Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
gemas


__ADS_3

"Hmm yah saya baik-baik saja tuan". Alya menjadi salah tingkah di pangkuan Indra.


Indra semakin tersenyum "apa dia memang secantik itu dari awal". Batin Indra merasa gemas sendiri pada sang istri.


"Tok..tok..tok.." suara ketukan pintu menyadarkan mereka.


"Hmm maaf tuan, makanan nya sudah dingin". Dengan segera Alya bangkit dari pangkuan Indra kemudian melirik ke arah meja makan .


Indra tersenyum "kau juga belum makan bukan... Makanlah aku sudah kenyang". Jawab Indra sembari bangkit berdiri.


"Tapi tuan..." Alya terdiam saat melihat Indra menemui tamu di depan pintunya.


Alya memerhatikan sekilas tapi hanya ada tangan pegawai yang dia lihat menyerahkan map pada Indra, mungkin saja itu dokumen penting atau apalah Alya sendiri tidak tau.


Indra bercakap-cakap sebentar dengan karyawan tersebut kemudian setelah itu kembali menutup pintu lalu berjalan ke arah meja (komputernya).


Alya memperhatikan kemudian Indra melirik kearahnya "pas!".


Mata mereka bertemu membuat Alya sontak menunduk tapi Indra malah terkekeh sembari menggelengkan kepalanya.


Beberapa waktu kemudian Alya sudah selesai dengan makanannya dia berpamitan pada Indra yang sepertinya mulai sibuk dengan berkas-berkas yang karyawan bawah tadi.


"Tuan saya akan membawakan kopi untuk anda". Ucap Alya sebelum ia keluar dari dalam.


"Hmm tidak perlu honey, lanjutkan saja pekerjaan mu". Jawab Indra dengan santai sembari melepaskan senyuman.


Sialnya Alya malah terpesona dengan senyuman yang Indra berikan...


"Baiklah saya permisi tuan". Akhirnya Alya benar-benar Keluar dari ruang Indra saat mendapat anggukan darinya.


"Ini pasti mimpi... Yah ini pasti mimpi.. ciuman? apa itu tadi!." Alya berjalan ke kantin sembari meraba-raba bibirnya..


"Hey Alya ". Panggil Misel yang juga ada di kantin sembari meletakkan piring kotor di meja, karena dia juga baru selesai makan siang


"Hey Misel kau sudah selesai". Jawab Alya dengan senyuman.. namun Misel menatapnya dengan tatapan menyelidik.


Alya mengertukan kening Nya "Ada apa?". Tanya Nya heran dengan tatapan Misel.


"Lipstik mu?". Misel menunjuk bibir Alya.


"Kenapa?, Oh warnanya terlalu mencolok ya". Jawab Alya sembari menghapus sedikit lipstik di bibirnya.


Misel kemudian menggelengkan kepala "belepotan... Hmm apa jangan-jangan di ruangan tuan muda kalian..?". Misel mulai menduga.

__ADS_1


"Sssttt... Jangan mikir yang aneh-aneh ". Segera Alya menghentikan ucapan Misel karena dia tau Misel pasti curiga jika dia memiliki hubungan dengan Indra.


"Tapi lipstik itu... hmm pasti kau baru saja berciuman bukan". Bisik Misel yang membuat Alya seketika melotot.


"Sepertinya kau salah makan, makanya salah paham juga, ini tadi saus cabe, aku memakan Nya cukup banyak makanya kepedasan". Dusta Alya.


"Oh.. saus kupikir itu karena ciuman ". Misel terkekeh.


"Nggak mungkin lah, Oyah ayo balik kerja jam istirahat Sudah berakhir ". Ajak Alya.


"Duh benar-benar serigala liar, hampir saja ketahuan kan". Kesal Alya dalam hati sembari diam-diam menghapus noda lipstik yang berantakan di wajahnya...


Setelah itu Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka hingga waktu menunjukkan jam pulang kerja..


...****************...


Di rumah..


Usai makan malam yang hanya tercipta keheningan di mansion, Indra dan Alya pun segera masuk ke dalam kamar..


Terlihat Alya sedang menyiapkan keperluan dirinya untuk terjun ke lapangan besok, sementara Indra dia sedang duduk sembari memainkan ponselnya di atas sofa.


