
Segera Alya menarik kursi untuk duduk..,
"Nona tau kenapa saya memanggil nona kemari". Tanya junsen dengan tatapan mengintimidasi.
Alya mengangguk "ponsel saya mati pak saat tuan muda menghubungi saya". Jelas Alya tertunduk.
"Bagus nona tau letak kesalahan Nya dimana.. hmm apa tadi nona keluar?". Tanya junsen.
Alya menggeleng "tim kami mengadakan diskusi untuk sumbangan ke sekolah dan Panti asuhan pak". Jawab Alya.
Junsen mengangguk-angguk itu berarti tidak ada yang salah, lagi pula tidak mungkin bukan jika setiap kegiatan Alya itu harus di laporkan terlebih dahulu, apa harus ke toilet juga di laporkan... Cih tidak masuk akal.
"Baiklah saya mengerti... Hmm nona boleh keluar sekarang Oyah jangan lupa makan siang untuk tuan muda".
"hanya itu saja pak?". tanya Alya memastikan, padahal tadi dia berpikir junsen akan sangat marah padanya.
junsen mengangguk...
"Baik pak, Terimakasih banyak, hmm bolehkah saya bertanya pak". Jawab Alya.
"Silahkan".
"Mengapa tuan muda mencari saya? Apa ada sesuatu yang penting?". Tanya Alya memastikan sebelum ia keruangan Indra.
"Saya juga tidak tahu nona, anda bisa tanyakan hal itu pada tuan muda".
Alya mengangguk "baik saya mengerti pak". Alya segera bangkit berdiri.
"Kalau begitu saya permisi pak". Setelah mendapatkan anggukan dari junsen Alya segera keluar dari sana.
Alya melangkah ke kantin untuk mengambil makan siang untuk Indra.
Di perjalanan menuju kantin Alya tidak pernah berhenti memikirkan 2 kali panggilan telepon yang tidak terjawab itu, sudah pasti Indra akan mengamuk seperti serigala kelaparan di ruangannya, atau bahkan dia akan menerkam Alya hidup-hidup nantinya.
"Ah pusing lama-lama aku bisa gila karena sikapnya". Gumam Alya.
Setelah mengambil makanan Alya buru-buru membawanya ke ruangan Indra..
Tok..tok.. tok..
"Masuk". Jawab Indra
Dengan tangan bergetar Alya membukanya lalu memasang senyum di wajahnya.
"Selamat siang tuan, saya membawakan makanan untuk anda". Ucapnya.
__ADS_1
Indra menatap dengan tajam "dari mana saja kau?". Tanyanya sinis
"Dari ruangan diskusi tuan". Jawab Alya sembari menata makanan di atas meja
"Oyah? Apa dengan bajingan itu?". Maksud Indra adalah Ben.
"Tidak tuan, tim kerja kami berbeda ". Jawab Alya cepat.
Indra bangkit sembari mendekat, dia duduk di samping Alya yang sedang menata makanan.
"Tim kerja? Untuk apa membangun tim kerja? Apa ada proyek". Tanya Indra, dia sendiri lupa jika kemarin dia baru saja menandatangani proposal untuk sumbangan ke sekolah dan Panti asuhan.
"Untuk sumbangan tuan". Jawab Alya.
Indra mengangguk "baiklah". Sangat malu jika Indra harus mengingat kekesalan dirinya di dalam ruangan tadi yang telah mencurigai istrinya pergi bersama laki-laki lain, padahal kenyataannya Alya masih ada di dalam kantor
"Silahkan tuan". Ucap Alya lalu melangkah ingin duduk namun tiba-tiba Alya tidak sengaja menginjak kaki Indra hingga dia pun ambruk.
Menyadari akan hal itu dengan cepat Indra menarik pinggang Alya dan membiarkan Alya jatuh ke dalam pelukannya
"Hey hati-hati bagaimana jika sudut meja itu mengenai mu". Indra terlihat khawatir.
"Maaf tuan saya tidak sengaja ". Alya panik, takut jika Indra memarahinya karena telah menginjak kakinya.
Indra melihat raut wajah kepanikan Alya, terbesit rasa ingin mengerjai Alya disana.
