulu.
Sampai di kamar Safa memberikan tehnya ke Alfa,"Ini tehnya,,,"Safa sampai sekarang masih terlihat kaku kalau di depan Alfa,seperti grogi gitu.
"Iya Makasih,,itu apa,,?"Alfa bertanya tentang kantong yang di bawa Safa.
"Ini baju dari mamah,,buat nanti di pakai,,"Alfa hanya mengangguk.
Selesai minum teh Alfa tiduran lagi,Alfa ingin tidur biar kepalanya ngga pusing,dan bangun sudah sehat kembali.
Safa ke kamar mandi untuk mandi,sekitar 20 menitan Safa keluar dari kamar mandi dan sudah pakai baju yang tadi mamah mertuanya belikan,Alfa mencium bau wangi sabun membuka matanya,dan melihat Safa yang terlihat sangat cantik memakai dres bunga bunga yang panjang nya selutut,dan lengannya panjang.
Safa tidak tau kalau Alfa sedang menatapnya,karena Safa taunya Alfa tidur,Safa menyisir rambut panjangnya menghadap kaca,dan sedikit memakai bedak juga lipstik.
Saat Safa mau menggulung rambutnya ,Alfa bangun dan dengan pelan berjalan mendekati Safa,lalu memeluk Safa dari belakang,Safa kaget dan badanya langsung tegang,tapi Safa melihat pantulan kaca yang memperlihatkan Alfa yang sedang memeluknya.
"Cantik banget sih,,hemmm,,"Sambil mencium rambut Safa,Safa diam dan langsung menunduk ,tidak berani melihat ke pantulan kaca karena malu.
"Jangan tegang,tenang lah ,Saya hanya ingin memeluk kamu saja,rambutnya jangan di gulung yah,,biarkan di gerai,,"Sambil melepaskan gulungan rambut Safa.
Alfa melepaskan peluknya,lalu membalik badan Safa agar menghadapnya,Alfa mengangkat dagu Safa agar mata mereka bertemu,Alfa menyelipkan rambut Safa ke telinga.
Alfa tersenyum,"Kita harus sering berinteraksi,biar kita tidak canggung dan malu,kita kan teman yang halal,jadi kita ngga perlu sungkan,"tangan satu Alfa memeluk pinggang Safa.
Safa dari tadi diam,karena tidak tau harus bicara apa,rasa cinta sama sekali belum ada untuk Alfa,tapi perhatian dan perlakuan Alfa padanya,membuatnya nyaman dan tidak bisa menolak apa yang di lakukan Alfa padanya.
Alfa lalu memeluk Safa,dan mengusap punggung Safa dengan sayang,Safa hanya diam dan mengikuti semua perlakuan Alfa.
Saat mereka sedang pelukan,pintu ada yang mengetuk,Alfa melepaskan pelukannya.
"Ada apa mba,,?"
"Itu Mas,di suruh sarapan,"
__ADS_1
"Oh iya nanti saya turun,makasih mba,"
Alfa menutup pintu,"Saya ke kamar mandi dulu yah,,"Safa mengangguk.
Saat Alfa ke kamar mandi,Safa mengusap dadanya yang dari tadi berdetak dengan cepat.
"Ya Tuhan,,,kenapa begini sih,,"
Alfa sudah bersih bersih,lalu mengajak Safa turun ke bawah.
Alfa menggandeng tangan Safa,keduanya jalan beriringan,Mamah dan Papah melihatnya dan merasa senang.
"Pagi Mah Pah,,"
"Pagi,,"jawab keduanya.
"Ayo sarapan,ini mamah sudah buatkan roti panggang nya,dan susu hangat buat kamu,"mamah memberikan piring ke Alfa.
Karena Alfa kalau pagi ngga mau makan nasi,sedang Safa dan kedua mertuanya sarapan nasi goreng.
Ke empatnya lalu sarapan,Mamah mengajak ke rumah sakitnya nanti jam 10 pagi,menunggu Alfa lebih baik.
"Papah mau ikut ngga nanti,?"
"Papah ngga bisa ikut,papah ada janji ketemu teman,"
"Oh iya udah,,"jawab mamah.
Keduanya duduk sambil menikmati teh hangat dan cemilan.
