
Mereka berdua berpisah di depan kantor, Alya melanjutkan perjalanannya ke Laundry cukup jauh dari kantor, sementara Misel dia sebenarnya ingin mengajak Alya pergi ke mall untuk berbelanja keperluan besok, sekaligus Misel ingin mengubah penampilannya untuk terlihat menarik.
Awalnya Misel ingin mengajak Alya untuk memilihkan beberapa peralatan make up yang cocok untuknya namun karena merasa tidak enak jadi Misel membatalkan niatnya.
Next....
Alya sekarang sudah tiba di Laundry, dia membawa nasi kotak untuk makan siang beserta beberapa cemilan, cukuplah untuk dirinya dan Lea menghabiskan waktu untuk mengobrol.
"Alya... Kamu baru datang? Kemana saja, kemarin nggak masuk?". Tanya Lea.
Sebelumnya Alya belum memberitahu Lea tentang dirinya yang akan resign dari laundry, dan tentang pekerjaan barunya serta tentang dirinya yang sudah tidak tinggal lagi di rumah.
"Nah itu yang akan aku ceritakan... Hmm tapi aku lapar kita ngobrol sambil makan dulu oke". Jawab Alya dengan senyuman.
"Eheyyy senyuman kegirangan, oh aku tau pasti sesuatu yang baik baru saja terjadi.. hmm apa kau sudah dapat kerja?". Lea mencoba menebak.
"Yaps.. seperti kata mu".
"Ohooo pantas semangat bet... Ternyata ada yang akan berpenghasilan tinggi nih... Ciee". Lea ikut senang.
"Yah gitu deh, semoga aku betah kerja disana.. kan gaji lumayan resiko juga tinggi, tapi bukan itu yang mau aku ceritakan, ada yang (menarik nafas dalam-dalam) menyebalkan ".
"Hah apa?".
Posisi mereka sedang mengobrol di lantai sembari makan siang nasi kotak ayam geprek.
"Semalam aku hampir celaka..." Bernada lesu.
"Karena?, Ibu tiri mu lagi?". Tanya Lea amat penasaran
Alya menggeleng "aku bahkan sudah keluar dari rumah ".
"What... Kenapa?". Lea mendadak iba.
"Bunda dan ayah ingin menjodohkan ku pada anak bosnya, aku tidak menyukai pria itu jelas aku menolak dan selanjutnya aku berakhir di apartemen ". Jelas Alya
"Apartemen? Jadi sekarang kamu tinggal sendiri?, Terus yang kamu bilang hampir celaka itu apa ?".
"Jangan-jangan ibu tiri mu ...." Lea berfikir Bu Nensy berencana untuk mencelakai Alya karena tidak ingin di jodohkan
__ADS_1
"Ssstttt... Jangan berfikiran negatif dulu, dengar aku jelaskan..." sela Alya
"Hmm maaf.. abis aku penasaran bet sumpah".
Selanjutnya Alya menceritakan semua kejadian saat ia berdebat dengan orang tuanya, keluar dari rumah dan sampai pada ia hampir celaka dan berakhir di mansion tuan Indra.
"Hah... Jadi semalam kamu tinggal di mansion tuan Indra?". Tanya Lea sedikit antusias.
Alya mengangguk...
"Wow gila amazing... ". Lea takjub bukan main.
"Tapi aku sudah tidak terobsesi padanya, dia ternyata orang jahat tidak seperti yang aku bayangkan ". Alya terlihat ketus.
"Yah wajarlah dia seperti itu, kamu kan orang asing nggak mungkin juga kan langsung akrab"...
"Setidaknya dia harus memperlakukan aku dengan baik dong, nawarin ngopi dulu kek di rumahnya atau sarapan ini malah dia nyiram aku dan parahnya dia ngusir aku sampai harus lewat pintu belakang mansionnya, gila kan".
"Yah itu semua ada alasannya Al, tuan Indra orang terpandang kehidupannya harus sempurna, jika ada hal seperti ini maka dia pasti akan viral di berbagai berita, tentu saja dia tidak ingin itu terjadi dan lagi media akan merusak nama baiknya karena keterlibatannya dengan gadis biasa, Bayangi coba kalau media membeberkan itu semua..." Lea mencoba memberikan pandangan.
