Tuan Muda Menyebalkan

Tuan Muda Menyebalkan
tuan muda mulai rese'


__ADS_3

"Kau bekerja di perusahaan ku dan kau mau membantah begitu?... Mau berhenti sekarang?". Ancaman ampuh yang mampu membungkam Alya.


"Ti..tidak tuan". Jawab Alya dengan wajah panik.


"Kalau begitu buatkan makanan yang baru, aku tidak mau yang itu ". Indra segera melangkah ke meja kerjanya..


"Makanannya masih hangat tuan, jika tuan ingin saya membuat yang baru maka tuan akan melewatkan jam makan siang yang tidak tepat waktu.." Alya mencoba mencari-cari alasan..


Enak saja si tuan muda itu menginginkan makanan yang baru, dipikirnya hanya dia yang akan Alya urus, masih banyak pekerjaan lain yang menunggu Alya di mejanya belum lagi Alya juga belum makan siang


"Kau tidak dengar kata ku tadi? Aku tidak suka menu makanan yang kau siapakan paham!!". Nada Indra meninggi.


"Nona segeralah mengganti makannya, tuan tidak suka berbicara dua kali!". Ucap Junsen dengan nada datar.


"Emm baiklah tuan, jadi menu makan siang apa yang tuan inginkan agar saya persiapkan?". Alya membereskan kembali makanan yang sudah ia tata


"Terserah..." Jawab Indra tanpa ingin melihat Alya


Alya melirik ke arah junsen menandakan dia kebingungan seolah tersirat tanda tanya besar di matanya "bagaimana jika menunya salah lagi?".


"Itu urusan mu bukan urusan ku". Dan seolah itulah jawaban dari raut wajah junsen yang tidak ingin perduli nasib Alya.


"Baik tuan". Alya bangkit dan kembali membawa makanan yang sudah ia siapakan tadi.


"Sabar Alya ini baru pemanasan, jangan mundur dulu... Bayangkan gaji 25jt itu sudah tidak lama lagi hanya tersisa 29 hari lagi Alya..." Alya menyemangati diri walau dia sudah kesal.


Alya buru-buru pergi ke kantin, dia meminta agar karyawan kantin menyiapkan menu makanan lain kepada Indra, dan itu harus siap saji dalam waktu 30 menit.


Alya memesan bola nasi sayur, tumis brokoli dan jamur, udang tempura serta ayam bakar.


Alya meletakkan makanan yang baru saja ia bawah dari ruang Indra, sembari menunggu makanan yang di siapakan, Alya berfikir tidak ada salahnya jika ia memakan makanan yang sudah Indra tolak dari pada di buang kan sayang banget..


Alya tanpa pikir panjang lagi segera memakannya...


Beberapa waktu telah berlalu Alya merasa kenyang juga makanan pesannya sudah siap.


"Terimakasih ya mbak". Ucap Alya seraya menerima makanan baru yang ia pesan.


"Sama-sama".


Alya tiba di ruangan tuan Indra, disana ada sekitar 7 orang yang sedang berkumpul di meja Indra sepertinya sedang berdiskusi tentang pekerjaan.


"Tuan makanan anda sudah siap". Ucap Alya

__ADS_1


"Baiklah semuanya semangat..." Ucap Indra menyudahi pertemuannya dengan karyawan.


"Semangat". Karyawan menjawab serentak kemudian segera keluar.


"Hmm menu ini yang kau siapakan?". Tanya Indra, untung saja dia tidak marah karena harus menunggu.


"Benar tuan silahkan". Alya memberikan sumpit pada Indra.


"Bawahkan juga menu makanan yang tadi kemari, aku jadi ingin mencicipinya". Indra sudah mulai menyantap namun dia meminta menu yang sebelumnya juga...


Apa dia gila, Alya sudah menghabiskannya... Lalu bagaimana ini


"Hmm ..." Alya terlihat kikuk


Indra mengangkat wajahnya kemudian menatap Alya "kau tidak dengar?".


"Anu..eh.. itu anu tuan".


"Anu anu... Menu tadi bawah kemari aku juga ingin mencicipinya ". Berucap dengan nada dingin.


