
"Baik tuan". Segera Alya meletakkan ponselnya
Tidak ada lagi obrolan setelah itu Alya memilih untuk fokus menghabiskan makanan nya.
Setelah selesai Alya membereskan sisa makanan itu lalu membawanya kembali ke kantin .
Alya melanjutkan pekerjaannya dia kembali ke gudang sore itu dan untungnya dia menemukan contoh dokumen yang dia butuhkan setelah sejam mencari...
Di meja kerja...
"Hmm.." Alya berdehem pada Misel.
Misel menoleh, dari raut wajahnya seakan bertanya "kenapa?".
"Bagaimana tadi di UKS?." Tanya Alya sembari mengedipkan sebelah matanya...
"Dia tidak masuk ke UKS hanya mengantarku sampai depan pintu". Misel bernada sedih.
"Oyah? Kenapa?". Alya mulai kepo..
"Aku juga tidak tahu". Misel terlihat sebal.
"Jangan bersedih kawan... Lain kali kita coba metode yang lain.. oke..". Alya memberikan semangat.
"Apa aku tidak semenarik itu?". Tanya Misel sembari melihat dirinya di cermin kecil yang ada di mejanya.
"Hey siapa bilang, berhentilah menilai diri mu seperti itu kau itu sangat cantik tau... Oyah bagaimana kalau nanti sore pulang kerja kita ke salon".
"Bukannya kau banyak pekerjaan ya.. besok ada meeting kan?". Jawab Misel, ternyata Alya melupakan pekerjaan Nya.
"Astaga iya.. aku hampir lupa, hmm bagaimana kalau kesalonya besok sekalian aku belum pernah coba apa itu kalau di pijat.." jawab Alya.
"Spa.. aku juga belum pernah ". Jawab Misel.
"yah itu.. " sambil tersenyum merasa sangat kampungan "Kalau begitu besok ayo kita coba.."
"Okede". Akhirnya Misel kembali bersemangat..
Waktu terus berputar... Dan Alya masih terus sibuk dengan komputer di hadapannya...
Ia melihat jam di ponselnya sebentar lagi pukul 5 sore sudah banyak karyawan yang meninggalkan kantor tapi pekerjaannya belum juga selesai.
"Alya kau tidak pulang". Terlihat Misel sudah mengemasi barang-barangnya dan merapikan meja kerjanya.
__ADS_1
"Sepertinya Aku akan lembur ". Jawab Alya cemberut kali ini dia yang tidak bersemangat.
"Selesaikan di apartemen mu saja.." saran Misel.
"Kau tidak lihat buku sebanyak itu yang ku pinjam dari perpustakaan, dan lihat contoh laporan ini juga... Aaaaa bagaimana aku bisa membawanya ". Alya mencoret - coret lembaran kosong yang ada di mejanya karena kesal.
Misel melirik buku-buku di meja Alya, belum lagi yang ada di sampingnya... Memang begitu banyak.
"He-he-he kalau begitu semangat.. aku pulang duluan ya byee". Misel akhirnya pergi.
"Byee". Alya menjawab dengan nada malas.
Alya pun kembali ke komputernya, waktu semakin berputar, sesekali Alya hanya meregangkan otot-otot lehernya yang mulai tegang kemudian kembali menatap komputer.
"Aaahhh akhirnya selesai juga". Gumam Alya terlihat senang saat mendapati pekerjaannya telah selesai...
Dia melirik kesana-kemari, Sudah tidak ada orang? Ruangan juga sangat sepi...
"Jam berapa sekarang". Batin Alya lalu meraih ponselnya.
Alya membelalakkan matanya, Di layar ponselnya tertera waktu yang sudah menunjukkan pukul 12:34 wita itu berarti sudah setengah satu malam, Alya menghabiskan waktu begitu banyak.
"Ya Tuhan... Apa ini benar". Alya malah heran sendiri, dia tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu...
Yang lebih parahnya lagi sedari tadi ternyata Alya menyalakan mode pesawat dengan tujuan agar tidak ada yang mengganggunya saat bekerja...
Belum beberapa lama Alya mengaktifkan ponselnya terlihat panggilan telepon di wa begitu banyak...