"Iya juga sih... Tapi tetap aja aku kesal dan hilang respect sama dia, dia juga kasar, sombong pula beda banget sama iklan di TV".
tanya Lea.
"Sebaiknya nggak usah, waktu gajian masih ada 2 Minggu sementara aku harus mulai kerja besok". Jawab Alya.
Peraturan kerja di Laundry jika ada yang memundurkan diri sebelum tanggal gajian maka waktu itu tidak akan di hitung dan di anggap hangus, tidak ada bonus atau apapun karena itu atas kemauan sendiri dan sudah di sepakati saat masuk bekerja.
"Sayang banget... Tapi ya sudah lah toh juga pekerjaan kamu sekarang sudah bisa menjamin kehidupan kamu selanjutnya kan".
"Yah begitulah". Alya tersenyum
Hari pun berlalu dengan cepatnya...
...----------------...
Satu Minggu sudah berlalu,
Alya sudah bekerja sebagai karyawan training selama satu Minggu di PT.Indra Jaya Company.
__ADS_1
"Alya kamu di panggil Bu Rika " ucap salah seorang karyawan datang menghampiri Alya (Bu Rika, merupakan kepala staf administrasi, dia juga bertanggung jawab kepada pegawai kantor).
"Ada apa?". Tanya Alya,
Karyawan itu mengangkat kedua bahunya, tanda dia juga tidak tahu.
"Baiklah..." Alya meninggalkan mejanya lalu pergi ke ruang Bu Rika.
"Tok..tok..tok..."
"Masuk". Saut Bu Rika dari dalam.
"Ibu memanggil saya?".
"Yah.. silakan duduk..." Jawab Bu Rika sembari menunjuk kursi di hadapannya.
"Jadi begini Alya, maksud ibu memanggil mu kesini ialah untuk menawarkan pekerjaan tambahan, anggap saja sebagai bonus dengan double gaji, kerjaannya juga cukup ringan". Ucap Bu Rika
Alya mendengarkan secara detail " maaf kalau boleh saya tau pekerjaan apa itu Bu?".
"Menjadi ahli gizi tuan muda". Jawab Bu Rika
"What... Tapi Bu, ahli gizi bukan jurusan saya". Alya terkejut, dia akan menjadi ahli gizi tuan Indra itu berarti setiap harinya dia akan bertemu dengan tuan muda yang sekarang ia tidak suka.
"Pekerjaannya tidak sulit, tidak seperti memberi makan bayi, kamu hanya harus mengatur makanan yang sehat dan membawakannya ke ruangan tuan muda tepat waktu". Jelas Bu Rika.
"Ehmm.. bagaimana kalau tem...".
"Bonusnya lumayan, gaji kamu sekarang 8jt bukan, jika di kali 2 itu bisa menjadi 16jt dalam satu bulan, dan jika pelayan kamu bagus, saya jamin kamu bisa memperoleh gaji 20jt dalam sebulan, itu di luar gaji lembur jika tuan muda ingin makan malam di perusahaan, dalam sebulan kamu bisa mengantongi 25jt loh, bagaimana fantastis bukan... ".
Sungguh penawaran yang menarik, hanya orang bodoh yang tidak akan tergiur dengan gaji segitu besarnya.
"Bu kalau boleh tau kenapa bukan ibu yang melakukannya dan mengapa memilih saya sebagai karyawan training, kan masih banyak senior-senior disini". Tanya Alya.
"Hahaha bagus pertanyaannya... Pertama tuan muda tidak akan berselera jika yang menjadi ahli gizinya adalah saya, secara postur tubuh serta wajah saya itu sudah pasti tidak lulus seleksi dan yang kedua kenapa saya memilih kamu, itu karena kamu rajin, dari segi penampilan kamu oke, dan saya yakin kamu tidak akan mengecewakan". Jelas Bu Rika.
" bukannya Di perusahaan masih banyak yang lebih menarik dari pada Alya?". Batin Alya.
Bersambung....
__ADS_1