
Alfa masih memeluk Safa ,dan Safa masih diam dan menikmati pelukan Alfa,rupanya Safa merasa nyaman dan hangat dalam pelukan Alfa.
"Ya Tuhan,,kenapa rasanya sangat nyaman,dan bau badan Mas Alfa kenapa membuatku tenang,ada apa ini,,apa karena Aku sedang hamil anaknya,,dan anak ini tau kalau papah nya yang sedang memeluknya,"Kata Safa dalam hatinya.
Sampai akhirnya ada yang mengetuk pintu kamar Alfa,Alfa lalu melepaskan pelukan nya dan membuka pintu.
"Ada apa mba,?"
"Maaf Mas ,,di suruh ibu turun untuk makan malam,,"
"Oh iya,,nanti saya turun,"
"Iya Mas,,"Alfa menutup pintu kamarnya lagi.
Safa sudah duduk dan sedang merapikan rambutnya,"Mamah sama Papah sudah menunggu kita untuk makan malam,"kata Alfa.
"Saya mau cuci muka dulu,"
"Iya,,"Safa masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah selesai keduanya lalu keluar dan berjalan menuju meja makan sambil beriringan.
"Maaf Mah Pah,,kita ketiduran,"
"Iya ngga papa,duduk lah ayo kita makan,,"
Alfa dan Safa lalu duduk,Mamah lalu yang mengambilkan makanan buat Safa,karena mamah tau pasti Safa malu untuk ambil makan, karena mamah sudah pernah seperti ini,pertama ke rumah mertua pasti masih malu.
"Ini buat Safa,makan yang banyak ya sayang,biar sehat kamu dan Dedeknya,"sambil memberikan piring ke Safa.
"Iya Mah makasih,"Safa melihat piringnya yang penuh makanan langsung bingung kalau di habiskan ngga mungkin tapi kalau ngga habis ngga enak sama mamah mertuanya.
__ADS_1
Alfa melihat ke Safa yang dari tadi melihat ke piringnya,"Makan lah,kalau nanti ngga habis akan Saya bantu habiskan,"Alfa seakan tau apa yang Safa pikirkan,Alfa bicaranya juga pelan.
Safa mengangguk pelan,dan mulai makan,Mamah banyak cerita apa saja makanan kesukaan Alfa,Safa sambil makan terus sambil mendengarkannya.
Sampai tidak terasa makanan di piring Safa sudah tinggal dikit,hanya ada udang dan potongan Ayam nasi satu sendok lagi.
Safa melihat ke Alfa,tanpa Safa bicara Alfa sudah tau dan mengambil makanan nya di piring Safa,Mamah dan Papah melihatnya tapi mereka diam saja.
Selesai makan,semua mengobrol sebentar di ruang keluarga,saat sedang mengobrol hp Safa bunyi tanda panggilan,ternyata dari Mamah.
"Halo Mah,,"
"Halo sayang,,kamu kok belum pulang,kamu baik baik saja kan,,?"
"Iya Mah,Kaka baik,Kaka malam ini mau tidur di rumah Mas Alfa Mah,"Safa bicaranya sangat pelan.
"Oh kamu mau tidur di situ,ya udah ngga papa,ya udah kalau gitu,,"
"Mamah Safa telfon,,?"tanya Mamah.
"Iya Mah,,tadi soalnya Safa belum kasih tau kalau mau menginap di sini jadi Mamah kuatir,"
"Oh,,iya,,besok kita jadi ke rumah sakit yah,,Safa mau kan,?"
"Iya mah,Safa mau,,"
"Mamah mau ambilkan baju daster buat Safa yah,biar tidurnya nyaman,,"Safa menjawab iya.
Setelah mamah kasih daster ke Safa,Safa dan Alfa masuk ke kamar,Alfa lanjut dengan laptopnya dan Safa ganti baju di kamar mandi,Setelah selesai Safa naik ke kasur dan memainkan hpnya.
Safa sudah mengantuk tapi Alfa masih sibuk dengan laptopnya di sofa,Sama melihat ke Alfa yang sedang serius melihat laptopnya dan jarinya terus mengetik.
__ADS_1
Safa terus menatap Alfa ,dan Safa terasa senang saat menatap Alfa yang sedang serius seperti itu,karena Alfa makin terlihat tampan.
Alfa rupanya merasa ada yang menatapnya,lalu mengangkat wajahnya,dan benar saja Safa sedang menatapnya,Alfa pun tersenyum.
"Kenapa,,kok belum tidur,,?"Safa hanya menggeleng.
Alfa mematikan laptopnya,dan berjalan ke kasur,Alfa naik ke kasur dan ikut tiduran.
Keduanya saling hadap dan saling pandang,Alfa mengusap pipi Safa dengan pelan,"Tidurlah ini sudah malam,,"Kata Alfa.
Safa tetap diam,rupanya Safa merasa ingin di peluk tapi tidak mau mengatakannya,entah mengapa ada rasa aneh di dalam dadanya yang menginginkan pelukan Alfa,sepertinya anaknya yang ingin di peluk,tapi Safa terus menahan nya karena malu kalau meminta peluk duluan.
"Apa boleh Saya memeluk kamu,?"Tanya Alfa,Safa diam tapi menganggukan pelan kepalanya.
Alfa tersenyum lalu makin mendekati Safa,dan.langsung memeluknya,Alfa meletakan kepala Safa di atas lengannya.
Alfa melepaskan kacamata Safa,dan di letakan nya di atas meja dekat ranjang kasur.
"Tidurlah ini sudah malam,tidak baik buat kamu tidur malam malam,"Alfa lalu dengan berani mencium kening Safa,dan Safa memejamkan matanya,lagi lagi bau badan Alfa sangat menenangkan dirinya.
Keduanya tidur dengan Alfa yang memeluk Safa,seperti biasa nya,Alfa pagi harinya muntah muntah sampai lemas, Safa lalu sudah langsung membantu Alfa untuk memijit lehernya tanpa takut dan malu,karena kasihan melihat Alfa yang muntah muntah.
Alfa duduk di closet setelah selesai muntah dan merasa lemas,Safa yang melihatnya sungguh kasihan,lalu Safa mengusap keringat di kening Alfa.
Saat Safa mau pergi,Alfa melarangnya,"Mau kemana,,?"
"Saya mau buatkan teh manis hangat dulu,"
"Ngga usah,Saya hanya butuh kamu,"Alfa menarik tangan Safa agar mendekatnya,lalu Safa berdiri di depan Alfa,dan Alfa memeluk pinggang Safa dan meletakan kepalanya di perut Safa sambil masih duduk di closet.
Safa diam melihat apa yang Alfa lakukan,"Anak Papah yang pintar,,kamu menghukum papah dengan cara seperti ini,,tapi Papah akan kuat sayang,asal selalu ada mamah di samping papah, kamu sama mamah harus selalu sehat yah,,"sambil mengusap perut Safa yang rata,dan menciuminya,Safa yang melihat itu reflek mengusap kepala Alfa dengan tanganya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...