
Aaawww.....
"Maaf,,,"Sasi yang kaget karena trolinya menabrak seseorang di depanya,reflek bilang maaf.
Sasi langsung menatap ke orang yang di tabrak nya,dan ternyata Dokter yang kemarin memeriksa Sasi saat sakit,si Dokter pun melihat ke Sasi.
"Eemm,,maaf,,saya tidak sengaja,apa ada yang terluka,,?"
"Tidak ada,,hanya bokongku saja yang sakit terkena troli yang kamu dorong,"
"Kalau ngga ada yang terluka,Saya permisi dan sekali lagi saya minta maaf,,"
Sasi mau mendorong trolinya lagi dan akan pergi, lalu si Dokter langsung menghentikan nya.
"Tunggu dulu,,kamu yang kemarin sakit kan,,gimana apa sudah sembuh,,?"
"Iya benar Pak Dokter,saya yang kemarin periksa di klinik Dokter, saya sekarang sudah sembuh ,kalau saya belum sembuh ngga mungkin saya bisa belanja,"Si Dokter tersenyum.
"Perkenalkan Saya Muntazsir Ali,"sambil mengulurkan tanganya.
"Sasi,,kalau gitu saya duluan,mari pak Dokter,"setelah melepaskan jabatan tanganya Sasi pun pergi.
Muntaz yang melihat Sasi pergi tersenyum tipis,Muntaz adalah orang Turki,orangnya sangat tampan dan tinggi juga berbewok.
Sasi lanjut memilih sayuran yang ingin di masaknya,Sasi beli Pete dan cumi,juga tempe.
__ADS_1
Setelah belanja apa yang di masak,Sasi berjalan menuju ke Buah,Sasi mau beli buah buat semua orang di rumah.
Sasi beli jeruk ,mangga dan pisang,setelah cukup banyak Sasi memutuskan untuk membayar.
Saat di kasir Sasi mengantri ,dan di belakang Sasi ternyata Muntaz.
Muntaz terus saja memperhatikan Sasi,Sasi yang sadar pura pura biasa aja dan cuek,tapi sebenarnya Sasi merasa deg degan di dalam dadanya,siapa coba yang ngga merasakan deg degan gitu saat di perhatikan orang tampan, Dokter lagi .
Sasi keluar dari supermaket,dan Sasi menunggu taxsi di depan supermarket nya.
Saat sedang menunggu taxsi,ada mobil yang berhenti di depanya,"Hai,,ayo Saya antar pulang,,,"ternyata mobil Muntaz yang berhenti di depan Sasi.
Muntaz melihat Sasi berdiri sedang menunggu taxsi,jadi Muntaz menghentikan mobilnya,dan membuka kaca mobil.
"Tidak usah,trimakasih,,saya mau tunggu taxsi aja,,"jawab Sasi menolak dengan halus.
Muntaz yang melihat Sasi kedinginan lalu keluar dari mobil,Dan Membukakan pintu mobil untuk Sasi,"Ayo masuklah,kamu nanti sakit lagi,,saya tidak akan macam macam,kamu ngga perlu takut,,"Sasi masih berfikir,tapi belum juga menjawab,Muntaz sudah mengambil kantong belanjaan Sasi.
Akhirnya Sasi pun mau ikut,dan naik ke mobil,Muntaz menutup pintu mobil setelah Sasi masuk.
Muntaz membawa mobilnya keluar dari supermarket,"Alamat rumahnya di mana,,?"
"Di daerah MM,,,"
"Oh itu dekat dari tempat klinik ku bekerja,"Sasi hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
"Kamu kerja apa kuliah,,?"
"Saya sudah kerja,,"
"Kerja di mana,,"
"Di perusahaan dekat dengan apartemen Kembar situ,"Sasi tidak ingin kasih tau nama perusahaanya,karena tidak begitu penting.
"Sudah lama,,?"
"Belum,,baru mau dua bulan,,"
"Oh gitu,,,yang kemarin antar kamu ke klinik itu mamah ,,?"
"Bukan,,itu Tante,,Saya tinggal di rumah Tante,"Muntaz menganguk kan kepalanya.
Akhirnya mobil sampai di depan rumah Tante,"Terimakasih sudah mau mengantar,"Kata Sasi dan akan turun,tapi Muntaz menahannya.
"Tunggu sebentar,,"Sasi lalu menengok.
"Ada apa,,?"
"Boleh kah Saya minta no telfon mu,,"Sasi diam berfikir dulu.
"Akan saya kasih kalau kita bertemu lagi lain waktu,,"Sasi lalu keluar,Muntaz tersenyum karena Sasi rupanya tidak semudah yang di pikirkan.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...