
Muntaz sedang memegang hpnya,Muntaz sedang bingung ,karena Muntaz ingin telfon Sasi tapi takut ganggu atau Sasi ngga mau mengangkatnya.
"Dia dah punya pacar,nanti kalau aku kirim pesan cuman di baca malu dong,"kata Muntaz bicara sendiri.
"Tapi Aku coba deh,siapa tau dia merespon,?"
"Hai,,lagi ngapain,,?"pesan Muntaz untuk Sasi.
Sasi baru ganti baju dan mau istirahat karena sudah malam,saat mau memejamkan matanya hp nya berbunyi tanda pesan masuk.
Sasi mengambil hpnya,lalu membaca pesannya,"Ini pesan dari siapa yah,,"Sasi tidak tau itu dari siapa.
Sasi melihat foto profil si pengirim pesan,tapi foto profilnya bukan foto orang,fotonya pemandangan kota Turki.
Sasi lalu mengirim pesan,"Maaf ini siapa yah,"
Muntaz yang membacanya langsung senyum,menurut Muntaz asal Sasi mau balas itu sudah cukup senang.
"Aku Muntaz,,masih ingat ngga,,?"Sasi lalu mengingat ingat.
"Oh,Ini yang pak Dokter yah,"
"Iya ,,,kamu sibuk ngga,,?"
"Ngga sibuk,tapi Aku sudah ngantuk dan pengin tidur,"
__ADS_1
"Oh gitu,ya udah kamu tidur ,tapi besok mau ngga Aku ajak nonton,,?"
"Besok yah,,Sasi izin sama pacar dulu deh,kalau di izinkan Sasi mau,,tapi kalau ngga di izinkan ya Sasi minta maaf,,"
"Iya udah,,kamu izin dulu aja sama pacar kamu,,selamat malam,,"Sasi membalas selamat malam juga.
Sasi tersenyum karena ternyata si Dokter ganteng itu mengirim pesan padanya setelah dua hari di kasih no telfonya.
"Ganteng sih,,tapi Aku ngga mau terlalu PD,Aku ngga mau kaya kemaren,,"Sasi lalu tidur karena sudah malam.
Di lain tempat Safa dan Alfa sedang menikmati malam panjang,Safa menikmati permainan Alfa yang sangat lembut menjamah tubuhnya.
Alfa selalu membuat Safa mengeluarkan suara indah dari mulutnya.
Safa yang tadinya takut saat Alfa mau memasukan miliknya ke inti tubuh nya,Alfa selalu bilang jangan takut,,"Jangan takut,,Mas tidak akan kasar,,Mas akan pelan melakukanya,"
Saat milik Alfa sudah masuk,baru Safa sudah bisa menikmati permainan Alfa dan tidak takut lagi.
Safa tadi juga merasa kesakitan,karena baru sekali di masuki,dan yang ini kedua kalinya jadi masih sempit.
"Masih sakit Sayang,,?"tanya Alfa,Safa mengelengkan dengan menahan malu.
"Apa enak,,"Safa mengangguk pelan sambil mengigit bibirnya.
Leher Safa juga terdapat tanda cinta,dan juga di dadanya,Alfa tidak menyia nyiakan kesempatan.
__ADS_1
Jam satu siang Mamah menunggu Safa dan Alfa turun untuk makan siang bersama,Mamah sudah merasa lapar,karena tidak turun juga Mamah akhirnya ke atas.
Tok tok,,,
"Safa,,Alfa,,sayang,, ini sudah siang,ayo turun kita makan siang,,"kata mamah.
"Mas,,Mamah,,gimana ini,,"Alfa menghentikan gerakannya.
"Bilang aja suruh mamah duluan,kita nanti turun,"Sambil berbisik.
"Iya mah,,Mamah makan duluan aja,Safa nanti aja, nunggu Mas Alfa bangun,,"
"Oh gitu,,ya udah,,mamah makan dulu yah,"Safa jawab iya.
Mamah pun turun lagi dan makan siang sendiri ,Alfa dan Safa tersenyum karena gegiatanya terhenti sebentar.
"Kita lanjut lagi Ok,,"Safa mengangguk.
"Kalau nanti sakit bilang yah,takutnya Dede di perut ngga nyaman,"
"Iya Mas,,"
Keduanya terus lanjut,sampai keduanya benar benar merasakan kenikmatan dan merasa puas,sekitar setengah dua mereka sudah selesai,Alfa mengendong Safa menuju kamar mandi untuk mandi bersama,Alfa sebenarnya ingin lagi tapi melihat Safa yang sudah lemas,tidak jadi memintanya.
"Masih ada waktu nanti lagi,,rasanya benar benar gila,sangat nikmat,beda saat dulu Aku memaksanya,,,tubuh istir ku benar benar indah,,"kata Alfa saat melihat Safa yang sedang mandi di bawah air yang mengalir dari sower.
__ADS_1
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
Maaf kalau kurang,besok aku kasih lagi yang lebih asik,Aku takut ngga lolos***,,,