"Ya ampun siapa ini..." Alya yang sedang berkemas kembali meraih ponselnya, dan lagi betapa terkejutnya dia saat mendapati itu panggilan telepon dari tuan muda sebanyak 16 kali tidak terjawab...
Alya menekan notifikasi dari tuan muda yang dia kirim saat pukul delapan malam dan sembilan malam....
"Apa yang kau lakukan hah! Jam segini kau belum ada di mansion!". Notif pertama
"Kenapa ponsel mu mati!!". Notif Kedua.
"Apa kau pergi dengan bajingan itu!!". Notif ketiga.
"Sial... Aktifkan ponsel mu Parasit!!". Notif ke empat...
Alya mulai gemetar membacanya..
"Wah wah... Baiklah ternyata kau sudah mulai banyak menguji kesabaran ku sekarang, lihat saja nanti akan ku terkam kau seperti domba yang malang!!". Notif ke lima di sertai dengan emot Serigala yang berkelahi dengan domba.
__ADS_1
Pada pukul sembilan malam lewat ada notifikasi ke enam lagi "HEY!! KAU DIMANA!!, Hubungi aku segera!!". di sertai dengan emot marah berwarna merah
Itu adalah notifikasi terakhir dari Indra.
"Tamatlah riwayat ku, aku lupa memberitahu nya tadi jika hari ini aku lembur". Gumam Alya..
Dia belum terbiasa, mungkin segan juga pada Indra jika harus mengirimkan laporan aktivitas dirinya, Alya bukan orang penting bagi Indra, jelas pernikahan mereka hanyalah status yang tertulis, bukan pernikahan sungguhan.
Alya pulang ke mansion sesaat setelah menghubungi supir pribadinya yang sudah Indra tugaskan.
Alya tiba di mansion saat waktu menunjukkan pukul satu malam, para pelayan menyambut kedatangannya di depan pintu.
"Selamat malam nona muda". Sapa mereka semua
"Kalian semua belum tidur?". Tanya Alya cemas, ruangan tamu juga masih sangat terang apa belum ada yang beristirahat..?
"Sebelum nona muda kembali pelayan di larang untuk beristirahat". Ucap pak Yen.
"Apa? Kenapa begitu?". Alya bertanya-tanya, dia berfikir statusnya sebagai istri Indra tidak akan berpengaruh sebanyak itu, bagaimana jika dia tidak pulang, apa pelayan juga tidak di perbolehkan beristirahat.
"Itu adalah aturan mutlak nona muda ". Jawab pak Yen sembari mengantarkan Alya ke atas tangga.
"Saya mengerti". Jawab Alya lalu tersenyum pada pak Yen..
Alya melangkah ke arah kamar, dalam hati dia sungguh takut, bagaimana kalau Indra belum tidur...
"Ya Tuhan aku takut sekali... Serigala di dalam sana pasti belum tidur". Batin Alya dia kembali mengingat emot serigala dan domba yang Indra kirim tadi.
Perlahan Alya mengangkat tangannya meraih gagang pintu kamar dan membukanya secara perlahan dan pelan sekali, dia sungguh sangat berharap jika suaminya yang menyebalkan itu sudah terlelap.
Alya membuka pintu, kamar sudah gelap hanya ada cahaya remang-remang ( lampu tidur).
Alya perlahan menutup pintu kamar kembali sangat pelan hingga tidak menimbulkan suara, dalam hati dia sudah sedikit tenang mendapati kamar dengan lampu tidur.
Alya berfikir Indra pasti sudah tidur...
Alya bergerak dengan cara berjinjit sebisa mungkin tidak menimbulkan suara menuju kamar mandi..
"Duaarrrr....." Lampu kamar menyala membuat Alya terkejut dengan sangat hingga tas yang dia bawah terjatuh ke lantai.
"Matilah aku". Batinnya ketakutan...
Alya diam membisu di tempat sementara Indra ternyata sedari tadi dia duduk di sofa memperhatikan gerak gerik Alya saat masuk ke dalam kamar....
__ADS_1
Ha-ha-ha apa Alya lupa jika Indra memiliki pak Yen, asisten yang sudah seperti cctv hidup yang selalu melaporkan kondisi mansion...
BERSAMBUNG..