"Emm itu.. sudah tidak ada lagi tuan". Alya sudah berkeringat dingin, lagian ada-ada saja tingkah tuan muda ini.


"Kau membuang makanannya?".


Alya ragu-ragu mengangguk, sebenarnya membuang ke perutnya begitu kali ya...


"Ma..maaf tuan, tadi saya pikir anda sudah tidak ingin lagi makanan itu, jadi saya makan..".


Indra melepaskan sumpit dari tangannya kemudian tersenyum miring "berani sekali kau memakan makanan ku tanpa izin ". Sambil menatap dengan tajam.


"Ma..maaf tuan sa.saya.."


"Kau tau harganya berapa?".


Alya menggeleng "tidak tuan".


"Gaji mu akan saya potong dengan membayar menu makanan itu, dan Bagaimana jika aku meminta mu menyiapkannya lagi hmm.."


Sungguh sangat menyebalkan bukan, permintaan Indra semakin aneh dan menjadi-jadi, ini bahkan baru hari pertema namun Alya rasanya sudah tidak sanggup.


"Kenapa diam saja? Mana nyali mu yang dulu bahkan dengan tidak sopan nya kau meminta uang untuk perjalanan pulang mu pada ku". Tanya Indra sembari menatap Alya dengan tajam.


"Hiksss... Maaf tuan". Alya malah menangis, panik, malu dan kesal bercampur membuat hatinya sakit..

__ADS_1


"Ha-ha-ha kau menangis? dasar cengeng! Baru begitu saja, aku bahkan belum memecat mu.. hmm Bermental kerupuk ". Indra tertawa sepertinya dia suka untuk mempermainkan wanita di hadapannya ini.


"Jangan pecat saya tuan hiksss ...". Alya sesak di dada, mendengar kata pecat saja hatinya sudah patah...


Pekerjaan mana lagi yang menawarkan gaji hingga 25jt untuk fresh graduate.


"Keluar.. dan hapus ingus mu, membuat ruangan ku kotor saja".


Alya berbalik badan sembari menyeka air matanya yang tak kunjung berhenti.


"Hey..." Panggil Indra sebelum Alya berhasil meraih gagang pintu.


Alya berbalik dengan hati-hati.


"Kau ingin aku yang membereskan semua itu?". Sambil menunjuk ke arah piring bekas makanan.


"Ah.. ma.maaf tuan ". Alya dengan cepat membereskan.


Indra menggelengkan kepala namun merasa asik dengan mainan barunya kali ini... Tuan muda mulai bermain licik


...****************...


Alya kini sudah berada di meja kerjanya, baru saja beberapa menit yang lalu dia duduk di toilet untuk menangis, bukankah sangat malu jika dia harus menangis di hadapan banyak orang.


Alya mulai kembali mengerjakan pekerjaannya, laporan mulai menumpuk waktu pun tidak akan habis jika nanti Alya tidak lembur.


"Gara-gara bos menyebalkan itu pekerjaan ku jadi tidak terarah". Alya mengacak-acak rambutnya kesal


Beberapa saat lagi waktu jam pulang kerja akan berakhir namun Alya masih mengerjakan laporan, belum lagi baru saja Ada sekertaris Indra yang meminta untuk merevisi ulang laporan sebelumnya.


"Alya kau belum beres-beres ?". Ternyata sudah satu jam berlalu, Misel bertanya karena Alya masih asik dengan komputernya.


"sepertinya Aku akan lembur". Jawab Alya dengan nada letih lesu berbeban berat.


"Pekerjaan mu masih banyak?".


"Iya nih, tuh masih ada 4 laporan lagi..." Alya menunjuk lewat matanya melihat map di depannya.


"Ha-ha-ha semangat dong... Oyah aku pulang duluan ya". Misel terkekeh lalu pamit untuk pulang.


"Okey hati-hati ya". Jawab Alya,


Alya sebenarnya ingin meminta bantuan pada Misel namun sepertinya Misel sudah berbeda tidak ramah seperti waktu Alya bertemu dengannya pertama kali.

__ADS_1


Satu persatu karyawan kantor mulai meninggalkan meja kerjanya untuk pulang, namun Alya masih saja berkutat dengan komputernya, entah kapan pekerjaan itu akan selesai.


next....


__ADS_2