
Sasi di Singapura sudah mulai aktif kerja di cabang perusahaan milik Om Alvin tapi di kelola Om Adit suami Tante Tiwi.
Sasi juga bekerja dengan anak Tantenya,yang bernama Devan,keduanya cukup akrab karena umur mereka juga tidak beda jauh,jadi Sasi ada teman untuk mengobrol dan teman untuk jalan jalan.
Sasi juga sering di ajak Devan kumpul dengan teman temanya,teman teman Devan campuran dari beberapa negara,mereka teman Devan saat kuliah.
"Kak,,nanti malam mau ikut gabung lagi ngga sama teman teman Devan ,,?"tanya Devan ke Sasi saat keduanya sedang makan siang di kantin kantor.
"Emang teman teman kamu ngga risih kalau Kaka ikut,,?"
"Ngga lah,,malah mereka seneng,,"
"Tapi ngga di club'kaya kemarin kan ,,?"Devan tersenyum.
"Ya di sana lah kak,di mana lagi,"Sasi terlihat malas.
Soalnya kemarin Devan bohong pada Sasi,katanya cuman mau nongkrong di cafe,tapi malah ke Club.
"Ngga ah,,kalau kesana malas,,"
"Ayo lah kak ikut,kalau Kaka ngga ikut pasti Devan ngga bakalan boleh pergi,,"
"Kok bisa gitu,,"
"Iya,,mamah sama Papah takut Devan salah pergaulan,padahal Devan hanya ngobrol ngobrol biasa dan ngga minum juga kok,kalau Kaka ikut kan Devan bisa alasan temani Kaka jalan jalan nikmatin malam di Singapura,"
"Kamu tuh pinter banget sih manfaatin Kaka,"
"Ya maaf,,tapi Kaka juga jenuh kan kalau Kaka di rumah aja,,ini malam Minggu loh,Mau yah,,pliss,,"Sasi sedang berfikir.
"Ya udah ok,tapi jam 11 kita harus sudah pulang,,"
"Yes,,,Siap,,"Devan terlihat senang.
Lalu Devan menelfon teman temanya untuk mengajak mereka kumpul,setelah selesai telfon Devan dan Sasi lanjut kerja.
Sore harinya Sasi dan Devan pulang bersama Papah Adit,sampai di rumah Devan langsung mencari mamahnya.
__ADS_1
Sasi masuk ke kamarnya,"Dev,,kamu mau kemana,,?"tanya papah karena Papah ngga tau kalau Devan mau ke mamahnya.
"Mau ke Mamah Pah,,"
"Mau ngapain,,"
"Ada deh,,"jawab Devan sambil senyum senyum ngga jelas.
Keduanya masuk ke kamar,dan mamah baru saja selesai mandi.
"Sore Mah,,"Devan langsung mencium mamahnya yang sedang duduk di depan meja rias.
"Sore Sayang,,ada apa kok tumben ke kamar mamah,,?"tanya mamah,Papah yang tadi lihat Devan mencium mamah langsung protes.
"Devan,,kamu tuh main cium duluan aja,harusnya papah dulu yang cium mamah,,"Papah selesai bicara langsung cium mamah.
"Ya elah,,pelit Amat sama anak Pah,,"
"Mah Pah,,nanti malam Devan mau pergi sama kak Sasi yah,,"
"Ya jalan jalan aja,,"
"Jangan bohong,,kamu jangan ajakin kaka mu yang ngga engga yah,dia tuh cewek,"
"Iya Pah,,Devan tau,ya ngga mungkin Devan ajakin kak Sasi yang ngga bener,"
"Kok Sasi ngga bilang ke mamah kalau mau pergi,,"
"Orang baru tadi kak Sasi bilang mau perginya sama Devan,boleh kan Mah,,"
"Boleh,,tapi pulangnya jangan malam malam yah,ingat jagain kak Sasi,,"
"Siap Mah,,ya udah Devan ke kamar dulu,"
Devan keluar dari kamar orang tuanya,lalu pergi ke kamar Sasi dulu,dan bilang kalau sudah di izinkan pergi.
"Iya,,ya udah Kaka siap siap,,"
__ADS_1
Jam delapan malam, Devan dan Sasi berangkat,setelah berpamitan kepada mamah dan papah.
Devan membawa mobilnya ke clab ,tempat di mana sudah janjian bersama teman temanya.
Sasi dan Devan langsung masuk,suara musik sudah terdengar kencang,lalu Devan mengandeng Sasi menuju teman temanya.
"Akhirnya datang juga kamu Dev,,"kata temanya,(mereka mengobrol pakai bahasa Inggris ceritanya yah )
"Iya dong,,sorry telat,,"
Teman Devan ada 5 orang ,dan ada bule juga cina,mereka sudah bawa pacar sendiri sendiri,rupanya Devan ajak Sasi untuk pura pura jadi pacarnya.
Teman teman Devan pada minum,Devan tidak berani minum karena takut ketahuan Orang tuanya.
Setelah pada Minum semuanya turun untuk berjoget,Devan pun ikut turun,Sasi tidak mau karena malu.
Sasi lalu pergi menuju toilet,saat baru keluar dari toilet tiba tiba ada wanita muda yang menabrak dirinya dan muntah di baju Sasi.
"Ya Tuhan,,,kamu kenapa muntah di bajuku,,kotor kan,,iihh,,,bau,,"kata Sasi.
Dan yang menabrak Sasi terjatuh ke lantai,Sasi bingung antara mau bantu apa mau ninggalin cewe itu ,Sasi merasa Jiji dengan muntahan di bajunya.
"Hai,,,bangun,,kamu ngga boleh tidur di sini,,"kata Sasi mengoyangkan tangan cewe itu.
Dari belakang ada seorang pria yang mengahmpirinya,,"Ainur,,,,"cowok itu langsung menggendongnya.
Cowok itu lalu bicara pakai bahasa Inggris ke Sasi.
"Tadi dia menabrak ku dan muntah di bajuku,Trus pingsan,,"
"Maaf membuat bajumu kotor,,ini uang buat beli baju,,ini Adiku memang sangat susah dibilangin,,"
"Tidak usah terimakasih,nanti saya cuci aja,,bawalah adik anda,kasihan dia juga kotor karena muntah,,"
Lalu cowok itu pun pergi mengendong adiknya ,Sasi terus menatap nya,karena cowok itu sangat tampan,tinggi ,hidung mancung putih dan bewokan,,seperti orang Turki.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1