Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
sarapan


__ADS_3

"Tenang tuan... Tenang saya akan menyiapkannya lagi". Buru-buru Alya menyiapkan air hangatnya, beruntung alat untuk shower nya canggih sehingga tidak akan memakan waktu yang lama untuk menunggu air penuh dalam buth up.


"Jangan mengulanginya atau kau akan ku hukum!". Ketus Indra.


"Baik tuan". Alya sangat malas jika harus berhadapan dengan hukuman Indra yang melelahkan.


"Keluar...". Indra menyuruh Alya untuk keluar setelah air sudah siap di buth up.


"Iya tuan, silahkan.." Alya segera keluar.


"Dih.. dia pikir aku ingin tinggal dan melihatnya mandi begitu.. hey tanpa anda suruh keluar juga saya akan keluar sendiri". Alya menggerutu sembari keluar dari dalam kamar.


Dia pun menuju lantai satu.. Alya ingin ke dapur untuk menyiapkan kopi pahit seperti yang selalu Indra lakukan di pagi hari dan ingin menyiapkan sarapan..


"Selamat pagi nona muda, silahkan". Pak Yen menarik kursi untuk Alya duduk di meja makan


Alya juga melihat di meja makan sudah ada kopi pahit serta sarapan komplit yang sudah di sediakan..


"Apa aku tidak perlu melayaninya lagi... Hmm baguslah". Alya tertawa dalam hati, jika begitu dia tidak perlu repot-repot lagi untuk menyiapkan kopi dan sarapan Indra di pagi hari.


"Terimakasih pak". Jawab Alya dengan senyuman, yang di balas anggukan dari pak Yen yang berdiri agak jauh dari meja makan


"Selamat pagi, Silahkan nona Muda Katrin". Pak Yen menarik kursi di hadapan Alya untuk Kantin.


"Hmm..." Katrin hanya mengucapkan kata itu lalu duduk .


Suasana kembali canggung bagi Alya, malu rasanya dia duduk di meja makan bersama keluarga Herlambang..


"Hmm selamat pagi nona Katrin". Ucap Alya yang hanya di balas tatapan sinis dari Katrin.


Alya tertunduk dalam hati berbisik "kau harus menyiapkan mental untuk ini, anggap saja suatu keajaiban jika sapaan mu di jawab".


"Selamat pagi nyonya besar, silahkan duduk". Menit berikutnya adalah Bu vanessa yang datang dan duduk di samping Katrin.


"Terimakasih pak Yen". Jawab Bu Vanessa lalu mengambil susu yang sudah di siapkan di atas meja kemudian meneguknya.


"Apa Indra belum bangun?". Tanyanya cuek ke arah Alya

__ADS_1


"Sudah nyonya ". Jawab Alya...


Hey tidak mungkin bukan Alya memanggil Tante lagi, dan kalau panggilan mom, mama atau lainnya rasanya itu tidak mungkin untuk Alya..


Mendengar Alya memanggilnya dengan sebutan nyonya, Bu Vanessa mengangkat kepalanya menatap Alya sejenak kemudian melanjutkan sarapannya.


"Pasti sekarang kau sudah besar kepala kan setelah menikahi putra saya?". Ucap Bu vanessa masih dengan nada ketus.


Alya mencengkram jemarinya, apakah penghinaan seperti ini yang harus dia makan setiap hari...


Alya berusaha tenang, setidaknya dia sudah tahu jika yang berkuasa di rumah ini adalah Indra bukan Bu vanessa atau Katrin..


"Hmm saya tidak mengerti apa maksud anda nyonya". Jawab Alya.


"Masih pintar pura-pura ?". Katrin berbicara singkat dan dingin, seperti dia sangat malas menatap Alya.


"Hmm... Hmm.." pak Yen berdehem..


Bu Vanessa melirik sinis kepada pak Yen... Tapi setelah pak Yen berdehem tidak ada lagi yang membuka suara.


Hebatkan...


"Selamat pagi tuan muda, silahkan". Pak Yen menarik kursi untuk Indra.


Indra mengangguk dengan senyuman tipis.


"Ada apa?, Mengapa belum sarapan?". Indra bertanya pada Alya..