Jam setengah sepuluh Alfa mengajak Safa ke kamar,Alfa mau mandi karena akan bersiap pergi ke rumah sakit.
Saat Alfa mandi Safa merapikan dandanannya,dan menuruti keinginan Alfa untuk rambutnya tetap di gerai.
Kaca mata masih tetap di pakainya,karena Safa tidak mau melepasnya lagi,alasan Safa takut karena pasti dirinya di kira Sasi.
Safa duduk menunggu Alfa keluar dari kamar mandi,tidak lama Alfa keluar dan hanya pakai handuk yang menutupi bagian bawah saja.
Safa langsung menunduk dan pura pura sibuk main hp,Alfa yang tau Safa merasa ngga nyaman langsung buru buru pakai baju.
Setelah siap keduanya turun dan memanggil Mamah untuk berangkat,mamah yang sudah siap lalu mereka berangkat.
Sampai di rumah sakit Mamah yang mendaftarkan,Safa dan Alfa hanya menunggu,dari tadi Alfa tidak melepaskan genggaman tangan Safa,terus saja di gandeng nya.
Tidak lama Safa di panggil suster untuk masuk,Dokter langsung memeriksa Safa dan Safa di suruh tiduran,Alfa berdiri di dekat Safa,saat Dokter memeriksa perut Safa,Safa sedikit malu karena ada Alfa di sebelahnya.
Alfa yang tau Safa sedikit risih,Alfa matanya melihat ke layar komputer,"Ini calon anak bapa,dan semuanya baik,,ini masuk 5 Minggu yah Pak,,Bu,,"
"Ya mana itu Dok anak saya,?"tanya Alfa.
__ADS_1
"Yang ini,,yang hanya titik hitam,dia masih sangat kecil,,"Dokter menujukan nya,Alfa yang melihat itu calon anaknya Tersenyum tipis.
Mamah langsung mengucap syukur karena senang sekali akan punya cucu.
"Ini cucu pertama ya Bu,,?"tanya dokter.
"Iya Dok,,ini cucu pertama saya,makanya saya sangat senang,"
Dokter selesai memeriksa,dan Dokter sudah memberikan resep obat nya,setelah itu mereka pun pamit.
Mereka langsung pulang karena Alfa merasa pusing,di mobil Alfa terus memijiti kening nya,mobil akhirnya sudah sampai rumah.
"Mah,,Alfa pengin makan es buah tapi pakai duren ada ngga yah ,"saat masuk kedalam rumah.
"Iya nanti mamah pesankan,kalian istirahatlah dulu,,"
"Iya Mah,,"Alfa lalu mengajak Safa ke kamarnya.
Alfa membuka bajunya karena merasa gerah,sekarang Alfa hanya pakai celana pendek saja dan langsung tiduran.
"Saya pusing banget dan gerah,maaf yah Saya ngga pakai baju,,"kata Alfa sambil memijit keningnya.
"Iya,,,"jawab Safa pelan.
"Kemari lah kalau mau istirahat,"sambil Alfa mengeset badanya.
Safa lalu duduk di kasur,dan melihat Alfa sambil memejamkan matanya sambil tanganya memijit keningnya.
"Apa Mau saya ambilkan obat,biar pusingnya hilang,,?"
"Ngga usah,nanti juga sembuh,,"
"Apa mau saya bantu pijitin,,?"Alfa langsung membuka matanya.
"Apa serius mau pijitin,,"Safa mengangguk.
Alfa langsung bangun dan meletakan kepalanya di pangkuan Safa dengan senang.
Safa lalu memijit kening Alfa dengan pelan,Alfa sangat menikmatinya.
Alfa lalu memiringkan badanya,wajahnya menghadap ke perut Safa,tangan Alfa mengusap perut Safa dengan pelan.
"Apa Saya boleh menciumnya,,?"sambil mendongakan wajahnya,Safa mengangguk pelan.
Alfa tersenyum, lalu mencium perut Safa yang masih rata tapi masih di lapisi baju.
Safa merasa ada desaran aneh di dalam dadanya saat Alfa menciumi perutnya.
"Sayang,,ini papah,,kamu dengar ngga,,sehat sehat yah di dalam perut mamah,,kata Alfa berbicara di depan perut Safa,Safa yang melihatnya diam,tapi di dalam hatinya tersenyum melihat kelakuan Alfa.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...