Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Makan Makanan Turki


__ADS_3

Muntaz dan Sasi sudah ada di dalam mobil,dalam hati Muntaz masih terus merasa senang karena Sasi ternyata belum punya pacar.


"Tadi Devan bicara apa sama kamu,,?"


"Dia bilang ngga boleh malam malam ngantar kamu pulangnya,,"


"Oh,,,"


"Tadi dia juga bilang kalau dia itu bukan pacar kamu,tapi kalian hanya sodara,,"Sasi malah tersenyum.


"Oh,,Devan dah bilang,,iya kita memang sodara sepupu,,"


"Syukur lah,,Aku merasa lega,,"


"Kenapa lega,,?"


"Ya karena Aku ngga ganggu pacar orang,,"Sasi hanya senyum.


Sampai di restoran keduanya langsung turun dari mobil,Muntaz ternyata membawa Sasi ke restoran Turki.


"Kamu suka makanan Turki,,?"


"Eemmm,,Aku belum pernah makan makanan Turki,,"


"Serius kamu belum pernah,,"


"Iya,,karena kita itu ngga suka makanan luar negri gitu,,kita pencinta makanan daerah Indonesia,,"


"Oh gitu,,tapi ini kamu aku ajak ke Restoran Turki gimana,,apa kita cari restoran Indonesia aja,,?"


"Udah ngga papa di sini,,Aku juga pengin coba makanan Turki ,"


Keduanya berjalan masuk ke dalam restoran, Restoran ini rupanya milik Om Muntaz dan muntaz sudah sangat kenal dan akrab dengan semua karyawan nya.


"Hai Muntaz,,wah kamu datang bersama cewek,,pacar kamu yah,,"salah satu pelayan restoran,dan bicaranya pakai bahasa Turki membuat Sasi tidak tau bicara apa.


"Bukan pacar,tapi baru pendekatan,,"

__ADS_1


"Oh seperti itu,,ya udah ajak temanmu duduk ,"


"Iya,,"


"Kamu kayanya sudah sangat akrab dengan pelayan di sini,,?"


"Iya,,karena Aku sering datang ke sini,,ayo duduk,,"Muntaz menarik kursi untuk Sasi duduk.


Pelayan tadi rupanya langsung bicara ke om nya Muntaz yang ada di dapur,bilang kalau Muntaz datang bersama seorang Cewek.


"Syukurlah kalau dia sudah punya kekasih,berarti tugasku untuk menjaganya sebentar lagi akan selesai,,"Kata Om Muntaz.


Omnya itu lalu keluar dari dapur,Omnya tidak langsung ke meja muntaz melainkan mengintipnya ,om ingin melihat wanita yang di bawa Muntaz ke restoran nya ini,karena ini baru pertama kalinya selama Muntaz dan om nya tinggal di Singapura,Muntaz baru mengajak seorang wanita ke restoran nya.


"Cantik,,,pintar sekali itu anak cari wanita,,sepertinya orang Asia,,"kata Omnya dalam hati saat melihat Sasi.


Muntaz lalu memberikan buku menu pada Sasi,,"Mau pesan apa,,?"


"Makanan Turki yang enak apa,,Aku ngga tau,,"


"Kalau kebab tau,,oh ya aku mau kebab,,"


"Baiklah,,kamu mau minuman khas Turki ngga,,"


"Boleh,,apa namanya,,?"


"Namanya Boza,,Aku pesankan Pilav juga yah,,itu sejenis nasi khas Turki,,"Sasi pun menjawab iya.


Setelah pesanan di catat oleh Muntaz,Muntaz memberikanya pada pelayan.


"Jangan lama lama,,"


"Iya siap Bos,"kata si pelayan,keduanya masih pakai bahasa Turki membuat Sasi tidak tau mereka bicara apa.


"Apa Aku boleh mengenalmu lebih dekat,,?"


"Tujuan kamu apa ingin mengenalku lebih dekat,?"

__ADS_1


"Aku menyukai kamu dari semenjak pertama melihatmu,,"Sasi tersenyum tipis,bukan karena suka,tapi Sasi merasa Dejavu dengan kata kata menyukai dari pertama kali melihatmu.


"Apa itu bisa di katakan cinta pada pandangan pertama,,?"


"Ya bisa di bilang begitu,"


"Tapi bagiku ngga ada tuh cinta pada pandangan pertama,"


"Tapi Aku serius,,"


"Aku juga serius,,kamu mau dengar cerita cintaku yang baru saja kandas ngga,?"


"Boleh,,Aku mau dengar,,"


"Aku baru saja putus dengan kekasihku yang sebentar lagi mau menikah,makanya Aku meninggalkan Indonesia,dia pernah bilang padaku begini,,Aku menyukai kamu dari pertama melihatmu,dan itu sama seperti yang kamu katakan tadi kan,tapi kenyataanya saat hari di mana Aku dan dia mau menikah sudah di tetapkan,ternyata Dia menghamili kaka ku sendiri,,dan akhirnya dia menikahi kaka ku,,luka hati ku masih ada dan belum kering,jadi kalau kamu ingin mendekati ku,,silakan saja,tapi mungkin kamu butuh waktu lama untuk membuat lukaku itu sembuh,"


Sasi juga menjelaskan tentang kenapa Kekasihnya itu bisa menghamili kakanya.


"Oh jadi kamu kembar,,dan kekasih mu itu salah orang,,di kira kamu tapi padahal itu kakamu,,"Sasi mengangguk.


"Asal kamu membuka hati untuku,Aku akan selalu sabar menunggu Samapi luka kamu itu sembuh,dan kamu mau menerimaku,,"


"Ngapain kamu mau menungguku yang ngga tau mau sampai kapan luka itu sembuh,bukanya di luar sana banyak wanita cantik,,"


"Tapi Aku menyukai kamu,,jadi Aku akan menunggu kamu saja,,"


"Ya terserah ,,kalau itu mau kamu,,"


Makanan pun datang,keduanya lalu makan bersama,"Gimana enak ngga,,?"


"Enak,,,pantas kamu sering makan di sini,,"


"Iya,,,"


Selesai makan, keduanya memutuskan pulang,tapi Muntaz membungkus 3 kebab untuk keluarga Om Sasi.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2