
Pelayan yang bertugas segera membuka pintu dan menyambutnya selayaknya nona muda, bagaikan mimpi seorang gadis biasa di perlakukan layaknya princess...
"Selamat datang di mansion Herlambang nona muda". Alya tersentak ketika mereka semua tertunduk menyambut "selamat atas pernikahannya". Mereka sangat ramah..
"Ya Tuhan, mereka tunduk dan memberiku hormat, aku bahkan lebih hina dari mereka namun mereka menyambut ku dengan sukacita ". Batin Alya terharu..
"Terimakasih semuanya, kalian sangat baik". Jawab Alya dengan senyuman
"Nona pasti sangat lelah, mari saya akan menunjukkan kamar nona". Ucap Kepala pelayan
Alya di persilahkan dan di tuntun ke dalam mansion oleh kepala pelayan, namanya Pak Yen, Alya kemudian melirik bangunan lantai satu dalam hati dia tidak bisa membohongi dirinya bahwa rumah ini terlihat seperti istana kerajaan..
Alya terus memutar pandangannya sekeliling, ia juga mencari-cari dimana mertua serta adik iparnya yang sudah pulang lebih dulu tadi, apa mungkin mereka sudah beristirahat, ataukah memiliki acara lain lagi di tempat lain, entahlah... Batin Alya.
"Mari silahkan masuk nona, ini adalah kamar nona dan tuan muda ". Ucap pak Yen seraya membuka pintu kamar
Alya nampak sangat ragu memasuki kamar yang pernah ia masuki waktu itu, Alya bingung bukankah ini pernikahan sementara, lalu mengapa harus tidur berdua tidak bisakah Indra memberinya kamar yang lain, apakah harus sekamar dengan raja Firaun, batin Alya bertanya-tanya.
"Silahkan nona". Pak Yen mengingatkan lagi.
"Emm.. eh baik pak". Alya sangat kikuk, dirinya tidak terbiasa dengan hal hal seperti ini...
Alya mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamar, dan oh ya ampun... kamar ini sudah di sulap menjadi kamar yang super duper mewah, interiornya sudah berbeda dan semuanya tampak baru... Jangan lupakan tentang barang-barang mahal di dalamnya...
"Nona jika anda ingin ke kamar mandi nona bisa melalui pintu ini, toilet nya di sebelah sana... Nona jika ingin menggunakannya tinggal tepuk satu kali maka closetnya akan terbuka otomatis dan untuk menutupnya kembali tinggal tepuk tangan dua kali.." pak Yen menjelaskan, kamar mandi itu bahkan lebih luas dari pada ruang tamu di rumah Alya..
Selanjutnya pak Yen ke arah buth up, pak Yen menjelaskan cara pakai shower di sana, karena shower tersebut bukan shower biasanya seperti di hotel-hotel...
Shower ini memiliki enam tekanan yang berbeda tiga bagian atas dan tiga bagian bawah...
__ADS_1
Yang pertama bagian atas adalah air dengan tekanan tinggi, yang kedua sedang, dan yang ketiga seperti air hujan gerimis/ pelan...
kemudian Tekanan di bawah adalah satu untuk air hangat, yang kedua untuk mengisi buth up jika ingin berendam hanya dalam waktu hitungan menit buth up sudah bisa penuh dan yang terakhir tombol untuk memutar musik jika ingin mendengarkan musik sembari berendam...
Oke Alya cukup paham sampai disana, dalam hati tak henti-hentinya dia berguna takjub...
Selanjutnya pak Yen melangkah keluar dan berbelok sedikit ke arah kanan, Alya tidak bisa lagi berkata apa-apa saat melihat lemari besar dengan tema emas di sudut-sudutnya...
"Apakah tuan Indra sekaya itu, pantas saja dia menuntut aku agar tampil secantik mungkin". Batin Alya, merasa malu pada diri sendiri.
Di mansion ini dia bagikan kutu yang menempel saja di lantai..
"Ini adalah lemari khusus untuk jam tangan tuan muda, di sebelah sini adalah lemari sepatu, disini lemari kemeja dan disini lemari untuk jasnya... ". Pak Yen menjelaskan sebembari terus melangkah dan menunjuk satu persatu lemari kaca yang di dalamnya Sudah tersusun barang-barang Indra.
"Oyah disini semua sepatu tuan muda dan di sebelahnya juga ada sepatu nona muda...".
"Sepatu?". Alya terperanga melihat ke dalam lemari kaca tersebut memang ada beberapa jenis sepatu bermerek di sana, pasti sangat mahal...
"Ini semua barang-barang nona muda, perhiasan dan semuanya ada disini". Pak Yen berhenti kemudian menatap Alya yang menganga tidak percaya.
"Hmm.. pak apakah ini semua untuk saya?". Tanya Alya tidak percaya.
"Tentu saja nona, semua ini barang-barang pribadi milik nona". Jawab pak Yen dengan senyuman.
"Wah.. aku tidak percaya ini". Gumam Alya dengan pelan yang hanya dibalas dengan senyuman oleh pak Yen.
"Apakah ada yang nona muda ingin tanyakan?". Ucap pak Yen.
Alya menggeleng"tidak ada lagi pak".
__ADS_1
"Baik, silahkan beristirahat nona, saya permisi". Jawab pak Yen.
"Terimakasih pak". Alya membungkuk berterimakasih..
"Sama-sama nona, lain kali jangan membungkukan badan, itu tidak baik apalagi jika tuan muda melihatnya". Ucap pak Yen sepertinya itu adalah peringatan agar Alya lebih hati-hati untuk berterimakasih kepada seseorang...
Karena Indra akan marah jika Alya menundukkan badan pada orang lain kecuali dia seorang...
Alya mengangguk "saya mengerti... " Jawabnya dengan senyuman.
Pak Yen kemudian keluar dari dalam kamar, Alya bergegas ke sofa untuk menjatuhkan dirinya disana, lelah sekali untuk hari ini berjam-jam berdiri di altar pelaminan.
Alya menghela nafas panjang, meyakinkan dirinya, bahkan yang ia alami hari ini bukanlah mimpi melainkan kenyataan hidup baru yang akan Alya jalani kedepannya.
Setelah lama berbaring, Alya bangun dari tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi yang di tunjukan pak Yen tadi, Alya harus membersihkan diri sebelum tidur..
Selesai dengan itu Alya melangkah ke ruang ganti yang sudah pak Yen jelaskan, Alya membuka bagian lemarinya dan wow sekali lagi dia takjub...
"Ini bukan butik kan?.." Alya bertanya-tanya, disana terdapat susunan baju yang rapih dan banyak sekali isinya, baju-baju itu di pisah-pisah dari baju kerja, baju tidur, baju rumah dan baju biasa lainnya semuanya di susun dan di tata dengan rapih.
Selesai dengan semua itu Alya balik ke dalam kamar, melihat ranjang tuan muda, dia ingat dulu bahwa Indra tidak menyukai dia tidur disana...
Jadi Alya memutar badan kembali mencari-cari selimut di dalam lemari paling bawah, dan syukurlah dia menemukannya,
Alya segera bergegas ke sofa untuk beristirahat... Tidak banyak drama hayal-hayalan lagi, Alya sudah sangat mengantuk dan akhirnya dia pun terlelap...
...----------------...
Sementara itu di sisi lain..
__ADS_1
Setelah acara pernikahan selesai Indra kembali ke apartemennya, hanya sesaat untuk menjernihkan pikiran...
Kemudian setelah mengganti pakaiannya Indra mengambil kunci mobil lalu kembali ke mansion saat waktu hampir menunjukkan pagi hari..