
"Bodoh.. dia pasti sekarang semakin tersenyum, dasar serigala licik.. ". Gerutu Alya dalam hati.
Dan benar saja Indra tersenyum puas penuh kemenangan, suka sekali dia mendengar penuturan Alya.
"Oyah.. jadi kau suka... Tak ku sangka gadis kecil seperti mu menyukai hal terbuka seperti ini ck..ck..ck.. kau tidak sepolos yang aku kira". Indra melepaskan tangan nya dari dagu Alya.
"Hey maksud anda apa.. bukankah itu yang anda inginkan hah! Saya bahkan jijik berada di tempat ini". Muka Alya memerah menahan kesal namun sebisa mungkin ia harus terlihat baik-baik saja
"Apa kau juga penasaran untuk menggosok bagian ini". Indra menunjuk Dadanya yang membuat Alya langsung menggelengkan kepala.
Lama-lama dia semakin muak dengan tingkah Indra namun apa lah daya, inilah resiko yang harus dia bayar.
"Jadi kau tidak mau!!". Indra bernada dingin.
"Maaf tuan". Jawab Alya..
"Sungguh kau tidak mau melakukannya, apa yang harus aku lakukan pada tangan kecil mu ini". Indra menarik tangan Alya dan menggenggamnya sedikit keras...
"Mau tuan..mau saya akan melakukannya". Alya takut, dia berfikir Indra akan mematahkan tangan nya padahal Indra hanya berpura-pura untuk menakut-nakuti nya.
"Ha-ha-ha apa penolakan tadi itu hanya akting...hmm bagus juga akting mu.." jawab Indra semakin puas membuat istrinya patuh.
"Siapa yang berakting dasar serigala licik.. anda hanya ingin mempermainkan saya bukan". Alya yang kesal mengumpulkan tenaga untuk menggosok dada Indra dan itu lumayan membuat kulit Indra sakit dan merah.
"Oh apa itu... Apa kau sengaja melakukannya, kau ingin membunuh ku secara perlahan begitu, apa kau ingin aku mati dengan cara menyakiti ku seperti ini". Indra semakin menjalankan drama.
"Tidak tuan.. maafkan saya, saya akan melakukannya dengan lembut ". Jawab Alya padahal dia sedikit puas telah melakukan hal itu..
Hitung-hitung sebagai balasan atas perlakuan Indra padanya...
"Lakukan dengan benar". Ketus Indra, dia kesal karena dadanya sedikit perih.
"Baik tuan". Jawab Alya...
Setelah mandi memandikan dan drama-drama Indra selesai, iapun keluar dan membiarkan Alya Untuk membersihkan dirinya, Indra juga berpesan agar Alya tidak memburamkan kaca sembari dia berganti pakaian.
Dasar genit ..
Alya menurut saja, jika banyak protes Alya takut jika Indra malah semakin menjadi, bisa-bisa Indra malah mengatakan akan mandi berdua jika Alya banyak protes.
Alya buru-buru menyelesaikan mandinya, dia sangat kesal dengan tingkah Indra yang terus saja melihat kearahnya meskipun Alya mengenakan handuk untuk mandi.
Beberapa waktu berlalu...
__ADS_1
"Apa kau sudah selesai?". Tanya Indra dengan seringai liciknya
"Iya tuan, hmm anda tidak bermaksud untuk tetap tinggal di sini bukan.. saya akan berganti pakaian tuan". Jawab Alya, dia tidak tahan lagi dengan sikap Indra.
"Kenapa? Bukankah ini kamar ku, aku berada dimana saja itu urusan ku bukan?". Jawab Indra menyebalkan.
"Baiklah tuan, saya tidak akan ganti baju ". Jawab Alya.
"Terserah, siapa juga yang akan kedinginan ". Indra mengambil posisi untuk duduk sembari berpura-pura mengenakan jam tangan.
"Menyebalkan.. terkutuk kau serigala liar".
Alya geram sembari menggerutu dalam hati.
Indra sepertinya menikmati kekesalan dari raut wajah Alya.
"Masih tidak ingin berganti pakaian?". Tanya Indra namun Alya diam saja menahan dingin.
