
Esok harinya Safa menelfon Linda,dan cerita tentang apa yang sedang di rasakan dan kejadian kemarin di kantor Alfa.
"Kamu tuh makanya rubah penampilan,gaya kacamata kamu tuh juga harus di ubah,"
"Emang harus gitu yah,,"
"Iya,,biar kamu terlihat cantik,kamu kalau pergi pakai lensa mata aja,kalau di rumah baru pakai kaca mata,"
"Aku bilang Mas Alfa sama orang tuaku dulu yah boleh apa ngga,,?"
"Ngapain kamu bilang ke mereka,pasti mereka ngga bakalan melarang kalau hasilnya kamu nanti makin cantik,,"
"Tapi Aku takut,,"
"Ya udah Sanah kamu izin dulu sama suami dan orang tuamu,,"
"Tapi nanti kalau Aku dapat izin kamu mau temani Aku kan,,?"
"Iya,,nanti Aku temani,,Aku hari ini lagi libur kerja,,"
"Iya,,Makasih yah,,"
Safa lalu turun ke bawah,dan mencari Mamah,Mamah ternyata sedang ada di kamar.
"Mah,,Kaka masuk yah,,"sambil ketuk.pintu.
"Iya,,masuk aja,,"kata Mamah.
Safa pun masuk ke kamar Mamah,"Ada apa,,?"
"Safa mau pergi sama Linda boleh ngga Mah,?"
"Mau ke mana,,Trus udah izin suami kamu belum,,?"
"Mau ke salon,,,Kaka belum izin sih sama Mas Alfa,,"
"Oh ke salon,,kalau mamah sih boleh aja,tapi sekarang kamu itu kan sudah punya suami,jadi kamu harus izin suami yang paling penting,,"
"Iya Mah,,Kaka izin Mas Alfa dulu,,"
"Iya Sanah,,"
"Nanti kalau Mas Alfa kasih Izin Safa langsung pergi sama Linda ya Mah,"
"Iya,,kamu harus hati hati,,ingat kamu sedang hamil,,"Safa jawab iya dan setelah itu Safa pun keluar dari kamar mamah.
Safa menelfon Alfa sambil berjalan ke kamar,"Holo Mas,,"
"Iya Sayang,,ada apa,,?"
"Saya mau izin keluar bersama Linda apa boleh,"Alfa mendengar nama Linda langsung teringat Tama,dan Alfa lama tidak menjawab.
"Emang mau ke mana,,?"
__ADS_1
"Saya pengin ke salon Mas,,"
"Oh,,biar Mas antar yah,,"
"Ngga usah Mas,,Saya sama Linda aja,,Saya akan hati hati dan menjaga Dedek di perut kok,Saya cuman mau ke salon aja,,Mas kan lagi kerja,,"
"Ya udah,,tapi pake supir dari kantor yah,Mas akan suruh supir menjemput kamu,dan mengantar kamu kemana kamu pergi bersama Temen kamu,,"
"Iya udah Mas,,iya,,"
Alfa mematikan telfonya,Alfa lalu menelfon pak supir kantor untuk mengantar kemana istrinya pergi.
Safa dan Linda pun berangkat menuju salon dulu, Safa ingin merapikan rambutnya juga perawatan wajahnya biar lebih kinclong.
Di salon keduanya sekitar dua jam lamanya,Linda rupanya di bayarin oleh Safa.(Di sini ceritanya Safa potong rambut ya kak,kalau di tempatku dunia nyata orang hamil ngga boleh potong rambut,tapi ini cuman cerita halu jadi ngga ada larangan)
Dari salon keduanya menuju optik,untuk mengganti kaca mata dan mencari lensa mata yang bagus dan cocok di mata Safa.
Pak supir dengan setia menunggu di dalam mobil,ternyata Alfa selalu menelfon pak Supir untuk menanyakan Safa kemana saja .
"Ibu sekarang ada di optik Pak bersama temanya,,"
"Mau ngapain ke optik Pak,?"