"Maaf tuan, saya akan mengobati kaki anda". Segera Alya melepaskan pelukan Indra, namun sebelum itu Alya juga tidak sengaja menyentuh paha Indra saat akan bangkit berdiri.
"Lihat kau sengaja menggoda ku bukan?". Ucap Indra dengan seringai liciknya.
"Maksud anda apa tuan". Alya tidak mengerti dia tidak tahu jika baru saja dia menyentuh paha Indra.
"Pura-pura tidak tau?". Indra memukul -mukul pahanya.
Alya mengerutkan keningnya mengingat saat dia bangkit berdiri barusan, reflek Alya menutup mulutnya "maaf tuan sungguh saya tidak sengaja ". Alya memohon maaf dengan sangat.
Alya tahu jika ada perempuan yang berani menyentuh tubuh Indra apa lagi itu tanpa seisinya maka itu sangat beresiko kena Omelan atau bahkan makian
"Kau pikir aku bodoh akan memercayai hal itu? Tadi dengan sengaja menginjak kaki ku dan menyentuh paha ku sekarang kau ingin berpura-pura bodoh hah! Bilang saja jika tertarik pada ku, tidak usah sok jual mahal". Indra tersenyum penuh kemenangan.
Alya melotot tidak percaya "hmm maaf..maafkan saya tuan". Alya menjadi salah tingkah .
"Kau suka bukan?". Tanya Indra tersenyum licik.
Alya menggeleng "saya benar-benar tidak sengaja tuan.. hmm saya akan mengobati kaki anda". Alya ingin tunduk namun dengan segera Indra mencegahnya..
__ADS_1
Indra malah membawa Alya ke dalam pangkuannya lagi .
"Kau suka berada di posisi ini bukan?". Bisiknya panas di telinga Alya.
Membuat Alya merinding, sejujurnya Alya sangat gelisah namun dia juga takut pada Indra.
"Emm... Ti.."
"Katakan jika kau menyukainya honey". Indra mempererat pelukannya, hingga bibirnya berucap pas di leher Alya.
"I.iya tuan saya menyukainya". Itu adalah kalimat bohong yang pernah Alya katakan...
Mungkin bagi sebagian orang berada di posisi tersebut memang sangatlah nyaman apa lagi untuk bermesraan dengan pasangan yang saling mencintai, tapi jika itu berada pada posisi antara majikan dan bawahan sungguh risih bagi Alya, meskipun ada perasaan yang Alya simpan untuk Indra namun dia juga sadar diri dan tidak ingin berharap lebih karena suatu hari Indra akan meninggalkan nya
"Kalau begitu cium aku". Indra tersenyum penuh kemenangan sembari memajukan pipinya.
Alya melotot tidak percaya "apa cium?". Seolah itu yang ingin dia katakan.
Indra mengangguk "ini termasuk perintah untuk karyawan training ". Ucapnya.
"Perintah bodoh macam apa ini". Kesal Alya dalam hati, sepertinya Indra semakin mengada-ada.
"Saya menolak tuan". Ucap Alya takut-takut.
"Maka kau akan di pecat ". Indra tersenyum miring sementara Alya semakin ketakutan.
"Hmm... Baiklah demi pekerjaannya". Alya menarik nafasnya dalam-dalam.
Kemudian secepat kilat Alya memberikan kecupan di pipi Indra, Alya bahkan sudah tidak bisa membuka mata sekarang.
Diam-diam Indra tersenyum melihat akan hal itu, istrinya sangat imut...
"Bukan begitu caranya honey aku bahkan tidak merasakan ciuman mu". Ucap Indra.
Alya perlahan membuka mata "tuan makanan Nya akan segera Din..." Ucapan Alya terhenti ketika dengan cepat Indra membungkam bibirnya dengan bibirnya.
Alya melotot terkejut dengan reaksi Indra yang tanpa aba-aba.
Ciuman berlangsung cukup lama...
"Bernapas lah honey... Apa kau tidak pernah berciuman sebelumnya". Ucap Indra tepat di bibir Alya.
Terlihat wajah Alya sudah merah, saking syoknya Alya sampai lupa bernapas...
"Kau baik-baik saja honey?". Tanya Indra kemudian sekali lagi dia mengecup pipi Alya.
__ADS_1
Bersambung....