
Hari berlalu,dan pesta pernikahan Sasi dan Safa akan di gelar besok hari,Safa dan Sasi sudah dapat gaun pengantin ,gaun yang mereka pakai kembar tapi milih Safa lebih besar,memang Safa sebelum hamil juga sudah gemuk,di tambah sebelum hamil juga badan Safa memang sudah berisi ketimbang Sasi.
Safa di rumah tidak boleh capek,dan Alfa sudah ambil cuti tidak kerja.
Sasi dan Muntaz masih sama sama nganggur belum mulai bekerja.
"Mas kamu lagi ngapain,,?"tanya Sasi ke Muntaz ,saat ini keduanya ada di kamar dan Muntaz sedang duduk di sofa sambil memangku laptop.
"Mas sedang melihat lowongan kerjaan di beberapa rumah sakit,,"
"Oh,,gitu,,semoga dapat ya Mas,,"sambil duduk sebelah Muntaz.
"Iya amin,,kalau nanti gajih ku kecil ngga papa kan sayang,,"
"Ya ngga papa Mas,,namanya awal kerja ya gitu,,"
"Iya,, Makasih yah kamu ngga marah karena Mas mulai dari Nol lagi,,"
"Buat apa marah sih Mas,Rezki semuanya sudah ada yang ngatur,, baut apa Mas gajih besar tapi ngga ada waktu buat Sasi,,ngga papa gajih kecil juga yang penting kita saling menerima dan kita ada waktu bersama,,"
"Iya,,sayang,,sekali lagi Makasih,,"Muntaz mencium kening Sasi.
Di kamar sebelah Safa dan Alfa sedang tiduran,"Sayang,,Mas boleh minta sesuatu padamu,,?"
"Minta Apa Mas,,"
"Mas Minta pengertian mu,,Sasi dan Muntaz akan menetap di Jakarta,dan mereka pastinya akan tinggal di sini,gimana kalau kita tinggal di rumah mamah,nanti kita akan sering ke sini kok,dan kamu mau kesini kapan aja apa mau menginap di sini Mas tidak akan melarang,tapi apa kamu mau untuk tinggal di rumah mamah,Mas dan Sasi sudah biasa aja dan tidak lagi canggung,tapi rasa sungkan itu pasti masih ada,kalau kamu mau Mas akan izin ke mamah papah untuk membawamu pindah,mereka pasti akan mengerti dan di sini Mamah papah juga ngga akan kesepian karena ada Sasi dan Muntaz,,jadi gimana Yang,,"Safa masih mendengarnya.
Sasi berfikir memang benar perkataan Alfa,Mamah Alfa apa lagi di sana sendirian makanya sering sakit karena selalu kesepian dan ngga ada teman,rumah mereka ngga begitu jauh masih bisa main kapan aja karena dekat tidak butuh sampai 30 menit sudah sampai.
"Iya Mas,,Safa mau kita tinggal di rumah Mamah,,"
"Apa kamu serius sayang,,?"
"Iya,,Saya serius Mas,,"
"Makasih,,Mas mencintaimu sangat sangat,,"Alfa memeluk dan menciumi Safa.
Malam pun tiba,karena besok hari pesta,Mamah menyuruh Safa dan Sasi tidur cepat,karena besok pasti akan sangat capek.
Mereka semua menurut dan tidur cepat,pagi harinya mamah dan papah sudah sibuk karena akan berangkat ke Hotel di mana tempat pesta akan di gelar.
Om Muntaz tidak bisa hadir,tapi satu teman Muntaz bisa datang,jadi Muntaz ada temen pendamping.
"Sayang,,sudah Ayo kita berangkat ke hotel,,"kata Mamah.
"Iya Mah,,"
Semua naik satu mobil dan pergi menuju Hotel,Kamar mereka berderetan agar nanti ngga susah cari.
Sekitar jam 4 sore kedua Mamah,Sasi dan Safa sudah di dandani,kalau laki laki ngga begitu susah jadi ngga lama mereka bersiap.
Jam 7 kurang tempat acara sudah ramai ,keluarga besar dari Mamah Rara dan Keluarga Alfa sudah pada hadir,sekitar jam 7 tepat MC sudah memulai acaranya.