Bu vanessa dan Katrin menatap sejenak pada Indra dan Alya, kemudian melanjutkan makannya, entah kapan terakhir kali mereka mendengar suara Indra di meja makan, karena dia sangat malas bicara dan dingin sekali


"Saya menunggu anda tu.. maksud ku, aku sedang menunggu mu untuk sarapan bersama sayang". Alya mengganti ucapnya saat menyadari mereka sedang di meja makan, mereka harus terlihat romantis.


"Benarkah.. kalau begitu makanlah honey". Indra tersenyum manis, seolah dia lupa kejadian pertengkaran kecil tadi di atas kamar


Alya mengangguk lalu dengan tangan bergetar mengambil susu dan mencicipinya sedikit..


Indra tau Alya pasti belum terbiasa dengan suasana di mansionnya yang canggung..

__ADS_1


Mereka pun makan bersama dan setelah itu mereka berangkat ke kantor namun Alya tidak bisa berangkat bersama Indra...


Tentu saja, semua tentang Indra tidak boleh bocor ke publik sehingga Alya di antar oleh supir baru, yang di pekerjaan oleh Indra untuk mengantar jemput Alya setiap hari dia juga adalah seorang wanita yang memiliki sertifikat bela diri.


Hanya untuk berjaga-jaga jika ada yang berani menyentuh atau mencelakai Alya..


Alya berangkat 10 menitan lebih dahulu dari Indra.


Alya masuk ke dalam kantor, lalu duduk di mejanya kemudian membuka komputer untuk bekerja.


"Cie baju baru ". Ucap Misel yang juga baru tiba, melihat pakaian yang di kenakan Alya bukan sembarang pakaian, Misel tau itu adalah pakaian mahal.


"Cuma pinjaman dari teman kok, mana mungkin aku mampu membeli baju mahal begini". Jawab Alya.


"Benarkah, dia baik sekali meminjami mu baju branded ".


"Yah anggap saja begitu ". Jawab Alya.


"Oyah besok kita ada meeting dengan tuan muda juga kepala-kepala staf lainnya, ini mengenai investasi, perusahaan akan membeli 50% saham farmasi crown prince dan kita di minta untuk menganalisa dokumen-dokumen yang di berikan perusahaan farmasi crown prince serta persenan yang akan perusahaan dapatkan jika menerima tawaran tersebut". Jelas Misel.


"Besok?". Alya memastikan.


"Benar.. kau sebagai pemateri ". Jawab Misel.


"Kenapa aku?, Duh otak ku tidak sebagus otak mu, bagaimana kalau kau saja". Alya memperlihatkan wajah panik.


"Minggu lalu aku sudah naik untuk meeting bersama dewan direksi, tidak mungkin jika aku lagi yang akan naik sebagai pemateri, itu bisa memotong poin mu di perusahaan dan kau bisa terancam di pecat..." Misel menjelaskan lagi.


"Apa di pecat? Bagaimana itu terjadi, kita sudah bekerja sesuai peraturan perusahaan bukan". Jawab Alya.


"Benar, dan salah satu kewajiban karyawan magang yaitu sebagai pemandu materi meeting, serta kita akan di minta untuk menjabarkan hasil penelitian kita, berapa anggaran atau keuntungan yang akan perusahaan dapatkan jika mengambil separuh atau 50% perusahaan farmasi crown prince ". Misel menjelaskan


"Oyah dalam masa 3 bulan training karyawan magang juga tidak boleh lebih dari 3kali membuat kesalahan karena itu di hitung poin". Lagi kata Misel.


"Apa? ". Alya mulai syok.


"Apa aku tidak mengingat perjanjian kontrak kerja sama dengan perusahaan, bagian belakang sudah jelas terlampir bahwa karyawan selama training tidak boleh lebih dari 3 kali melakukan kesalahan dan jika terbukti maka perusahaan memiliki hak untuk memberhentikan karyawan training secara paksa atau tanpa persetujuan kedua bela pihak". Misel menjelaskan lagi

__ADS_1


"Itu berarti..." Alya merebahkan kepalanya dengan beralaskan tangan di atas meja, dia mengingat sepertinya malam itu dia melakukan kesalahan karena tidak menyelesaikan laporan yang perlu di revisi ulang.


next


__ADS_2