Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Membicarakan Tentang Pesta Pernikahan


__ADS_3

Papah ,Mamah , Sasi dan Muntaz selesai makan malam,ke empatnya lalu mengobrol sebentar,Mamah dan papah rupanya sedang mengajak Sasi dan Muntaz bicara tentang pesta pernikahan.


Sebenarnya Sasi dan Muntaz sudah sama sama ingin masuk kamar,tapi keduanya ngga enak sama papah dan Mamah.


Sekitar jam 9 malam, mamah menyuruh Sasi dan Muntaz masuk ke kamar,mamah juga tau mereka ingin menikmati waktu berdua dan menikmati malam pertama mereka.


"Iya,,Mah,,Pah,,Adek sama Mas Muntaz ke kamar dulu,,"dengan rasa malu Sasi bicara.


Sasi lalu mengajak Muntaz dan muntaz juga pamit dulu,Papah dan Mamah tersenyum melihat Sasi dan Muntaz yang seperti malu.malu gitu.


"Mah,,ngga terasa yah sekarang anak anak kita sudah menikah dan semoga mereka selalu di beri kebahagiaan dan di beri banyak anak biar rumah kita rame,,"


"Iya Pah,,waktu sangat cepat berlalu,makasih ya Pah sudah jadi suami dan papah yang bertanggung jawab dan selalu memberi kita kebahagiaan,,"


"Iya Mah,,papah juga terimakasih karena mamah selalu menemani papah di saat susah dan senang,"Papah lalu memeluk papah.


Sedang Sasi dan Muntaz di kamar merasa bingung dan grogi sendiri,Muntaz duduk di pinggir kasur,sedang Sasi masuk ke kamar mandi,Sasi bingung dan malu makanya masuk ke kamar mandi .


Muntaz melihat ke arah pintu kamar mandi,karena Sasi ngga keluar juga,setelah menunggu 7 menitan Sasi sudah keluar,dan Sasi sudah ganti baju,Sasi pakai baju tidur atasan dan bawahan,bajunya tidak ada lengan hanya tali kecil saja,dan celananya sangat pendek sebatas lutut,Sasi menunjukan lengan dan kakinya yang putih mulus.


Muntaz bangun dari tidurnya lalu duduk ,mata Muntaz menatap ke arah Sasi terus.


Muntaz turun dari kasur dan berjalan mendekati Sasi,Sasi diam berdiri dan menunduk,Muntaz dengan pelan memeluk Sasi,hidung Muntaz sudah mencium bau wangi tubuh Sasi,Muntaz mencium pundak Sasi,dan Sasi merasakan geli , badan Sasi sampai kaku.

__ADS_1


Muntaz merasakan badan Sasi yang kaku lalu melepas pelukannya , Muntaz mengajak Sasi ke kasur.


Keduanya duduk di pinggir kasur,"Bolehkah Aku meminta hak ku sebagai suami malam ini,,?"sambil memegang tangan Sasi.


Mata mereka saling tatap,Sasi tidak menjawab tapi Sasi menganggukan kepalnya,Muntaz tersenyum senang.


Pertama Muntaz mencium kening Sasi,"Kamu ngga usah tegang yah,,Santai saja,Aku tidak akan main kasar kok,,"Sasi hanya mengangguk lagi.


Muntaz berlahan mendorong badan Sasi ke kasur,Muntaz mencium kening Sasi setelah Sasi tiduran,lalu ciuman itu turun ke bawah,ke dua pipi dan ke bibir.


Sasi memejamkan matanya dengan tanganya yang mengepal,Sasi merasakan geli geli nikmat,Muntaz ada berwok nya jadi saat mencium Sasi merasakan geli gimana gitu,karena pipinya terkena bulu berwok.


Muntaz mencium bibir Sasi, Sasi membuka bibirnya biar Muntaz bisa leluasa,tadinya Sasi hanya diam,lama lama Sasi pun ikut menikmati ciuman itu.


Tangan Muntaz menemukan daging kenyal,lalu dengan pelan Muntaz memainkannya,Sasi seperti orang kejang saat Muntaz memainkan dadanya.


Ciuman Muntaz di bibir di lepasnya,Muntaz melihat ke wajah Sasi sebentar dan wajah Sasi sangat seksi menurutnya saat sudah terang*sang.


Muntaz melanjutkan lagi ciuman nya,ciuman Muntaz sekarang turun ke leher,dan tangan Muntaz sudah masuk dalam baju agar bertemu langsung dengan daging kenyal.


Sasi akhirnya dari mulutnya mengeluarkan rintihan,karena permainan bibir dan Tangan Muntaz yang sungguh membuatnya merasa terbang.


Untung saja Safa dan Alfa ngga ada,dan kamar mamah sama papah di bawah,jadi mereka bisa leluasa mengeluarkan suara kenikmatan.

__ADS_1


Muntaz tidak membuat tanda pemilikan di leher,karena Muntaz malu tapi dia berniat akan bikin di daerah yang tertutup.


Muntaz melepaskan baju Sasi agar lebih mudah untuk memainkan daging kenyal,setelah terbuka dua tangan Muntaz langsung saja memaikannya,bibir Muntaz juga sudah di daging kenyal itu.


Muntaz sangat rakus dan bergantian memainkannya,Muntaz membuat tanda cukup banyak di daging kenyal itu.


Kepala Sasi dari tadi tidak berhenti bergerak dan mulut terus mengeluarkan suara,sedang kedua tangan mencengkram manja rambut Muntaz.


Cukup lama Muntaz memainkan dada Sasi,lalu pergerakan Muntaz turun ke bawah,di tarinya celana Sasi,setelah terlepas Muntaz tersenyum senang,karena mata Muntaz melihat pemandangan indah.


Sasi menggigit bibirnya dan kedua tanganya menutupi inti tubuhnya karena malu Muntaz terus saja menatapnya.


Muntaz menarik tangan Sasi agar tidak menutupinya,tangan Muntaz bergerak untuk mengusapnya,tangan Sasi mengepal karena merasakan geli sambil mulutnya mengeluarkan suara.


Muntaz membuka kaki Sasi,Muntaz sudah bisa melihat semuanya,berlahan Muntaz mendekatkan bibirnya untuk menciumnya.


Sasi langsung merasa kaku badanya saat bibir Muntaz menikmati inti tubuhnya.


cukup lama Muntaz memainkannya sampai Sasi teriak karena merasakan pelepasan,Muntaz tersenyum senang di bawah karena sudah berhasil membuat Sasi pelepasan.


Setelah itu Muntaz membuka celananya dan bajunya,Sasi langsung membuka matanya lebar,"Ya Tuhan,,apa itu bisa masuk,,"Sasi sudah ngeri dulu melihat milik Muntaz yang panjang dan besar.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2