Sampai lah pada saatnya dua pengantin keluar,keduanya berjalan berpasangan dan di belakang berjalan lah papah dan mamah mereka.
Semuanya sudah banyak yang tau kalau Safa dan Sasi sudah menikah duluan,dan mereka juga banyak yang sudah tau kalau Safa sedang hamil.
Rangkaian acara satu persatu sudah berjalan,dari sambutan pengantin dan keluarga,acara potong kue pengantin dan acara dansa,,yang terakhir adalah pemberian selamat kepada pengantin,setelah itu baru lah semua tamu menikmati hidangan dan saling mengobrol.
Sekitar jam setengah 11 malam acara selesai,Safa sudah terlihat capek dan lemas,"Mah,, Pah,,kita pamit ke kamar dulu,Safa sudah terlihat capek,,"Alfa pamit kepada kedua pasang orang tuanya.
"Ya sudah kalian istirahatlah,,"
Safa dan Alfa sudah di kamar,Alfa membantu Safa dari ganti baju dan lainya,karena Safa memang sudah merasa capek.
Beda dengan Sasi dan Muntaz,mereka tidak menyia nyaikan waktu dan tempat,di kamar hotel yang sangat indah dan bagus karena di hias untuk pengantin,mereka menikmati malam panjang nya.
__ADS_1
Setelah pesta pernikahan berlangsung dengan megahnya,,tiga hari kemudian Alfa izin kepada kedua orang tua Safa untuk mengajaknya tinggal di rumah orang tuanya.
Orang tua Safa mengizinkan karena alasan Alfa memang ada benarnya.
Sekarang Alfa dan Safa sudah tinggal di rumah orang tua Alfa,mereka sangat senang apa lagi Safa sedang hamil yang pastinya rumahnya akan tidak sepi.
Sedang Sasi dan Muntaz mereka tinggal di rumah orang tua Sasi,Muntaz sudah bekerja di rumah sakit Suasta,Sasi kerja lagi di kantor Om Alvin.
Sasi belum ada tanda tanda hamil,keduanya tidak terlalu memikirkannya karena mereka pikir masih muda juga.
Tapi saat kandungan Safa masuk 9 bulan,Sasi sudah hamil 3 Minggu.
Mamah Rara sangat senang dan bersyukur karena kedua putrinya sudah mau jadi orang tua.
"Mas,,,kamu hari ini ke ke rumah sakit,,?"tanya Sasi.
"Iya kenapa memangnya,,?"tanya Muntaz.
"Sasi pengin kebab tapi Mas yang buatkan,,"rupanya Sasi sedang nyidam.
"Tapi ini sudah siang,kenapa ngga dari tadi bilangnya,Mas akan terlambat ke rumah sakit nanti,"
"Tapi Sasi maunya sekarang,tadi belum pengin,,"
"Ya udah Mas mau telfon rumah sakit, Mas akan masuk Siang bisa ngga yah,"Sasi mengangguk.
Setelah Muntaz bisa masuk siang,Muntaz langsung membuatkan kebab untuk Sasi,Mamah dan Sasi melihat Muntaz di dapur yang sedang memasak.
Beda lagi dengan Safa,Safa dari bangun tidur perutnya sudah merasa sakit,Safa pikir hanya sakit biasa karena kehamilannya baru masuk 9 bulan.
Safa ngga bilang ke Alfa,dan Alfa pun pergi kerja,Safa di rumah sama mamah.
Sekitar jam 9 sakit yang di rasa Safa makin sering.
"Mah,,,Mamah,,,Mbaaaa,,,"Safa teriak dari kamarnya karena terus merasa sakit.
Mamah tidak dengar tapi mba dengar dan langsung mendekati Safa.
"Kenapa Non,,"
"Mba perut Safa sakit,,"sambil memegangi perutnya.
"Ya Tuhan sakit Non,,Mba panggil ibu dulu yah,"tapi Mba menuntun Safa untuk duduk di sofa.
Setelah Safa duduk mba ke kamar mamah,"Bu,, Ibu,,"mba ketuk pintu.
