Tidak Mau Di Langkahi

Tidak Mau Di Langkahi
Alfa Selalu Berterimakasih


__ADS_3

Safa masih berdiri di depan pintu,dan masih mendengarkan Alfa muntah muntah,Safa lalu membuka pintu kamar mandinya sedikit untuk melihat Alfa di dalam.


Terlihat Alfa yang masih muntah dan terlihat tersiksa,keringat bercucuran dan lemas,Safa akhirnya masuk,Safa belum tau Alfa seperti itu karena sedang menyidam, Safa kira Alfa sakit.


Safa dengan pelan mengarah ke leher Alfa dan memijitnya,Alfa yang kaget langsung menengok,"Ngga usah kesini,ini sangat jorok,biar Saya sendiri saja,,"


"Ngga papa,,saya cuman ingin bantu memijit,"


Karena Alfa masih mual jadi Alfa tidak bicara lagi,Alfa terus muntah ,setelah 15 menitan Alfa langsung duduk di closet sambil memegang tisu untuk mengusap mulut dan keningnya.


"Saya akan buatkan teh dulu,,"Alfa mengangguk dan Safa keluar.


Safa turun ke bawah menuju dapur,dan meminta mba untuk buatkan teh manis,"Sayang kamu udah bangun,,?"tanya mamah yang baru masuk ke dapur.


"Iya mah,itu Mas Alfa muntah muntah,jadi Kaka mau buatkan teh manis hangat,,"Mamah malah tersenyum.


"Mamah kenapa kok malah senyum ,,?"


"Suami kamu itu sedang nyidam,biasanya nyidam itu kebanyakan perempuan,kalau hamil muda itu kita rasain mual pusing dan susah makan,kalau makan yang asem asem paling suka,tapi kamu kebalik sayang,yang merasakan semuanya justru Alfa suami kamu,bukan kamu,,anak kamu sepertinya sayang ke kamu,jadi papahnya yang merasakan nyidam,,"Safa diam sambil mendengarkan.


"Mamah kata siapa Mas Alfa yang nyidam,?"


"Mamah pertama tau dari mamahnya Alfa,mamah Alfa bilang Alfa kalau pagi selalu muntah muntah dan kepalanya juga pusing,tapi itu pagi aja,sekitar jam 10 Alfa sudah tidak mual dan pusing lagi,dan kemarin mamah lihat Alfa sangat lahap makan rujak buah ,jadi memang benar Alfa yang nyidam,"


"Apa sebelumnya Mas Alfa sudah seperti itu,?"


"Iya,,jadi ikatan batin anak ke papahnya sangat kuat,padahal Alfa belum tau kalau kamu sedang hamil,"


Teh manis hangat pun sudah jadi ,Safa membawanya ke kamar,sampai di kamar Alfa sudah tiduran di kasur karena kepalanya merasa pusing.

__ADS_1


"Ini tehnya,,minum dulu selagi hangat,"Alfa lalu bangun dan duduk.


"Terimakasih,,"kata Alfa sambil mengambil gelas di tangan Safa.


Setelah minum Alfa tiduran lagi,dan memejamkan matanya sambil selimutan,Alfa terlihat seperti orang sakit.


"Apa ingin makan sesuatu,,?"tanya Safa.


"Eemm,,ngga usah repot repot,nanti jam 9 sakit kepala dan mual juga hilang,kamu sedang hamil muda jangan kecapean,Saya akan tidur dulu lagi aja,"Safa hanya mengangguk pelan.


Saat Safa mau pergi ke kamar mandi,dan baru dua langkah,Alfa bilang,"Trimakasih,,,"Safa menengok dan mengangguk pelan.


Safa lalu lanjut ke kamar mandi,sedang Alfa tidur lagi.


Safa sudah keluar dari kamar mandi,Safa keluar dan kebawah karena tidak mau mengganggu Alfa yang sedang tidur.


"Sekarang sedang tidur Mah,,"


"Oh iya biarkan saja,,kamu mau sarapan sayang,"Safa jawab iya.


Papah juga datang dan langsung gabung sarapan,Papah sudah tau tentang Alfa tadi mamah sudah cerita.


Mamah sudah membuatkan roti panggang isi selai coklat buat Alfa, karena mamah Alfa bilang Alfa ngga bisa makan yang berminyak.


Selesai sarapan Safa naik ke atas,dan Alfa rupanya sedang duduk di balkon,tadi Safa di bawah ada satu jaman karena sambil mengobrol tentang Sasi yang katanya kerja di kantor bersama omnya yang ada di Singapura.


"Ini ada roti panggang,makan lah biar perutnya terisi,,"Sambil meletakan piring isi roti di meja yang ada di balkon.


"Iya makasih,,"saat Safa mau pergi lagi Alfa melarangnya.

__ADS_1


"Duduklah di sini,temani saya,,"


Safa bingung antara mau dan tidak,karena tempat duduknya cuman satu tapi memang yang cukup untuk orang .


Safa lalu duduk setelah Alfa sedikit bergeser,"Kita harus sering mengobrol,biar kita terbiasa dan kita tidak canggung lagi,,kita kan teman,,"Kata Alfa, Safa mengangguk,hari ini hari libur jadi bisa buat santai ,apa lagi mereka kemarin baru menikah.


Alfa dengan pelan tangan kirinya mengambil tangan Safa,Safa kaget dan tanganya kaku,tapi Alfa tetap menggenggamnya,tanpa mereka saling tatap,jadi tangan saling genggam tapi mata melihat ke arah lain.


Tangan kanan Alfa sambil mengambil roti panggang yang Safa bawa tadi.


"Nanti sore Saya mau ambil laptop di rumah,apa kamu mau ikut,kalau kamu mau ikut pasti mamah akan senang,ikut kalau kamu bisa,kalau kamu ngga bisa ngga papa,,"


"Iya,,nanti saya ikut,,"


"Makasih,,"Alfa tersenyum.


Alfa dengan pelan menarik tangan Safa yang masih di genggamnya,lalu di letakan di dadanya.


Setelah 1 jam duduk di balkon,keduanya masuk ke kamar,roti panggang sudah habis,Alfa mau mandi,sedang Safa yang melihat koper Alfa,bilang ingin merapikan bajunya di lemari.


"Apa boleh bajunya saya rapikan di lemari,?"


"Apa kamu ngga capek,,?"Safa menggeleng,Alfa pun mempersilakannya.


Safa merapikan baju dan barang barang Alfa yang ada di dalam koper,Alfa selesai mandi dan keluar hanya memakai handuk saja yang menutupi bagian pinggang ke bawah,Alfa mendekati Safa karena mau ambil baju,Safa terlihat kaget dan malu karena melihat Alfa yang ngga pakai baju dan memperlihatkan badanya yang putih juga kekar.


***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


Aku di bagian Alfa dan Safa sedikit lambat yah kak ceritanya,sampai pendekatan mereka makin dekat*** ,,

__ADS_1


__ADS_2