
Sasi hari ini tidak masuk kerja,karena Sasi saat ini sedang tidak enak badan , cuaca di Singapura sedang sangat dingin.
Sasi di kamarnya belum bangun dari tempat tidur,sedang Devan bersama Papahnya sudah pergi kerja,Tante yang kuatir Sasi sakit masuk ke kamarnya sambil bawa sarapan.
"Sayang,,ayo sarapan dulu,biar bisa minum obat,,"kata Tante sambil masuk,Sasi masih meringkuk di bawah slimut.
"Tapi mulut Sasi ngga enak Tan,,rasanya pait,,"
"Iya,,tapi harus di paksa,,ini Tante juga bawa teh manis hangat,biar badan kamu hangat,,"Sasi lalu duduk dan minum dengan pelan.
Tante memegang kening Sasi yang panas langsung mengajaknya ke Dokter.
"Ngga usah Tante,,nanti juga sembuh kalau sudah istirahat,,"
"Tapi ini panas banget loh,udah ayo kita periksa,Klinik dari sini dekat kok,Tante takut kamu kenapa kenapa,,nanti Mamah kamu marahin Tante,,udah ayo Tante bantu ganti baju,,"Tante Tiwi ambil baju di lemari,lalu memakaikanya ke Sasi.
Setelah Sasi siap,Tante menunggunya ke bawah,"Tunggu di sini,Tante ambil tas dulu yah,,"Sasi hanya mengangguk.
Setelah Tante siap keduanya berangkat ke klinik,Tante bawa mobil sendiri.
Hanya 10 menit mobil sudah sampai di klinik,"Ayo turun,,kita sudah sampai,,"Sasi sambil memegangi kepalanya turun dari mobil.
__ADS_1
Keduanya masuk, Tante sambil menuntun Sasi,sampai di dalam Tante menyuruh Sasi untuk duduk,karena Tante mau mendaftar.
Setelah mendaftar,mereka menunggu panggilan,15 menit kemudian Sasi di panggil suster untuk masuk.
Tante dan Sasi masuk ke dalam,Dokter mempersilakan duduk.
Dokter bertanya kepada Sasi apa yang di rasa nya,Sasi menjawab nya,Sasi dan dokter saling pandang sesaat,karena keduanya sama sama sedang mengingat pernah ketemu di mana,tapi karena Sasi sedang pusing Sasi pun masa bodo tidak ingin mengingatnya.
Sedang si Dokter rupanya ingat dengan Sasi,"Apa ini putri ibu,,?"tanya Dokter(mereka ceritanya bicaranya pakai bahasa Inggris yah)
"Bukan Dok,ini keponakan saya,Sasi anaknya Kaka saya yang baru datang dari Indonesia baru mau dua bulan ini,makanya Sasi kaget dengan pergantian cuaca,,"
"Oh,,pantas,,mari Nona silakan,biar saya periksa,,"Sasi melihat ke Tantenya,dan si Tante mengangguk.
"Maaf ya Nona saya periksa dulu,,"Sasi diam saja ngga membalasnya.
Dokter mulai memeriksa semuanya,setelah selesai Sasi di suruh turun lagi,Dokter menulis resep untuk Sasi.
"Ini resep obatnya ibu,,"sambil memberikan kertasnya.
"Iya Dok makasih,,"
__ADS_1
"Ini kartu nama Saya,kalau ada yang darurat silakan bisa hubungi saya ,,"
"Oh iya Dok terimakasih,"Suster yang melihat Si Dokter memberikan kartu namanya merasa heran tapi tetap diam saja.
Tante dan Sasi lalu pergi dari klinik setelah membayar,"Dok,, kenapa dokter kasih kartu nama dan bilang bisa di panggil,bukanya Dokter selama ini ngga mau kalau dapat panggilan di luar jam tugas,"Si Dokter tersenyum.
"Buat dia saya mau di panggil kapan saja,sudah sus jangan di bahas,lanjut ke pasien lagi aja,"Suster jawab iya.
Tante sudah berhenti di depan klinik,lalu Tante turun dan Sasi yang menunggu di mobil, Sasi duduk sambil mengingat itu Dokter siapa,karena Sasi merasa pernah bertemu.
"Ya Tuhan,,Aku ingat sekarang,,dia itu bukanya,,,,"sambil Sasi menganggukan kepala.
Di Jakarta ,Safa sedang merapikan baju baju Alfa ke dalam koper,karena Alfa mau pergi ke Bali.
"Mas,,mau bawa baju berapa,Saya sudah bawakan segini,,"
"Udah itu cukup,ngga usah banyak banyak,"Sasi lalu menutup koper.
"Jangan lupa bawa obat obatan Mas,,"
"Iya,,ini sudah malam kita tidur yuk,"Safa mengangguk dan keduanya tidur sambil pelukan.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...