
Hari berlalu,Muntaz tidak pernah menyerah untuk mendekati Sasi,Muntaz selalu kirim pesan dan tiap jam makan siang Muntaz sering mengirim makanan untuk Sasi.
Sasi sampai merasa ngga enak,karena selalu di kirim makanan tapi di ajak ketemu atau cuman di antar pulang dari kantor Sasi ngga mau.
Siang ini Muntaz mengirim makanan khas Jakarta,yaitu sayur asem,sambel dan ikan Asin,Muntaz rupanya mencari di Mbah Google untuk cari tau makanan kesukaan orang Indonesia.
Sasi tersenyum melihat makanan yang di antar untuknya,"Ya Tuhan,,dia benar benar,,ini dapat sayur kaya gini pesan dimana lagi,"saat Sasi melihat isi dalam kotak makanan,di situ tertera tulisan selamat makan semoga suka dari Muntaz.
Sasi sebelum makan mengirim pesan ke Muntaz"Trimakasih,,makanya sudah ku trima,"
Muntaz langsung membacanya dan hanya tersenyum,,Muntaz tidak membalasnya karena sedang ada pasien.
Saat Sasi sedang makan Hpnya berbunyi tanda panggilan dari Safa,Sasi pun mengangkatnya.
"Halo,,kak,,"
"Halo Dek,,lagi apa,,?"
"Ini lagi makan,,"
"Makan pakai apa,,?"
__ADS_1
"Pakai sayur asam,sambal sama ikan asin,"
"Apa,,serius kamu makan pakai kaya gitu,,?"
"Iya serius,,"Sasi memfotonya lalu mengirim ke Safa.
"Kok di Singapura ada sayur asem gitu,,"
"Ya ada dong kak,di sini kan ada Restoran Indonesia,"
"Iya juga yah,,oh iya Dek,eemm dua hari lagi kan ulang tahun perkawinan mamah dan papah,kamu ngga ingin balik gitu,,nanti kita buat kejutan,gimana,,?"Sasi ngga langsung menjawab tapi berfikir dulu.
"Eemm,,Sasi lihat kerjaan dulu ya kak,besok Sasi kabarin,bisa pulang apa ngga,"
"Iya kak,,"
Telfon pun mati,Lalu Sasi jadi ngga lanjut makan,karena merasa bingung,di satu sisi pengin pulang karena kangen sama orang tua dan Safa,tapi di satu sisi Sasi ngga mau bertemu Alfa,karena pasti ngga nyaman kalau bertemu dengannya.
Rupanya Sasi belum bisa melupakan kejadian di mana kegagalan pernikahannya saat hari H sudah di tentukan.
Malam harinya Tante melihat Sasi yang terlihat murung,Tante lalu mengajaknya bicara agar tau Sasi kenapa.
__ADS_1
"Sasi lagi bingung Tan,dua hari lagi ulang tahun pernikahan mamah dan papah,Sasi pengin pulang,tapi Sasi ngga ingin bertemu dengan laki laki itu,"
"Apa kamu marah dan benci padanya,,?"
"Marah sama benci ngga,cuman Sasi kecewa,kenapa bisa begitu,dan Sasi ngga ingin bertemu dengannya juga,karena pasti kita akan canggung,"Tante tersenyum.
"Itu namanya kamu masih marah padanya,kamu kalau ngga marah dan ikhlas pasti kamu ngga akan canggung bertemu,menurut Tante kamu sudah harus terbiasa bertemu dengannya dan mengikhlaskan nya,karena dia sudah jadi suami kaka mu,cepat atau lambat pasti kamu akan sering ketemu nantinya,"
"Iya Tan Sasi tau,,tapi saat ini rasanya Sasi belum mau bertemu dengannya,"
"Kamu harus hilangkan rasa itu,kamu apa ngga kasihan sama orang tua kamu ,di hari bahagia mereka kamu ngga ada,sedang kan mereka punya anak cuman dua,pasti mereka akan sedih kalau ngga ada kamu di antara mereka,buang jauh jauh rasa kecewa dan Marah mu itu,ini demi orang tua kamu,"Sasi diam.
"Kaka kamu juga bahagia kan bersamanya,harusnya kamu juga bersyukur kaka mu itu
bahagia,,karena di antara mereka saat menikah itu keterpaksaan,"Sasi masih Diam.
"Pulanglah,,kasih kebahagiaan di hari ulang tahun pernikahan Mamah dan Papah kamu,dan iklaskan semuanya,,"
Sasi sebenarnya sudah ikhlas,tapi namanya manusia kadang tiba tiba punya rasa kesal,karena teringat kejadian itu.
"Iya Tan,,Sasi akan pulang,,Sasi harus terbiasa dan menerima dia yang sudah menjadi Kaka ipar Sasi,Kaka bersamanya sangat bahagia,kaka sudah berubah penampilan demi dia,jadi Sasi harus ikut bahagia,,"Tante langsung memeluk Sasi.
__ADS_1
"Kamu anak baik sayang,pasti kamu nanti dapat jodoh yang terbaik dari Tuhan,,"Sasi menjawab Amin dengan pelan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....