Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Malu


__ADS_3

Safa dan Alfa sudah pergi ke rumah orang tua Alfa,Safa tadi sudah ganti baju dan membersihkan makeup di wajahnya.


Mamah Alfa sedang sakit makanya Alfa mengajak Safa ke rumahnya.


"Sayang,,kamu ngga papa kan kalau kita ke rumah mamah,,"saat ini keduanya ada di dalam mobil yang melaju.


"Ya Ngga papa Mas,,emang kenapa,,"


"Takut kamu ke paksa , kamu pasti capek tapi malah di ajak pergi,"


"Saya ngga capek kok Mas,Mas ngga usah kuatir,,"Alfa tersenyum sambil mengusap perut Safa.


"Kalian sehat sehat yah,,Kalian adalah sumber kebahagiaan Mas,,"


"Iya Mas,,"Safa memegang tangan Alfa yang sedang ada di atas perutnya.


Lain dengan Safa dan Alfa,Sasi dan Muntaz sudah ada di dalam kamar,keduanya sama sama diam dan grogi.


Mereka memang tidak pacaran dan belum tau apa kebiasaan dan kesukaan masing masing jadi terlihat kaku.


Keduanya duduk di pinggir kasur dan bingung mau apa,Muntaz diam tapi matanya melihat sekeliling kamar Sasi.


"Aku mau ganti baju dulu,"Kata Sasi pelan yang bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Iya,,"Jawab Muntaz.


Sasi berjalan ke arah lemari untuk ambil baju,setelah mengambil baju Sasi langsung masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi Sasi melepaskan baju kebaya dan yang lainya, Sasi tidak mengalami ke susahan,karena tadi MUA nya memberi tau kan cara cara melepas baju dan aksesoris yang menempel di badanya.


Sasi di kamar mandi ada 35 menitan,karena Sasi sekalian membersihkan wajahnya.


Muntaz yang menunggu Sasi lama lalu menidurkan badanya di kasur sambil mencium harum wangi khas Sasi.


"Akhirnya Aku bisa menikahimu,,semoga kita selalu bahagia dan kamu mau menerimaku apa adanya,,"


Muntaz sudah mengundurkan diri dari klinik di mana di bekerja di Singapura,dan sekarang Muntaz mau mencari pekerjaan di Jakarta.


Muntaz tersenyum melihat nya,Sasi menunduk malu.


"Kamu ngga ganti baju,,?"kata Sasi sambil menuju ke meja rias,Sasi mau menyisir rambutnya.


"Hemm,,,iya,,"


Muntaz bilang iya tapi tidak bangun juga,Muntaz rupanya terus melihat ke Sasi yang sedang menyisir rambut panjangnya,Sasi melihat ke kaca dan melihat Muntaz yang sedang menatapnya.


Mata mereka bertemu di kaca ,Sasi sampai merasa malu karena Muntaz terus menatapnya.

__ADS_1


Muntaz lalu bangun dan mendekati Sasi,Muntaz berdiri di belakang Sasi dan mengusap rambut Sasi dengan sayang.


"Kamu sangat cantik,,"mata mereka masih saling pandang, Sasi tersenyum malu saat di puji Muntaz.


Muntaz lalu menyuruh Sasi untuk bangun,keduanya saling hadap,tangan Muntaz mengusap pipi Sasi dengan pelan,Sasi merasa seperti tersengat listrik ada getaran aneh di dalam badanya.


Mata Sasi terpejam dan menikmati sentuhan tangan Muntaz di pipinya.


Jari tangan Muntaz mengusap bibir mungil Sasi,dengan pelan Muntaz mendekatkan bibirnya.


Bibir Muntaz dan Sasi sudah saling menempel, Muntaz hanya menempelkan nya saja,setelah itu Muntaz memundurkan kepalanya.


Sasi membuka matanya karena Muntaz melepaskan ciumanya,sebenarnya Sasi mengharapkan lebih tapi ternyata Muntaz hanya menempelkan saja bibirnya.


Muntaz tersenyum melihat Sasi buka mata, Sasi hanya diam karena malu.


"Kita lanjutkan nanti saja yah,Aku mau mandi dulu,,"Sasi reflek menganggukan kepalanya .


Muntaz memeluk Sasi dulu,"Trimakasih sudah mau menikah denganku,Aku janji Aku akan selalu membahagiakan kamu,Aku mencintai kamu,,"Muntaz bicara sambil memeluk Sasi,Sasi lalu ikut memeluk Muntaz.


Muntaz melepaskan pelukannya,Muntaz mencium kening Sasi dulu,setelah itu baru Muntaz pergi ke kamar mandi.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2