"Ada apa mba,,"
"Itu non Safa perutnya sakit,,"
"Ya Tuhan Safa,,"Mamah langsung jalan cepat.
"Mah sakit,,"
"Apa kamu mau melahirkan yah,aduh mamah harus gimana ini,,"Mamah malah bingung sendiri.
"Bu,,bawa non Safa ke rumah sakit aja,"
"Oh iya,,panggil pak supir sekarang mba,kita ke rumah sakit sekarang,"Mba lari panggil supir,sedang mamah masuk kamarnya untuk bersiap dan ambil hp.
Mamah sambil telfon Alfa,tapi Alfa ngga di angkat aja,rupanya Alfa sedang rapat.
"Ya Tuhan Alfa ngga angkat telfonya juga,,ayo kita berangkat aja dulu sayang,,"
Mba sama Mamah membantu Safa jalan ke mobil,sampai di mobil pak supir membawanya langsung dengan cepat.
Di mobil Mamah menelfon Papah,Papah langsung akan berangkat ke rumah sakit setelah tau Safa mau lahiran.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit Safa langsung di periksa Dokter,ternyata sudah pembukaan 5.
Papah sudah sampai,dan papah di suruh menghubungi orang tua Safa ,dan Alfa juga terus di hubungi.
"Halo Pah ada apa,,?"
"Kamu dari tadi di telfon kok ngga di angkat juga,ini Safa ada di rumah sakit mau melahirkan,,"
"Apa,,serius Pah,,"
"Serius,,buruan ke rumah sakit sekarang,"
"Iya Pah Alfa pergi sekarang,"
Alfa menyuruh Fero menghendel semuanya,karena dirinya mau ke rumah sakit.
Mamah dan Sasi juga Muntaz yang sedang menikmati kebab juga kaget saat papah Alfa menelfon Mamah dan bilang Safa mau lahiran.
Ketiganya berangkat ke rumah sakit,papah Safa juga dari kantor langsung ke rumah sakit.
Alfa sudah sampai dan Safa sudah di dalam ruang bersalin,Safa di temani mamah,dan papah menunggu di luar.
"Kamu kenapa susah di hubungin sih Fa,?"
"Alfa sedang rapat Pah tadi,,"
"Emang kamu ngga tau Safa dari pagi sudah kesakitan,"
"Ngga Pah,,tadi pagi Safa ngga bilang sakit,,"
Papah datang dan ikut gabung menunggu,Sekitar 10 menit Sasi,mamah dan Muntaz datang.
Mereka menunggu pintu di buka,Alfa yang paling kuatir dan ngga bisa duduk,dari tadi mondar mandir saja.
Pintu ruang bersalin terbuka,suster keluar dengan menggendong bayi,Semua lalu bangun dari duduk.
"Suster,,apa itu anak saya,?"
"Iya Pak,"
"Gimana istri saya di dalam,"
"Ibu sedang di bersihkan,sebentar lagi keluar,saya permisi dulu mau membersihkan si bayi,"
"Tunggu sus,,cucu saya laki laki apa perempuan,,?"tanya Mamah.
"Cucu ibu laki laki dan terlahir lengkap dan sehat,,"semua mengucap syukur.
Setelah itu Alfa masuk ke dalam ruang bersalin,sedang yang lain ikut ke suster untuk melihat Anak Safa.
"Sayang,,kamu baik baik saja kan,"Alfa mendekati Safa dan langsung mencium keningnya.
"Iya Mas,,Saya baik,,"dengan suara lemas nya.
"Maaf Mas ngga bisa menemani kamu,"
"Ngga papa Mas ,kan ada Mamah,"
Suster membersihkan Safa,setelah itu Safa di bawa keruang rawat.
Di ruang rawat sangat ramai,dan semuanya berkumpul,Safa yang sudah melahirkan sedang Sasi yang sudah hamil.
Kembar bernama Safa dan Sasi keduanya sudah menemukan pasangan hidupnya,dan keduanya hidup bahagiaaa....
***Tamat.....
Trimakasih buat Kaka Kaka semuanya yang sudah mendukung dan suka cerita ini,Aku akan lanjut cerita baru nanti,,
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih***...