
Alfa sudah merasa lega setelah minta maaf pada Sasi,rasanya beban di badanya sudah hilang,dan pikiran pun sudah tidak di Bayangi rasa bersalah.
Di mobil Alfa menggenggam tangan Safa dan sesekali di ciuminnya,bibir Alfa selalu tersenyum.
"Makasih ya sayang,kamu telah membantu Mas untuk minta maaf,membuat beban dan rasa bersalah Mas hilang seketika,rasanya pikiran Mas sudah cerah,"
"Iya Mas sama sama,Saya ikut senang kalau Mas sudah merasa lebih plong sekarang,"
Alfa membawa mobilnya ke rumah Safa,dan jam sudah menujukan pukul 9 malam.
Muntaz sudah tau Sasi pulang ke Indonesia,sudah 2 hari Muntaz tidak berkomunikasi dengan Sasi.
Muntaz ingin tau apa Sasi mau mengirim pesan padanya duluan atau tidak,tapi ternyata Sasi sama sekali tidak mengirim pesan padanya,padahal Muntaz ingin sekali sekali Sasi mengirim pesan padanya duluan.
Muntaz akhirnya mengirim pesan pada Sasi karena sudah sangat ingin tau kabar Sasi.
"Malam Sasi,,lagi ngapain,yang pulang ke Jakarta ngga ada kabarnya nih,"pesan yang Muntaz kirim.
Sasi sedang di kamar mandi,jadi tidak tau kalau ada pesan masuk di hpnya,Muntaz sudah lemas karena pesannya tidak di baca juga oleh Sasi.
"Ya Tuhan,,apa jam segini dia sudah tidur,apa dia sedang sibuk atau jangan jangan dia ngga mau baca pesan dariku karena dia sedang sama laki laki,"Muntaz merasa gelisah.
__ADS_1
Sasi keluar dari kamar mandi,lalu ke kasur untuk tiduran,Sasi melihat ke hpnya ternyata ada pesan masuk.
"Muntaz kirim pesan,,tumben,,"kata Sasi sambil buka pesan dari Muntaz.
"Malam juga Muntaz,maaf di sini Aku lagi sibuk bikin acara kejutan buat orang tuaku,"
Muntaz yang masih pegang hp langsung melihat ke layarnya,Muntaz langsung tersenyum melihat pesan dari Sasi.
"Oh gitu,,kirain kamu sudah lupa sama Aku,,emang acaranya kapan,,?"
"Ngga lah masa Aku lupa sama kamu,kamu kan orang baik yang selalu kasih Aku makan siang,,acaranya besok malam,"
"Oh besok malam,,semoga lancar yah acara kejutannya,,Aku tuh bukan orang baik tapi orang yang kasihan karena menunggu jawaban dari wanita yang di cintai nya terlalu lama,sampai rasanya ingin menyerah ,"Sasi tersenyum membacanya.
"Apa seperti itu,,"
"Ya iya,,makanya jangan menyerah,"
"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu,tunggu aku di Jakarta,Aku akan datang menemui orang tuamu langsung,dan minta restu juga izin untuk menikahi kamu,,"Sasi hanya tersenyum membacanya.
Dan keduanya menyudahi berkirim pesannya, Sasi menganggap pesan Muntaz hanya obrolan biasa,tapi tidak bagi Muntaz,dia serius ingin datang ke Jakarta untuk menemui Sasi dan keluarganya.
__ADS_1
Muntaz menelfon Devan ,Devan yang sedang bersama teman temanya di cafe langsung mengangkatnya.
"Kamu tau no telfon ku dari siapa,,?"
"Kamu ngga perlu tau,,Aku cuman ingin tau alamat rumah Sasi yang ada di Jakarta,"
"Buat apa kamu tanya itu,?"
"Aku akan ke Jakarta menyusulnya,"
"Apa,,kamu serius,,apa kamu sudah pernah ke Jakarta,,"
"Belum,,tapi Aku pasti bisa ke sana,,"
"Aku lupa alamat rumah Sasi soalnya Aku udah lama ngga pulang ke Jakarta,Aku kasih no telfon anak om ku aja yah,dia pasti bisa bantu,,"
"Boleh deh kirimkan yah no nya,,"Devan jawab iya.
Devan mengirimkan no telfon Alka putra Sasongko,dia adalah anak pertama om Alfin.
Setelah dapat Muntaz langsung mengirim pesan,ternyata Alka belum tidur dan langsung memberi alamat rumah Sasi dan juga rumah orangtuanya,Alka tadinya ngga percaya,tapi Muntaz mengirimkan foto dirinya dan Sasi,Muntaz juga mengirim pesan dari Sasi untuknya saat tadi berkirim pesan.
__ADS_1
"Sasi,,tunggu Aku di Jakarta,,Aku akan datang menjemputmu sebagai istriku,,"kata Muntaz setelah dapat alamat rumah Sasi dan rumah Om nya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...