Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Sudah Di Putuskan


__ADS_3

Papah langsung menatap ke pada dua putrinya secara bergantian,yang satu terus menunduk ketakutan dan yang satu diam tapi seperti kosong.


Mamah diam tapi menangis ,Mamah memberi kode ke Papah dengan mengelengkan kepalnya,Mamah melarang Papah emosi,karena kasihan kepada putri putrinya yang jadi korban.


Papah mendekat ke Sasi,sedang Mamah mendekat ke Safa,kedua orang tua itu memeluk putrinya.


Keduanya juga bingung harus bicara apa,karena pasti tetap akan ada yang tersakiti.


"Dek,,,, Sasi,,,kamu ngga papa kan sayang,,ini sudah takdir dari Tuhan,percaya sama Papah,pasti Alfa dan Kaka juga ngga ingin seperti ini,,"kata Papah yang membuat air mata Sasi akhirnya jatuh.


"Adek,,Adek ngga papa Pah,,,semua sudah terjadi dan Adek ikhlas,,Kaka pasti di sini yang paling sedih,,"Mata Sasi melihat Safa yang memang lebih sedih,Sasi rupanya teringat tentang kejadian Safa kemarin kemarin hari yang terlihat ketakutan apa lagi saat ada Alfa.


Mamah mendengar perkataan Sasi langsung ikut memeluk Sasi.


"Adek anak baik,,pasti akan datap jodoh yang lebih baik dari Tuhan,,,"sambil menangis Mamah bicara dan tetap memeluknya.


Setelah lebih tenang,Sasi pamit untuk ke kamar,karena Sasi tidak mau mendengar pembicaraan mereka.


"Ya sudah Sanah ke kamar,tapi di temani Mba yah,,"


"Ngga usah mah,,Adek ngga papa kok,,Adek sendiri saja,,"Alfa mendengarnya dan sedikit melihat ke Sasi ,tapi Sasi dari tadi tidak mau melihat ke Alfa.


Sasi berpamitan kepada orang tua Alfa,bagai mana pun Sasi harus punya sopan santun.


Mamah Alfa memeluk Sasi,"Maafkan Alfa ya sayang,,Alfa juga tidak mau akan begini tapi semuanya memang sudah terjadi,pasti ada jodoh terbaik untuk kamu,kamu anak baik sayang,"

__ADS_1


"Iya Tante,,Amin,,"Sasi lalu berjalan ke kamar.


Di raung keluarga kedua orang tua langsung bicara tentang pernikahan yang akan di percepat.


"Kita percepat saja,dalam Minggu ini kalau bisa,karena kandungan Safa sudah mau masuk 5 Minggu,,kalau di nati nati perut pasti akan makin besar,"kata papah Bimo.


"Tapi kalau satu Minggu kita tidak akan cukup untuk mempersiapkan semua,,"jawab papah Alfa.


"Kita hanya akan adakan akad saja,tidak ada pesta,,"


"Kenapa seperti itu,Alfa anak saya satu satunya,dan saya ingin pernikahan Alfa di buat semeriah mungkin,,"


"Saya juga ingin seperti itu,menikahkan putri saya dengan meriah,impian saya malah hancur karena perbuatan anak bapak,Saya ingin kedua putri saya menikah bersama karena mereka kembar,tapi kenyataanya impian saya gagal,tapi saya tidak ingin egois,karena posisi sekarang tidak memungkinkan untuk membuat pernikahan seperti itu,anak saya sedang hamil muda dan dia dalam nyidam,nanti saat acara pasti dia akan kelelahan,apa itu tidak membahayakan anak saya dan calon anaknya,saat ini yang penting akad dulu,,jangan pikirkan pesta,kalau Bapak ingin mengadakan pesta silakan tapi tunggu anak yang Safa kandung lahir,lagian dalam agama bukanya nanti setelah anak itu lahir Safa dan Alfa harus menikah lagi ,"Papah Bimo bicara panjang lebar sambil sedikit emosi.


"Ya baiklah kalau begitu,,kita adakan akad aja dulu,,kapan kita akan menikahkan mereka pak Bimo,,"


"Pernikahan akan di adakan di rumah saya,dan saya ingin dalam Minggu ini,silakan bapak enaknya ingin hari apa,,?"


"Kalau saya ingin hari Jumat siang aja,gimana,,?"


"Berarti dua hari lagi dari sekarang,"


"Iya Pak,,"


"Baik,,semuanya saya yang akan urus,bapak dan Ibu tinggal datang saja di hari Jumat siang,"

__ADS_1


"Baiklah kalau semuanya akan pak Bimo urus,kalau butuh bantuan pak Bimo tinggal bilang saja,,"Papah Bimo hanya menjawab iya.


Setelah berbincang cukup lama,jam sudah pukul 10 malam,lalu Keluarga Alfa pamit pulang.


"Maafin Kaka Mah Pah,,"Safa sambil menangis.


"Ngga sayang,,kamu ngga usah minta maaf,ini memang sudah terjadi dan sudah kehendak yang di atas,,"


"Iya benar kata mamah,,sudah jangan sedih,,sekarang Kaka istirahat aja,,ayo ke kamar,,"Mamah dan Papah mengantar Safa ke kamarnya,setelah Safa tiduran,keduanya keluar,lalu melihat Sasi di kamarnya yang sedang duduk dan diam.


"Sayang,,,kok belum tidur,,"Sasi hanya menggeleng.


"Kapan Kaka mau menikah Mah,,?"Mamah tidak langsung jawab tapi melihat ke Papah,papah mengangguk.


"Kaka akan menikah hari Jumat besok,,"


"Adek Besok mau ke rumah anti Tiwi aja ya Mah Pah,"


"Kenapa kok pergi,,ngga sayang Mamah ngga mau,,Mamah nanti malah kepikiran,,"


"Adek ngga bakalan kenapa kenapa Mah,Pah,,percaya deh,kalau Adek di sini malah bikin Adek ngga nyaman dan canggung,kasihan Kaka Mah,Pah,,"


"Ya sudah,,kalau itu yang Adek mau,,Adek sudah dewasa ,jadi papah percaya kalau Adek akan baik baik saja,"ketiganya berpelukan dengan sedih.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2