Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
drama-drama di kamar mandi


__ADS_3

"Masa iya ada nyamuk di kamar sebersih ini, lalu mengapa tidak gatal ya, biasanya gigitan nyamuk itu gatal?". Alya yang tidak tau dengan tingkah Indra yang memberikan stempel semalam saat dirinya tertidur malah mengira bekas itu adalah gigitan nyamuk...


"Apa karena reaksi alergi?". Alya meraba-raba lagi bekas merah di tubuhnya, sembari mengingat makanan apa yang ia makan kemarin.


Dia berfikir mungkin salah satu dari makanan tersebut ada yang tidak cocok dengan nya sehingga menimbulkan reaksi alergi.


"Tok..tok..tok.." Alya mendengar suara pintu di ketuk..


Tapi saat ini dia dalam keadaan tanpa busana.. Alya melirik kesana kemari mencari handuk... Untung saja di lemari atas ada handuk yang sudah di siapkan...


Buru-buru Alya mengenakannya kemudian segera membuka pintu...


"Apa yang kau lakukan di dalam mengapa begitu lama?". Tanya Indra, posisinya sedang melipat tangan di dada.


"Anu.. itu.. cuci muka tuan". Jawab Alya gugup..


Indra memperhatikan bekas yang ada pada leher Alya, dia tersenyum sedikit melihat itu ada reaksi senang dalam hati namun enggan untuk ia ungkapkan.


"Apa cuci muka memakan waktu sebanyak itu?". Indra menaikan sebelah alisnya


"Maaf tuan.. apakah ada yang anda perlukan ". Jawab Alya tertunduk.


"Yah.. siapkan air hangat". Indra menjawab dengan nada cuek padahal hatinya sedang berbunga-bunga.


"Baik tuan". Jawab Alya lalu segera ke kamar mandi untuk mengisi buth up.


"Apakah dia belum menyadari stempel yang ku berikan semalam? Mengapa dia tidak mempertanyakan hal itu.. apa perlu ku buat lebih besar lagi... Oh ataukah perlu stempel materai juga". Indra melangkah mengikuti Alya ke dalam kamar mandi sembari membayangkan hal-hal apa lagi yang bisa ia gunakan untuk menjebak istri polosnya itu.


Beberapa saat kemudian..


"Tuan air hangatnya sudah siap.." Alya mempersilahkan Indra untuk berendam.


"Oke". Tanpa aba-aba Indra dengan sengaja membuka bajunya di hadapan Alya.


Sontak Alya menundukkan kepala dan melihat kakinya sembari berjalan untuk keluar.


"Ada apa? Apa ada yang salah?". Indra berpura-pura bertanya.

__ADS_1


"Tidak ada tuan, saya akan menyiapkan pakaian anda". Jawab Alya dengan buru-buru juga ia keluar dari sana


Indra tersenyum penuh kemenangan, ternyata semakin seru saja mengerjai istri kecilnya.


Indra melepaskan semua pakaiannya lalu berjalan ke arah buth up untuk berendam sementara Alya masih ada di ruangan ganti...


Eittsss ruangan ganti itu masih bersebelahan dengan kamar mandi ya, dan hanya di batasi oleh dinding kaca yang bisa di buat buram juga bisa di buat tembus pandang...


Dengan sengaja Indra tidak memburamkan kaca kamar mandi agar dia dengan leluasa mengamati Alya yang sedang mempersiapkan baju untuk Nya.


"Sial.. apa dia sudah sinting, mengapa tingkah nya semakin aneh". Alya menjadi kesal..


Ini masih pagi tapi moodnya sudah berantakan akibat ulah Indra yang dengan sengaja ingin memamerkan dirinya di buth up...


Indra sepertinya sangat menikmati kekesalan di raut wajah istri nya, Indra menekan tombol di sampingnya untuk menyalakan musik...


Hmm setelah itu dia bersandar di buth up dengan seringai liciknya sembari mengedipkan sebelah matanya saat Alya tanpa sengaja mengarahkan pandangan nya ke arah kamar mandi.