"Katanya mau ganti kaca mata,,"
"Oh gitu,,ya udah bapak tetap terus ikuti kemana istri saya pergi,dan tolong bantuin kalau istri saya sedang kesusahan,"
"Iya Pak siap,,"telfon pun mati,rupanya Alfa takut kalau Safa bertemu Tama,karena ada Linda,makanya Alfa terus bertanya ke pak supir kemana istrinya pergi.
"Halo Mas,,"
"Iya halo Sayang,gimana udah selesai,?"Alfa menelfon Safa.
"Sudah,,ini sudah mau pulang,,"
"Ke sini aja yah ke kantor Mas,kita nanti pulangnya bareng,,"
"Tapi Linda gimana,,?"
"Linda Antarkan pulang dulu,setelah itu baru kamu ke kantor Mas,,"
"Oh iya Mas,,baiklah,ya udah dulu ya,,"Alfa jawab iya lalu telfon pun mati.
"Ada apa suami mu telfon,,?"
"Dia nyuruh Aku ke kantor,,"
"Bagus,,sekarang tunjukan ke semua karyawan kantor suami kamu kalau kamu itu ternyata sangat cantik,,"
"Ngga usah ah malu,,ngapain sih,,"
"Ngga usah malu,kamu ingin suamimu ngga malu kan dan kamu ingin tunjukan kalau kamu juga cantik kan,sekarang saatnya,"
__ADS_1
Mobil lalu mengantar Linda pulang,tapi Linda menyuruh Safa untuk turun dulu di rumahnya,karena Linda mau make over Safa.
Di kamar Linda, Linda mendandani Safa,dari menyuruh Safa pake lensa matanya dan sedikit make up,rambut Safa sekarang pendek sebahu,rambutnya lalu di gerli biar keriting gitu.
Safa masih tetap pakai baju dres nya karena baju itu sudah sangat cocok.
"Sudah kamu sangat cantik,"
"Cantik menurut kamu ,tapi Aku takut mas Alfa ngga suka,,"
"Pasti dia suka,,udah Sanah berangkat,,"
"Iya,,makasih banget ya Lin,,"
"Iya sama sama,,"
"Oh iya Lin Aku mau nanya sesuatu boleh,,"
"Boleh,,apa kamu mau tau tentang Tama,"Safa mengangguk.
"Dia sudah tidak bekerja di Hotel lagi,semenjak kejadian waktu itu,Aku juga tidak pernah bertemu,sudah sekarang jangan pikirkan dia,kamu sudah menikah dan berbahagialah bersama suamimu,,"
"Aku hanya ingin minta maaf kalau bertemu,"
"Iya,,tapi sekarang dia tidak ada lagi kan,sekarang pergilah,,"
"Iya,,Aku pergi yah,,makasih hari ini sudah menemaniku,"
"Iya,,"
Safa pun pergi dari rumah Linda dan langsung ke kantor Alfa,pak supir juga bilang Safa cantik,tapi di dalam hatinya.
Sampai di kantor Safa terlihat sangat tidak nyaman,dan Safa berjalan sambil sedikit menunduk.
Karyawan kantor yang melihat Safa langsung terheran heran antara Safa sungguh sangat cantik.
"Siang Mas Fero,,"Sapa Safa saat di depan Fero yang sedang duduk di tempat kerjanya.
Fero diam saja karena takut salah itu bukan Safa tapi Sasi,karena kalau Safa berdandan dan tidak pakai kacamata sangat susah di bedakan.
Tapi Fero melihat ke perut dan terlihat buncit,jadi langsung bangun dari duduknya.
"Siang Bu,,mau ketemu Bos yah,"
"Iya Mas,,"
"Silakan masuk aja Bu,,"
"Iya Mas,,makasih,,"Safa lalu masuk ke dalam ruang kerja Alfa.
"Siang Mas,,"
Alfa melihat Safa yang berubah dari rambut ,mata dan make up diam saja,dan masih menatap nya,rupanya Alfa pun takut salah,karena Safa sangat cantik dan mirip Sasi.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...