Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
Di usir dengan kasar


__ADS_3

"Emm itu anu.." bagaimana junsen akan mengatakan dan menceritakan hal ini.


"Kau sudah datang, cepat kesini". Ucap Indra dari lantai 2


"Oke". Kevin semakin penasaran


Siapa yang sakit, di mansion ini hanya ada Indra, tidak mungkin bukan jika hanya seorang pelayan yang sakit harus Kevin yang di panggil malam-malam ke mansion....


Kevin masuk ke dalam kamar dengan terheran kemudian terbelalak kaget, seorang wanita tengah berbaring di ranjang Indra dengan raut wajah pucat..


Kevin berbalik menatap Indra, tersirat tanda tanya di wajahnya seolah meminta penjelasan penuh.


"Cepat periksa dia tidak usah banyak nanya". Ucap Indra dengan nada malas sembari duduk di sofa kamarnya.


"Apa dia kekasih mu?". Tanya Kevin, sembari memasang stetoskop di telinganya.


"Cih dia bukan selera ku". sambil membuang muka


"Lalu bagaimana ceritanya dia bisa ada disini?".


"Aku menemukannya di jalan.."


Kevin terkekeh " sejak kapan kau mau perduli dengan hal seperti itu... Lelucon mu sangat tidak berguna".


"Kau berfikir aku sedang membual hmm?, Kau akan percaya jika junsen yang memberi tahu mu". Jelas Indra masih tampak kesal.


Kevin selesai memeriksa Alya, kemudian ia mengalihkan pandanganya ke Junsen, untuk memastikan apa yang di katakan Indra benar..


Junsen mengangguk pertanda semua itu benar...


"Woy bagaimana ceritanya..." Kevin malah bertanya-tanya saking herannya.


"Sudahlah ceritanya panjang dan tidak masuk di akal, katakan saja apa sebab dia pingsan". Indra bangkit berdiri sembari melihat Alya yang belum sadar.


"Apa kalian menabraknya?". Tanya Kevin sedikit hati-hati.


"Cih apa kau melihat dia lecet hmmm... Untuk apa aku menabraknya kemudian ku tolong!".


"Lalu..." Kevin bertanya


"Masih banyak cingcong? Cepat katakan penyebab dia pingsan dan berikan obat untuk membuatnya sadar aku sudah tidak tahan melihatnya di ranjang ku, sekalian Obat penghilang ingatan agar dia tidak mengingat wajah ku.. aku bisa gila Jika hal ini tercium media". Tutur Indra

__ADS_1


Junsen melirik tajam pada Kevin, seakan itu kode bahwa tuan Indra sedang serius dan tampaknya dia sudah muak melihat wanita ini.


"Oke oke aku akan jelaskan, dia pingsan karena terkejut dan ketakutan, dia juga sangat kelelahan, tidak perlu memberinya obat dia masih sehat hanya perlu istirahat saja, sepertinya dia juga banyak pikiran, dan sedikit stress anda harus merawatnya dengan baik..."


"Cukup... " Indra mengangkat telapak tangannya...


Kemudian tersenyum miring "merawatnya, apa kau bercanda...!".


Indra kemudian mengalihkan pandanganya ke arah junsen "besok pagi setelah dia sadar, segera usir dia dari mansion jangan lupa beri tahu pelayan untuk mengganti sepertinya ". Indra segera mengambil bantal untuk tidur di sofa.


"Hmm aku akan permisi sekarang, besok pagi aku akan ke kantor mu meminta penjelasan". Kevin segera mengambil tasnya untuk pulang, junsen mengantarnya ke pintu keluar.


"Kau pasti tau kan siapa wanita itu?". Tanya Kevin pada Junsen di depan pintu.


"Tidak, saya tidak tau dokter, anda sebaiknya pulang, waktu sudah sangat larut". Jawab junsen.


"CK..CK..CK.. kau sama saja dengan si idiot itu ". Kevin kesal kemudian pergi.


Di dalam kamar yang sunyi dan hanya ada lampu tidur yang remang, Alya tersadar dengan rasa sedikit pusing, ia kemudian menyentuh dadanya...


"Ah.. ku pikir aku sudah mati". Merasakan detak jantungnya Alya merasa sangat bersyukur.