"Dia sangat menggemaskan". Batin Indra tersenyum puas melihat istrinya


"Dasar serigala stress". Maki Alya dalam hati


"Mau kemana?". Panggil Indra sebelum Alya berhasil sampai di pintu.


"Saya akan keluar tuan, pakaian anda sudah siap". Jawab Alya tanpa ingin menoleh.


"Kemari". Panggil Indra dengan nada santai..


Alya membelalakkan matanya menatap pintu, masih enggan untuk berbalik melihat Indra.


"Apa dia benar-benar sudah gila.. dia sedang berendam dan dia ingin aku masuk ke dalam... Ha-ha-ha kekonyolan macam apa lagi yang dia ciptakan". Gerutu Alya dalam hati.


"Kau tidak dengar aku memanggil mu?.. jangan sampai aku keluar dari sini dan menyeretmu dengan kasar!". Suara Indra berubah jadi dingin.


Alya mengepalkan tangannya, ia sedang mengumpulkan semua keberanian dalam dirinya untuk melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


"Baik tuan". Gumamnya pelan namun juga kesal.

__ADS_1


"Oke Alya tanang... Tidak perlu melihat kesana-kemari, fokus saja pada lantai.. lantai di bawah sana..". Alya berbalik, lalu menundukkan kepala menuju Indra.


Indra semakin tersenyum lebar, gembira sekali hatinya melihat Alya yang menahan kesal, Indra sangat tau dari raut wajah Alya nampaknya dia seperti domba yang murka namun di tahan


"Ambil itu lalu gosok punggung ku". Perintah Indra sambil menunjuk spons untuk menggosok badan.


"Sudah ku duga dia akan mengatakan hal itu.. cih sangat menyebalkan". Batin Alya dia mati-matian menahan emosi agar tidak meneriaki dan memaki-maki Indra.


"Baik tuan". Alya berjalan mengambil spons sembari menaruh sabun cair disana...


Dia berbalik dan terus melihat lantai dan sampai lah dia di belakang Indra kemudian tunduk untuk menggosok punggungnya.


"Nah kalau patuh begitu kan bagus, aku tidak harus berbicara dua kali". Ucap Indra dengan sengaja memainkan bisa di buth up.


"Iya tuan". Jawab Alya.


"Apa kau tidak senang?". Tanya Indra pura-pura, padahal dia sendiri tau Alya setengah mati menahan kekesalan.


"Senang tuan". Dusta Alya..


"Ohoo.. jadi kau senang rupanya.. hmm apa itu kemauan mu untuk melihat ku berendam, aku jadi berfikir bagaimana kalau setiap hari kau menggosok punggung ku, hitung-hitung kau juga menyukainya bukan, jadi ku pikir itu sama sekali tidak akan merugikan diri mu". Jawab Indra panjang lebar, dia juga menikmati sentuhan Alya.


"Apa anda gila!!". Tanpa sadar kata-kata itu keluar dari mulut Alya, dia sebenarnya ingin mengatakan hal itu di hati namun karena kesal hal itu terucap sendiri.


Indra mengerutkan keningnya..


"Apa kau bilang". Dia berbalik menatap Alya.


"Ma.. maaf tuan maksud saya.. ". Alya menundukkan kepala dia tidak ingin melihat kemarahan Indra..


Tentu saja kemarahan yang di buat-buat...


"Apa sedari tadi kau diam-diam mengutuki ku dalam hati begitu..." Indra bernada tegas.


"Tidak tuan.. saya tidak bermaksud seperti itu..." Alya belum selesai namun Indra kembali mengomel seperti mulut ikan tanpa jeda.


"Tidak bermaksud seperti itu kata mu... Tapi terang-terangan kau mengatai ku gila.. kau ingin hukuman lagi.. oh hukuman semalam sepertinya belum cukup ya". Indra meraih dan mengangkat dagu Alya, seketika Alya menutup matanya.

__ADS_1


"Tuan ma..maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja mengatakan itu karena terkejut.. saya akan menggosok punggung anda setiap hari... Benar tuan saya menyukai hal ini". Setelah mengatakan hal itu, seketika Alya ingin sekali menampar bibirnya.


Bersambung


__ADS_2