Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
15 juta


__ADS_3

Sekarang semuanya sudah kumpul,dan Papah langsung bicara.


"Nak Tama dan Nak Alfa,saya sebagai orang tua dari Safa dan Sasi menginginkan mereka berdua menikah bersama,untuk nak Alfa Om sudah tau pasti sudah siap,sedang nak Tama saya tadi sudah dengar nak Tama ingin menikahi Safa tapi karena tabungannya belum cukup jadi belum berani untuk menikahi Safa,saya bukanya sok kaya atau gimana,tapi untuk nak Tama tidak usah memikirkan biyaya pernikahan,semua biar saya yang urus,yang penting Safa dan Nak Tama bahagia,"Tama mendengar itu sebenarnya sangat malu sebagai laki laki yang mau menikah kok ngga bermodal.


"Maaf Om,,tapi saya kurang setuju kalau seperti itu,,"kata Tama,dan membuat Safa menatap Tama.


"Kenapa tidak setuju,,?"


"Saya merasa malu dan seperti laki laki pecundang yang ingin menikah tapi ngga ada modal,apa nanti kata orang orang,dan kata keluarga Om sendiri,pasti dari keluarga Om nanti ada yang memandang Saya dengan pandangan jelek,,"


"Oh seperti itu,,Nak Tama ngga usah berfikir begitu,keluarga besar saya itu tidak seperti yang Nak Tama pikirkan,mereka orang yang sangat baik dan tidak akan bicarakan masalah uang,,dan kalau orang yang bicara nak Tama ngga usah pedulikan,karena ini dari keluarga kita yang meminta,"


"Tapi Saya rasanya tetap ngga bisa Om,,"Safa sudah terlihat sedih dan menunduk,Papah melihatnya Safa yang seperti itu,begitu juga Mata ekor Alfa rupanya memperhatikannya juga.


"Ya sudah sekarang begini saja,,nak Tama punya uang berapa sekarang,biar nak Tama bisa yang bayar pak penghulu dan buat mahar,,"Tama sedikit malau mau bicara,tapi karena melihat Safa yang terlihat sedih Tama mengatakannya.


"Saya hanya ada 15 juta saja Om,,"


"Itu cukup banyak kok,,bisa buat bayar penghulu sama Mahar,,gimana Nak Tama mau kan menikah dengan Safa yang pernikahannya akan di gabung dengan Sasi dan Nak Alfa,"Safa melihat ke Tama dan sebaliknya Tama pun menatap Safa.

__ADS_1


Safa mengangguk pelan,,"Baik lah Om kalau begitu saya setuju,tapi saya mohon maaf sebesar besarnya ke pada Om dan Tante,karena Saya bukan calon menantu yang tidak bisa di banggakan,,"


"Kita tidak melihat calon menantu kita dengan hartanya,yang penting kalian sayang dan tanggung jawab ke anak anak kita itu lebih dari cukup,,harta bisa di cari tapi kebahagiaan itu susah di cari,,"


"Iya Om,,terimakasih,,,"


"Besok atur waktu,bawalah orang tua kalian ke sini,kita akan adakan pertemuan untuk membicarakan pernikahan,,"Papah menyuruh Alfa dan Tama untuk membawa orang tuanya ke rumah.


"Baik Om,,"


"Iya Om,,"


Sasi terlihat bahagia karena tidak lama lagi akan menikah,tapi Safa justru bingung,karena sebelum menikah Safa harus sudah bicara ke Tama kalau dirinya sudah tidak perawan lagi.


Mereka sudah siap untuk berangkat,Safa terlihat cantik,walau kaca mata masih terpasang.


Keempatnya lalu berpamitan ,setelah itu keluar bersama, "Kita naik motor ngga papakan,?"tanya Tama.


"Ngga papa,,"jawab Safa.

__ADS_1


"Kaka,,kita naik mobil aja,Kak Tama juga sekalian,motor Kak Tama tinggal di sini,biar kita nanti pulang juga bareng,"


"Kita naik motor aja ngga papa,udah ayo kita berangkat keburu malam,"kata Safa sambil pakai helem.


"Serius nih Kaka naik motor,"


"Iya,,udah ayo berangkat,"


Alfa naik mobil dan menutup pintunya dengan kencang,membuat Sasi dan Safa kaget.


"Sudah naik Sanah,"Kata Safa ke Sasi.


Alfa rupanya merasa kesal karena Safa memilih naik motor dari pada naik mobilnya.


Alfa lalu menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Sasi.


Begitu juga dengan motor Tama,,Motor Tama menyelip mobil,dan Alfa bisa melihat kalau badan Safa sangat dekat dengan badan Tama.


Membuat Alfa merasa panas,lalu Alfa membawa mobilnya lebih cepat karena tidak ingin melihat Safa bersama Tama.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2