
"Hamil,,,,"Tama Dan Linda sama sama kaget.
"Dokter pasti salah ,,ngga mungkin Safa hamil Dok,kita baru mau menikah,dan kita belum pernah melakukan hubungan badan,,jadi ngga mungkin Safa hamil,Dokter coba cek ulang,,siapa tau Dokter salah periksa,,"Tama terus kekeh.
"Pemeriksaan Saya tidak salah Pak,,memang pasien sedang hamil,saya sudah 15 tahun jadi Dokter jadi ngga mungkin saya salah,kalau anda tidak merasa melakukanya mungkin calon istri anda melakukanya dengan orang lain,,saya permisi,,"
Dokter pergi dan Tama langsung menatap Linda dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Lin,,kamu pasti tau,,katakan padaku sekarang semuanya,?!"nada suara Tama berbeda.
Linda terlihat takut ,dengan rasa takut Linda cerita semua tentang pemerkosaan yang Safa alami.
"Brengsek,,kenapa kalian ngga bicara padaku,akan aku bunuh dia,,"Tama sampai menonjok Tembok saat Linda selesai bicara.
"Sabar Tama,,tenang,,kenapa Safa dan Aku ngga cerita karena Safa memikirkan perasaan adik dan orang tuanya,,Safa juga rasanya putus asa dan hancur,Safa juga ingin cerita ke kamu tapi Safa takut,takut kamu akan meninggalkannya,dan Safa juga pikir ngga akan sampai hamil,tapi nyatanya begini,pasti sekarang Safa sangat sedih dan hancur,karena Safa sudah sangat bahagia akan menikah dengan mu,,"Tama duduk sambil berfikir.
Suster datang dan bilang kalau Safa sudah sadar,"Iya Sus kita akan masuk,"kata Linda,suster lalu pergi.
"Tama,,ayo kita masuk,kita lihat Safa,,"Tama tidak menyahut dan diam saja.
"Tama ayo,,"
"Ngga,,kamu aja yang masuk,Aku mau pergi dulu,,"
"Mau kemana kamu,,?"
"Aku akan pergi cari orang yang harus bertanggung jawab dengan semua ini,"
"Tama kamu jangan cari masalah,"
"Aku tidak cari masalah,tapi Aku hanya ingin orang itu yang berbuat jadi dia harus yang bertanggung jawab,"
Tama langsung pergi,Linda lalu masuk ke dalam karena Tama sudah benar benar terlihat marah.
Safa sedang menangis tersedu sedu,"Safa,,"Linda langsung mendekat dan memeluknya.
"Aku harus gimana Lin,,Aku tidak ingin mempermalukan keluargaku dan menyakiti perasaan Adiku,,Aku ingin mati saja Lin,,"
__ADS_1
"Jangan bicara seperti itu Fa,,semua ini pasti ada jalanya,kamu tenanglah,,"
"Apa tadi ada mas Tama,?"Linda mengangguk.
"Apa dia sudah tau semuanya,?'Linda mengangguk lagi,Safa langsung menangis dengan kencang,lalu sambil memukuli perutnya,Linda melihat itu menahan tangan Safa.
"Jangan Fa,,dia ngga tau apa apa,bagai manapun dia tetap anakmu darah daging mu,"Safa masih terus menangis.
Tama membawa motornya dengan kencang,Tama mau ke kantor Alfa,Tama sudah sangat marah dan ingin buat perhitungan dengan Alfa,karena dia telah menghancurkan dan menyakiti perasaan Safa.
Sampai di kantor Alfa,Tama langsung ingin bertemu dengan Alfa,karena tampang Tama yang terlihat marah,satpam melarangnya masuk.
"Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini, Alfarizi,,"
"Ada keperluan apa ya Pak,,"
"Keperluan pribadi,jadi biarkan saya masuk,"
"Tapi sepertinya Bapak sedang emosi,sebaiknya nanti saja datang lagi,"
"Tidak,,saya mau sekarang,,"
Di situ jadi keributan antara Tama dan dua satpam,Fero yang baru dari luar melihat keributan itu,lalu mendekat dan bertanya.
"Ada apa ini,kenapa ribut ribut,,"
"Ini pak ,bapak ini memaksa ingin bertemu pak Alfa,tapi bapak ini sedang emosi,"Fero melihat ke Tama.
"Apa keperluan apa ya Pak dengan Pak Alfa,"
"Ada masalah pribadi,kalau sampai saya tidak di pertemukan dengan nya,jangan salahkan saya kalau saya akan sebarkan aibnya dia di depan kantornya sendiri,"
Fero lalu bilang mau menelfon Alfa dulu,"Halo,, Bos,,"
"Iya ada apa,?"
"Ini ada orang mau bertemu Bos,dan dia bernama,,"
__ADS_1
"Siapa nama bapak,,?"tanya Fero pada Tama.
"Saya Tama,,"
"Namanya Tama Bos,dia ingin bertemu dengan BOS,,"
"Ada apa yah,,"
"Ngga tau Bos,tapi dia bilang ingin bicara sama bos,"
"Oh ya udah suruh naik aja,"
"Ayo pak anda di bolehkan naik,,silakan ikut saya,,"kata Fero.
Pak satpam mau ikut karena takut ada apa apa,tapi Fero melarangnya karena ada dirinya ini,pikir Fero.
Sampai di atas Tama di suruh masuk ,dan Alfa yang melihat Tama datang langsung berdiri dan mempersilakan Tama duduk di sofa.
Fero di suruh keluar oleh Alfa,dan Fero pun menurut,tapi Fero rupanya takut ada apa apa jadi berjaga di depan pintu,karena Fero melihat Tama yang sedang emosi apa lagi tadi mengancam akan menyebarkan aib Alfa.
"Ada masalah apa kamu ke sini,tumben,,,"Tama langsung menatap tajam Alfa saat Alfa selesai bicara dengan santai.
Tanpa menjawab pertanyaan Alfa,Tama bangun dari duduknya dan mendekat ke Alfa.
"Dasar bajingan,,brengsek ,kurang ajar kamu,,"Tama sambil memukuli Alfa tanda ada jeda,Alfa yang tidak tau kalau Tama mau memukul tidak sempat untuk menghindar atau melawan.
"Kamu memperkosa Safa calon istriku,apa salah Safa sampai kamu tega melakukanya,"Tama terus saja memukuli Alfa sambil mulutnya terus berkata,Fero yang dengar suara gaduh langsung masuk.
"Bos,,setop,,,"Fero langsung menarik Tama.
"Lepas,Akan Aku bunuh manusia tidak beradap itu,,"
"Cukup,,,kalau bapak masih terus memukuli bos saya,akan saya laporkan ke polisi,,"Fero masih dengan menghalangi Tama.
"Ayo kita ke polisi,,bos mu itu telah memperkosa calon istriku,dan sekarang dia hamil anaknya,,"Alfa yang tadi nya masih kesakitan sambil memegangi perut dan wajahnya langsung menatap Tama saat dengar perkataan Tama yang bilang hamil.
"Apa,,Hamil,,,Safa Hamil,,,"
__ADS_1
******jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih******...