"Kau bisa masuk angin?". Lagi kata Indra.
Tak di sangka Alya tidak menggubris ucapan Indra, dia tidak perduli dan kali ini dia tidak ingin kalah.
"Ya sudah aku akan keluar". Untuk yang pertama kalinya Alya menang melawan Indra.
"Bagus, sesekali mengala lah pada domba". Batin Alya sedikit puas
Setelah semuanya selesai termasuk sarapan pagi seperti biasa, diam Dingin mencekam dan mereka berdua pun berangkat dengan mobil berbeda.
...****************...
Di kantor...
Alya mengikuti meeting dan tampil dengan sukses, sebuah pencapaian baru baginya karena mendapat apresiasi dari seluruh dewan direksi terkecuali Presdir pemilik Indra jaya Company...
Ya Indra hanya melihat dengan santai tanpa ekspresi, sementara orang-orang telah memberikan aplos .
Alya melihat Indra tapi dia tidak perduli baginya ini sudah lebih dari cukup untuk bisa berdiri di ruang meeting saja Alya harus mati-matian menahan gugup dan melawan dirinya sendiri.
Setelah selesai mereka semua kembali ke tempat mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan, sementara waktu sudah hampir menunjukkan makan siang
"Ting..." Notifikasi dari Indra.
"Raja Firaun..
__ADS_1
"Kau lumayan juga, hasil kerja keras mu semalam". Ucapnya lewat notif
Alya membacanya nampak biasa saja, dia tidak menganggap hal itu pujian, karena tadi Indra cuek dan acuh tak acuh padanya saat pemaparan materi bahkan Indra dengan sengaja' melontarkan banyak pertanyaan yang menjebak dan untungnya Alya bisa menjawab semuanya meskipun ada yang kurang tepat
"Terimakasih tuan". Jawab Alya singkat.
"Tapi itu semua tidak akan berdampak untuk kau tetap di pertahankan di kantor, kau akan di pecat jika melakukan dua kesalahan lagi.. dan jawaban tadi ada yang salah itu artinya tinggal satu kesempatan lagi untuk mu sebelum masa trening berakhir". Notifikasi dari Indra.
Alya membacanya dengan malas, dia kesal Indra malah mengatakan hal itu, tidak bisakah dia bersikap baik sehari saja, apa harus setiap hari menyebalkan.
Alya melihat lagi Indra sedang mengetik namun karena dia tidak ingin lagi mendapatkan notifikasi dari Indra, Alya tanpa ragu langsung memblokir nomornya.
Indra melotot saat membaca di ponselnya muncul kata blokir...
"Apa dia memblokir nomor ku". Gerutu Indra kesal.
"Wah berani sekali dia". Lagi dia bergumam dengan kesal.
"Panggil karyawan ahli gizi kemarin ". Ucapnya melalui sambungan telepon ke sekertaris nya
"Baik tuan". Telfon pun berakhir.
"Alya di panggil tuh sama tuan muda". Ucap sekertaris yang datang memanggil Alya sesaat setelah telfon di matikan
"Aku lelah". Gumam nya pelan
"Baiklah ". Menjawab dengan malas setelah itu sekertaris segera pergi.
Alya tidak ingin menemui Indra dia teramat sangat kesal sekarang..
"Ssttt...". Misel memberikan kode.
Alya menoleh " ada apa?". Tanyanya malas.
"Kau tidak pergi menemui tuan Indra?".
"Nggak, aku sedang tidak ingin di ganggu". Ketus Alya
Tidak biasanya seperti itu "apa kau sedang datang bulan, kenapa raut wajah mu terlihat kesal". Tanya Misel heran.
"Tidak.. hanya saja aku membencinya, dia selalu semena-mena terhadap ku".
"Benarkah... Jika kau merasa sudah tidak tahan menjadi ahli gizi tuan muda, maka menghadap lah kepada Bu Rika agar mencarikan pengganti ahli gizi, beberapa hari ini muka mu terlihat tertekan apa tuan Indra menekan mu?". Misel mencoba bersimpati.
__ADS_1
"Yah begitulah.. dia membuat ku patah semangat.." jawab Alya sedih...
Next...