"Hey ambilkan aku air!". Ucap Indra pada Alya..


Jelas-jelas air minum ada di sampingnya kenapa malah meminta air kepada Alya dasar tidak berperasaan, mana sikap manis yang Indra berikan di kantor tadi...


Alya bangkit berdiri sembari meletakkan di atas meja keperluan dirinya besok lalu beranjak mengambilkan air untuk Indra.


"Ini tuan" . Ucap Alya dengan senyuman namun hatinya merasa jengkel.


"Hmm.." Indra menerima air itu tanpa menoleh.


Alya ingin beranjak untuk berbaring di ranjang namun segera Indra juga ikut..


"Apa dia juga sudah mengantuk?". Batin Alya namun dia tidak ingin ambil pusing, Alya kemudian mengambil ponselnya di atas meja, akhir - akhir ini dia sudah jarang sekali menyentuh ponselnya


Sebenarnya Alya ingin membuka Instagram namun karena sudah di blokir akhirnya Alya memilih untuk menonton film di WeTV saja.


Alya mulai fokus pada ponselnya mengabaikan Indra yang sedari tadi gelisah tidak karuan...


Kadang menarik selimut... Menyibaknya dengan kasar, mengambil selimut lagi lalu turun dari ranjang sembari mondar-mandir dan sekarang berakhir dengan mematikan wifi dan lampu di dalam kamar.


Alya sontak terkejut "apa mati lampu?". Gumam Alya menoleh pada Indra yang sedang duduk melotot ke arahnya...

__ADS_1


Masih terlihat jelas muka geram Indra karena lampu tidur remang-remang..


"Ada apa tuan?". Alya bangkit dan duduk menanyai Indra yang sedang duduk juga melipat tangan di dadanya.


hehey tuan muda sedang kesal karena di abaikan, padahal Alya hanya menonton bukan bermain di sosmed...


"Pijit aku!!". Kesal Indra.


"Hah?".


"Kau tidak dengar, pijit aku!!!". Indra membuka bajunya tanpa aba-aba membuat Alya syok..


"Cepat, tunggu apa lagi". Indra kemudian berbaring tengkurap agar Alya segera memijatnya.


"Ba.baik tuan". Alya patuh saja...


"Dasar serigala licik.. tidak ingin melihat orang lain senang sebentar saja..CK.. menyebalkan". Alya sangat kesal, drama cina yang ia nonton barusan sangat seru tapi karena ulah Indra terpaksa dia harus berhenti menonton.


"Hey pijit yang benar, apa kau tidak pernah makan!". Ucap Indra.


"Maaf tuan". Alya mengeraskan tekanan tangannya..


"Wah.. apa kau mau membunuh ku?".


Alya mengertukan kening "maaf tuan". Begini salah begitu salah apasih maunya, mengapa juga menyuruh ku, kau kan banyak uang mengapa tidak panggil tukang pijat profesional!!". Maki Alya dalam hati.


"Bagaimana jika seperti ini tuan?". Alya melembutkan pijatan Nya namun ada sedikit penekanan.


"Yah.. pas seperti itu". Jawab Indra dengan entengnya .


Lama-lama Alya memijat punggung putih milik Indra dia menjadi gemas dan membayangkan bagaimana reaksi Indra jika dia menggigit sedikit punggung itu, dan membuat cap mereh di sana.


"Aaahhh... Apa kau sudah sinting.. apa yang kau lakukan!". Kesal Indra sembari bangkit dan duduk di hadapan Alya.


Alya sendiri terkejut dengan tindakannya, apa dia benar-benar mengigit belakang Indra, padaha Alya berniat untuk membayangkannya saja..


"Ya ampun... Maaf tuan...maaf, maafkan saya". Alya memegangi bibirnya kemudian memohon maaf dengan sangat sembari mengangkat tangannya 🙏 memohonkan seperti anak kecil agar Indra mengampu Nya.


"Bodoh.. mengapa aku menggigit sungguhan". Batin Alya ketakutan.


"Tak ku sangaka gigitan domba benar-benar sakit". Indra memperlihatkan belakangnya yang merah karena gigitan Alya.


Alya semakin menundukkan kepala ketakutan "maaf tuan.. maafkan saya, saya pasti sudah gila". Alya menampar - nampar bibirnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2