"Tunggu dulu... Hmm aku dimana". Alya memutar bola matanya sekeliling, bangunan ini tampak asing di matanya


Alya menutup mulut saat mengingat kejadian tadi "apa aku sedang di kamar pria itu.. apa dia sungguh menolong ku?". Batin Alya.


Alya bangun dari tempat tidurnya, berjinjit untuk melihat pria yang sudah menolongnya barusan, meskipun cahaya tidak terlalu terang namun Wajah tampan Indra sangat jelas kelihatannya.


Alya kembali menutup mulut " what.. dia.. dia pemilik perusahaan Indra jaya Company bukan!!.. jadi.. Oh my God". Sekarang Alya mengerti yang menolongnya barusan adalah tuan Indra..


Rencana awal Alya untuk pergi diam-diam sepertinya ia urungkan, ini kesempatan emas untuk bisa dekat dengan konglomerat.


"Aku akan berpura-pura tidur lagi, dan akan aku lihat reaksinya besok pagi, duh.. ini bukan musiba tapi keberuntungan, akan aku manfaatkan kesempatan ini hingga aku bisa masuk ke perusahaan anda!!". Entah mengapa Alya mulai berpikir licik...


Tapi jika tidak seperti itu dia kemungkinan kecil tidak akan bisa lolos ke perusahaan, belum lagi yang lolos tahap seleksi tertulis semuanya adalah orang pintar, sementara kepintaran Alya hanya di maksimal rata-rata saja, kalau bukan karena Misel tentu saja dia tidak akan lolos.


...----------------...


Ke esok harinya...


Indra bangun seperti biasanya pukul 06:00 pagi...

__ADS_1


Indra mengingat semalam ada seorang wanita yang tidur di atas kasurnya, segera Indra melirik ke arah ranjang berharap wanita itu sudah bangun hingga dia bisa segera mengusirnya.


"Apa dia sudah mati?". Indra bertanya-tanya dalam hati.


Tidak mungkin bukan orang pingsan terlalu lama, wanita itu juga tidak koma, lalu mengapa belum sadar?.


Dengan kesal karena tidak ingin repot-repot menyentuh wanita itu Indra malah mengambil bantal sofa dan melemparkannya ke muka Alya.


"Brukk..."


"Bangun!!!".


Alya tentu saja sudah bangun, namun enggan membuka mata


"Cih.. ". Indra membuang muka kesal.


"dia tidur pulas menikmati ranjang ku yang empuk dan nyaman". batin Indra


Kemudian beranjak dari sofa ke meja untuk mengambil air lalu menyiram Alya tepat di wajahnya.


"Eeehh... Ehmmm ". Alya segera bangun dengan muka basa kuyup sembari mengeluarkan sedikit air dari telinganya.


"Berapa lama lagi kau ingin tidur di sana hah!". Tanya Indra dengan geram


"Maaf tuan..." Alya melirik tajam..


"Melotot? Apa kau sinting berani memelototi ku?". Indra ikut melotot.


"Kuping ku kemasukan air tuan! Anda harus tanggung jawab! Bagaimana jika saya tuli?". Entah keberanian dari mana itu.


"Bodoh.. kenapa aku jadi begini, bisa-bisanya aku marah-marah pada sang tuan muda, Alya harusnya pasang muka melas untuk mengemis perhatian darinya". Alya sendiri heran dengan dirinya.


"Cih.. aku tidak ada waktu mengurusi parasit seperti mu, pergi sekarang dari mansion ku!!". Indra mengusir dengan geram.


Melihat akan hal itu sungguh Alya tidak bisa berkutik lagi


Alya tersadar seketika hari ini kan ada interview, hmm... Sepertinya rencananya semalam untuk memanfaatkan Indra karena insiden kecelakaan itu harus ia batalkan, ternyata Indra bukanorang yang ramah.


awalnya Alya berfikir Seorang Indra adalah orang yang baik saat dirinya bertemu di apartemen ternyata dugaannya salah besar.


Alya semalam bahkan berfikir Indra akan menawarinya minum atau bahkan makan terlebih dahulu namun.. sudahlah lamunan Alya sepertinya sangat jauh..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2